alexa-tracking

Cerita Fiksi Zombie Buatan Anak2 Sidoarjo

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b430abf5a5163147c8b4594/cerita-fiksi-zombie-buatan-anak2-sidoarjo
Cerita Fiksi Zombie Buatan Anak2 Sidoarjo
Selamat datang di thread ane.
Kali ini nubie akan membagikan kepada kalian, cerita hasil karangan sendiri untuk jadi teman baca kalian... Mohon kritik dan saran nya... Dan jangan lupa subscribe/bookmark thread ane, dan pantengin terus jalan cerita nya... Selamat membaca emoticon-Blue Guy Peace



Judul : Zurvive
Season : 1
Genre : Horror, Action, adventure
Created by : NTC Inc.




Cerita Fiksi Zombie Buatan Anak2 Sidoarjo




Index :

Chapter 2 > Di bawah Chapter 1
Chapter 3 > Page 1
Chapter 4 > Page 2
Chapter 5 part 1 > Page 2
Chapter 5 part 2 > Page 2
Chapter 6 >
















Zurvive

Chapter 1 : "First day"

10 juni 2014
06 : 30 wib









KRIINNGGG...!!!!!!!


Bunyi alarm hp ku, memecah keheningan dan lelapnya tidurku. 'Masih pagi', pikirku saat aku masih setengah sadar. Namaku Angga, 21 tahun, aku tinggal di salah satu provinsi di jawa timur, tepatnya sidoarjo.

"Mas, bangun!! Cepet mandi, sarapan!!", teriak adik angkat ku.
"Iya iya, aku udah bangun.. Bentar", jawab ku.
"Udah setengah 7 ini.. Ntar telat lho..", ujar adik angkat ku.

Namanya ayu agnes, 19 tahun, Salah satu dari 5 saudara angkat ku. Meninggal nya ibu ku setahun yang lalu, membuat ayah ku menikah kembali, dan berjalan hingga sekarang. Mungkin setidak nya kesedihan itu telah cukup memudar.

Jam telah menunjukkan pukul 7:00 pagi, setelah mandi aku bergegas untuk pergi bekerja di daerah Sidoarjo kota. Aku bekerja di sebuah instansi, jasa servis elektronik, dan sudah 1 tahun lebih aku bekerja di tempat ini, namun aku berencana untuk membuat usaha sendiri saja di rumah.

Saat di perjalanan, ku lihat sekilas koran hari ini di pinggiran jalan. "Kejadian aneh di rumah sakit", headline utama yang membuatku penasaran. Namun karena aku hampir telat, ku lanjutkan lajurku. Ku jalani pekerjaanku, yang nampak nya hari ini terlihat normal, tidak ada pekerjaan yang terlalu berat, hingga sore pun menjemput. Saat di perjalanan pulang, banyak sekali militer dan polisi yang lalu lalang, 'ah, paling ada pejabat kesini', gumamku. Tak peduli akan hal tersebut, ku lanjutkan lajur motor ku menuju rumah. Setelah sampai, aku langsung masuk, karena memang aku lelah, dan ingin segera mandi.

"....rentetan kejadian aneh sedang terjadi di rumah sakit dr soetomo surabaya, dimana banyak pasien yang mengalami kejang-kejang dan muntah-muntah tanpa sebab yang jelas. Untuk saat ini, semua korban masih dalam penanganan medis.. Dokter dan tim ahli masih meneliti, tentang gejala para pasien ini.. beberapa pihak keluarga pasien berduka akan musibah yang di alami anggota keluarga nya...", suara pembawa berita dari salah satu televisi swasta bergema di ruang tamu.

"Ada apa ya..?", heran bu yuli, ibu angkat ku.
"Bawa apa itu mas??", tanya ayu.
"Oh.. ini gorengan di tempat langganan ku, mumpung belum tutup, mampir beli..", ujar ku memberikan plastik berisi cemilan.
"Itu kata nya rsud sidoarjo juga ada yang kena... Sama semua gejala nya..", ujar ayah ku.
"Lho anak nya pak jum belakang rumah juga sama gejala nya, di bawa ke RSUD Sidoarjo..", tambah bu yuli.

Aku yang cukup lelah, tak begitu menghiraukan obrolan mereka. Setelah makan malam, dan melihat TV bersama keluarga, ku lanjutkan ngobrol dengan adik ku agnes, hingga malam pun semakin larut, dan waktunya untuk memejamkan mata.

Namun beberapa jam kemudian, terdengar suara helikopter yang bergemuruh di atas rumahku. 'Berisik', pikir ku di saat aku sedikit terbangun dari lelap.

"Mas, bangun ini ada berita...!", teriak ayu.
"Duhh... Ada apa sih.. Masih malem gini..", sahut ku.
"Cepet bangun... Ada rame-rame ini lho..", ujar ayu.

Aku yang penasaran langsung menuju ruang tamu. Waktu telah menunjukkan pukul 12 tengah malam. Terdengar teriakan di luar rumah, juga ledakan, aku yang penasaran, bergegas keluar kamar.

".....di himbau kepada para warga, agar tetap berada di rumah, sampai menunggu pemberitahuan lebih lanjut dari pemerintah, dan di mohon untuk mengunci pagar, pintu, dan jendela anda...", ujar pembawa berita di televisi.
"ada apa ini..?", tanyaku heran.
"Gak tau... Di luar banyak yang teriak, tadi aku lagi dengerin radio, berita nya semua sama kayak di tv ini..", ujar ayu.
"Aku mau keluar.. Lihat ada ap....."

DOOOORRRR...!!! DOORRRR...!!!!

Tiba-tiba terdengar suara senapan api dari luar rumah. Aku dan yang lain bergegas keluar, dan melihat tetangga ku, pak warto, mantan tentara, sedang menembak sesuatu di kejauhan.

"Ada apa pak..? Kok rame-rame..?", tanya ayah ku saat keluar rumah.
"Banyak orang jadi gila dan saling menggigit..", jawab pak warto yang tampak kebingungan.
"Saling menggigit..??", tanya ku heran.
"Mulai jam 11 tadi, ada yang teriak di belakang sana.. Pas saya mau periksa, ternyata ada yang masuk ke kampung, lalu mulai menggigit orang-orang yang sedang jaga malam..",ujar pak warto.

Dari kejauhan, kami pun melihat seseorang sedang di kerumuni, di cabik-cabik, seperti hewan buas yang mendapat mangsa. Adik ku berteriak ketakutan, dan semua berlari masuk ke dalam rumah ku. Tidak mungkin hal ini terjadi di kehidupan nyata, ini hanya terjadi di film yang selalu ku lihat bersama teman-teman.

Keluargaku dan keluarga pak warto bersembunyi di rumahku, sembari memikirkan apa yang sebenarnya terjadi. Televisi kami nyalakan untuk mengetahui kondisi lebih lanjut.

"...saat ini pemerintah setempat masih berupaya menemukan penyebab peristiwa yang menggemparkan ini. Banyak kota-kota yang terkena dampak nya, termasuk kota Jakarta. Juru bicara presiden menyebutkan bahwa, dugaan sementara saat ini adalah kebocoran gas beracun di beberapa titik di pulau jawa, yang menyebabkan kondisi mental dan fisik korban menjadi tak terkendali. Pihak kepolisian dan militer saling membantu bertindak mengamankan mereka yang terinfeksi.. Para ahli kimia dan medis masih mengidentifikasi virus baru yang menyebabkan para manusia berubah menjadi mayat hidup ini. Pemerintah kota Surabaya telah menyiapkan titik-titik evakuasi, untuk selanjut nya di pindahkan ke kota jakarta yang di sinyalir adalah kota teraman saat ini.. Adapun titik evakuasi di surabaya antara lain kapas krampung, kota madya, tugu pahlawan, jalan semarang, terminal joyoboyo, dan pakuwon trade center. Hanya itu saja yang dapat kami informasikan untuk saat ini, di mohon untuk berada di dalam rumah, kunci semua jendela dan pintu, dan persenjatai diri anda masing-masing.. Sekian yang dapat kami laporkan... Kabar selanjut nya akan kami sampaikan satu jam mendatang...", sebuah berita dari televisi lokal di surabaya.
"Mayat hidup..?!!", tanya semua orang heran.
"Apa maksud nya ini.. bukan nya kemarin masih normal, gak ada apa-apa..", ujar ayah ku.
"Kemarin banyak kejadian di beberapa rumah sakit di sini kan.. Mungkin semua berasal dari situ..", sahut pak warto.
"Lalu.. Apa yang menyebabkan itu.. Mereka terkena gejala tanpa sebab..", sahut istri pak warto.

Mereka di ruang tamu, saling berdebat akan hal ini. Aku sendiri masih berpikir, kenapa bisa terjadi, di dunia nyata iki. Aku ambil handphone ku, dan mengirim pesan ke semua teman-teman ku, berharap ada jawaban atas mimpi buruk ini.

Malam pun semakin larut. Teriakan, ledakan, terjadi di luar sana, entah seperti apa keadaan nya. Kami tetap bertahan di dalam rumah, berharap bantuan akan datang. Jam menunjukkan pukul 1 malam, pintu dan jendela kami tutup rapat, agar mereka tak dapat masuk. Tak ada lampu, dan tak ada kegaduhan, kami tidak ingin apapun yang ada di luar mendekat dan masuk ke rumah. Teriakan manusia semakin berkurang, hanya suara para zombie ini yang sedang kelaparan. Saat ini, kami masih bertahan.....










N.B : Untuk cerita pada Chapter 4 dan selanjut nya, akan ada 2 alur cerita. Yaitu dari sudut pandang 'Angga', dan sudut pandang 'teman-teman Angga'. Tetap nantikan kelanjutan hidup dari Angga dan teman-teman nya... emoticon-2 Jempol











Spoiler for Chapter 2:
nemesis nya belum nongol di chapter 1 yak
image-url-apps
Trit bagus emoticon-Sundul
KASKUS Ads
wah boleh nih,
tapi ada yg "miss", biasa nya antara gejala sampe zombie menginvasi itu jarak nya dekat, tapi dicerita ini gejala/atau hal aneh udah ada dari pagi tapi zombie baru muncul tengah malam ... emoticon-Big Grin
image-url-apps
Cerita Fiksi Zombie Buatan Anak2 Sidoarjo
Quote:


RE emoticon-Recommended Seller
image-url-apps
Quote:


lu kira resident evil emoticon-Lempar Bata


Well buat ts adeknya angkatnya ada 5, yg 4 nya mana? Jadi patung? emoticon-Bingung

Klarifikasi resmi pemerintah diduga kebocoran gas di beberapa titik pulau jawa? Kebocoran seperti apa? Apa yg bocor? Truck tanki yg bawa gas? Tapi tiba2 ilmuan fokusnya ke virus bukannya ke gas beracun yg bocor secara katakanlah hampir bersamaan srcara tdk wajar?? Apa hubungan gas sama virus dan zombie? Cinta segitiga?
Quote:



kebocoran gas biokimia bla bla kayaknya terinspirasi dari train to busan
scene awal ada suara ledakan dimana-mana,dan seseorang yang ngeluh karena situasi tenang tiba-tiba jadi kacau
malah inget high school of the dead
image-url-apps
Quote:


hmmm begitu ya, malahan menurut ane cerita ini pace nya terlalu cepat sehingga kekurangan banyak detil di banyak tempat. Bahkan adik angkatnya yg lainya hanya jadi diegesis, karena ga ada ngaruhnya sama plot
image-url-apps
Quote:


hahahaha... nanti ada gan mungkin bukan nemesis... pantengin aja dah
image-url-apps
Quote:


tunggu aja ya kelanjutan nya, ada 2 season yang mau ane posting..
image-url-apps
Quote:


nanti ada penjelasan nya gan... pantengin aja emoticon-Jempol
image-url-apps
Quote:


oke ane jelasin..

1. untuk adek nya, akan ane syuting nanti, jadi sementara yg ada di rumah dulu, karena yg lain bukan di rumah tsb

2. untuk kebocoran gas nya, itu hanya dugaan pemerintah sementara, dan ada penjelasan nya nanti..

jdi inti nya, pantengin aja deh emoticon-Big Grin
image-url-apps
Quote:


klo hotd masih belum jelas sumber nya, tp ane terinspirasi dari sekian banyak nya film zombie apocalypse..
image-url-apps
klo ane baca, trit ente terinspirasi dari film kayak 28days later atau train to busan. mungkin lebih tepat "zombie" disini bukanlah "walking dead" tapi manusia yg terinfeksi atau "the infected" . mereka bisa mati klo ditembak dan ga hidup lagi. mungkin lebih pas klo kata zombie diganti dg the infected. skedar saran sih emoticon-Big Grin
image-url-apps
Quote:


ane terinspirasi sama WWZ sebener nya... maka nya ane gk nyebutin kata 'Zombie'... judul trit nya aja.. tp makasih masukan nya emoticon-Jempol

Chapter 3

image-url-apps
Cerita Fiksi Zombie Buatan Anak2 Sidoarjo

Chapter 3 : Bridge Is Down

11 juni 2014
03 : 15 wib











Setelah beberapa menit perjalanan menyusuri jalanan yang telah kacau dengan darah dan potongan mayat berserakan, kami berdua akhirnya sampai di basecamp kami, di sebuah perumahan dekat Sidoarjo kota. Cukup sepi ternyata, tidak banyak mayat berkeliaran di sekitar. Dengan mengendap-endap, kami mencoba memanggil teman kami yang ada di dalam.

Quote:


Dan fiki pun keluar, namun tak terlihat teman-teman kami di dalam. Fiki, salah satu anggota komunitas kami, rumah nya adalah yang terdekat dengan basecamp, sehingga dapat sampai ke tempat terlebih dahulu, lagipula basecamp ini juga milik saudara nya yang pindah rumah ke Surabaya.

Kami pun masuk, dan menutup pintu rapat-rapat, mencoba untuk sesunyi mungkin. Di dalam, kami bercerita tentang apa yang terjadi. Dengan muka sedikit sedih, fiki bercerita tentang kejadian yang menimpa nya. Ayah dan ibu nya sedang dinas di luar pulau, mereka adalah spesialis kesehatan, entah mereka baik-baik saja atau tidak. Namun kedua adik nya telah terinfeksi, dan dengan berat hati, fiki pun mengurung kedua adik nya di dalam rumah, dan berlari ke basecamp ini.

Quote:


Satu jam lebih kami menunggu, tak ada satu pun teman kami datang, kami juga khawatir terjadi sesuatu dengan mereka. Tak ingin membuang waktu lagi, kami bertiga pun menyiapkan semua nya, dan memasukkan ke motor yang ku bawa bersama arul. Arul bagian menyetir, sedangkan aku dan fiki berusaha menjaga agar mereka tidak mendekati kendaraan kami. Piring-piring, gelas-gelas kaca, apapun benda keras yang bisa di lempar untuk membunuh mereka sudah kami siapkan, dan pisau kami simpan untuk melindungi diri nanti nya.

Kami mulai berangkat menuju titik evakuasi di terminal joyoboyo, terminal yang letak nya cukup dekat dengan tengah kota. Saat kami melewati daerah perbatasan kota, kami sempat bertabrakan dengan seorang pengendara motor yang tak sengaja menyenggol kendaraan kami. Setelah kami menolong nya, rupanya dia adalah mifta, teman sekaligus leader komunitas kami.

Quote:


Setelah dia sedikit tenang, mifta akhir nya ikut dengan kami menuju tempat evakuasi. Perjalanan pun kami lanjutkan, dengan menghindari dan menyerang mereka yang mencoba merobohkan motor kami. Terlihat juga mereka yang masih hidup, melarikan diri dari kejaran yang terinfeksi, dan terlihat juga yang sengaja mengorbankan teman nya, hanya demi keselamatan sendiri, sungguh ironis.

Sekitar 30 menit berlalu, dan akhir nya kami telah sampai di jembatan sungai menuju terminal joyoboyo. Kami pun terkejut atas apa yang kami lihat di tempat itu. Jembatan yang cukup besar nan kokoh, hanya tersisa rangka nya saja, hampir seluruh jalanan aspal dan pinggiran runtuh, atau mungkin terlihat seperti sengaja di runtuhkan. Kami pun terpaksa turun dari motor dan menyusuri rangka jembatan satu per satu, kami juga tak ingin terjatuh ke bawah, di sungai yang cukup deras aliran nya waktu itu. Setelah beberapa menit, giliran ku yang paling terakhir. Saat aku berada di tengah-tengah, tiba-tiba rangka pun putus tak kuat menahan beban, dan aku pun jatuh, tenggelam ke sungai yang dingin itu.

Quote:


Terdengar samar-samar teriakan mereka bertiga, lalu menghilang. Aku berpikir, 'apa aku akan selamat..?'. Keluarga ku masih menanti di rumah, menanti janji yang ku berikan untuk mereka. Aku minta maaf.......
image-url-apps
Lanjut breee
emoticon-Traveller
image-url-apps
Quote:


siap komandan emoticon-Blue Guy Smile (S)
image-url-apps
lanjut gan
×