alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Merasa Vonis Fredrich Yunadi Belum Maksimal, KPK Ajukan Banding
5 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b42fc6ea2c06e0b168b4567/merasa-vonis-fredrich-yunadi-belum-maksimal-kpk-ajukan-banding

Merasa Vonis Fredrich Yunadi Belum Maksimal, KPK Ajukan Banding

Merasa Vonis Fredrich Yunadi Belum Maksimal, KPK Ajukan Banding


Karena dinilai belum maksimal, KPK mengajukan banding terhadap vonis advokat Fredrich Yunadi yang divonis 7 tahun penjara karena dinilai terbukti merintangi pemeriksaan Setya Novanto dalam perkara korupsi KTP-Elektronik.

“KPK telah memutuskan untuk lakukan banding atas vonis pengadilan Tindak Pengadilan Korupsi (Tipikor) untuk terdakwa Fredrich Yunadi,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Minggu (8/7).

Pada 28 Juni 2018, pengadilan Tipikor Jakarta memvonis Fredrich selama 7 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 5 bulan kurungan.

Vonis itu lebih rendah dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK yang menuntut agar Fredrich divonis 12 tahun penjara ditambah denda Rp600 juta subsider 6 bulan kurungan.

“Pada dasarnya JPU KPK memahami untuk pembuktian dakwaan, putusan majelis hakim prinsipnya sama dengan uraian analisa JPU. Namun kami pandang, hukuman penjara masih di bawah dua pertiga dari tuntutan KPK,” tegas Febri, dikutip Antara

Namun, menurut Febri, JPU KPK belum menyerahkan memori banding mereka.

“Pernyataan banding telah disampaikan oleh JPU KPK sedangkan memori banding sedang kami susun sembari menunggu salinan putusan lengkap diterima KPK,” tambah Febri.

Fredrich sendiri sudah langsung menyatakan banding seusai sidang putusan.

“Kami menyatakan banding, hari ini juga kami membuat akta banding,” kata Fredrich dengan nada emosi pada Kamis (28/6).

Fredrich sebagai pengacara mantan Ketua DPR Setya Novanto yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan KTP-E.

Fredrich dinilai terbukti bersama-sama dengan dokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo pada 16-17 November 2017 melakukan rekayasa perawatan untuk menghindarkan penangkapan Setnov oleh penyidik KPK.

Fredrich terbukti berdasarkan dakwaan pasal 21 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU no 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 KUHP.

“KPK telah memutuskan untuk lakukan banding atas vonis pengadilan Tindak Pengadilan Korupsi (Tipikor) untuk terdakwa Fredrich Yunadi,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Minggu (8/7).

Pada 28 Juni 2018, pengadilan Tipikor Jakarta memvonis Fredrich selama 7 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 5 bulan kurungan.

Vonis itu lebih rendah dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) KPK yang menuntut agar Fredrich divonis 12 tahun penjara ditambah denda Rp600 juta subsider 6 bulan kurungan.

“Pada dasarnya JPU KPK memahami untuk pembuktian dakwaan, putusan majelis hakim prinsipnya sama dengan uraian analisa JPU. Namun kami pandang, hukuman penjara masih di bawah dua pertiga dari tuntutan KPK,” tegas Febri, dikutip Antara

Namun, menurut Febri, JPU KPK belum menyerahkan memori banding mereka.

“Pernyataan banding telah disampaikan oleh JPU KPK sedangkan memori banding sedang kami susun sembari menunggu salinan putusan lengkap diterima KPK,” tambah Febri.

Fredrich sendiri sudah langsung menyatakan banding seusai sidang putusan.

“Kami menyatakan banding, hari ini juga kami membuat akta banding,” kata Fredrich dengan nada emosi pada Kamis (28/6).

Fredrich sebagai pengacara mantan Ketua DPR Setya Novanto yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan KTP-E.

Fredrich dinilai terbukti bersama-sama dengan dokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo pada 16-17 November 2017 melakukan rekayasa perawatan untuk menghindarkan penangkapan Setnov oleh penyidik KPK.

Fredrich terbukti berdasarkan dakwaan pasal 21 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU no 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 KUHP.

hmmm saya syuka kemewahan..
sayang om artidjo udah pensi ya
hancur nih om yang suka kemevvahan.
emoticon-Toast
Ini FY yg kemarin jd supir fortuner atau jd ban serepnya emoticon-Bingung
Merasa Vonis Fredrich Yunadi Belum Maksimal, KPK Ajukan Banding
Merasa Vonis Fredrich Yunadi Belum Maksimal, KPK Ajukan Banding
Diubah oleh tiwas.ngatj3n6
Quote:


akhirnya dia jd ahli perbakpauan di pengadilan
emoticon-Ngakak
nyahok lah si bakpao emoticon-Wakaka
Quote:


orang kaya beneran gan emoticon-Stick Out Tongue
Si Duta Bakpau


emoticon-Ngakak
kudune tembak mati
resiko jadi pengacara yg suka dusta :
sudah fasti mati dan membusuk di penjara...lebih baik kau segera beli peti mati mewah untuk diri kau selagi bisa!!! emoticon-Marah
Hukuman mati dilempar bakpau 1 ton
mampus deh
makanya jangan latah mulut ngomong suka kemewahan emoticon-Leh Uga
Naikin jadi 20tahun, biar tau apa itu kemewahan


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di