alexa-tracking

Makna Sufi Ini Tersembunyi Di Dalam Lagu Bocah, Gundul-Gundul Pacul

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b42c3b5529a450d3e8b4569/makna-sufi-ini-tersembunyi-di-dalam-lagu-bocah-gundul-gundul-pacul
icon-hot-thread
Makna Sufi Ini Tersembunyi Di Dalam Lagu Bocah, Gundul-Gundul Pacul
Quote:

Quote:

Quote:


Quote:


Spoiler for 1. Gundul-gundul pacul-cul gemblelengan:


Spoiler for 2. Nyunggi-nyunggi wakul-kul gemblelengan:


Spoiler for 3. Wakul Glimpang Segane Dadi Sak Ratan:

Quote:

Spoiler for kalao dari jawabanku pribadi sih:


Quote:


Quote:
image-url-apps
Pertamaxxx
image-url-apps
Hebatnya nenek moyang zaman dahulu..
setiap hal ada filosofinya,bahkan permainan hompimpa mengajarkan untuk menyerahkan segalanya pada Tuhan..

Sunan Kalijaga juga hebat dalam dakwahnya setiap hal agama diselipkan dalam adat Jawa sehingga mudah dipahami dan memiliki makna yang sangat dalam..seperti tembang lir Ilir,arti ketupat,apem,kalimosodo,jaran kepang,banyak banget sepertinya..

Dan kerennya para Walisongo saling bantu dengan metode dakwah yang berbeda.

GAK KAYAK ULAMA LUCU ZAMAN SEKARANG YANG BANYAK2 BANYAKAN FOLLOWER,DEBAT MERASA BENAR SENDIRI,GAK MENGHARGAI BUDAYA,SUKA POLITISASI AGAMA...lupa tidak mementingkan amanat banyak umat yang seharusnya dia sunggi secara hati2 menuju jalan yang benar...akhire agomo dadi kocar kacir gak karuan,sekedar dadi saratan,sukur matuk gawe golek pujian Ning alam donyo tok...
KASKUS Ads
Panjang Umur can Sehat Terus Mbah Nun emoticon-Nyepi


Quote:

image-url-apps
Maknanya dalam, gan.

Tapi lagunya asyik buat goyang.


Tarik mang!

Makna Sufi Ini Tersembunyi Di Dalam Lagu Bocah, Gundul-Gundul Pacul
Nice Info gan
image-url-apps
widih
image-url-apps
Kok bisa gitu?
image-url-apps
lagu favorit ane saat kecil
image-url-apps
Baru 2 komen udah ht emoticon-Belo
Bagus banget gan pembahasannya..
Lagu yg selama ini ane kira cuma lagu dolanan ternyata punya makna filosofis yg mendalam
image-url-apps
Quote:


Zaman saat ini banyak ulama suu', gan. emoticon-Cape d...

Ulama suu’ adalah ulama jahat. Dikatakan jahat karena mereka bukannya menunjukkan jalan yang benar kepada umat, namun justru rakus kepada kehidupan dunia, di mana akhirnya mereka menjual agamanya untuk kemaslahatan dunianya.

Tentang mereka ini, Rasululloh SAW bersabda:

,يَخْرُجُ فِي آخِرِ الزمَانِ رِجَالٌ يَخْتَلُونَ الدنْيَا بِالدينِ يَلْبَسُونَ لِلناسِ جُلُودَ الضأْنِ مِنْ اللينِ أَلْسِنَتُهُمْ أَحْلَى مِنْ السكرِ وَقُلُوبُهُمْ قُلُوبُ الذئَابِ يَقُولُ اللهُ عَز وَجَل أَبِي يَغْتَرونَ أَمْ عَلَي يَجْتَرِئُونَ فَبِي حَلَفْتُ لَأَبْعَثَن عَلَى أُولَئِكَ مِنْهُمْ فِتْنَةً تَدَعُ الْحَلِيمَ مِنْهُمْ حَيْرَانًا “

Akan muncul di akhir zaman, orang-orang yang mencari dunia dengan agama. Di hadapan manusia, mereka memakai baju dari bulu domba untuk memberi kesan kerendahan hati mereka, lisan mereka lebih manis dari gula namun hati mereka adalah hati serigala (sangat menyukai harta dan kedudukan).
Alloh berfirman, “Apakah dengan-Ku kalian tertipu ataukah kalian berani kepada-Ku. Demi Diriku, Aku bersumpah. Aku akan mengirim bencana dari antara mereka sendiri yang menjadikan orang-orang santun menjadi kebingungan (apalagi selain mereka) sehingga mereka tidak mampu melepaskan diri darinya.”
(HR: Tirmidzi)

Ulama suu’ akan menyuguhkan keburukan dalam bentuk kebaikan. Mereka sanggup membungkus kebatilan dengan cover sebuah kebenaran. Ada kalanya, karena menjilat para penguasa dan orang-orang dzalim lainnya untuk mendapatkan kedudukan, pangkat, pengaruh, penghargaan, atau apa saja dari perhiasan dunia yang ada di tangan mereka.

Mereka senantiasa berada di pintu-pintu penguasa tiran, sebagaimana perkataan Sahabat Hudaifah RA:

:إِذَا رَأَيْتُمُ الْعَالِمَ بِبَابِ الْسُلْطَانِ فَاتهَمُوْا دِيْنَهُ، فَإِنهُمْ لاَ يَأْخُذُوْنَ مِنْ دُنْيَاهُمْ شَيْئاً أَخَذُوا مِنْ دِيْنِهِمْ ضِعْف
َ
Jika kalian melihat seorang alim berada di pintu penguasa, maka tertuduhlah dinnya. Maka tidaklah mereka [para ulama] mengambil sebagian dari dunia mereka [penguasa], kecuali pera penguasa tersebut akan mengambil dari din mereka [ulama] secara sebanding.


Mereka Menyeru Ke Neraka Jahannam

Ciri dan sifat khusus ulama jahat (suu’) adalah selalu menyeru umat ke pintu-pintu neraka jahannam. Sebagaimana sebuah hadits panjang dari Sahabat Hudzaifah RA:

;قُلْتُ فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَر قَالَ نَعَمْ دُعَاةٌ إِلَى أَبْوَابِ جَهَنمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوهُ فِيهَا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللهِ صِفْهُمْ لَنَا فَقَالَ هُمْ مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِي إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ قَالَ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ قُلْتُ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلَا إِمَامٌ قَالَ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلهَا وَلَوْ أَنْ تَعَض بِأَصْلِ شَجَرَةٍ حَتى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ“

… Aku bertanya: Apakah setelah kebaikan (yang ada kotorannya itu) akan timbul lagi keburukan?”. Beliau menjawab: “Ya, yaitu para penyeru yang mengajak ke pintu jahannam. Siapa yang memenuhi seruan mereka maka akan dilemparkan ke dalamnya”.

Aku kembali bertanya: “Wahai Rasulullah, berikan sifat-sifat (ciri-ciri) mereka kepada kami?”. Beliau menjelaskan: “Mereka itu berasal dari kulit-kulit kalian dan berbicara dengan bahasa kalian”.

Aku katakan: “Apa yang Baginda perintahkan kepadaku bila aku menemui (zaman) keburukan itu?”. Beliau menjawab: “Kamu tetap berpegang (bergabung) kepada jama’atul miuslimin dan pemimpin mereka”.

Aku kembali berkata: “Jika saat itu tidak ada jama’atul muslimin dan juga tidak ada pemimpin (Islam)?”. Beliau menjawab: “Kamu tinggalkan seluruh firqah (kelompok/golongan) sekalipun kamu harus memakan akar pohon hingga maut menjemputmu dan kamu tetap berada di dalam keadaan itu (berpegang kepada kebenaran)“.

(HR al-Bukhari).


Rosulullah SAW Lebih Takut Kepada Ulama Suu’ Ketimbang Dajjal

Ternyata, Rosulullah SAW lebih mengkhawatiri (takut) kepada ulama suu’ daripada kepada dajjal.

Dari Sahabat Abu dzar RA, dia berkata:

”Aku bersama Nabi suatu hari dan aku mendengar beliau bersabda: ”Ada hal yang aku takutkan pada ummatku melebihi dajjal“.
Kemudian aku merasa takut, sehingga aku berkata, Yaa Rasululloh apa itu…? Beliau bersabda: Ulama yang sesat lagi menyesatkan.

{Musnad Ahmad (5/145) no 21334 dan 21335}.
image-url-apps
Quote:


Jiahaha emoticon-Wkwkwk

Page one = aksi bowo emoticon-Wkwkwk
image-url-apps
Quote:


Nantikan aksi goyang di page one HT berikutnya... emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
masih ada yg ngatain orang Jawa bukan orang" hebat? cuman menuhin indo? dan ada yg gak bangga disebut Jawa padahal elu tinggal di pulau Jawa? wahai penghuni ibu kota dan Jawa dibagian kiri atau dibagian barat emoticon-Cool
ngakak cuyemoticon-Ngakak
image-url-apps
hmm baru kepikiran ane~~~
image-url-apps
Dalam juga maknanya emoticon-Leh Uga
image-url-apps
sarat akan makna
image-url-apps
oalah ono makna ne toh lagu ne

hhmmmm
image-url-apps
wah ternyata bernada politis juga emoticon-Big Grin
andai kata pemimpin pemimpin kita ini paham filosofi dari lagu ini maka tidak dapat di pungkiri indonesia akan sejahtera dari sabang sampai merauke. nice thread gan
emoticon-Jempol emoticon-Jempol emoticon-Jempol
×