alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Sekolah Digembok Warga, Ada Apa Dengan Pendidikan Sekarang?
4.92 stars - based on 12 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b425464d44f9f84238b4573/sekolah-digembok-warga-ada-apa-dengan-pendidikan-sekarang

Sekolah Digembok Warga, Ada Apa Dengan Pendidikan Sekarang?

Sekolah Digembok Warga, Ada Apa Dengan Pendidikan Sekarang?Sekolah Digembok Warga, Ada Apa Dengan Pendidikan Sekarang?
Akhir-akhir ini, dunia pendidikan di tanah air banyak diwarnai oleh-hal-hal yang semestinya tidak layak terjadi pada lembaga yang bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa tersebut.

Mulai dari tawuran pelajar, pelecehan, penganiayaan yang dilakukan guru terhadap siswa, siwa terhadap guru, bahkan ada yang sampai berakhir dengan kematian. Ironis memang, ketika lembaga yang berusaha mencetak generasi bangsa yang beradab ini harus dinodai oleh hal-hal yang tidak etis.

Peristiwa terkini yang terjadi pada lembaga pendidikan adalah digemboknya sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) oleh warga setempat. Pasalnya cukup sederhana. Hanya karena sang anak tidak lolos/diterima saat seleksi siswa baru, orang tua siswa jadi marah dan melakukan penggembokan terhadap sekolah tersebut.
***
Seperti diwartakan oleh TribunBali.com (5/7), sebuah sekolah yaitu SMA Negeri 6 Denpasar digembok warga pada kamis 5 Juli 2018 lalu. Pelakunya adalah dua orangtua siswa yang tinggal tidak jauh dari sekolah tersebut. Alasannya, anak mereka tidak diterima di sekolah tersebut, padahal anaknya cerdas dan dapat nilai yang tinggi dari sekolah asalnya.

Kedua orangtua itu protes, mengapa anak mereka yang tinggal dekat dengan sekolah, dan menurut peraturan, anak yang dekat sekolah lebih mendapat priorits, tapi kenyataannya tidak diterima?

Untungnya aksi penggembokan itu tidak berlangsung lama, yaitu dari sekitar jam 9.30 hingga jam 10.00, atau hanya sekitar setengah jam.(*)
***
Menurut Ane, di sini orangtua siswa salah persepsi atau salah paham. Memang benar, setiap siswa yang tinggal dekat sekolah adalah mendapat prioritas. Sebagai contoh, sebuah SMA di dekat rumah Ane dalam pengumuman penerimaan siswa baru menyatakan bahwa prioritas siswa yang diterima adalah: 60% dari siswa yang tinggal satu kecamatan dengan sekolah, 30% dari siswa yang tinggal di kecamatan lain yang masih satu kabupaten, dan 10% lagi dari siswa yang berasal dari luar daerah.

Ketetapan ini bersifat Nasional yang diatur dalam Standar Nasional Pendidikan. Jika demikian, mengapa kedua anak di Denpasar Bali itu tidak diterima? Jawabannya, mungkin saja kedua anak itu nilainya yang paling rendah dari semua calon siswa lain yang mendaftar di sekolah itu. Sebab sekolah menetapkan kelolosan adalah berdasarkan rangking nilai dari semua siswa yang mendaftar. Boleh jadi kedua anak itu adalah yang tertinggi nilainya di sekolahnya, namun akan menjadi yang terendah jika dibanding dengan siswa dari berbagai sekolah lain.

Lalu mengapa mereka tidak diprioritaskan, sedangkan mereka tinggal dekat dengan sekolah? Ya, karena kuota untuk siswa yang dekat sekolah sudah penuh bahkan lebih, sehingga harus diseleksi lagi siapa yang nilainya paling rendah.

Contoh, anggap saja SMA 6 Denpasar itu menerima siswa baru sebanyak 100 orang. Maka jatah siswa yang tinggal dekat sekolah adalah 60% berarti 60 orang. Ternyata siswa yang tinggal dekat sekolah yang mendaftar sebanyak 70 orang, maka harus ada 10 siswa yang digugurkan, dengan memilih sepuluh siswa yang nilainya terendah, walaupun selisih nilai hanya 0,1.

Di SMA anak Ane sekolah misalnya, selisih nilai antara siswa rangking 1 dan rangking 20 cuma 0,04. Jadi, andai dicari 10 siswa yang lolos, maka jelas anak Ane tidak lolos, padahal nilainya cukup tinggi, di atas rata-rata 8.

Karena itu, jangan terburu protes jika merasa anak pintar dan dekat sekolah tapi tak diterima.(**)Ditulis sendiri setelah baca berita dari TribunBali.com
Sekolah Digembok Warga, Ada Apa Dengan Pendidikan Sekarang?
Quote:
Diubah oleh Aboeyy
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 10
Keduax emoticon-Coblos
Reserved
contoh kalo di Indonesia masih banyak manusia GOBLOK emoticon-Wakaka
tanyakan pada pak domo
Duhh ada ada aja emoticon-Frown
Mungkin sekolah nya bisa tambah kelas malam biar lebih banyak siswa nya ketampung.
Biar nanti pas pesta kelulusan lebih meriah.
Quote:


bahaya kalo ada kelas malam. emoticon-Big Grin
Lah emang yg daftar disitu anak lu doang, seenaknya aja emoticon-Cape d...
ini juga perlu di perhatikan oleh dinas pendidikan jaman gue sekolah dulu banyak anak yang rumahnya jauh bahkan 1 jam lebih perjalanan dari rumah kesekolah , sebenernya ga masalah tapi jika hal itu menjadikan anak sekitaran daerah tersebut putus sekolah itu yang jadi masalah semisal orang jauh tersebut memiliki nilai cukup tinggi sehingga membuat anak sekitaran daerah tersebut yang memiliki nilai rendah tidak lulus seleksi padahal kenyataan orang orang jauh tersebut (temen sekolah dulu) di daerahnya terdapat banyak sekolah
Quote:


Sebuah hal yang cukup membuat geli, kalau tidak diterima ya sudah, cari yang lain. Menurut ane sekolahkan saja di tempat yang lebih luas, yakni alam raya. Sehingga bisa belajar lebih banyak daripada terkungkung di dalam kelas. emoticon-Big Grin
Mending cuma digembok kagak digugat ke MK emoticon-Ngakak


*eh nyasar deng emoticon-Malu
warga kagak bener
Wah anak agan udah SMA ternyata
Sungkem dulu ah sama kakek bercucu 2
emoticon-Nyepi














emoticon-Ngacir2
Diubah oleh sekeleke
Cari sekolah lain gan emoticon-Cool
Kalo sekolah menerima orang yg cerdas


Lalu yg gak pinter pinter amat ditolak

Terus buat apa yang namanya pendidikan
Orang tuanya maksa amat sampe ngegembok sekolah.. kasian anaknya, malu sama kelakuan orang tua kek gitu.. belum lagi kemungkinan di-bully sama temen-temennya.. emoticon-Berduka (S)
Orang tuanya yang terlalu goblok emoticon-Hammer2
kaum sumbu pendek emoticon-Leh Uga
wkwkwkw baperan tingkat dewa

Sekolah Digembok Warga, Ada Apa Dengan Pendidikan Sekarang?
Diubah oleh linggglinggg
kita sekolah supaya pinter..

lha ini yg diterima cm yg pinter, terus yg bego disuruh apa? nggojek ajaaaa...
Halaman 1 dari 10


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di