alexa-tracking

Senyuman Dibalik Cadar

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b423baadac13e5c668b4591/senyuman-dibalik-cadar
Senyuman Dibalik Cadar
Senyuman Dibalik Cadar


Intro


Tak disangka ya...

Terkadang gue suka berfikir, kenapa dari sekian banyak pria di dunia ini, dia memilih gue. Apasih memangnya yang dilihat dari pria seperti gue, mata sipit, hidung babon, bibir doer, kulit hitam, kurus, rambut ikal. Tak ada kelebihan sama sekali, kecuali satu, gue suka ngoceh dan sok puitis. Itu pun sebenarnya bukan kelebihan, tapi sebuah kedustaan atau kegombalan yang terucap dari bibir gue.

Tapi dia mencintai gue, mencintai gue dengan sepenuhnya, mencintai gue dengan dengan tulus, mencintai gue yang banyak kekurangan seperti ini, wanita sesempurna dia mencintai gue dengan ketulusan yang luar biasa.

Bisa dibilang ini sebuah keberuntungan yang diluar logika, atau mungkin ada suatu anomali yang tidak dapat gue mengerti, bahkan sainspun tak dapat menjelaskan anomali ini, dengan rumus fisika, matematika, maupun kimia, tidak ada yang dapat memecahkan anomali ini, karena ini adalah anomali cinta.

Karena pada kenyataanya biasanya wanita baik hati, cantik, alim akan menyukai seorang pria yang sejenis, tapi kenapa ini malah tidak sesuai seperti teori, ini sungguh hal yang di luar logika, ini adalah metafisika.

Sesungguhnya banyak hal yang tak dapat dijelaskan di dunia ini dengan rumus, terkadang perasaan cukup berperan untuk menjawab sesuatu, sama seperti induk hewan, mereka melindungi anaknya hanya karena perasaan bukan karena logika dan bukan karena rumus-rumus yang bertebaran, tapi dengan perasaan, mungkin inilah penyebabnya dia bisa menyukai seorang pria seperti gue, bukan karena teori tapi karena perasaan. Tapi, mengapa?

Entahlah, jika gue terus bertanya maka jawaban akan jauh dan semakin samar, maka dari itu terkadang diam dan menikmati moment yang ada adalah pilihan yang bisa dibilang cukup bijak untuk menanggapi sebuah kejadian.

Dengan seperti itu, maka semua akan terpecahkan dengan sendirinya.

***


Senyuman Dibalik Cadar




•••


You are very special
There’s no one just like you
Created by the Master
Allah created you.

You are very special
Exclusively designed.
You are very special
And I’m so glad you’re mine

You were made by Allah
He fashioned your heart
You were made by Allah
He knew you from the start

You were made by Allah
Unique in all your ways
You were made by Allah
To praise him all your days

Bright little eyes he gave you
To help you find your way
May Allah grant them wisdom
To see you through each day

You are very special
Theres only one of you
You are very special
And remember I love you

Whatever life will bring you
Whatever you will bear
Remember your Creator
Allah is always there

And when your world is crumbling
With pain and darkness too
Just look into your heart
Allah is there for you
image-url-apps
Index


image-url-apps
Ilustrasi Tokoh


Senyuman Dibalik Cadar

Kayla


***


Senyuman Dibalik Cadar

Bukhari


***


Senyuman Dibalik Cadar

Abang


***


Senyuman Dibalik Cadar

Huzaifah


***


Senyuman Dibalik Cadar

Daniyah


***
KASKUS Ads
image-url-apps
Q/A


Q : Cerita real gan?
A : Multitafsir, bisa real bisa juga enggak. Sesuai dengan pemahaman para pembaca saja.

Q : Mulai aktif nulis dari kapan gan?
A : Ane mulai aktif nulis sejak tahun 2008, tapi aktif nulis dilaptop aja sebagai tulisan pribadi.

Q : Kenapa yang ini dipublish?
A : Untuk membagi keberkahan, keceriaan, dan berbagai hal lainnya.

Q : Umur berapa gan?
A : Kepala 4 gan.

Q : Update kapan saja gan?
A : Ane juga bekerja dikehidupan nyata, jadi untuk update doakan saja sering-sering, ane juga butuh support dari kalian semua.

Q : Agan sering ikut kajian?
A : Iya.

Q : Kajian apa gan?
A : Kajian Sunnah aja gan.


Note : Untuk mensupport tulisan ane, mohon bantu do'a dan rate 5 nya dan juga agar menambah semangat ane, komentar dan sharenya dipersilahkan agar menjadi amal jariyyah untuk kita semua. Jazakallah Khoyr.

Facebook
image-url-apps
Prologue


Kenalin dulu, nama gue Bukhari. Kejadian cerita ini terjadi di Serang, pada tahun 2000.

Hari ini hujan turun dengan lebat, sangat lebat, bahkan petirnya pun menyambar-nyambar dengan suara yang gelegar. Badan gue basah dan gue memutuskan berteduh disalah satu ruko yang berada tepat di pinggir jalan, gue parkirkan motor butut gue dan gue berlari ke arah ruko itu.

Di ruko ini ada satu orang wanita yang mengenakan jilbab sangat panjang dengan cadar di wajahnya, matanya lentik dan gue rasa kulitnya juga putih, walaupun tertutup jilbab dan cadar yang syar'i namun tetap saja kecantikannya tidak dapat ditutupi.

Kami hanya berdua di depan ruko ini, dan hujan semakin deras sampai-sampai langit siang ini terlihat sangat gelap, padahal jam baru menunjukkan pukul 1 siang, karena bosan gue mencoba menegur wanita ini.

"Mba, darimana?" tanya gue basabasi

Dia diam saja, gue mencoba berpikir positif, mungkin saja dia tidak ingin berbicara kepada yang bukan mahromnya.

"Nama saya Bukhari." Gue mencoba lagi

Tapi tetap saja tidak ada respond darinya.

"Mba? Sehat?" tanya gue lagi

Lalu, tiba-tiba wanita itu terjatuh dan pingsan tepat di depan gue, gue erkejut dan panik dan gue tidak tahu harus berbuat apa, ingin sekali gue menolongnya, tapi gue takut untuk melakukan sesuatu, gue meminta tolongpun tidak ada siapapun disini, dan jalanan sangat sepi karena hujan yang turun, ingin menyentuhnya juga segan karena pakaian yang ia kenakan, ini adalah moment teraneh yang pernah gue alami. Dengan mengumpulkan keberanian, akhirnya gue melakukan sesuatu, gue menundukkan badan gue lalu dengan perlahan gue,

...
...
...
...
...
...

Menyentuh tubuh wanita ini dengan telunjuk gue sambil memanggil-manggilnya.

"Mba, mba."

Tetap tidak ada respond, panik kembali menerpa kondisi gue saat ini, lalu pikiran mengancam mulai menggerogoti otak gue, jangan-jangan dia memegang sebuah bom, lalu dia akan meledakkan dirinya disini, tapi.... tidak tidak tidak, untuk sekarang gue harus mencoba berpikir positif, karena nyawa orang adalah taruhannya.

Dengan mengumpulkan keberanian, akhirnya gue punya sebuah ide dan keputusan, gue harus berlari ketengah-tengah hujan dan mencari mobil untuk menolong wanita ini, gue tarik nafas dalam-dalam, lebih dalam, lebih dalam, sangat dalam, sangat dalam, yaaaa !!! Gue berlari melawan hujan sembari berteriak dengan keras.

"Toloooooooooooooooooooooooooong!!!!" Teriak gue

Gue berlari ke arah jalanan, dan lagi-lagi gue berteriak dengan keras.

"Toloooooooooooooooong!!!" Teriak gue lagi

Sampai tiba-tiba ada sebuah mobil yang menghampiri gue.

"Ada apa mas?" tanya supir mobil itu

"Ada cewe pingsan om, disana." Kata gue sembari menunjuk wanita itu

"Ih, terroris ya?" tanyanya

"Bukan om, bukan."

"Ga berani lah."

"Tolong om, nyawa taruhannya."

Cukup alot negosiasi yang terjadi, gue terus mencoba meyakinkan bahwa wanita itu bukan terroris dan akhirnya pemilik mobil itu mau menolongnya dan membawanya kerumah sakit, gue mengikuti mobil itu kerumah sakit dengan motor butut gue.

Sampainya dirumah sakit, gue keluarkan wanita bercadar ini dan gue gendong ke UGD, dokter disana dengan sigap memberikan pertolongan, dan gue menghampiri pemilik mobil tadi lalu mengucapkan terimakasih, dan gue duduk menunggu di UGD dengan tubuh yang basah, tidak lama kemudian seorang dokter wanita menghampiri gue.

"Kamu siapanya?" tanyanya

Gue jelasin semuanya ke dokter ini bahwa gue bertemu dia di depan ruko, dan gue ceritakan kronologisnya.

"Dia Hipotermia, sebetulnya tidak apa-apa, hanya saja jika telat mungkin akan berbahaya." Jelas dokter ini

"Lalu dok untuk biaya, bagaimana?" tanya gue

"Apakah dia bawa tas?" tanya dokter ini

Tas? Tas? Sialan! Tasnya ada di mobil tadi.

"Sebentar dok." Kata gue

Gue berlari ke depan dan mencari mobil yang menolong tadi, tapi sudah tidak ada, sial sial sial! Sialan tuh om-om, liat aja kalau sampai ketemu lagi gue cingcang jadi 12 bagian lu!
image-url-apps
Trit religi yang lain emoticon-linux2

Sampe tamat ya gan
image-url-apps
Ikut mejeng kali aja ad pelajaran yg bisa di ambil
image-url-apps
Lagi marak trit religi ya? emoticon-Belo

Trit agan Ahmad nyangklek, semoga ini kagak
image-url-apps
Izin nenda ya om emoticon-Big Grin
image-url-apps
Quote:


mirip trit agan nih, akun sebelah pada nunggiun apdetan loh mas ahmad emoticon-Ngacir
image-url-apps
ijin mantau bosq emoticon-Cool
image-url-apps
Kejadian nyata atau karangan brur..emoticon-Big Grin
Izin nyimak ya.. emoticon-Big Grin
wanita bercadar memiliki pesona sendri gan
emoticon-Hansip emoticon-Big Kiss
image-url-apps
ninggal jejak gan🐾🐾🐾🐾
image-url-apps
Part 1


You Are Very Special..

And..

Remember I Love You..


•••


Wanita bercadar itu dipindahkan kesuatu ruangan, dan gue harus menunggunya, karena gue yang membawanya kerumah sakit ini, untuk saat ini gue tidak punya duit sama sekali karena memang gue pengangguran.

Gue duduk di kursi dalam kamar ini dan juga kedinginan menerpa tubuh gue, baju gue yang tadinya basah pun sampai kering dibadan. Menunggu wanita ini sampai bangun dan bertanggung jawab atas dirinya, sebenarnya gue ada urusan dan gue harus menemui Abang gue untuk memulai bisnis dan kesempatannya mungkin hanya hari ini, tapi disisi lain gue gak bisa meninggalkan wanita ini sendirian.

Karena terlalu lama menunggu, mata gue terpejam perlahan dan gue tertidur. Cukup lama gue tertidur, lalu gue di bangunkan oleh seorang suster.

"Mas, mbanya bangun." Katanya

Gue membuka mata gue, dan melihat wanita bercadar ini melihat kearah gue, saat mata kami bertemu wanita ini membuang wajahnya kearah lain. Tidak berselang lama, dia kembali menoleh ke arah gue.

"Aku Bukhari." Kata gue membuka obrolan

"Terimakasih." Jawabnya

Gue tersenyum, karena setidaknya ternyata dia bisa berbicara, gue bangkit dari duduk gue dan mencoba mendekatinya, tapi tangannya memberi isyarat untuk gue tetap menjauh.

"Kenapa?" tanya gue

"Jangan dekat." Ucapnya

"Oke."

Gue kembali duduk dikursi dan melihatnya dari jarak yang cukup jauh, karena memang jarak kursi dan tempat tidur dia sekitar 5--7 meter.

"Tadi suster cerita, anda yang bawa saya kesini." Katanya

Setelah gue dengar-dengar suaranya seperti seorang wanita berumur 20-25 tahun.

"Iya, nama kamu siapa?" tanya gue

"Untuk apa anda tahu, mana tas saya?" tanyanya balik

"Tas kamu tertinggal di mobil yang membawa kamu kesini, mobilnya pergi dan tasnya hilang." Jelas gue

Wanita ini kembali membuang wajahnya, sungguh gue sangat penasaran dengan dirinya, tapi apadaya gue tidak bisa berbuat banyak. Tidak lama kemudian dia menoleh kembali, sangat lucu.

"Lalu, siapa yang biayai pengobatan saya di rumah sakit ini?" tanyanya

"Gak tau."

"Anda punya hp?" tanyanya

"Tidak." Jawab gue

Bahasa yang dia gunakan sangat formal, tapi tetap saja itu seperti dibuat-buat dan terkesan malah lucu dan bukannya berwibawa.

"Lalu, kenapa anda tidak tinggalkan saya saja?" tanyanya lagi

"Aku harus bertanggung jawab."

"Memang anda berbuat apa?"

"Tidak berbuat apa-apa."

"Anda tidak takut dengan saya?"

"Tidak."

Wanita bercadar ini lalu bergerak dan mencoba untuk berusaha duduk, setelah duduk dia menyenderkan punggungnya di dinding.

"Anda sentuh saya?" tanyanya

"Iya." Jawab gue

Dia menunduk, sepertinya dia sangat malu karena ada seorang pria yang menyentuhnya, apalagi bukan mahromnya.

"Nama saya Kayla." Katanya tiba-tiba

Kayla, nama yang bagus.

"Apa artinya?" tanya gue

"Mahkota." Jawabnya

"Arab?" tanya gue

Dia mengangguk.

Setelah gue perhatikan cukup lama, kulitnya memang putih, bisa terlihat dari kelopak matanya, bulu matanya lentik dengan warna mata sedikit kecoklatan. Dengan cadarnya dia terlihat sangat anggun dan cantik.

"Anda pulang saja, nanti biar pihak rumah sakit yang menghubungi rumah saya, biar saya nanti bilang ke dokter agar menghubungi keluarga saya." Katanya

"Beneran?" tanya gue

Dia mengangguk.

Gue bangun dari kursi dan keluar dari ruangan ini, sebelum gue keluar tepatnya ketika gue berada di pintu, Kayla mengucapkan sepatah kata.

"Terimakasih." Katanya

Gue menoleh dan tersenyum, lalu gue keluar dan meninggalkan ruangan ini dan rumah sakit ini. Diperjalanan pulang gue tidak bisa lepas dari bayang-bayang gue akan Kayla, wanita yang begitu anggun, dan sialnya gue tidak tahu dimana rumahnya, seharusnya tadi gue tanya dimana dia tinggal, kenapa gue malah pergi gitu aja. Pandangan gue akan wanita bercadar berubah drastis, tadinya gue mengira wanita bercadar adalah wanita yang menyeramkan apalagi di tahun 2000an sangat langka orang menggunakan cadar, bahkan bisa dibilang 1 : 10.000.000 orang, tak dapat dipungkiri wanita yang bercadar pasti dianggap asing, tapi jangan pernah kucilkan mereka, karena mereka melindungi harga dirinya sebagai wanita dan menjaga kehormatannya dan mahkotanya untuk suaminya kelak.

Lamunan gue semakin jauh tapi rumah Abang gue semakin dekat, waktu hampir maghrib dan gue janjian dengan Abang gue paling lama jam 3, pasti dimarahin abis-abisan ini gue. Sampai didepan rumahnya, gue menjinjitkan kaki dengan perlahan, sampai sebuah suara mengagetkan gue.

"Dari mana aja lu?" tanyanya

"Eh Abang, tadi ada kecelakaan. Bukhari nolongin dulu Bang."

"Untung aja, rezeki lu hari ini karena bos nya datang habis maghrib, ada urusan keluarga katanya." Kata Abang gue

Alhamdulillah, gue masih ada kesempatan untuk menjalankan bisnis.

"Gue sholat ashar dulu ya Bang, belum sholat nih." Kata gue

"Buruan, dah mau maghrib." Kata Abang gue

Tak disangka ya, Allah telah mengatur semua sesuatu sesuai dengan rencananya dan sebuah anomali yang tidak dapat dijangkau oleh logika muncul membuat semua tersusun rapi sesuai pada tempatnya.
image-url-apps
Ijin nenda, lanjut gan😁
image-url-apps
Quote:


Support terus ya gan biar ane gak kena writter block.

Quote:


Semoga ya gan

Quote:


Dihapus sama agan Ahmad

Quote:


Okee om, trit ente kapan lanjut?

Quote:


Trit Mas Ahmad dihapus kan?

Quote:


Okee bosq

Quote:


emoticon-Big Grin

Quote:


Hehehe, iya gan

Quote:


Okeee gan

Quote:


Betah ye dimari..
image-url-apps
Quote:


iya dihapus. Ada sedikit masalah yang terjadi.

Tapi tenang kata beliau ada ganti cerita lain
image-url-apps
Wah thread islami, smoga lancar updatenya bang.
Mudah-mudahan update lancar Gan sampe tamatemoticon-Jempol