alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
PDIP Sudah lebih Arif, Jokowi Bisa Pilih Airlangga Sebagai Cawapres
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b41adf05a5163f8718b4590/pdip-sudah-lebih-arif-jokowi-bisa-pilih-airlangga-sebagai-cawapres

PDIP Sudah lebih Arif, Jokowi Bisa Pilih Airlangga Sebagai Cawapres

PDIP Sudah lebih Arif, Jokowi Bisa Pilih Airlangga Sebagai Cawapres


RMOL. Koalisi capres petahana Joko Widodo sudah semakin matang untuk bertarung. Hal ini seiring sikap bijaksana yang ditunjukkan PDI Perjuangan sebagai pengusung utama.


PDIP sudah mencoba menjadi lebih arif, presiden kan sudah dari dia, masa wakil presiden juga dia," ujar pengamat politik Ray Rangkuti saat berbincang bersamaKantor Berita Politik RMOL, Minggu (8/7).

Ray menyebut sudah seharusnya sikap arif dan bijak ditunjukkan PDIP. Pasalnya, tugas koalisi saat ini adalah memenuhi syarat 20 persen suara nasional dan menentukan cawapres.

"Cawapres Jokowi siapapun gak terlalu signifikan gitu loh, daya jualnya kan ada di Jokowi, kalau dia sudah pegang 20 persen kan sudah aman dia mau pilih siapapun," jelasnya.

Ray sedikit menyinggung soal siapa dan dari partai politik mana cawapres Jokowi akan muncul. Anggota koalisi seperti Golkar dan PKB gencar mendorong ketua umumnya untuk menjadi pendamping Jokowi.

Hanya saja, Ray mengingatkan bahwa dari segi politik memang Jokowi lebih baiknya memilih siapapun calon yang diusulkan Golkar. Di dalam koalisi, Golkar punya modal 14,75 persen suara nasional atau tertinggi setelah PDIP.

Kalaupun saat ini Golkar mendorong ketua umumnya, Airlangga Hartarto untuk mendampingi Jokowi, menurutnya hal tersebut kewajaran yang baik dengan catatan Airlangga yang selama ini membantu Jokowi sebagai Menteri Perindustrian.

"Airlangga ya tentu bisa, itu ya wajar kan memang sudah sewajarnya (kalau Airlangga dipilih," demikian Ray. [fiq]


Koalisi Demokrat-Gerindra, Low Cost High Performance


RMOL. Kemungkinan koalisi Partai Demokrat dengan Partai Gerindra dengan mengusung Prabowo Subianto-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diibaratkan Pilgub Jawa Timur.

"Prabowo hampir sama seperti Khofifah (Cagub Jatim). Sudah dua kali berkontestasi dan dua kali juga kalah," kata anggota Dewan Pakar Jaringan Nusantara, Jansen Sitindaon, lewat surat elektronik, Sabtu (7/7).
 
Mengapa demikian? Karena, seperti Khofifah yang pernah kalah dua kali Pilgub Jawa Timur, Prabowo pun selalu berlawanan dengan calon yang didukung Ketum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dalam dua kali pemilihan presiden. 

"Dua kali pilpres tidak pernah didukung dan bahkan jadi penantang SBY, dan hasilnya, dua kali Prabowo kalah. Pada kontestasi ketiga di Pilgub Jatim, Khofifah akhirnya berhasil menang dan menjadi Gubernur, karena didukung SBY. Sepertinya Prabowo juga akan bisa menjadi Presiden pada Pilpres ketiga-nya, jika SBY mendukung," urai Jansen. 

SBY seperti "puzzel" yang hilang untuk Khofifah dan Prabowo. Di luar itu, yang menjadi persoalan bagi Khofifah dan Prabowo juga sama, pada posisi wakil. Wakil yang digandeng sebelumnya tidak mampu hadir sebagai "vote getters" atau pendulang suara. Tidak punya efek kejut, segmen pemilihnya juga tidak jelas. Sehingga mentok. 

"Kalau dianalogikan, AHY punya kesamaan dengan Emil (pendamping Khofifah) di sisi ini. Basis pemilih milenial, anak muda mayoritas di Pilpres 2019 besok," tambah Jansen.

Untuk urusan logistik, menurutnya, yang dilakukan Prabowo dan Gerindra dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam penggalangan dana bisa dijadikan alat ukur sejauh mana antusiasme dan dukungan masyarakat kepada Prabowo sebagai capres. Sekaligus, bisa juga sebagai pembanding untuk mengukur angka dukungan terhadap Prabowo yang terlihat dari berbagai survei. 

Hal yang menarik juga adalah masyarakat akan sangat bersimpatik dengan usaha Prabowo menggalang dana. Diisukan tidak punya logistik untuk nyapres, Prabowo menunjukkan kemandiriannya. Ia bebas dari dukungan asing dan aseng.

Lanjutnya, duet Prabowo-AHY juga mampu menekan kebutuhan logistik pilpres. Mereka didukung dua partai besar yang telah melebihi syarat pencalonan sehingga tidak membutuhkan "mahar". Jaringan Partai Demokrat dan Gerindra juga sudah lengkap berdiri di seluruh pelosok Indonesia. Sehingga, biaya saksi yang biasanya menguras logistik pasti akan minimal. Jadi, Prabowo-AH hadir sebagai simbol capres dan cawapres "berdaulat", bukan boneka sokongan asing dan aseng. 

"Dua partai besar bersatu, mengusung kader terbaiknya, pastilah juga akan memunculkan semangat 'spartan' tersendiri di kader kedua partai. Inilah yang dinamakan Demokrat-Gerindra bersatu, low cost high performance," tutupnya. [ald]

Kampanyekan Gatot-Anies


Spanduk berisi dukungan kepada Gatot Nurmantyo (mantan Panglima TNI) dan Anies Bawedan (Gubernur DKI Jakarta) untuk menjadi capres dan cawapres di Pilpres 2019, terpasang di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jalan Salemba Raya, Jakarta, Sabtu (7/7). Spanduk dukungan yang mengatasnamakan Masyarakat Madani Untuk Indonesia itu juga terpasang di sejumlah jalan utama ibu kota. Tedy Kroen/Rakyat Merdeka 


Ketua DPP PKS: Anies-Aher dan Anies-AHY Bisa Jadi The Shocking Figure


JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menilai sosok Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan layak dipasangkan dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Ahmad Heryawan (Aher) sebagai pasangan capres dan cawapres di Pemilu 2019.

Bahkan, Mardani menilai, Anies juga layak dipasangkan dengan Komandan Komando Satuan Tugas Satuan Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai pasangan capres dan cawapres.

Hal itu disampaikan Mardani menanggapi nama Anies yang dicoba dipasangkan dengan Aher oleh PKS serta dipasangkan dengan AHY oleh Demokrat.

"Jadi Anies-AHY atau Anies-Aher kalau pendapat pribadi saya figur yang luar biasa. Ini bisa menjadi the shocking figure politik today karena dua-duanya muda. Dua-duanya siap membangun Indonesia dan kalau saya melihat peluang 2019 ganti presiden kian besar," kata Mardani saat dihubungi, Jumat (6/7/2018).

Baca juga: Anies Diusulkan Jadi Capres, Gerindra Bersikeras Usung Prabowo

Ia memahami saat ini Gerindra sudah bertekad untuk mengusung sang ketua umum Prabowo Subianto sebagai capres.

Namun, kata Mardani, perbedaan pendapat itu bisa diselesaikan dengan komunikasi di antara partai-partai yang mengusulkan nama-nama tadi.

"Nah gimana itu terwujud? Komunikasi politik. Makanya kami dorong untuk terjadi dan tak usah ragu membahas bukan cuma capres-cawapresnya, kalau dari awal proposal saya pengumuman capres-cawapres diikuti pengumuman 10 kementerian utama," kata Mardani lagi.

Kompas TVSandiaga Uno menyebut nama Anies Baswedan mendapat dukungan dari kader Gerindra dan mitra koalisi lain.


Sumber:

http://politik.rmol.co/read/2018/07/...agai-Cawapres-


http://politik.rmol.co/read/2018/07/...h-Performance-


https://nasional.kompas.com/read/201...hocking-figure

Semakin kelihatan Arah koalisi don kowi n koalisinya..
Serta oposisi yang masi sibuk otak Atik pasangan ...
Akankah anies n gatot bisa muncul jadi calon di pilpres nanti?

Sambil menunggu hasil keputusan MK mengenai gugatan PT 20%..
Semoga dikabulkan n bisa muncul minimal 3 pasang calon 2019 nanti..

Insting mengatakan don kowi bakal mengajak airlangga hartarto menjadi cawapresnya...

Wowo Masi sibuk lobi2 dengan bemokarat..

N anies lagi menunggu takdir...


Yo tak...
Bully Nganies lagi..
Kalo jadi maju pilpres nanti...
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 2
cawapres jokowi masih last minutes, lumayan bikin kubu sebelah kejang kejang emoticon-Leh Uga emoticon-Ngakak emoticon-Wakaka emoticon-Wkwkwk
Dalam hati sedalam2nya paloh,
"ga ajuin gua si, kbangetan lu pada"

emoticon-Ngakak

Quote:


Bukannya kata pakde.. Uda ada..
Tinggal diumumkan?
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak

Kita lihat siapa calon cawapresnya..
Kalo berita belakangan INI sih kyknya cenderung ke ketua umum golkar...


Ada nastak yang mau membantah?emoticon-Ngakakemoticon-No Sara Please
Quote:


Yang penting uda dapat jatah suplay pertalite..
Uda enak...
Kgk perlu sibuk ngurusin yang laen...emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Quote:


Itulah starteginya bikin orang panik apalagi klo diumumin last minute dan terjadi sesuatu yg tidak terduga?? Gmn ga bikin kejang kejang emoticon-Leh Uga
Quote:


cita2 pembuat parte tuh jd ri1 bos emoticon-Stick Out Tongue

klo ituh perta cuma sampingan emoticon-Ngakak
golkar kasih menko aje lah, mahfud atau moeldoko lebih menetralisir ahy atau anies
Quote:



Gw sih hampir sama dugaannya, JKW - Airlangga Hartarto
1. Makanya si ngabalin bisa balik arah
2. Airlangga masih tetap mentri walaupun ketum golkar

Prabowo - Anies

Dan Gatot - Anies

Semakin banyak peserta dari pihak oposisi hanya merugikan pasangan mereka karena suara yang terbagi.

Kalau PDIP pinter, koalisi aja sama GERINDRA, PRABOWO - PUAN sebagai alternatif, toh penyokong jokowi tanpa PDIP udah lebih dari cukup untuk melewati presidential threshold
Quote:


bah..
Apanya yang bikin panik..
Justru paling masuk akal saat INI..
Karena suara golkar cuma terpaut dibelakang PDIP kemarin..
justru kubu oposisi pasti uda mulai membaca ...
Penonton kyk g aja bisa menilai..
apalagi oposan..


Ada nastak yang berani meyakinkan g kalo Don Kowi bakal milih tokoh Dari kalangan Professional macam Ibu Sri, On mahfud Atau ibu Susi?
emoticon-Ngakak
Quote:


g yakin kalo Opa Paloh.. kgk ambisius n tau Diri..
G liat kalo Paloh lebih konsentrasi besarin partai Nasdem.. Daripada jadi calon President..
kgk kyk politikus muda macam cak Imin, Gus Romy, pak Zul Atau Airlangga yang ambisius..
nafsu besar..
Tenaga kurang..
Quote:


kita lihat don kowi kapan ngumumin cawapresnya...
Quote:


G Masi pengin liat hasil gugatan di MK..
Kalo berhasil..
G yakin PETA Koalisi partai pemerintah n oposisi bakal bisa berubah lagi menjelang akhir pendaftaran 10 Augustus nanti..
om percayain sama Pakde aja... yang penting kubu sebelah fixnya mau majuin siapa? capres aja serba gak jelas, apalagi cawapresnya emoticon-Ngakak

Prabowo kalah karena tidak cocok memimpin negara ini, bukan karena faktor ini itu. itu menurut om.

Anies? Mau niru-niru Pakde Joko?? MIMPI! Jokowi mendadak maju capres atas rekomendasi Megawati karena kinerjanya yang bukan main sebagai Gubernur Jakarta. Apa hasil kerja Anies?? NOL, atau malah MINUS! Yang iya Jakarta malah mundur bukannya maju! Kalo Jakarta maju, kenapa trotoar belum selesai menjelang Asian Games?? Sampai pihak pusat, Menteri Pak Budi Karya yang turun tangan sendiri memantau pekerjaan ini, SAKING GA BECUSNYA ANIES RASYID BASWEDAN DAN SANDIAGA SALAHUDIN UNO "BEKERJA", kalau bisa disebut begitu! Dan orang macam ini yang mau diajukan sebagai calon presiden?? MATAMU DI MANA???
Diubah oleh bossgiovanni
Kenapa si Gokar ngaceng banget sama jkw?


Sejak jaman setnov udh gini
Quote:


hati manusia siapa yang tau emoticon-Leh Uga
soal besarin parte relatip, udah besar coz ada media emoticon-Leh Uga
jelas dilema dong nasdem itu, berklaim paling bebas mahar dkk, top pilkada kmaren,. why not mee?
jelas cawapres/wapres = tangga yg pendek buat 10th kedepan = capres/pres
kalao bukan sekarang, kapan lagi? emoticon-Ngakak

soal ambisius, hrsnya capresnya bkn cawapres.
klo capres ambisius, pasti dah punya keinginan ngatur negara blablabla emoticon-Leh Uga
Quote:


Kalaupun MK berhasil
Kubunya jokowi udah kompak, karena yakin menang

Yang mungkin bisa buat calon sendiri itu ya GERINDRA, pks, pan, PKB, DEMOKRAT.. (termasuk PBB, dll)

..jika partai2 ini, kecuali PKB, membuat calon2 sendiri .. Itu cuma jadi pemecah suara diantara mereka dan menguntungkan jokowi
Diubah oleh minesport
bisa jadi jkw - smy

Quote:


klo dagangan ga ada, join aja, drpd ga ada jualan emoticon-Traveller
Quote:


justru kubu koalisi dag dig dug sama jualan oposisi (walao cm wowo)
tp gerakan gantipresiden itu greget sm kondisi perekonomian kebijakan skarang emoticon-Ngakak
Quote:


Karena golkar kgk pernah jadi oposisi n elektabilitas don kowi paling tinggi saat INI.. Kalo mampu menang..
Akan menjadi modal besar di 2024 nanti..

Quote:


G punya temen yang mau nyaleg di pemilu 2019 nanti.. N dia maju Dari partai nasdem..
Kgk dipungut biaya.. Ama partai nasdem n pengurusnya..
Beda Ama partai macam Hanura
N golkar yang g sedikit banyak tau ceritanya..

Mengenai para ketua.umum yang cuma berani jadi cawapres..
Karena mereka pragmatis, tidak pede Dan jual posisi tawar mereka...
Kgk liat APA tingkah cak imin Dan ketua umum partai2 Islam yang cari muka..



Quote:


Iya bener koalisi don kowi bakal tetap solid..
Tetapi calon golputer macam g..
Kalo pilihannya cuma wowo n wiwi bakal tetap golputer lagi kalo MK kagak menyetujui permintaan penghapusan Peridential Threshold 20% tersebut..

Insting g.. Kalopun PT tersebut dihilangkan.. Maksimal.peserta capres cawapres 2019 nanti paling ada 3 Atau 4 pasang seperti 2009 lalu..
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di