alexa-tracking

SEBUAH KOMEDI TENTANG RINDU

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b40ad272e04c8fe3c8b4567/sebuah-komedi-tentang-rindu
icon-hot-thread
SEBUAH KOMEDI TENTANG RINDU
SEBUAH KOMEDI TENTANG RINDU

SEBUAH KOMEDI TENTANG RINDU
Selamat datang pada thread sederhana tentang sebuah cerita yang mengatasnamakan rindu sebagai awal dari sebuah percakapan penuh komedi.

Spoiler for PERKENALAN DIRI:


Spoiler for JADWAL UPDATE:


Spoiler for FAQ:


Spoiler for PERATURAN UNTUK PEMBACA:


Spoiler for DAFTAR ISI:


enjoyed

PROLOUGE - JADI BEGINI

Kisah ini ditulis oleh seorang manusia yang ayahnya keturunan Arab dan ibunya seorang Jawa. Untung saja, Ayah hanya seorang keturunan. Andai saja dia asli Arab, mungkin kalian akan bingung membaca kisah ini.
Apa kalian tahu bahasa Arabnya Vespa? Polisi? Helmet? Enggak tahu kan? Sama! Sama-sama gak tahu dilarang mencibir. Lebih baik kita berkenalan.

Namaku, Jaka Muhammad. Namamu? Sebutkan dalam hati, atas izin Tuhan semoga jika lelaki namamu Rahmat, jika perempuan namamu Mishal. Sebab, dua nama itu yang mudah aku ingat setelah sederet nama-nama anggota keluargaku.
Jika kau benar sama, anggap saja kita sudah kenal begitu dekat. Jika tak sama, tak apa. Orang tua kalian lebih berhak memberi nama untuk anaknya sendiri.

Rahmat, teman karibku. Remaja gagal move-on karena mantannya masih satu kelas. Tiap hari ketemu, dan kadang terjebak dalam tugas satu kelompok. Maka, aku sarankan pada kalian untuk tidak berpacaran dengan teman satu kelas, jika tak ingin senasib dengan Rahmat. Melupakan susah payah berminggu-minggu, pada akhirnya gagal hanya karena dapat say hello satu detik dari mantan sendiri.

Sementara Mishal, nama mantan kekasihku. Perempuan yang gemar melapisi seragam sekolahnya dengan hoody rajut. Dia suka pisang, bukan berarti monyet. Dia vegetarian, bukan berarti kambing. Dia suka meminum susu, bukan berarti dia masih bayi. Dia suka aku,.. tapi dulu. sekarang? Ah tak tahu. Sebentar, jadi begini…

Aku ingin menceritakan peristiwa sekitaran 15 tahun yang lalu. Cerita ini tidak terlalu penting, jika kalian orang sibuk dan tak menyempatkan diri untuk sekedar duduk santai di teras rumah. Sungguh, aku menceritakan ini khusus untuk yang sedang bersantai.

Jika sedang tidak bersantai, segeralah bersantai. Ada hal-hal yang hanya bisa dirasakan saat pelan-pelan dan sendirian; salah satunya mengingat kenangan, kepada siapa kalian jatuh cinta untuk pertama kalinya?
Dan aku sedang bersantai, mengingat waktu itu, kepada siapa aku jatuh cinta.

PART 1 - SEKOLAH BARU

Cirebon, 22 Juni 2004.

Aku lelaki, tak boleh malu perihal keinginan. Dan aku sedang ingin Mishel. Jadi, aku tak boleh malu jika aku mengaku seorang lelaki."

WAKTU itu, baru sekitar sebulanan lebih kegiatan sekolah dimulai. Sekolah baru, suasana baru. Dengan itu sedikitnya aku harus sudah menentukan semuanya. Mengenali lingkunganku.

Teman dekatku, masih jatuh pada Rahmat; karibku sedari SMP. Leo dan Sasa, adalah sosok paling pintar di kelas. Ikbal dan segerombolan pengikutnya, menjadi sekumpulan manusia yang merasa gaya saat bisa bergurau kala jam pelajaran sedang berlangsung. Guru favorit anak-anak, Pak Sum. Selain masih muda, beliau tak pernah memberi PR. Dan satu hal yang berbeda dari masa SMP-ku; aku berencana mencari pacar.

Kata abangku, masa SMA menentukan seseorang normal atau tidak. Ketika kalian menyukai seorang perempuaan, fix, kalian jatuh cinta. Tak perlu bertanya apa itu cinta, atau semacamnya tentang perasaan.

Abangku hanya menyarankan, cukup tiga langkah; mencuri perhatiannya, membuatnya gembira, lalu nyatakan cinta. Sederhana saja. Jangan terlalu ribet, biar kalo putus, patah hatimu bisa disederhanakan. Itulah pesan yang kuingat.
Dan aku putuskan, bahwa perempuan yang akan menjadi kekasihku, adalah Mishel Qirani. Seorang siswi kelas V-IPA 2, yang menjadi pemandu lagu “Indonesia Raya” pada upacara bendera minggu lalu.

***

Lonceng berbunyi. Jam istirahat telah tiba. Ini adalah hari ke delapan, di setiap istirahat aku bertandang ke kelas Mishal. Kulihat dia sedang merapikan buku-bukunya. Kudekati tanpa ragu.

Aku lelaki, tak boleh malu perihal keinginan. Dan aku sedang ingin Mishel. Jadi, aku tak boleh malu jika aku mengaku seorang lelaki.

“Kantin yuk”, aku berdiri di depan meja kelasnya.

Mishel mengeluarkan sebuah kotak dari tasnya, “wah, aku bawa bekal. Duluan gih.”

“Kantin bukan cuma tempat makan doang kaliii Shel.”

“Terus?”,

“Terus,.. daripada penasaran, ikut yuk, nanti jelasinnya di sana, gimana?”

Mishel tertawa kecil, “He, boleh juga, yuk!”


Aku masih ingat saat itu yang kurasa, tak ada kebahagiaan yang bisa kuambil di sekolah, selain sesuatu yang terjadi di hari selasa minggu kedua. Percayalah, jika kalian curiga kenapa aku lansung menceritakan kejadian hari ke delapan, beginilah alasannya.

Dari hari senin sampai sabtu, Mishel selalu menolak ajakanku. Hari minggu libur. Ketemu senin lagi, tetap hasilnya sama; ditolak. Biar aku yang menanggung malunya. Kalian hanya cukup tahu, bahwa aku berhasil mengajaknya makan di kantin.

“Kenapa tiap hari kamu ngajak aku ke kantin?”

“Pengennya mah ngajak bolos, sayangnya kamu cewek!”

“aku juga bisa bolos!”

“Tapi, tak akan kuijinkan”

“Kenapa?”

“Masih ada hari minggu, buat kita jalan-jalan”, ucapku sambil menawarkan, “itu juga kalo kamu mau?”

“Mau!”, singkat Mishel


Aku sadar Mishel tersenyum memandangku. Tapi, aku pura-pura tak melihatnya. Inget pesan abangku, langkah awal mencuri perhatian. Bukan mencuri pandang. Terima kasih, Bang. Setelah ini kujanji akan maju satu langkah lagi, membuat Mishel gembira.

***

Oke. Seelum kuceritakan kesan pertamaku keluar dengan Mishel, aku ingin menceritakan tentang keluargaku sedikit detail.
Di Cirebon, ada sebuah perkampungan bernama Panjunan. Di sana, mayoritas keturunan Arab. Ingat, hanya keturunan. Jadi, jangan bayangkan bahwa di sana semuanya bisa berbahasa Arab. Dan Ayahku, termasuk yang tak bisa.

Ibuku berasal dari daerah Indramayu, tetangga Cirebon, di dataran pesisir pantura (pantai utara) pulau Jawa. Terlahir dari keluarga Jawa kental, membuat ibuku menamaiku Jaka. Katanya, Jaka berarti lelaki perkasa, kuat, dan tegas. Tapi, setelah Mang Kas, tetangga sebelahku bercerita tentang asal namaku, aku jadi ragu arti nama yang dijelaskan ibu.

Kata Mang Kas, Jaka diambil dari kata Perjaka. Yakni, seorang lelaki yang belum nikah. Mang Kas mencandaiku, katanya sebaiknya aku cepat ganti nama, jika tak ingin menjadi Perjaka tua. Nama itu do’a. Jika Tuhan mengabulkan makna doa dalam namaku, tentunya aku akan terus menjadi perjaka. Ah, sial. Semoga Mang Kas benar-benar bercanda.

Kata Muhammad dalam namaku, usul dari Ayah. Tak perlu kujelaskan mengapa, kalian pasti tahu terlahir dari keluarga muslim, menjadikan seseorang ingin berharap seperti sosok Nabi Muhaammad Saw.

Aku punya abang, kini sudah pisah rumah, sebab sudah beristri. Dia itu aneh. Sering bikin ayah marah, tapi juga sering bikin ayah bahagia. Dia sangat aneh, sangat susah untuk tidur dan bangun. Kalau malam susah untuk tidur, sekalinya tidur susah untuk bangun. Sebab, itu ayah sering marah abang jarang sekolah karena kesiangan. Ayah juga bahagia, nyatanya abang selalau menjuarai kompetisi Fisika mewakili sekolahnya.

Aku? Aku sedang mikir. Siapa aku? Aku itu apa ya. Perkiraanku, aku sejenis manusia yang dilahirkan untuk menemani Rahmat. Kok gitu? Yaa sudah nanti aku jelaskan. Aku mau tidur dulu. besok hari minggu. Mau jalan-jalan sama Mishel. Kalian jangan tidur, lanjut baca aja ya!


SEBUAH KOMEDI TENTANG RINDU
KASKUS Ads
Terniat, jarang-jarang nih ane nemuin cerita niat kayak gini. Respect buat agan ini! Keep update ya gan jangan kentang hehehe
Rapih, aseli rapih. Jadi semangat buat baca, sikat bang, jangan kasih kendor, gud story ini emoticon-Matabelo
image-url-apps
Quote:


Hihi, syap komandan! Kapten anti kentang kok, lets see hehe. Thanks supportnya! emoticon-Shakehand2
image-url-apps
gelar tiker dulu. kyaknya rame ini cerita emoticon-Sundul Upemoticon-Sundul Up
image-url-apps
Quote:


Hehe, siap bang, kapten siap tempur kok! Thanks ya! emoticon-Malu (S)
Sedikit kaku ceritanya tapi bolehlah emoticon-Shakehand2
image-url-apps
Quote:


Suhenya bang sekalian? Gorengan? Nasi kucing? Nasi beruang? Nasi badak?

Ayolah sebut saja, aku ingin melayanimu malam ini emoticon-Malu
image-url-apps
Quote:


Hehe, nanti kapten perbaikin mba aokarin, thanks ya, salam buat ao haru ride, aogiri, aolek wekaweka emoticon-Malu
Quote:



Maaf saiah bukan Awkarin ya emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
image-url-apps
Quote:


Ah suka ngeles nih mba nya emoticon-Malu emoticon-Ngakak
Quote:



Terserah deh kalo dianggap Awkarin emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
Harmoni ceritanya dapet, asik juga nih, betah jangan? jangan deh, coba baca dulu sampe selesai hehehe. Keep update bro!emoticon-Shakehand2
image-url-apps
Quote:


Ah gitu aja baper, tungguin yak update berikutnya hihihiw
image-url-apps
Quote:


Siap gan! Thanks udah support, betahin aja ya, doain biar daku semangat hihi
image-url-apps
Ijin pejwan di thread baru gan emoticon-Big Grin
image-url-apps
Quote:


Pejwan teramankan, jangan lupa rate dan share ya hihihiw
image-url-apps
Izin nyimak, ditunggu update an nya... emoticon-Cendol Gan
×