alexa-tracking

[Review] Ant-Man and the Wasp, Ketika Keluarga di Atas Segalanya

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b408a04de2cf2c93e8b4586/review-ant-man-and-the-wasp-ketika-keluarga-di-atas-segalanya
[Review] Ant-Man and the Wasp, Ketika Keluarga di Atas Segalanya
[Review] Ant-Man and the Wasp, Ketika Keluarga di Atas Segalanya

Tahun ini, Marvel Studios dan Disney telah merilis tiga judul film Marvel Cinematic Universe (MCU). Black Panther singgah di layar lebar bulan Februari lalu sebagai pembuka. Kemudian, Avengers: Infinity War menjadi hidangan utama pada bulan April kemarin. Kini, Ant-Man and the Wasp hadir selaku sajian penutup.

Berbeda dengan Black Panther dan Infinity War, sekuel Ant-Man ini hadir dalam lingkup yang lebih sederhana. Lantas, bagaimanakah hasil filmnya? Berikut ulasan selengkapnya!


1. Kisah mengalir lancar
[Review] Ant-Man and the Wasp, Ketika Keluarga di Atas Segalanya
Ceritanya berlatar waktu dua tahun setelah peristiwa di film Captain America: Civil War (2016). Pertengkaran ideologi -dan juga fisik- antara Iron Man dengan Captain America berakibat buruk bagi Scott Lang alias Ant-Man (Paul Rudd). Kini, ia menjadi tahanan rumah karena dianggap bersekutu dengan Steve Rogers dan hal tersebut melanggar Perjanjian Sokovia. Menjelang kebebasannya, Scott malah diajak Hope van Dyne (Evangeline Lilly) dan Hank Pym (Michael Douglas) untuk ikut dalam suatu misi penting.

Jika ditanya apa yang menjadi ciri khas film Ant-Man, jawabannya adalah kesederhanaan. Hal tersebut seakan disesuaikan dengan kepribadian Scott yang juga tidak neko-neko. Apabila dibandingkan dengan rekan sejawatnya, sebut saja Tony Stark, Steve Rogers, dan Thor yang lekat dengan gambaran pria alfa (alpha male), Scott lebih merangkul citra pria santai yang menyenangkan diajak berteman. Para penulis naskah film ini sepertinya sadar betul akan nuansa Ant-Man yang membumi. Buktinya, penyajian cerita tidak pernah terasa berlebihan meski pun risiko yang dihadapi para karakternya naik tingkat. Hasilnya adalah sebuah narasi seru yang nyaman diikuti dari awal hingga akhir.


2. Tebal akan pesan pentingnya keluarga
[Review] Ant-Man and the Wasp, Ketika Keluarga di Atas Segalanya
Seluruh motivasi Scott, Hope dan Hank didasarkan pada rasa cinta mereka terhadap keluarga. Scott hanya ingin bersama putrinya, Cassie (Abby Ryder Fortson), sesering yang ia bisa. Sementara Hank berusaha sekuat tenaga untuk menebus rasa bersalahnya sekaligus membuat keluarganya utuh kembali. Konflik menarik muncul dari benturan motivasi-motivasi tersebut dan menghasilkan pesan mengena tanpa terasa menggurui.


3. Penuh kelakar efektif
[Review] Ant-Man and the Wasp, Ketika Keluarga di Atas Segalanya
Layaknya film lain dalam Marvel Cinematic Universe (MCU), Ant-Man and the Wasp aktif melemparkan lelucon jenaka. Mayoritas humor dalam film ini datang melalui interaksi para pemainnya. Hampir semua karakter mendapatkan porsi dialog yang mengundang tawa. Namun, jika harus memilih tokoh terlucu, maka juaranya adalah Luis (Michael Pena).

Kalau kamu sudah menonton film pertamanya, kamu pasti ingat cara Luis menceritakan ulang peristiwa dengan kecepatan penuh dimana ia menyulihsuarakan tokoh-tokoh yang terlibat. Di sini, ia melakukan hal yang sama namun hasilnya dua kali lebih lucu. Humor-humor lainnya juga tidak kalah menghibur dengan penempatan yang tepat sasaran.


4.Padat karakter, namun tidak menyesakkan
[Review] Ant-Man and the Wasp, Ketika Keluarga di Atas Segalanya
Karakter-karakter baru banyak bermunculan di film ini. Karakter-karakter lama pun hampir semua kembali lagi. Hal ini menimbulkan ancaman pada narasi karena dikhawatirkan akan berakhir terlalu sumpek. Untungnya, seluruh karakter yang ada tampil dengan jatah yang sesuai. Dengan begitu, film sukses mendapatkan kepercayaan penonton bahwa kehadiran semua tokoh sejalan dengan keperluan cerita. Kredit berhak disematkan pada sutradara dan para penulis naskah atas keberhasilan tersebut.


5.Penampilan akting pas
[Review] Ant-Man and the Wasp, Ketika Keluarga di Atas Segalanya
Ant-Man and the Wasp patut bersyukur karena semua karakternya dimainkan oleh pelakon berbakat. Sepanjang filmnya, Paul Rudd memancarkan karisma kuat yang mustahil ditolak. Evangeline Lilly pun mengimbanginya tanpa beban. Artis peran lawas Michael Douglas dan Michelle Pfeiffer juga membuktikan kepada para juniornya bahwa mereka masih sangat pantas diperhitungkan. Tidak ketinggalan Randall Park yang mencuri perhatian atas perannya sebagai Jimmy Woo, seorang agen FBI kocak namun berdedikasi tinggi. Sisanya tampil dengan kapasitas yang pantas.


6.Tidak ada kekurangan berarti
[Review] Ant-Man and the Wasp, Ketika Keluarga di Atas Segalanya
Sekuel ini tentu membawa serta beberapa kekurangan. Salah satunya adalah tangkapan gambar di paruh awal film yang terlihat kurang tajam. Entah disengaja atau tidak, gambar-gambar dengan nuansa temaram tersebut tidak begitu jelas tersaji di layar. Memasuki paruh kedua, saat mayoritas adegan di luar ruangan, barulah gambar hadir dengan ketajaman yang mumpuni.

Selain itu, adegan saat Hope membawa kabur Scott dari rumahnya menimbulkan pertanyaan tersendiri. Bagaimana cara Hope melepaskan alat deteksi di kaki Scott? Pasalnya, adegan sebelumnya menunjukkan bahwa Scott harus membungkus alat tersebut dengan plastik agar tidak basah saat ia berendam. Kalau alat deteksi bisa dengan mudahnya dilepas, untuk apa Scott bersusah payah melindungi alat deteksinya saat mandi? Ia bisa melepasnya saja, kan? Untungnya, kekurangan-kekurangan tersebut masih terbilang wajar dan tidak mengganggu penuturan cerita.


7. Penutup yang manis
[Review] Ant-Man and the Wasp, Ketika Keluarga di Atas Segalanya
Kesimpulannya, Ant-Man and the Wasp sukses mencapai hal yang jarang diraih sebuah sekuel: tampil lebih baik dari film pertamanya. Layaknya pencuci mulut, film ini hadir dengan manis sebagai penutup seluruh hidangan Marvel Cinematic Universe (MCU) tahun ini. Tidak cuma menawarkan aksi, Ant-Man namun juga memiliki hati. Imbasnya, menonton film ini akan membuatmu teringat orang-orang tersayang, khususnya keluarga. Sebagai tambahan, jangan buru-buru beranjak saat filmnya berakhir karena ada dua potongan adegan (post-credit scenes) yang rasanya sayang jika dilewatkan.

Selamat menonton!


Sumber : https://www.idntimes.comhype/enterta...mpaign=network

---

Baca Juga :

- [Review] Ant-Man and the Wasp, Ketika Keluarga di Atas Segalanya 6 Serial TV Barat yang Ceritanya Diremake Menjadi Drama Korea

- [Review] Ant-Man and the Wasp, Ketika Keluarga di Atas Segalanya 3 Fakta Tentang Post Credit Scene Ant Man and The Wasp

- [Review] Ant-Man and the Wasp, Ketika Keluarga di Atas Segalanya 9 Hal Tentang Yellow Submarine Film Animasi The Beatles

image-url-apps
udah ada Yang 720p ga?
image-url-apps
mantap.
KASKUS Ads
Spoiler for :

emoticon-Traveller
×