alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Berburu durian, nangka, dan rambutan di musim penghujan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b40593f162ec2e83d8b458e/berburu-durian-nangka-dan-rambutan-di-musim-penghujan

Berburu durian, nangka, dan rambutan di musim penghujan

Berburu durian, nangka, dan rambutan di musim penghujan
Foto ilustrasi rambutan yang baru dipanen.
Medio 2014, media besar asal Inggris, The Guardian, pernah menulis sebuah artikel yang mengupas tentang keajaiban buah nangka, atau dalam bahasa mereka disebut jackfruit.

Mereka mendeskripsikan buah berduri tumpul ini sebagai buah ajaib. Sebagai buah paling besar di muka Bumi, buah ini dibilang memiliki rasa seperti daging.

Soal rasa yang mirip daging itu juga dikuatkan oleh beragam peneliti internasional yang menyimpulkan bahwa buah nangka bisa menggantikan peran gandum, jagung, dan tanaman pokok lainnya yang makin terancam oleh perubahan iklim.

Tentu saja, kesimpulan para peneliti itu tak hanya mendasar pada rasanya. Mereka menyebut nangka memiliki kandungan yang kaya nutrisi, mulai dari vitamin A, vitamin C, vitamin B, hingga zat-zat lain seperti besi, kalium, mangan, magnesium, zat besi, fosfor, dan kalsium.

Nangka juga memiliki sifat antioksidan dan kandungan senyawa kuat seperti lutein, zeaxanthin, dan beta-karoten. Tak ayal, mengonsumsi nangka dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan menurunkan risiko kanker. Dan yang paling penting adalah buah ini sangat rendah lemak.

Shyamala Reddy, seorang peneliti bioteknologi dari University of Agriculture Sciences, Banglore, India, bahkan tak ragu menyebut buah nangka bisa selamatkan dunia dari kelaparan.

Sayangnya, dalam artikel The Guardian itu tidak disebutkan Indonesia sebagai salah satu negara penghasil buah nangka. Di sana hanya menyebut nangka bisa ditemukan di dua kawasan, Amerika Selatan dan Asia Tenggara.

Tapi tak mengapa. Sebagai buah tropis, nangka memang bisa tumbuh dengan baik di kawasan-kawasan tadi. Mencari nangka, di Indonesia, seharusnya tak sulit.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Lokadata Beritagar.id menemukan pola panen nangka yang terjadi berlangsung sepanjang tahun. Pola ini juga berlaku untuk dua teman nangka yang kulitnya juga bergerigi; durian dan rambutan.
Berburu durian, nangka, dan rambutan di musim penghujan
Produksi buah nangka, durian, dan rambutan berdasarkan kuartal dari tahun 2012-2016
Dari pola yang dibandingkan, ketiganya punya satu kemiripan lain; yakni panen terbanyak tiga buah tersebut umumnya berlangsung selama kuartal I dan kuartal IV, atau saat musim penghujan berlangsung di Indonesia.

Jika melihat total produksi pada periode 2012-2016 panen besar terjadi pada 2015, dengan perincian nangka sebanyak 699.495 ton, durian dengan 995.735 ton, dan rambutan 882.628 ton.

Sama seperti delapan jenis buah produksi Indonesia lainnya, daerah yang memproduksi tiga sekawan terbanyak ini masih di Pulau Jawa. Produksi buah nangka, durian, dan rambutan di Pulau Jawa bahkan menguasai sekitar 50 persen dari produksi nasional.

Untuk durian, Pulau Jawa menghasilkan 735.423 ton sepanjang 2016. Hasil produksi itu terbanyaknya berasal dari Jawa Timur dengan 201.687 ton.

Nangka terbanyak juga ada di Jawa Timur, yakni sebanyak 118.025 ton dari total keseluruhan produksi di Jawa yang mencapai 654.914 ton.

Hasil produksi terbanyak dari Jawa Timur juga berlaku bagi rambutan, yakni 97.013 ton dari 572.193 ton sepanjang 2016.

Tapi jangan khawatir, bagi Anda yang tinggal di luar Jawa dan mengidam tiga buah tadi, pola panen terbanyak untuk kuartal I dan kuartal IV bisa juga ditemukan di Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatra Utara, dan Lampung (sila lihat grafik di bawah ini).
Berburu durian, nangka, dan rambutan di musim penghujan
Produksi buah menurut provinsi, tahun 2012-2016Tantangan distribusi
Sebagai negara penghasil buah yang cukup tinggi, Indonesia sebenarnya mumpuni untuk mengembangkan ekspor pada komoditas ini. Misalnya untuk nangka, durian, dan rambutan.

Dari data yang sama diketahui, kebutuhan domestik yang terserap dari tiga buah ini hanya mencakup 65 persen dari keseluruhan produksi tahunan. Sementara, yang diekspor jumlahnya bahkan tak menembus 5 persen dari total produksi.

Sisanya, dicurigai tak layak masuk pasar karena beberapa kondisi seperti busuk, diawetkan, atau diolah menjadi produk makanan lain. Persoalan lainnya, ketika masuk pasar, banyak buah-buahan lokal yang dijual dengan harga tinggi.

Khusus untuk tiga buah yang dibahas, dengan pola panen yang ternyata sepanjang tahun, maka akan menjadi aneh ketika sulit mencari keberadaan buah-buah ini di pasaran.

Kepala Bidang Keamanan Hayati Nabati, Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan), Islana Ervandiari mengatakan, persoalan klasik dari konsumsi dan perdagangan buah lokal adalah rantai distribusi yang terlalu panjang.

“Kita berusaha memutus rantai distribusi. Memang betul karena distribusinya terlalu panjang,” sebut Islana dalam Liputan6.com.

Menurutnya, proses distribusi yang tidak efektif ini menyebabkan produk buah, tidak lagi segar ketika sampai ke konsumen.

Ada tiga solusi yang ditawarkan Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi. Pertama, memangkas rantai distribusi buah segar, khususnya buah lokal.

Kedua, menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) secara merata dalam produksi buah segar untuk menjamin kualitas buah lokal yang aman dan bernutrisi.

Dan ketiga, menyusun ketentuan yang mewajibkan importir atau distributor buah segar untuk mencantumkan label informasi di setiap kemasan buah.
Berburu durian, nangka, dan rambutan di musim penghujan


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...usim-penghujan

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Berburu durian, nangka, dan rambutan di musim penghujan Realisasi investasi migas meleset dari target

- Berburu durian, nangka, dan rambutan di musim penghujan Ojol diminta matikan aplikasi untuk urai kemacetan

- Berburu durian, nangka, dan rambutan di musim penghujan Stunting dan sampah di Indonesia jadi sorotan Bank Dunia

Urutan Terlama
mau dong


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di