alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
LG Korea Selatan Dipaksa Transfer Teknologi Oleh Tiongkok
4 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b403b4f1a997593758b4568/lg-korea-selatan-dipaksa-transfer-teknologi-oleh-tiongkok

LG Korea Selatan Dipaksa Transfer Teknologi Oleh Tiongkok

Mundur ke belakang bulan Desember 2017, ketika pemerintah Korea Selatan memberikan persetujuan kepada LG Display (LGD), anak perusahaan konglomerat Korea Selatan LG Corp, untuk membangun pabrik manufaktur di kota Guangzhou Tiongkok selatan untuk memproduksi panel TV berteknologi tinggi, Otoritas Korea Selatan mendesak LGD untuk menetapkan langkah-langkah dalam melindungi teknologinya dari pencurian.

Setelah semua, teknologi canggih, yang dikenal sebagai organic light-emitting diode (OLED), dianggap berharga bagi perekonomian negara dan biasanya dibatasi dalam ekspornya guna melindungi industri domestik. LGD berencana untuk menginvestasikan 5 triliun won (sekitar $4,5 miliar) ke dalam pabrik tersebut, menurut laporan Business Korea, sebuah majalah Korea Selatan, melihat potensi dalam permintaan global yang terus meningkat untuk layar televisi OLED.

Tindakan berhati-hati untuk pencegahan tersebut terbukti terus terjadi, karena media Korea Selatan baru-baru ini melaporkan bahwa rezim Tiongkok telah menekan LGD untuk mentransfer teknologi pembuatan OLED sebagai syarat dalam menyetujui pembangunan pabrik tersebut.

Otoritas Tiongkok juga menekan LGD untuk mendirikan pusat penelitian dan pengembangan OLED di Tiongkok dan memperoleh lebih banyak komponen-komponen dan bahan-bahan yang diproduksi Tiongkok, menurut laporan 4 Juni oleh Hankyung News, sebuah publikasi bisnis Korea Selatan.

Para pembuat layar tampilan Tiongkok saat ini mampu memproduksi panel OLED untuk smartphone, tetapi belum mengembangkan teknologi untuk memproduksi panel OLED besar untuk layar TV, tambah Hankyung News. LGD juga merupakan satu-satunya pabrikan massal untuk panel-panel OLED besar yang digunakan di TV, menurut Business Korea.

Untuk mendirikan pabrik tersebut, yang dijadwalkan untuk mulai produksi pada tahun 2019, LGD mengadakan usaha patungan dengan pemerintah kota Guangzhou, dengan LDG mengambil 70 persen saham dan pemerintah kota mengambil 30 persen saham. Perusahaan patungan tersebut sedang menunggu persetujuan dari Kementerian Perdagangan Tiongkok, menurut situs berita bisnis Korea Selatan, The Bell.

Dipaksa Mentransfer Teknologi

Fenomena terus-menerus tentang transfer teknologi paksa di Tiongkok telah menjadi salah satu isu inti pemerintahan AS, Presiden Donald Trump telah berusaha untuk mengatasi melalui sanksi-sanksi perdagangan melawan Tiongkok. Seperti di dalam kasus LGD, perusahaan-perusahaan asing sering ditekan untuk mentransfer teknologi mereka sebagai pertukaran untuk akses pasar.

LGD dari LG korea selatan
Para pengunjung melihat tampilan rekaman bawah air dari langit-langit yang diisi dengan TV OLED 4K yang cembung dan datar oleh LG pada Pameran Elektronik Konsumen 2017 di Las Vegas, Nevada pada 7 Januari 2017. (Frederic J. Brown / AFP / Getty Images)
Laporan investigasi kantor Perwakilan Perdagangan AS (USTR) tentang praktik-praktik pencurian kekayaan intelektual oleh Tiongkok, yang dipublikasikan pada bulan April, menemukan bahwa transfer teknologi paksa semacam itu sering menjadi bagian dari strategi rezim Tiongkok untuk mencuri teknologi yang bermanfaat bagi pengembangan industri berteknologi tinggi dalam negeri.

Kebijakan industri “Made in China 2025” rezim tersebut menguraikan bagaimana kebijakan tersebut berusaha mengejar pesaing-pesaing asing dan akhirnya menggantikannya melalui akuisisi dan alih teknologi asing.

Laporan USTR menemukan bahwa untuk perusahaan-perusahaan teknologi AS, tekanan untuk mentransfer teknologi “sangat kuat.” Menurut survei anggota US-China Business Council’s 2017, bahwa 19 persen dari perusahaan yang menanggapi mengatakan bahwa pada tahun lalu mereka telah diminta secara langsung untuk transfer teknologi. Dari jumlah tersebut, 33 persen mengatakan bahwa permintaan tersebut berasal dari entitas pemerintah pusat, sementara 25 persen mengatakan berasal dari pemerintah lokal.

Tindakan Pencegahan

Pemerintah Korea Selatan juga waspada terhadap taktik Tiongkok. Pemerintah berwenang mengambil waktu lima bulan untuk meninjau ulang rencana pabrik LGD tersebut sebelum memberikan persetujuan, mengusulkan beberapa ketentuan kepada LGD untuk mencegah transfer teknologi.

Syaratnya adalah: meningkatkan proporsi bahan-bahan yang disediakan pemasok Korea Selatan hingga sekitar 70 persen; menetapkan tindakan pencegahan untuk mencegah arus keluar teknologi, termasuk dengan membentuk satuan tugas bersama otoritas pemerintah dan memungkinkan mereka untuk memeriksa pabrik Tiongkok setiap enam bulan; dan memastikan bahwa inovasi OLED terbaru akan dikembangkan hanya di Korea Selatan, menurut Hankyung News.

Ketika kesepakatan tersebut pertama kali disetujui, berita itu dilihat sebagai bukti untuk meningkatkan hubungan dengan Tiongkok.

Selama berbulan-bulan, rezim Tiongkok memblokir perusahaan Korea Selatan dalam melakukan bisnis di Tiongkok dan mendorong warganya untuk memboikot produk-produk Korea Selatan, setelah Korea Selatan setuju untuk menjadi tuan rumah sistem pertahanan anti-rudal Amerika di tanahnya untuk melawan ancaman nuklir Korea Utara. Tiongkok mengklaim sistem tersebut dapat memata-matai wilayah udara dan menggunakan langkah-langkah ekonomi untuk balas dendam pada Korea Selatan.

Sekarang, pemerintah Korea Selatan menghadapi berbahaya di mana salah satu dari teknologi-teknologi intinya berisiko dipindahkan ke mitra Tiongkok jika mereka melakukan kesepakatan tersebut. (ran

http://m.erabaru.net/2018/06/20/lgd-...k-di-tiongkok/
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 2
Merampok teknologi orang kok dibilang transfer teknologi ................................................. emoticon-Ngacir

Niat banget nyari berita dari situs aliran sesat nya falun gong.

Ya pasti , beritanya tdk cover both side lah ,...bisa dilihat dr situsnya.emoticon-Big Grin

Setdk2nya , tdk sampe dibegoin kayak saudara tua japs ,...yg bisa begitu digdaya menguasai pangsa pasar automotive dimari (salah satu alasan , mengapa : toyota tetap bercokol di daftar 10 besar worlds biggest public company.emoticon-Big Grin )
cokin pintar tidak mau cuma di jadikan pasar doang, harus ada transfer of teknologi, indon goblog di cekoki duit suap dan jav langsung diememoticon-Ngakak emoticon-Ngakak

pantes indon gak maju2, cuma bisa ngerakit mobil dan motor jepang doang tokemoticon-Ngakak
Quote:


sebenernya yang buat orang suka tinggal di sini karena susah maju dan hidup yang sangat santai.

jam2 biasa bisa ketemu orang enak2 duduk warkop minum kopi dan merokok sambil baca koran seperti enggak ada target dan beban.

susah maju karena psikologis sini emang enggak mau maju.
Waduh
Waspada copy cat
Hampir smua perusahaan yg masuk negara china pasti diperkosa.
Cara memperkosanya aja kadang pake cara lembut
logikanya kalo emang di paksanyerahin tehnologi nama juga maksa bangun pabrik di sana , banyak kok negara lain yg mau terima tangan terbuka ..............emoticon-No Hope
emoticon-Toast emoticon-Jempol
memang aneh, seakan2 investor dipaksa utk TOT , kenyataannya kan sesuai perjanjian kedua pihak, dan investor menyetujuinya emoticon-Big Grin

Gak ada yg salah kok di kita jg mulai menerapin transfer teknologi walaupun belum semasif tiongkok. Mungkin kalo kita sudah nerapin wajib transfer teknologi untuk produk yang ingin masuk ke indo sehingga kita bukan hanya jadi konsumen namun pelan2 bisa menjadi produsen.

Sesuai yg dosen ane bilang 18 taon lalu disaat itu tiongkok bisa di bilang 11 12 ama negara kita, liat itu tiongkok nerapin wajib transfer teknologi kita liat perkembangan nya dalam 10-15 taon kedepan mereka bakalan bisa membuat sendiri beralih dari konsumen menjadi produsen. Skrg terbukti kan
oled bikinan china jelas lebih ramah di kantongemoticon-Ultahe
Quote:


trus kl udh maju mo ngapain lg?
syarat kedua belah pihak sih kalau dalam bisnis. China provide tempat manufaktur murah (keterlaluan murahnya sampe kaya perbudakan? ada berita yang sampe bunuh diri katanya) tapi minta transfer teknologi buat bikin produk kw emoticon-Bingung (S)

mungkin kalau teknologinya masih baru dan rencana eklusif ya jangan dibikin disana (bikin pabrik sendiri di korea gitu)
Korea China sudah berlomba2 bidang teknologi tinggi. Nasbung2 sini masih hidup di era pra pencerahan akal sehat sebelum memasuki industri 1.0 yaitu penemuan mesin2 .

Istilahnya nasbung2 suram kolot primitif , kaku dogma masih berada di industri minus 1.0 .
Era pencerahan akal sehat itu industri 0.0 .
klo mau kuat2nya ya berat

soalnya menlen punya 1 milyar pasar baru bagi LG, sedangkan penduduk korea cmn berapa, klo gak ekspansi ke menlen berat juga

ada yng punya teknologinya, ada yang punya pasarnya emoticon-Embarrassment

kita bisa niru seh, tapi cmn 250 juta pasar kurang seksi kyknya bagi investor emoticon-Big Grin
Balasan Post dwiatmaja
Quote:


indon memang gublog gan puluhan tahun cuma ngerakit mobil dan motor jepong, di kibulin mau ajaemoticon-DP emoticon-DP
Balasan Post albertu5
Quote:


engga tau
mo ngapain lagi ya?
Jgn mau, bangun pabrik aja di Indonesia
Quote:


la makanya, udh gini aja.
ngopi, udud aja bs hidup, mati enak... ngapain capek2..
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di