alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Korupsi Irwandi, bom Pasuruan, dan tragedi kapal tenggelam
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b4000aa9e740442478b459b/korupsi-irwandi-bom-pasuruan-dan-tragedi-kapal-tenggelam

Korupsi Irwandi, bom Pasuruan, dan tragedi kapal tenggelam

Korupsi Irwandi, bom Pasuruan, dan tragedi kapal tenggelam
Rangkuman foto dari berita menarik pekan kedua Juli 2018.
Kabar seputar korupsi, terorisme, dan kecelakaan transportasi mewarnai pemberitaan pada pekan usai pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018.

Dibuka dari kabar Ketua Panitia Penyelenggara Kecamatan (PPK) Ternate, Makassar SM, yang menghilang dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) lantaran diduga sebagai manipulator rekapitulasi data perhitungan suara dalam Pilwalkot Makassar.

Masih di hari yang sama, pemerintah juga memutuskan untuk menghentikan operasi pencarian korban Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang tenggelam di dasar Danau Toba, Simalungun, Sumatra Utara.

Belum usai urusan KM Sinar Bangun, berselang sehari setelahnya, kecelakaan transportasi yang melibatkan kapal penyeberangan terjadi lagi di dekat pantai Pa’badillan, Bontomate’ne, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Ada juga kabar menghebohkan datang dari Malaysia. Pernikahan yang melibatkan anak di bawah umur yang sebelumnya pernah menghebohkan Sulawesi Selatan, terjadi di Malaysia.

Si perempuan diketahui menjadi istri kedua dari Che Abdul Karim Che Abdul Hamid (41).

Di tengah klaim kepolisian yang menyebut telah memberangus teroris di Indonesia, kejadian ledakan yang berasal dari bom terjadi lagi. Masih di Jawa Timur, tepatnya di Pasuruan. Tak ada korban tewas, hanya anak kandung dari pembawa bom yang mengalami luka-luka.

Untuk selengkapnya, sila simak rangkuman berita menarik sepekan berikut ini.
Terduga manipulator suara Pilwalkot Makassar DPO
Ketua Panitia Penyelenggara Kecamatan ( PPK) Tamalate, Makassar SM, menghilang dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). SM, diduga sebagai manipulator rekapitulasi data perhitungan suara dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Makassar,

Ketua KPU Sulawesi Selatan, Uslimin, Senin (2/7/2018) mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi agar KPU Makassar memecat Ketua PPK Tamalate.

Rekomendasi pemecatan itu lantaran Ketua PPK tersebut menghilang dan tak memenuhi panggilan pemeriksaan oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Makassar.

Dalam rekapitulasi suara di 3 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kelurahan Bontoduri, Kecamatan Tamalate, ada kejanggalan.

Hasil perolehan di tiga TPS itu berbeda dengan hasil yang dipampang situs KPUDMakassar. Jumlah perolehan suara calon tunggal Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) melonjak, sedangkan suara Kotak Kosong susut banyak.

Di TPS 6 Kelurahan Bontoduri, Kecamatan Tamalate, hasil penghitungan suara data menurut C1, pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar nomor urut 1 Appi-Cicu memperoleh 94 suara. Sedangkan suara kotak kosong sebanyak 138.

Namun, di situs KPU Makassar, angkanya berubah menjadi 238 suara buat Appi Cicu, Kotak Kosong hanya 1 suara.

Di TPS 013, kelurahan yang samaAppi-Cicu memperoleh 105 suara, Kotak Kosong unggul dengan 197 suara. Tapi, situs KPU menampilkan Kotak Kosong suaranya tinggal 1, sedangkan Appi -Cicu menjadi 295 suara.

TPS 012, Appi-Cicu memperoleh 120 suara, sedangkan kotak kosong 155 suara. Angka ini juga berubah. Kotak Kosong suaranya 0 dan Appi-Cicu melonjak menjadi 285 suara.

Selengkapnya bisa dibaca di sini.
Pencarian korban KM Sinar Bangun dan kandasnya Lestari Maju
Empat hari setelah penemuan posisi Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di dasar Danau Toba, Simalungun, Sumatra Utara, pemerintah menghentikan operasi pencarian korban, Selasa (3/7/2018).

Sebagai bentuk penghormatan, Pemda Simalungun, menurut laporan Kompas.com, akan membuat prasasti bertuliskan nama-nama korban. Prasasti itu akan dijadikan monumen peringatan dan diletakkan di Pelabuhan Tigaras, Danau Toba, Simalungun.

Ketua SAR Medan, Budiawan, menjelaskan bahwa keputusan penghentian pencarian korban ini juga disepakati oleh para keluarga korban. "Kemarin sempat ada perdebatan, tapi lama-lama mereka menyadarinya," kata Budi.

Dua orang perwakilan keluarga korban menyatakan bahwa mereka ikhlas dan meminta pencarian segera dihentikan.

"Saya tidak tega lagi melihat mereka, biarlah mereka sudah tenang. Kita semua adalah makhluk Tuhan dan pasti akan kembali ke Tuhan," ujar perwakilan keluarga korban, Suyadi, dalam pertemuan dengan pemerintah di Kantor Bupati Simalungun, Senin (2/7/2018).

Tak berselang hari, Kapal feri Lestari Maju kandas di dekat pantai Pa'badillan, Bontomate'ne, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan Agus Purnomo, Selasa (3/7/2018) kemarin menyatakan, berdasar laporan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Bulukumba, kapal itu tak tenggelam. Tapi sengaja dikandaskan untuk memudahkan evakuasi penumpang.

Awaluddin, salah satu penumpang yang selamat menyatakan, kapal itu tengah rusak. Lambung kapal bocor sehingga air masuk. "Mungkin keropos akhirnya bocor dan air naik ke kapal," ujarnya seperti dikutip dari Rakyatku.com.

Menurut Mualim, korban selamat lainnya, penumpang memakai pelampung dan tak ada instruksi untuk terjun. "Tapi karena ada yang penumpang yang panik, ada satu penumpang yang terjun," ujarnya kepada iNews.

Kapolres Selayar AKBP Syamsul Ridwan menjelaskan, sebelum memutuskan kandas, nakhoda kapal Agus Susanto sudah merasakan ada yang tidak beres dengan kapal itu. Sehingga ia segera bermanuver untuk menepi ke pulau kecil.

Hingga Rabu pagi, jumlah korban tewas sudah mencapai 33 orang. Dalam catatannya, kapal Lestari Maju membawa 139 penumpang an 48 kendaraan. Salah satu kendaraan itu dari Bank Sulselbar. Kendaraan itu memuat uang gaji PNS Kabupaten Selayar, sebanyak Rp30 miliar.
Pernikahan anak 11 tahun di Malaysia
Setelah Indonesia sempat dibuat heboh oleh pernikahan anak yang terjadi di Sulawesi Selatan, kasus serupa kini ramai dibicarakan, dan diperdebatkan, di Malaysia.

Kisahnya mencuat tatkala seorang perempuan mengunggah ucapan selamat kepada pasangan yang disebutnya sebagai "pengantin baru" ke media sosial miliknya.

Dari unggahan tersebut diketahui bahwa sang perempuan adalah istri kedua mempelai pria, Che Abdul Karim Che Abdul Hamid (41). Suaminya itu menikah untuk ketiga kalinya dengan seorang bocah perempuan yang baru berusia 11 tahun. Unggahan tersebut kini telah dihapus.

Pernikahan Ayu (nama samaran yang diberikan media untuk bocah itu) serta-merta menjadi sorotan. Otoritas Malaysia langsung melakukan investigasi terkait isu poligami dan pernikahan di bawah umur.

Dilansir Bernama, keduanya diketahui menikah dengan upacara yang dilaksanakan di Thailand selatan pada 18 Juni 2018. Sebab, sang pengantin perempuan dan keluarganya merupakan warga negara Thailand, meskipun mereka menetap di Kelantan, Malaysia.

Orang tua Ayu, yang bekerja sebagai petani di perkebunan karet tempat Karim juga bekerja, pun merestui pinangannya.

Di Malaysia, sebenarnya pernikahan anak dan poligami bisa menjadi legal dengan kriteria tertentu. Misalnya saja dengan aturan "kimpoi gantung", atau meminang seorang anak dan baru boleh diresmikan begitu ia menginjak 16 tahun. Tapi selama masa tersebut, keduanya tak boleh tinggal bersama.

Hukum Islam di Kelantan pun menetapkan bahwa usia minimum seorang perempuan untuk menikah adalah 16 tahun, kecuali ada izin dari Pengadilan Syariah atau perdana menteri.

Pelanggaran atas aturan tersebut bisa didenda hingga 1.000 ringgit (Rp3,5 juta) atau hukuman penjara maksimal enam tahun.
Jejak Irwandi dan modus korupsinya
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan yang menyeret Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Bupati Bener Meriah Ahmadi. Irwandi diduga menerima suap terkait proses penganggaran APBD Provinsi Aceh.

KPK menyebut total uang yang disita dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Aceh yaitu Rp500 juta. Ada dugaan duit tersebut berkaitan dengan dana otonomi khusus Aceh.

KPK menduga, Irwandi mematok jatah tertentu dari tiap proyek yang dibiayai dengan dana otsus sebesar Rp8 triliun. Istilahnya ijon proyek. Mereka yang ingin menang, membayar sejumlah uang tertentu agar dimenangkan dalam lelang proyek.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menjelaskan dari kasus yang dikuak kemarin, Bupati Bener Meriah Ahmadi diduga mengumpulkan uang dari para pengusaha untuk membayar commitment fee 10 persen.

Commitment fee ini dibayarkan ke dua pihak, 2 persen untuk tingkat kabupaten, kemudian 8 persen persen itu adalah untuk tingkat provinsi. "(Duit) Ini yang kemudian dibagi-bagi. Ke mana-mana, kami belum tahu," tutur Basaria seperti dipetik dari detikcom.

Suap yang ditangkap kemarin menurut Basaria, terkait proyek pembangunan jalan. Suap kepada Irwandi ini diduga sudah tahap yang dari rencana Rp1,5 miliar. "Tim masih mendalami dugaan penerimaan-penerimaan sebelumnya," ujar Basaria di Jakarta, Rabu (4/7/2018), seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Irwandi bukan Gubernur Aceh pertama yang berurusan dengan KPK. Gubernur Aceh 2000-2004, Abdullah Puteh juga pernah berurusan dengan KPK hingga dijatuhi hukuman 10 tahun penjara karena kasus korupsi pembelian dua helikopter MI-2. Puteh mulai menghuni penjara pada 2004.

Puteh hanya menjalani hidup di balik jeruji besi selama 5 tahun setelah mendapat remisi rutin. Pada 18 November 2009, Puteh sujud syukur di depan Lapas Sukamiskin, Jalan Sukamiskin, Bandung, karena bebas bersyarat.
Korban balita dan identitas palsu Bom Pasuruan
Bocah laki-laki berusia 3 tahun, U, menjadi korban ledakan dari bom yang dibawa orang tuanya di rumah kontrakan mereka di Kelurahan Pogar, Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (5/7/2018) siang.

Serpihan ledakan dari bom berdaya ledak lemah itu merobek kulitnya di bagian wajah, pergelangan tangan kanan dan kiri, serta paha.

U langsung mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil, Pasuruan, meski kemudian mendapatkan rujukan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur.

Sang ibu, D, merujuk laporan KOMPAS.com, sempat mengunjungi putra keduanya itu di RSUD Bangil. Namun, kunjungan hanya berlangsung sangat singkat karena dirinya harus menjalani pemeriksaan oleh petugas kepolisian.

Sementara sang ayah, diyakini bernama Anwaradi, melarikan diri setelah petugas kepolisian mengepungnya.

Lansiran detikcom menyebut Anwaradi kabur dengan menggunakan sepeda motor. Meski berhasil melarikan diri, Anwaradi disebut mengalami luka di bagian dadanya akibat tembakan senapan angin dari salah satu warga di sekitar lokasi kejadian.

Ledakan bom yang terjadi di rumah kontrakan Anwaradi berlangsung sebanyak tiga kali.

Pada awalnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Mohammad Iqbal mengatakan, Anwaradi adalah pria kelahiran Jakarta, 12 Juni 1968.

Pekerjaannya wiraswasta dan beralamat di Karang Tanjung RT. 06/RW. 07 Kelurahan Karang Tanjung, Kecamatan Serang, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Identitas tersebut diketahui setelah polisi menemukan kartu tanda pengenal (KTP) yang pinggirannya terbakar di lokasi kejadian.

Akan tetapi, setelah polisi melakukan pengecekan ke alamat yang dituju, petugas tidak menemukan satu pun petunjuk yang mengonfirmasi alamat tersebut.

Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto mengatakan, nama desa yang tercantum dalam KTP tersebut ternyata tidak ditemukan. "Kami koordinasi dengan RT. 06/RW. 07 tidak ada, karena ternyata hanya ada sampai RW. 06 saja," sebut Indra dalam CNN Indonesia.

Indra menduga, identitas yang ditemukan itu adalah palsu. Meski begitu, Indra menyatakan akan tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut, khususnya apakah warga Kecamatan Karang Tanjung ada yang mengenali wajah pria yang hingga kini masih disebut bernama Anwaradi itu.
Korupsi Irwandi, bom Pasuruan, dan tragedi kapal tenggelam


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...apal-tenggelam

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Korupsi Irwandi, bom Pasuruan, dan tragedi kapal tenggelam Terduga pelaku bom Pasuruan adalah eks napi teroris

- Korupsi Irwandi, bom Pasuruan, dan tragedi kapal tenggelam Menakar kinerja mesin partai saat Pilkada 2018

- Korupsi Irwandi, bom Pasuruan, dan tragedi kapal tenggelam Berharap Gunung Agung tak ganggu agenda tahunan IMF-Bank Dunia



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di