alexa-tracking

Bakorpakem Kabupaten Probolinggo Soroti Batu Nisan Raksasa

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b3fff85ded770030f8b459b/bakorpakem-kabupaten-probolinggo-soroti-batu-nisan-raksasa
Bakorpakem Kabupaten Probolinggo Soroti Batu Nisan Raksasa
Bakorpakem Kabupaten Probolinggo Soroti Batu Nisan Raksasa

Author by Helmi SupriyantoPosted on 07/07/2018

Bakorpakem Kabupaten Probolinggo Soroti Batu Nisan Raksasa

Patung raksasa dewi Sri di Gading Maron yang sudah dibongkar pemiliknya.

Kabupaten Probolinggo, Bhirawa
Nur Slamet alias Bintaos, warga Desa Ganting Wetan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo kembali bikin heboh. Usai 2013 tahun lalu patung raksasanya Srikandi menuai polemik, sehingga harus dibongkarnya sendiri, kali ini batu nisan raksasanya yang tengah disorot Bakorpakem (Badan Koodinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat).

Batu nisan raksasa itu menjadi perhatian Bakorpakem Kabupaten Probolinggo. Sehingga, bakorpakem mengadakan rapat koordinasi membahas batu nisa raksasa itu. Rencananya, pekan depan Bakorpakem akan mengundang Bintaos untuk meminta klarifikasi. Hal ini diungkapkan Sekretaris Umum MUI Kabupaten Probolinggo K.H. Syihabuddin Shihab, Jum’at 6/7.
Kiai Shihab mengatakan, sejauh ini belum ada laporan langsung dari masyarakat terkait bangunan batu nisan berukuran besar itu. Namun, tokoh masyarakat sempat menyampaikan pada MUI untuk ditindaklanjuti. Itu untuk mengantisipasi adanya batu nisan raksasa itu meresahkan masyarakat, Bakorpakem merespons dengan menggelar rakor.

“Kami tanggal 12 Juli besok masih akan mengundang Bintaos untuk diminta klarifikasi. Untuk memastikan alasan batu nisan ukuran besar itu dibangun dan tujuannya apa? Karena, dikhawatirkan membuat masyarakat resah,” ujarnya.

Tak hanya kali ini Bintaos membuat bangunan yang mengundang perhatian. Pada 2013 lalu, dia membuat patung raksasa yang disebutnya sebagai patung Srikandi. Lokasinya sama, di Desa Ganting Wetan, Kecamatan Maron. Namun, akhirnya patung setinggi 12 meter itu dirobohkannya sendiri setelah mengundang perhatian banyak pihak, katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, patung raksasa dengan jenis Srikandi yang berlokasi di desa Ganting wetan Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo, yang sempat menjadi isu dan perbincangan ang heboh khususnya untuk masyarakat dan MUI serta Pemkab Probolinggo, semua harus berakhir sampai di sini, pasalnya, patung tersebut 22/5 2013, oleh pemiliknya yakni Nur Slamet 37 atau kiyai Bintaos, sebutan masyarakat setempat seperti itu, sudah rela merobohkan patung itu, tanpa ada paksaan dari siapapun.

Patung yang bernama Srikandi dengan tinggi 12 meter itu tidak gampang untuk dirobohkan karna jenisnya raksasa. Untuk pembongkaran itu butuh banyak tenaga, sehingga butuh bantuan dari beberapa warga setempat,yang menggunakan alat biasa yang di ikat dengan tambang untuk merobohkan patung itu, karna mengingat proses pembongkaran itu butuh waktu yang cukup lama,sehingga masyarakat banyak yang berdatangan menyaksikannya.

Saat pembongkaran di mulai bintaos mengawasi jalannya prosesi tersebut, dari Nur slamet atau Bintaos memasang spanduk yang terbuka lebar, dengan bertuliskan, Selamat Jalan Patung Srikandi dibongkar oleh kiyai bintaos, bukan karna MUI , NU atau pemkab Probolinggo.

Hal itu adalah kemauannya dia sendiri, meskipun menghabiskan biaya yang cukup banyak yaitu sebesar enam puluh juta rupiah. Aktivitas pembongkaran tersebut sangat memikat perhatian masyarakat setempat,karna yang biasanya setiap harinya di datangi pengumjung, sudah tidak ada lagi.
Secara terpisah Nur Slamet atau bintaos, ditanya mengenai patung raksasanya yang menjadi polemic 5 tahu lalu itu mengatakan sebetulnya saya tidak mau membongkar sendiri, meskipun dari dulu ada permintaan untuk membonkar patung ini dari tangan saya sendiri, semua itu saya hiraukan, karna itu tidak mungkin, sebab patung ini adalah karya saya dan bagi saya adalah seni.

Berhubung saat itu adalah permintaan dari embah saya untuk segera di bongkar, ya,, saya menuruti permintaan dari embah saya itu, karna di samping itu sawah yang di tempati patung itu adalah pemberiannya. Saya adalah pecinta seni, akan tetapi di sisi lain saya juga menyayangi embah saya, jadi apapun yang terjadi terpaksa saya lakukan permintaanya, “tambahnya mengingat. (Wap)

http://harianbhirawa.com/2018/07/bak...nisan-raksasa/

Masa sama batu nisan seperti itu , takut banget. Imannya lemah sekali
image-url-apps
wajar aja di bobgjar
bentuknya serem emoticon-Busa:
ga ada urusan ya Ama nasbung
kalo bentuknya menarik n keren
ya dipajang ajah
lah bentuknya aja kayak gitu.sadis
image-url-apps
Quote:


Kalau bentuknya sesuai keinginanmu pasti lebih serem om emoticon-Betty
KASKUS Ads
image-url-apps
Padahal cuma batu lho... Sebenernya yang salah ini adalah persepsi mereka sendiri... Kenapa ga bisa melihat batu sebagai batu adanya... Begitu melihat batu yang berbentuk karakter selalu pikirannya negatif...
image-url-apps
Quote:


jangan memancing aqiqa utk bertindak emoticon-Mad:
*majang pic masudnya emoticon-Leh Uga
image-url-apps
kalo raksasa gitu... bisa melancap sambil liat patung dr jaug
image-url-apps
Quote:


Quote ini aja ah

image-url-apps
Batu Nisan Raksasa Disorot Bakorpakem, Ini Kata MUI Probolinggo

07/07/2018 - 12:17 | Views: 33.29k

Bakorpakem Kabupaten Probolinggo Soroti Batu Nisan Raksasa

Dua batu nisan raksasa dengan tinggi 10 meter yang menuai protes warga yang dibuat Nur Bintaos.(FOTO: Dicko W/TIMES Indonesia)



TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Patung raksasa dengan tinggi 10 meter yang dibangun menyerupai batu nisan oleh Nur Slamet (Bintaos) di Desa Ganting wetan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, kini tengah disorot Badan Koodinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) Kabupaten setempat.

Batu nisan yang tengah heboh dan menuai protes dari kalangan masyarakat setempat itu, dan wargapun meminta pemerintah harus turun tangan untuk membuyarkan patung batu nisan itu.

Bakorpakem Kabupaten Probolinggo Soroti Batu Nisan Raksasa

Bakorpakem Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, saat menggelar rapat koordinasi internal membahas batu nisan raksasa milik Bintaos.(FOTO: Dicko W/TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id))

“Beberapa hari lalu kami telah menggelar rapat koordinasi internal Bakorpakem, tak lain membahas soal Nur Slamet alias Bintaos (nama kondangnya), yang telah membuat patung batu nisan raksasa itu. Dan kedepan kami berencana akan mengundang Bintaos, agar menjelaskan apa maksud dan tujuannya itu,” kata M Yasin, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo, Sabtu (7/7/2018).

Yasin mengatakan, sejauh ini belum ada laporan langsung dari masyarakat terkait bangunan batu nisan berukuran besar itu. Namun, tokoh masyarakat sempat menyampaikan pada MUI untuk ditindaklanjuti.

“Kami MUI hanya melakukan antisipasi saja, yang informasinya jtelah meresahkan warga setempat di sekitar lokasi batu nisam raksasa itu. Dari informasi dan apa yang telah disampaikan oleh tokoh masyarakat, kami langsung merespon dan menggelar rakor internal Bakorpakem,” sebutnya.

Yasin mengungkapkan, rencananya pada 12 Juli 2018 nanti, Bakorpakem berencana mengundang yang bersangkutan (Bintaos) untuk dimintai klarifikasi, aga dia memastikan alasan dan tujuannya itu. Karena dikhawatirkan membuat masyarakat resah atas semua itu.

Perlu diketahui, pada 2013 lalu, Nur Bintaos pernah membuat sebuah patung dewi padi setinggi 12 meter di lahan yang sama. Kemudian oleh Pemkab setempat dibongkar karena juga menuai protes kala itu. Saat ini Bintaos mengulanginya kembali dengan membangun patung yang berbeda.

“Dari data yang kami terima, patung batu nisan raksasa itu berukuran besar dengan tinggi 10 meter, itu sudah diluar logika, apa sebenarnya tujuan membangun patung sebesar itu,” tutup Yasin, kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id).(*)

https://m.timesindonesia.co.id/read/...bolinggo/#!-_-
×