alexa-tracking

Orang Kantor Boleh Berbangga, Orang Usaha Boleh Berbahagia

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b3fa1a6d44f9f8e768b4567/orang-kantor-boleh-berbangga-orang-usaha-boleh-berbahagia
icon-hot-thread
Orang Kantor Boleh Berbangga, Orang Usaha Boleh Berbahagia
Orang Kantor Boleh Berbangga, Orang Usaha Boleh Berbahagia

[ HT# 346 ]
emoticon-I Love Kaskus

Siapa sih yang tidak ingin kerja di kantoran. Pakaian selalu rapih, bersih, klimis, gaji tetap, full ac, wangi, di lingkungan yang terjamin, keberadaannya tentu membuat setiap orang ingin bekerja di kantor. Orang kantoran boleh berbangga karena bekerja terjadwal dan terstruktur, tapi orang yang punya usaha sendiri lebih berbahagia, kok bisa?

Begini, sebenarnya ini adalah curcol pengalaman saya sendiri setelah sekitar 15 tahunan kerja kantoran tapi kini lebih memilih usaha sendiri, tapi untuk urusan yang berhubungan dengan kerjaan kantor akhirnya saya lebih memilih jadi freelancer sebagai profesi ke dua sambilan saya.

Orang Kantor Boleh Berbangga, Orang Usaha Boleh Berbahagia


Kantoran Vs Usahawan

Yup, awalnya saya juga sebagai seorang karyawan kantoran, dulunya saya sangat berbangga hati dan yakin dengan masa depan saya, tapi seiring perjalanan waktu dan tantangan yang saya hadapi di kantoran sepertinya tenaga, fikiran, waktu berharga ini habis di kantor-di tempat orang lain, kerja keras untuk orang lain, dan habis umur saya untuk mengukur jalan, bermacet-macet lara, ketemu keluarga udah gak semangat, stress, yang pada akhirnya orang rumah yang kena pelampiasan. Uff, kebahagiaan semu sepertinya.

Ketika usia mengabdi saya di kantoran menginjak sekitar 10 tahunan, dan pernah pengalaman berpindah dibeberapa jenis kantor dan karakter di dalamnya saya mulai berfikir, akankah saya harus seperti ini, terus bekerja dengan orang lain? dibawah telunjuk orang lain? dimana kebahagiaan hakiki yang harusnya saya dapatkan? Saya sangat menyadari ketika usia ini tidak lagi muda, ketika usia ini tidak lagi dianggap produktif oleh atasan maka cepat atau lambat saya akan di depak keluar! Hanya tinggal menunggu waktu saja. Sedihnya lagi seperti teman saya yang dikeluarkan tanpa ada penghargaan sama sekali, padahal dulunya dia cukup berprestasi di departemennya.

Dari situ saya mulai berfikir keras dan memutar otak, sebelum nasib saya seperti teman saya tadi maka pada akhirnya jalan keluar satu-satunya adalah saya harus menciptakan lapangan kerja sendiri. Sebuah pilihan tepat rupanya, disini saya benar-benar bisa menikmati hidup, tak diatur atasan, hidup sekarang bukan di bawah telunjuk orang lain lagi yang notabene bukanlah saudara dan terkadang sering meremehkan, belum lagi persaingan antar karyawan yang tidak sehat didepan mata membuat kepala ini jadi pening karena masih harus memikirkan detlen yang kadang tak masuk akal.

Senangnya punya usaha sendiri dan bisa mengatur pendapatan dan pencapaian target, itu semua saya sendirilah yang mengatur dan menentukannya, kerja di rumah, bisa ketemu keluarga, pergi-pulang sesuka saya, makan-senang-senang dimanapun dan kapanpun suka, meeting bisa dimana saja, ibadah lebih teratur dan lebih baik, liburan..ahh, kapanpun saya bisa...bukankah ini yang diimpikan setiap orang?


Karena awalnya saya adalah seorang pekerja kantoran tapi saya tidak melupakan dunia kerja yang kaku tersebut, yup, saya lebih memilih untuk menjadi seorang freelancer di kantor terakhir saya dan beruntung atasan tidak keberatan. Sebagai usahawan kini profesi saya semakin lengkap karena profesi sebagai freelancer tetap saya jalani untuk menambah pundi-pundi pemasukkan dikala usaha saya sepi, termasuk membuat tulisan di beberapa blog dan di forum tercinta ini, Kaskus sebagai penyalur hobi yang menghasilkan. Jadi keduanya bisa sama-sama berjalan dan melengkapi, iyes!


Enak kerja kantoran apa usaha sendiri?

Orang Kantor Boleh Berbangga, Orang Usaha Boleh Berbahagia

Kalau disuruh memilih enak mana bekerja di kantor atau usaha sendiri, maka seiring perjalanan waktu saya saat ini tentu saja saya memilih bekerja dengan usaha sendiri. Bukan cuma 'enak' tapi lebih dari itu, saya 'lebih bahagia', 'lebih bebas'. Yup, seperti yang saya jalani sekarang ini. Tapi jujur semua itu selalu ada tantangan dan resikonya, ada kurang dan lebihnya juga apalagi di awal membangun usaha, saya sendiri perlu tiga tahun bersabar agar usaha saya stabil dan mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Pernah saya alami sehari hanya ada pemasukan Rp 50.000 itupun kotor, mendapat uang palsu dikala usaha sepi, tapi saya tetap bersyukur dan berfikir positif dan atas buah kesabaran kini omset saya kini sehari minimal 1-2 juta, bisa dikatakan stabil, bahkan kalau sedang ramai sehari bisa mencapai 9-10 juta (maaf bukan untuk pamer tapi sekedar share dan inspirasi buat teman-teman disini).

Kalau bicara tantangan dan peluang menurut saya semua tergantung bagaimana jenis usaha kita, memenuhi kebutuhan pasar dengan melihat trend, fokus, dan tentukan dengan jelas target impian apa yang ingin dicapai. Itulah yang menimbulkan semangat saya untuk terus berkerja dan berkarya.

Kalau bicara arus kas usaha, harus benar-benar jelas dan terperinci serta bertanggung jawab. Laporan keuangan harian, bulanan dan akhir tahun lengkap tertulis dalam buku besar. Tahun-tahun awal keuntungan saya jadikan modal usaha lagi agar lebih lengkap dan menarik konsumen. Tips dari saya jika salah satu produk dagangan datang dari sales jika ada uang lebih lebih baik cash keras saja, selain harga lebih murah sales biasanya akan rajin menawarkan produk lainnya dan perlu diingat jadikan sales sebagai mitra usaha, ini akan membangun sebuah hubungan usaha yang kuat dimasa depan.



Kalau kita ngantor

Bekerja di kantor memang menyenangkan, hidup serasa teratur dengan gaji tetap dan pembukuan keuangan rumah tangga yang tidak terlalu rumit sampai dengan akhir bulan, kalau ada lebih ya, Alhamdulillah. Sayangnya keteraturan di dunia perkantoran membuat hidup saya seperti robot, datar, di zona nyaman yang semu. Lama-lama menjenuhkan. Yup, setinggi apapun prestasi, semewah apapun bangunan kantormu, dan seluas apapun pergaulan di kantor tetap kita berada di bawah 'perintah' atasan, dibawah telunjuk atasan! Padahal itu semua bukan milik kita, jadi apa yang harus dibanggakan? Bagi saya yang bekerja di bidang kreatif ini membuat hidup saya lama-kelamaan merasa jenuh, karya saya seraya sangat dibatasi, dan kaku.

Saya sangat menyadari mungkin tidak semua sependapat dengan pemikiran saya, dan saya amini. Ada yang memang hidupnya benar-benar nyaman dengan keteraturan yang ada, bangga menjadi karyawan tetap atau kontrak dan memang itu hak dan pilihan. Saya tidak bisa memaksa. Tapi penting untuk disadari dan diingat adalah sebaik dan senyaman apapun seorang karyawan punya masa 'ekspired' karena kompetisi di dunia kerja sangat kejam.


Bagaimana dengan usaha sendiri?

Orang Kantor Boleh Berbangga, Orang Usaha Boleh Berbahagia

Lalu bagaimana dengan dunia wirausaha sendiri? Saya sadar tulisan ini memang bersifat subyektif, ini berdasarkan pengalaman saya sendiri. Sebagai seorang 'mantan' karyawan yang taat pada atasan akhirnya saya mengambil keputusan besar, hijrah di dunia wirausaha.

Seperti diawal penjelasan diatas tadi awalnya saya sama sekali tak pernah membayangkan menjadi seorang wirausaha itu seperti apa. Dengan bermodalkan ilmu sekolah, kantor, dan ikut forum dan komunitas saya tidak lagi meraba-raba, usaha saya bentuk dan kemas sedemikian rupa sesuai dengan keinginan saya.

Dengan sombongnya saya pernah 'menolak' tawaran kerja sebagai PNS, padahal saya dulu pernah bekerja juga di sebuah instansi pendidikan dan ada peluang untuk diterima, dimana status saya jika masuk PNS saat itu rasanya sudah cukup lumayan, tapi apa mau dikata panggilan jiwa tidak mengarah kesana, dan akhirnya bisa ditebak, saya dengan bangga mendeklarasikan diri sebagai seorang wirausaha.

Dunia wirausaha sebetulnya tidak begitu beda dengan kerja kantoran. Hal yang paling membedakan dan paling terlihat adalah saya tidak lagi berada di gedung tinggi dan mewah, kerja tidak diatur orang lain, tapi semenjak saya menjadi wirausahawan hidup saya jadi lebih bebas untuk menentukan waktu kerja, saya sendiri yang menentukan arah usaha, dan menentukan seberapa besar keuntungan yang ingin saya capai, pilihan ada ditangan saya, usaha ini ada ditangan saya, dan saya sendirilah bos yang merangkap karyawan, otomatis gajipun jadi dobel, hehe. Besar atau kecil sebuah usaha tapi saya tetap berada dipucuk pimpinan, sayalah bosss bagi diri sendiri, iyes!

Ternyata memang inilah kehidupan yang saya idam-idamkan, hidup lebih fleksibel, bebas bergerak, dengan pakaian yang non formil membuat ide-ide kreatif saya justeru semakin tumbuh dan dinamis, tidak dikotak-kotakkan. Dan tanpa meninggalkan pekerjaan kantoran saya pun mengambil posisi sebagai freelancer.


Menjadi usahawan bukan juga tanpa resiko, kerja di kantor pun beresiko, tapi berwirausaha lebih bahagia karena saya yang mengontrol dan mengatur hidup saya sendiri, bukan orang lain.

Kalau kita ingin jadi usahawan ubahlah mindset kita dulu agar harus bisa sukses, perilaku, fikiran, pergaulan harus dalam lingkungan yang mendukung dan saling support. Jadilah usahawan yang cerdas, suka menambah teman baru, dan update teknologi. Saya sendiri menggunakan rumus piramida untuk membangun usaha saya agar kuat. Melebar dibawah yang artinya menjalin hubungan bisnis yang kuat untuk menuju hasil pada satu titik kesuksesan pada pucuk piramida.

Tapi jika seorang karyawan, saya melihat mereka menggunakan rumus terbalik, piramida yang menghadap terbalik, ini sangatlah rawan dan mudah goyah, tapi itulah kenyataannya, semoga disini maksud saya bisa dipahami.


Tulisan ini bukan untuk mengajak teman-teman untuk keluar dari dunia kerja kantoran, tapi ini sekedar 'curcol' saya berdasarkan pengalaman setelah pernah bekerja dan beralih untuk fokus mendirikan usaha. Bagaimana dengan anda, apa pengalaman hidup anda selama ini di dunia kerja?

"Orang kantor boleh berbangga dengan penampilan dan lingkungannya, tapi orang punya usaha sendiri paling bahagia dalam hidupnya." - iskrim

"Sebagai orang yang bertanggung jawab, saya harus menjadi seseorang yang berarti, sekecil, seperti dan menjadi apapun itu." - iskrim



Sebuah renungan sebelum saya menutup tulisan kali ini yang saya cuplik dari quote nya oom Bob Sadino:

"Orang pintar belajar keras untuk melamar pekerjaan. Orang goblok berjuang keras untuk sukses biar bisa bayar para pelamar kerja."


... dan oom Chandra Putra Negara:

“hidup anda sekarang ditentukan oleh masa lalu anda. hidup anda di masa depan ditentukan oleh anda sekarang!!“


Orang Kantor Boleh Berbangga, Orang Usaha Boleh Berbahagia

emoticon-Hai

BACAAN KEREN ISKRIM LAINNYA NIH, GAN

[ HT# 240 ]

Orang Kantor Boleh Berbangga, Orang Usaha Boleh Berbahagia

Lelah, Sebuah Berkah yang Jarang Kita Sadari
(Nikmati Selagi Bisa)


[ HT# 340 ]

Orang Kantor Boleh Berbangga, Orang Usaha Boleh Berbahagia

Menguji Kesetiaan Sebuah Hubungan, Sampai Kapan Setiamu?

Orang Kantor Boleh Berbangga, Orang Usaha Boleh Berbahagia

Orang Kantor Boleh Berbangga, Orang Usaha Boleh Berbahagia

guk

Orang Kantor Boleh Berbangga, Orang Usaha Boleh Berbahagia

MAMPIR GAN, DI STUDIONYA ISKRIM
Web Blog: iskrim.com
Web WP: dulandroid.com
FB: Facebook/iskrim
Instagram: iskrimkaskus
Line: Iskrimkaskus

█║▌│█│║▌║││█║▌│║▌║█║║▌║││█║▌││█
ISKRIM .com - BERITA JADI CERITA
Copyright © 2017 - 2018 www. iskrim. com | All Rights Reserved
Member of Thread Creator Gen. 1 - KASKUS


Orang Kantor Boleh Berbangga, Orang Usaha Boleh Berbahagia

sumur : iskrim. com | sotoshop : iskrim



KOMENTAR NTAPS KASKUSER Part 1

Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:




...

Orang Kantor Boleh Berbangga, Orang Usaha Boleh Berbahagia



for updated.

KOMENTAR NTAPS KASKUSER Part 2


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:




...

setuju sama ts..
ada +- nya masing2.. ngantor dpt duit perbulan, pengembangan karir bagus, tapi nguras tenaga, waktu, pikiran.
kalau mau usah sendiri lebih bebas bergerak, mengembangkan kreativitas, mengasah kemampuan tapi ya gada gaji tetap dan harus lebih kerja keras emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
kalau niat mau ngejar karir ya better ngantor, mumpung masih muda, tapi gak ada alasan untuk mulai membuka usaha sendiri emoticon-Peace
KASKUS Ads
image-url-apps
Quote:


Yoyoooi.. hidup itu pilihan y gan emoticon-Big Grin
image-url-apps
Aye seniman aja....

Orang Kantor Boleh Berbangga, Orang Usaha Boleh Berbahagia
image-url-apps
Quote:


Idealisme nya tinggi nih emoticon-Big Grin
image-url-apps
Quote:


seniman jalanan kayak di gambar gif itu aja emoticon-Leh Uga
image-url-apps
Hidup itu pilihan, pilihan itu Hidup, pilihan itu membingungkan, membingungkan itu sulit, berarti artinya hidup itu sulitemoticon-Bingung
image-url-apps
Quote:


Bebas lepas tanpa batasss.... endangyaaaah emoticon-Leh Uga
image-url-apps
Quote:

Artis surrealis ya gan?emoticon-Goyang
image-url-apps
Quote:

Sudah lepas landasemoticon-Leh Uga
image-url-apps
Karyawan/wirausaha bagus semua.Tergantung lebih siap yang mana emoticon-Big Grin
image-url-apps
Quote:


Quote:


wong gendheng wi bebas emoticon-Leh Uga
image-url-apps
bodo amat soalnya ane BOS emoticon-Goyang
image-url-apps
Quote:

Yoyooooi emoticon-Big Grin
Quote:

Kecil atau besar usaha..kitalah bossnya! emoticon-Leh Uga


Orang Kantor Boleh Berbangga, Orang Usaha Boleh Berbahagia
image-url-apps
Quote:


Siap tidak siap masa pakai karyawan ada masa ekspayetnya... maka renungkanlaaah emoticon-Big Grin
Quote:


betul sekali gan emoticon-Recommended Seller
image-url-apps
Quote:


Masalah hoki aja itu gan,yang wirausaha stuck ampe tua banyak.Bekas karyawan yang hepi di hari tua juga banyak gan.
Pada bae menurut ane emoticon-Peace


btw ane bukan karyawan emoticon-Ngakak
image-url-apps
tergantung nasibnya juga emoticon-Ngacir
image-url-apps
bawa happy aja
×