alexa-tracking

Pemburu Harta Kuburan Dikutuk Roh Tionghoa-Muslim

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b3f5f2f56e6afa6358b4567/pemburu-harta-kuburan-dikutuk-roh-tionghoa-muslim
Pemburu Harta Kuburan Dikutuk Roh Tionghoa-Muslim
BOGOR, NNC - Warga Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tepatnya di sekitar kuburan Tionghoa Kober, Desa Karangasem Barat, Kecamatan Citeureup, pada Sabtu (9/6/2018), dihebohkan dengan kejadian pembongkaran enam kuburan oleh orang tak dikenal. Diduga, para penggali kuburan tersebut ingin mencari harta karun.

Kejadian tersebut sangat menggelitik mengingat sebentar lagi Lebaran. Sementara malam itu, di Bogor juga turun hujan deras. Sebagian warga mengaitkan kejadian tersebut dengan hal mistis. Sementara lainnya, menduga murni sebagai tindak pencurian atau kriminal biasa.

BACA JUGA
Melacak Penyebab Kesurupan Massal Usai Piknik di Pelabuhan Ratu
Meninggal di Ruang Praktik, Arwahnya Mengamuk di Puskesmas Majalengka
Ratapan Arwah Calon Pengantin Korban Tsunami Krakatau 1883

Endom (65), seorang pengurus makam, kepada media massa (11/6/2018) mengatakan bahwa selama 12 tahun bekerja mengurus makam Tionghoa Kober, baru mengalami kejadian misterius seperti itu. Ia menduga, para penggali misterius tersebut ingin mencari harta karun.

"Saya enggak tahu pasti tujuannya apa. Mungkin ada orang mencari harta atau perhiasan, karena jaman dulu orang Cina kaya yang meninggal, dikuburnya sama barang kesayangan mereka. Makam yang dibongkar ini makam orang kaya," ungkap Endom.
Berbeda dengan pernyataan Endom, Abah Engkun (69), lebih dikenal sebagai seorang paranormal atau dukun di wilayah Bogor mengatakan, “Para penggali itu mengincar harta yang bisa dianggap menjadi jimat,”

Menurut Engkun, harta karun di dari kuburan Tionghoa atau kuburan Cina, atau sering disebut juga Bong, bisa dijual sebagai jimat. Bagi penggemar benda-benda keramat yang dipercaya menyimpan kekuatan gaib, harganya cukup mahal.
“Benda-benda kuno dari bahan perak, tembaga, atau emas, sangat diincar para kolektor benda keramat. Mereka menjadikan benda-benda itu sebagai penolak bala, pelancar dagang (pesugihan), pemikat hati wanita, dan lain-lain,” lanjutnya.

Engkun berharap agar penggalian kuburan tersebut diusut sampai tuntas karena jelas-jelas termasuk tindakan pencurian atau kriminal.
“Siapapun yang ingin mencari benda keramat, bukan dengan cara mencuri apalagi menggali kubur seperti itu. Itu maling namanya,” katanya.
Bagi Engkun, mengambil benda keramat seharusnya dilakukan dengan cara-cara gaib dan beradab. Ia harus menjalani sejumlah ritual, puasa, dan yang paling penting, meminta ijin kepada yang empunya atau yang memiliki.

Bila syarat itu dipenuhi dengan cara yang benar, konon, benda keramat itu akan diperoleh tanpa harus menggali-gali kuburan. Artinya, apabila seseorang ingin mengambil benda keramat di kuburan, ia harus datang baik-baik secara supranatural.
Ia harus permisi dan mengajukan permohonan kepada roh yang ada dalam kuburan itu. “Biasanya sambil membawa dupa, bunga, dan sesajen sesuai yang diminta oleh roh leluhur di kuburan itu,” jelas Engkun. Dengan cara itu, biasanya sang pemilik akan memberikan.

“Jadi, benda gaib itu diperoleh dari pemberian. Bukan mencuri. Kalau meminta dengan cara baik dan sopan, benda itu akan datang sendiri. Tiba-tiba, benda masuk kantong saku. Bisa juga diterima saat sang peminta kembali di rumah. Inilah yang namanya meminta secara supranatural”, kata Engkun.
Engkun berharap agar para penggali kuburan Tionghoa Kober mendapat ganjaran setimpal. Menurutnya, cara pencurian seperti itu, akan mendatangkan kesialan.

“Mas, coba renungkan sendiri. Kalau orang nggak sopan, dalam hal ini nggak sopan secara supranatural. Apa akibatnya?”
Engkun selanjutnya mengisahkan pengalamannya beberapa tahun silam. Ada seorang pasien berumur sekitar 60 tahun datang dari Banten, ke rumahnya. Ia menuju ke rumahnya secara khusus minta diobati setelah sekian lama menderita lumpuh.
Mulutnya tak bisa mengeluarkan suara. Mata, tangan kanan, dan bibirnya masih bisa bergerak. Tangan kanannya masih bisa menulis sepotong-sepotong. Bagian lainnya nyaris tak berfungsi.
Sekilas si pasien menderita sakit stoke. Namun, setelah diselidiki mulai dari riwayat penyakit dan kondisi fisiknya, siapapun akan terkesima.
“Percaya, tidak percaya, silakan. Orang itu kesurupan roh ganas, penunggu kuburan Cina di daerah Banten,” demikian diagnosa Engkun.
Ketika tangan pasien diminta menulis di secarik kertas, diagnosa Engkun benar-benar terbukti. Si pasien mengaku sebelum sakit, ia ikut bersama dua orang temannya menggali kuburan Cina kuno di daerah propinsi Banten tanpa permisi.
Kuburan itu sangat keramat. Roh penunggu kuburan itu juga sangat kuat. Maka tidak mengherankan tatkala marah, akibatnya sangat mengerikan. Lelaki yang ingin mencuri harta karun di kuburan itu dibuat lumpuh tak berdaya.
Menurut Engkun, kuburan kuno di Banten, ada hubungannya dengan seorang tokoh Tionghoa muslim di jaman Kesultanan Banten. Nama tokoh Cina itu adalah Dulamid, atau Dulamin, atau Abdul Hamid.
Abdul Hamid adalah teman Sultan Ageng Tirtayasa (1631–1695) dari Kesultanan Banten. Ia tinggal di daerah Beberan (kini menjadi Desa Beberan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten). Ia dikenal kaya raya.
Karena kekayaannya melimpah, munculah cerita lisan di masyarakat sekitar Banten bahwa saat Abdul Hamid meninggal, harta kekayaannya dibawa dan dikubur bersama. Sejak saat itu, muncul upaya melacak lokasi kuburannya. Lahirlah para pemburu harta kuburan Cina.
Salah satu dari para pemburu harta tersebut akhirnya kesurupan dan kini mengalami kelumpuhan. Menurut keterangan lelaki itu kepada Engkun, sepulang gali kuburan, suaminya panas tinggi, dan berteriak-teriak memaki dengan bahasa Cina.
Sempat beberapa saat normal dan bercerita bahwa sebenarnya ia gagal dan tidak memperoleh harta yang dicari. Suaminya juga mengaku kapok atas perbuatannya. Berikutnya ia kambuh lagi kejang-kejang dan kesurupan. Nampaknya, roh penunggu kuburan belum mau memaafkan.
Selang satu bulan, lelaki itu kemudian mengalami kelumpuhan. Sempat dibawa ke dokter dan sejumlah paranormal, namun masih gagal. Saat diobati oleh Engkun, lelaki itu membaik. Ia berhasil mengembalikan roh pengganggu dari tubuhnya.
“Roh pengganggunya sudah pergi. Tinggal memulihkan badan lelaki itu. Dua tahun tidak berfungsi, maka harus kembali lagi seperti bayi belajar jalan. Sekarang lelaki itu sudah bisa berjalan dengan kruk (tongkat atau alat bantu berjalan),” kata Engkun.

Sumber tentang Abdul Hamid:
Guillot, Claude. Banten, Sejarah dan Peradaban Abad X-XVII. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2008, hal 138-145

yg bisa mengutuk cm cokin uclim, yg kapir mah kagak....lagian sejak kapan cokin uclim dikubur pake peti dan pernak pernik nya emoticon-Busa
cokin poros mekah emoticon-Leh Uga
image-url-apps
Tenang.. sebentar lagih Mijon akan luruskan semua.. emoticon-Traveller
KASKUS Ads
Quote:


yg enih kah ? emoticon-Big Grin
Pemburu Harta Kuburan Dikutuk Roh Tionghoa-Muslim
image-url-apps
Berita seram emoticon-Takut
image-url-apps
tetangga rumah yg lama dulu ada yg make bekas peti yg diambil dr kuburan cina buat dijadiin pintu.
malemnya treak2 kesurupan
image-url-apps
Roh tionghoa-muslim itu jadi vampir atau pocong?
demikian lah seperti yang di riwayatkan oleh Kho Ping Hoo
image-url-apps
Quote:

Pocong bertaring? emoticon-Belo
image-url-apps
Quote:


Jadi vampir loncat2 tapi pake baju pocong
×