alexa-tracking

Kantong plastik jadi barang terlarang di Balikpapan

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b3f2db5d44f9f73288b4587/kantong-plastik-jadi-barang-terlarang-di-balikpapan
Kantong plastik jadi barang terlarang di Balikpapan
Kantong plastik jadi barang terlarang di Balikpapan
Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi (kanan), memantau pelaksanaan larangan pemakaian kantong plastik di super market Hypermart, Jumat (6/7/2018).
Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan resmi melarang penggunaan kantong plastik di seluruh pasar modern setempat. Larangan dalam bentuk peraturan wali kota ini bakal disosialisasikan selama 3 bulan.

“Peraturan wali kota soal aturan larangan penggunaan kantong plastik diterbitkan 3 April dan berlaku mulai 3 Juli 2018," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan, Suryanto, Jumat (6/7/2018).

Suryanto menjelaskan, pemkot sebenarnya sudah gencar berkampanye mengurangi kantong plastik pada masyarakat dalam dua tahun terakhir. Bahkan pemkot juga sempat menerbitkan peraturan wali kota soal larangan kantong plastik meski gagal berjalan pada masyarakat.

Namun, ketika itu, mulai Februari 2016, pemkot belum melarang total. Pemakaian kantong plastik masih diperkenankan, tapi masyarakat dikenai biaya Rp1.500 hingga Rp5.000. Ini juga merujuk pada surat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Aturan ini sulit diberlakukan mengingat aturan dari pusat hanya dikenakan biaya Rp200 per lembar. Retail sulit untuk memberlakukan di Balikpapan," keluh Suryanto.

Kini, Pemkot Balikpapan bertindak tegas melarang penggunaan kantong plastik di seluruh retail modern yang jumlahnya sebanyak 120 unit. Larangan kantong plastik di retail modern diyakini mampu menekan beban sampah sebanyak 30 ton hingga 40 ton per bulan.

“Kami asumsikan setiap retail di Balikpapan menghasilkan sampah plastik sebanyak 100 hingga 500 kilogram per bulan. Bila menghitung seluruh retail Balikpapan, sampah plastik diperkirakan sebanyak 30 hingga 40 ton per bulannya," ujar Suryanto.

Penerapan kebijakan ini sebenarnya sudah cukup menekan jumlah sampah (plastik) di Balikpapan yang per hari mencapai 550 ton. Beban sampah ini, lanjut Suryanto, didominasi sampah berbahan baku dari plastik.

Pemkot Balikpapan pun menggandeng segenap komunitas lingkungan untuk turut mengkampanyekan penggunaan kantong belanja ramah lingkungan. Sosialisasi oleh seluruh unsur masyarakat sangat membantu mempercepat kepedulian masyarakat pada lingkungan.

Suryanto mengatakan aturan ini bertujuan mengubah pola pikir masyarakat terhadap pentingnya lingkungan pada masa mendatang. Keberadaan kantong plastik hanya berdampak negatif terhadap kelangsungan hidup lingkungan.

Pemkot Balikpapan kini akan memantau larangan penggunaan kantong plastik di seluruh pasar modern setempat. Layanan retail yang kedapatan menyalahi aturan ini akan memperoleh teguran hingga ancaman pencabutan izin usaha di Balikpapan.

"Aturannya harus tegas dilaksanakan aparat Balikpapan. Untuk pasar tradisional masih kami rumuskan aturannya," imbuh Suryanto.

Pemkot Balikpapan memang serius soal pengurangan sampah di tempat pembuangan (TPA). Sekitar dua tahun lalu, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menyurati empat pasar modern besar guna mengurangi penggunaan kantong plastik.

Kala itu, ia mengklaim respon masyarakat cukup positif karena pengggunaan kantong plastik dibebani biaya tambahan sebesar Rp5.000 per lembar. "Kami secara resmi sudah meminta empat pasar modern swalayan Balikpapan agar tidak mempergunakan kantong plastik bagi pelanggan," ujarnya.

Agar hemat, Rizal bahkan mengimbau warga membawa kantong belanja mandiri acap kali ke pasar tradisional dan pasar modern. Masyarakat Balikpapan disebut harus mencontoh kebiasaan positif di luar negeri yang membiasakan diri memanfaatkan kantong berbahan organik.

Rizal optimistis kebijakannya yang baru ini mampu menekan volume sampah Balikpapan yang sudah cukup memprihatinkan. Setiap hari, truk sampah Balikpapan mengangkut sampah ke TPA Manggar yang berasal dari sampah pasar, perusahaan, dan rumah tangga.
Rentan penolakkan
Sementara ini, Dinas Perdagangan Balikpapan gencar mensosialisasikan pemberlakuan aturan ini ke seluruh pasar tradisional setempat. Pemda juga mencari solusi lantaran pedagang pasar tradisonal masih menolak larangan penggunaan kantong plastik.

“Kami akan melakukan pertemuan dengan sejumlah perwakilan pedagang Balikpapan,” kata Kepala Dinas Perdagangan, M Saufan.

Pemkot Balikpapan sudah menyiapkan kantong kertas untuk menggantikan kantong plastik bagi pedagang tradisional. Penggunaan kantong kertas menjadi solusi cerdas karena bahan bakunya bisa didaur ulang.

Meski begitu, Saufan memastikan penerapan aturan diberlakukan menunggu kesepakatan pedagang di Balikpapan. Pertemuan di antara kedua pihak mempercepat kesepakatan pemberlakuan peraturan wali kota soal larangan.

"Sudah kita bayangkan dan antisipasi akan ada pertentangan di kebijakan larangan menggunakan kantong plastik itu, tapi kita jalan terus,” tegas Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Kalimantan, Tri Bangun Laksono.

Ia menyatakan pemerintah daerah harus bertindak menekan angka pertumbuhan penggunaan kantong plastik dalam masyarakat. Ia mencatat, setidaknya terdapat 30 ton sampah plastik per hari yang diangkut ke TPA Manggar.

"Itu baru kantong plastik dari ritel modern, belum dari pasar-pasar tradisional. Sehingga sosialisasi, tidak bisa tidak, harus terus digencarkan," ujarnya.

Salah satu BUMN, PLN, turut membantu sosialisasi larangan ini dengan membagikan ratusan tas belanja non plastik secara gratis ke sejumlah pasar modern di Balikpapan. Warga antusias menerima pembagian kantong belanja yang diserahkan Rizal Effendi, Kepala P3E Kalimantan Tri Bangun Laksono, dan pejabat PLN Kalimantan Timur – Utara.

"Manfaatnya seperti mencegah terjadinya banjir yang biasanya disebabkan oleh sumbatan saluran air oleh sampah plastik," kata Deputi Manager Hukum dan Humas PLN, Wijayanto Nugroho.

Lantaran itu, PLN sudah menyiapkan 1.000 kantong belanja nonplastik yang rencananya dibagi ke sejumlah kota/kabupaten di Kaltim. Wijayanto berharap semangat penyelamatan lingkungan ini juga mampu dimiliki masyarakat lain di luar kota Balikpapan.

"Kami akan bagikan kembali seribu kantong nonplastik kepada warga di kota-kota lain seperti Samarinda dan Bontang," lanjutnya.

Sementara di Balikpapan, ada satu toko yang sudah lama memberlakukan pemakaian kantong kertas untuk keperluan belanja. Salah satunya adalah Grosir Ujung Padang di Karang Rejo, Balikpapan, sejak 20 tahun silam,

"Hanya barang barang belanja kecil yang masih mempergunakan kantong plastik ukuran kecil," tutur salah seorang pelayan.
Kantong plastik jadi barang terlarang di Balikpapan


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...-di-balikpapan

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Kantong plastik jadi barang terlarang di Balikpapan NJOP naik, harga tanah Jakarta semakin melejit

- Kantong plastik jadi barang terlarang di Balikpapan Masalah lingkungan tak jadi penentu divestasi Freeport

- Kantong plastik jadi barang terlarang di Balikpapan Nasib pencalonan mantan koruptor di tangan MA