alexa-tracking

NJOP naik, harga tanah Jakarta semakin melejit

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b3f23e414088df67b8b4576/njop-naik-harga-tanah-jakarta-semakin-melejit
NJOP naik, harga tanah Jakarta semakin melejit
NJOP naik, harga tanah Jakarta semakin melejit
Pekerja menyelesaikan pembangunan trotoar di Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (4/7).
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menaikkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di sejumlah wilayah di Jakarta hingga 19,54 persen. Kenaikan NJOP tersebut berpotensi mengerek tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Kenaikan NJOP Jakarta yang berlaku dari Januari 2018 sudah tertera dalam Peraturan Gubernur (Pergub) yang di tetapkan pada 29 Maret 2018 oleh Gubernur DKI Anies Baswedan dan diundangkan oleh Saefullah selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta pada 4 April 2018.

Kepala Humas Badan Pajak dan Retribusi DKI Jakarta Hayatina mengatakan kenaikan NJOP tersebut berdasarkan pertimbangan atas peningkatan pembangunan di sejumlah wilayah yang cukup signifikan.

Ia mencontohkan, daerah-daerah yang bersinggungan dengan proyek Mass Rapid Transit (MRT) secara otomatis akan mengalami peningkatan nilai, sehingga mengerek harga pasar properti di wilayah tersebut.

"Di beberapa wilayah ada penyesuaian NJOP karena memang terjadi pembangunan infrastruktur yang cukup pesat di sana," ujar Hayatina saat dikonfirmasi oleh Beritagar.id, Jumat (6/7/2018).
Display only on mobile var divElement = document.getElementById('viz1530860085038'); var vizElement = divElement.getElementsByTagName('object')[0]; vizElement.style.width='350px';vizElement.style.height='487px'; var scriptElement = document.createElement('script'); scriptElement.src = 'https://public.tableau.com/javascripts/api/viz_v1.js'; vizElement.parentNode.insertBefore(scriptElement, vizElement); var divElement = document.getElementById('viz1530860192875'); var vizElement = divElement.getElementsByTagName('object')[0]; vizElement.style.width='650px';vizElement.style.height='587px'; var scriptElement = document.createElement('script'); scriptElement.src = 'https://public.tableau.com/javascripts/api/viz_v1.js'; vizElement.parentNode.insertBefore(scriptElement, vizElement);
Berdasarkan Pergub terbaru, wilayah Jenderal Sudirman mengalami kenaikan NJOP paling tinggi dari seluruh wilayah yang mengalami penyesuaian. Nilai tanah di kawasan tersebut kini mencapai Rp93.963.000 per meter persegi.

Sementara untuk Jakarta Pusat, NJOP di jalan protokol Jenderal Gatot Subroto kini mencapai Rp47.923.000. Di Jakarta Barat, Jalan Pinangsia Raya mengalami kenaikan paling tinggi sehingga nilainya mencapai Rp29.375.000.

Kemudian di Jakarta Selatan NJOP tertinggi ada di Jalan P Lebak Lestari dengan nilai Rp23.623.000, sementara di Jakarta Timur NJOP tertinggi ada di Jalan Pulo Letut dan Jalan Rawa Terate I dengan nilai Rp7.455.000.

Sedangkan di Jakarta Utara NJOP tertinggi ada di Jalan Garden Gardenia dan Gold Coast Avenue yang kini mencapai angka Rp18.375.000.

Di Kepulauan Seribu, NJOP tertinggi ada di Jalan Pulau Putri Timur yaitu sebesar Rp8.145.000.

Dalam beleid Pergub tersebut, untuk Zona Nilai Tanah (ZNT) dan NJOP PBB-P2 pada tahun pajak berjalan dapat ditambahkan dan diubah, dengan ketentuan adanya pendaftaran objek dan subjek pajak, adanya hasil pendataan, serta pemutakhiran objek dan subjek PBB-P2.

Penambahan dan perubahan Kode ZNT dan NJOP PBB-P2 untuk Objek PBB-P2 berupa Bumi dengan luas lebih dari 10.000 (sepuluh ribu) meter persegi, ditetapkan melalui Peraturan Gubernur.

Dan untuk luas sampai dengan 10.000 (sepuluh ribu) meter persegi, ditetapkan melalui Keputusan Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD).
Harga properti semakin mahal
Menurut Tulus Abadi Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), kenaikan NJOP jelas memberatkan konsumen yang ingin membeli properti, sebab pengembang pasti akan menaikkan harga jual.

Hal ini bisa membuat konsumen semakin kehilangan daya beli akibat tingginya harga. Apalagi, ia menilai, kondisi ekonomi tengah dihadapkan oleh depresiasi nilai tukar rupiah, kenaikan suku bunga dan perang dagang.

“Saya berpendapat, jika NJOP ini dijadikan sebagai dasar untuk mengerek pendapatan asli daerah (PAD). Tapi Pemprov juga harus jelas memberikan parameter kenaikannya itu seperti apa. Naik hinga 19,54 persen itu dari mana dasarnya?” kata Tulus kepada Beritagar.id, Jumat (6/7).

Pengamat properti dari Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghada mengatakan kebijakan baru Pemprov DKI Jakarta ini akan sangat memukul bisnis di sektor properti khususnya di ibukota.

Ali menilai aturan yang ditandatangani oleh Anies Baswedan tersebut keluar pada saat yang tidak tepat. Ia merekomendasikan aturan tersebut seharusnya dikeluarkan tahun depan atau setelah tahun politik berlalu.

"Kita tidak mempermasalahkan kalau NJOP naik, namun masalahnya tidak tahun ini. Sekarang kondisi pasar properti lagi lesu, pasar secondary juga masih lesu, belum lagi Bank Indonesia naikkan suku bunga. Artinya daya beli masyarakat bisa semakin turun," ujar Ali kepada Beritagar.id, Jumat (6/7).

Berdasarkan data IPW, pertumbuhan pasar sekunder sempat melambat secara kuartalan. Per kuartal I 2018, pertumbuhan pasar sekunder mencapai 1,6 persen, melambat dari kuartal sebelumnya yang mencapai 3 persen.

"Penurunan ini saya khawatir akan terus berlanjut, bahkan bisa stuck," ujar Ali.

Ali mempertanyakan apa yang menjadi dasar Pemprov DKI Jakarta menaikkan NJOP tersebut.

Okupansi perkantoran di Jakarta sampai akhir tahun 2018 diperkirakan masih akan mengalami penurunan sekitar 3 persen hingga 4 persen. Walaupun di separuh pertama tahun ini permintaan sewa masih mengalami peningkatan.

Dengan kenaikan NJOP, diperkirakan harga sewa rumah maupun kantor di Jakarta tidak akan turun meski okupansi melemah.

Akan tetapi Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Santoso, dalam CNBC Indonesia, menjamin kenaikan NJOP hanya berlaku di zona-zona tertentu dan tidak semua penduduk Jakarta merasakan dampaknya.

Ia memaparkan, berdasarkan Pergub 259/2015, PBB dengan NJOP di bawah Rp 1 miliar dibebaskan dari pungutan pajak, alias gratis. Selain itu, sesuai Pergub 211/2012, wajib pajak dapat mengajukan permohonan atas pengurangan atas objek yang ditinggali menjadi beberapa bagian.
NJOP naik, harga tanah Jakarta semakin melejit


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...emakin-melejit

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- NJOP naik, harga tanah Jakarta semakin melejit Masalah lingkungan tak jadi penentu divestasi Freeport

- NJOP naik, harga tanah Jakarta semakin melejit Nasib pencalonan mantan koruptor di tangan MA

- NJOP naik, harga tanah Jakarta semakin melejit Korban balita dan identitas palsu bom Pasuruan

image-url-apps
anggap aja jizyah....setelah dinaikkan 240% ama ahok skrg dinaikkan lagi, bener2 gabener idaman umat emoticon-Angel
×