alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / IDNTimes /
Kalah Menyakitkan, Fans Jepang Pulang dengan Respect dari Dunia
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b3eeba9dad770f36e8b4568/kalah-menyakitkan-fans-jepang-pulang-dengan-respect-dari-dunia

Kalah Menyakitkan, Fans Jepang Pulang dengan Respect dari Dunia

Kalah Menyakitkan, Fans Jepang Pulang dengan Respect dari Dunia

Secara dramatis timnas Jepang harus kalah dari Belgia dengan skor 3-2 di fase knock out Piala Dunia 2018 pada Senin malam (02/07/2018). Padahal tim Samurai Biru mampu unggul 2-0 sebelumnya, namun di 20 menit terakhir Eden Hazard dkk mampu membalikan keadaan menjadi 3-2 melalui gol Jan Verthongen (69'), Marouane Fellaini (74') dan gol Nacher Chadli (90+4)

Hasil ini tentunya sangat menyakitkan bagi suporter Jepang, saat impian untuk lolos pertama kalinya ke perempat final Piala Dunia harus buyar di ujung laga. Namun meskipun begitu, sebuah aksi mengagumkan mampu ditunjukan oleh mereka.

Tanpa komando, mereka pun membersihkan sampah secara sukarela di Rostov Arena setelah pertandingan usai meskipun dalam keadaan bersedih.


1. Sebuah nilai yang makin memperindah sepak bola
Kalah Menyakitkan, Fans Jepang Pulang dengan Respect dari Dunia
Jepang memang merupakan negara yang dikenal dengan budaya dan kebersihannya yang sangat tinggi. Nilai itu tak hanya mereka terapkan di negaranya sendiri, tetapi juga selalu dibawa kemana pun mereka berada, termasuk di Piala Dunia 2018.

Aksi bersih-bersih setelah laga usai ini sendiri bukanlah yang pertama kalinya mereka lakukan. Di laga fase grup pun, para suporter Jepang ini sudah melakukannya,termasuk di Piala Dunia 2014. Hebatnya, aksi ini mampu menjadi inspirasi bagi suporter negara lainnya.

Pada laga saat melawan Kolombia dan Senegal, bahkan aksi suporter Samurai Biru ini langsung diikuti oleh para suporter lawan. Mereka secara bersama-sama membersihkan stadion dari sampah yang berceceran.

Tak hanya suporter, para pemain timnas Samurai Biru pun tak kalah hebat. Mereka juga meninggalkan ruang ganti terakhir mereka dengan sangat bersih tanpa sampah sedikit pun.

Hal ini tentunya menjadi sebuah gambaran yang mampu menambahkan keindahan sepak bola. Tak hanya tentang fairplay, namun juga tentang membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik lagi.


2. Bisakah menjadi tren baru yang menular ke seluruh dunia?
Kalah Menyakitkan, Fans Jepang Pulang dengan Respect dari Dunia
Perilaku fans timnas Jepang yang tetap membersihkan stadion meskipun timnya kalah dengan sangat dramatis 3-2 dari Belgia, memanglah patut diacungi jempol. Luar biasanya, hal ini pun tampaknya menjadi sebuah tren bagi suporter di seluruh dunia.

Setelah Kolombia dan Senegal, suporter Arab Saudi dan Uruguay pun ikut serta melakukan aksi yang sama saat kedua tim berhadapan di fase grup. Hal ini tentunya diharapakan akan menjadi sebuah tren positif yang terus berlangsung di Piala Dunia 2018 ini. Apalagi di tengah isu kurang menyenangkan dengan adanya kasus pelecehan seksual di Rusia ini.

FIFA sebagai otoritas sepak bola tertinggi dunia tentunya harus melihat hal ini sebagai aksi yang bisa mereka masukan dalam budaya sepak bola dunia. Apalagi mereka juga sedang gencar-gencarnya mengkampanyekan sepak bola sebagai instrumen yang mampu merubah kehidupan dan menyentuh isu-isu sosial.

Kalah Menyakitkan, Fans Jepang Pulang dengan Respect dari Dunia

3. Inspirasi untuk sepak bola Indonesia
Kalah Menyakitkan, Fans Jepang Pulang dengan Respect dari Dunia
Sepak bola merupakan olah raga yang sangat populer di Indonesia. Setiap klub bahkan memiliki fans base yang sangat besar. Bonek, Viking, The Jack Mania, Semeton Dewata, Macz Man dan Aremania menjadi salah satu suporter terbesar di Indonesia.

Loyalitas terhadap klub yang mereka dukung dan persahabatan mereka dengan suporter lainnya merupakan sebuah nilai positif di tengah berbagai permasalahan sepak bola tanah air, termasuk soal kerusuhan dan kualitas stadion. Tribun penonton di Liga Indonesia kini tak hanya lagi diisi oleh superter loyalis tetapi juga sudah mulai diisi oleh suporter wanita dan anak-anak beserta keluarga.

Tentunya hal ini sebuah kabar yang menggembirakan bagi sepak bola tanah air. Namun masih ada satu hal yang perlu juga diperhatikan, yaitu kebiasaan meninggalkan stadion dengan sampah yang berserakan.

Aksi suporter Jepang di Piala Dunia 2018 tentunya bisa menjadi contoh untuk diterapkan dalam sepak bola Indonesia. Hal ini merupakan hal yang sangat mungkin, terbukti saat timnas Indonesia U-23 bermain di Sea Games 2017. Setelah timnas mengalahkan Kamboja dengan skor 2-0, para suporter dengan sukarela membersihkan tribun mereka dengan memunguti sampah.

Yang terbaru adalah aksi fans Bali United di Liga Indonesia, bahkan mereka telah memulainya sebelum Piala Dunia 2018 berlangsung. Hal ini menjadi budaya baru yang layak di apresiasi dan diikuti suporter lainnya di seluruh Indonesia.

Bagi mereka langkah tersebut merupakan suatu langkah kecil menuju sebuah perubahan besar di sepak bola Indonesia.

Quote:
So, mari kita mulai hari ini, sehingga saat Indonesia bisa bermain di Piala Dunia nantinya, kita bisa menjadi suporter yang fairplay dan berbudaya.


Sumber : https://www.idntimes.comsport/soccer...mpaign=network

---

Baca Juga :

- Kalah Menyakitkan, Fans Jepang Pulang dengan Respect dari Dunia Mengintip Eksotisme Kazan Kota Tertua di Rusia yang Unik Mempesona

- Kalah Menyakitkan, Fans Jepang Pulang dengan Respect dari Dunia Maroko Aljazair Tunisia Mengajukan Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2030

- Kalah Menyakitkan, Fans Jepang Pulang dengan Respect dari Dunia Meriah 7 Festival Terbaik di Rusia yang Sayang Jika Kamu Lewatkan

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Kalah Menyakitkan, Fans Jepang Pulang dengan Respect dari Dunia


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di