alexa-tracking

Ternyata Masih Banyak yang Belum Tahu Kalau Kita Bergerak Jutaan Kilometer per Jam

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b3ed18212e257830c8b4573/ternyata-masih-banyak-yang-belum-tahu-kalau-kita-bergerak-jutaan-kilometer-per-jam
icon-hot-thread
Ternyata Masih Banyak yang Belum Tahu Kalau Kita Bergerak Jutaan Kilometer per Jam
Sejauh ini, belum ada teknologi yang bisa menciptakan kendaraan dengan kecepatan jutaan kilometer per jam. Meskipun para ilmuwan sangat yakin kalau suatu saat nanti hal tersebut bisa menjadi mungkin. Bagaimana menurut agan, mungkinkah? Kita memang bebas menentukan yakin atau tidak yakin atas hal tersebut. Namun, alangkah baiknya jika pernyataan kita dibarengi dengan penjelasan yang teoritikal. Yang mana, belum ada teori tertentu yang mendukung keyakinan para ilmuwan bahwa suatu saat nanti kita bisa menciptakan kendaraan dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya (299.792,458 km/detik). Dan pembuatan teknologi kendaraan seperti ini masih dalam tanda tanya besar bagi para ilmuwan.

Lebih tepatnya, satu tahun cahaya setara dengan 9.500.000.000.000 kilometer. Jika suatu kendaraan bisa terbang dengan kecepatan melebihi kecepatan cahaya, maka akan semakin mungkin untuk menelusuri tata surya kita dalam waktu yang sangat singkat, berkunjung ke tata bintang lain, atau bahkan ke galaksi lain.
emoticon-Hammer2

Quote:


Nah, thread kali ini untuk menanggapi komentar beberapa kaskuser di thread ane sebelumnya mengenai hal-hal menarik di alam semesta. Ada beberapa kaskuser yang tidak percaya kalau kita bergerak mengikuti pergerakan bumi mengelilingi matahari + matahari menglilingi pusat Bima Sakti (black hole bernama Sagittarius A*) + pergerakan Bima Sakti atau Milky Way menerobos jagad raya + pergerakan arah galaksi Bima Sakti kita yang akan bertabrakan dengan galaksi Andromeda.

Jika semuanya di jumlah dalam bilangan, kita bergerak konstan mengikuti pergerakan benda-benda jagad raya ini sekitar 2.100.000 km/jam. Namun, yang membuat banyak orang tidak percaya adalah; apakah mungkin kita bisa bertahan dengan kecepatan tersebut, sedangkan 3 G-force saja bisa berdampak buruk bagi kesehatan, seperti yang di bahas di thread agan @banuasehat ti thread-nya, sekilas di bawah ini.


Spoiler for Dampak Kecepatan pada Tubuh:


Dampak Kecepatan Cahaya pada Tubuh

Hal yang berkaitan dengan dampak kecepatan pergerakan kita menerobos alam semesta juga dikomentari oleh beberapa kaskuser di thread ane tentang mengenai alam semesta sebelumnya. Banyak juga mereka yang mengatakan bawa tidak mungkin kita sedang bergerak sangat cepat melebihi kecepatan benda tercepat yang ada di muka bumi ini. Karena jika demikian, mereka meranggapan bahwa kita pasti sudah terpental dan bangunan-bangunan dan pohon-pohon pencakar langit juga akan lepas dari pondasinya. Ada juga yang kira-kira berkomentar bahwa dengan "kecepatan bumi yang mengikuti pengaruh gravitasi Matahari dan Matahari terhadap Sagittarius A*" maka suatu benda yang melewati atmosfer seharusnya menjauh 350km/ detik dari bumi.


Spoiler for Komentar agan vincentlgunawan:


Spoiler for Komentar agan r.i.m.:


Spoiler for Komentar agan lalisapaprika:



Untuk menambahi, yang pasti, jika kita bergerak menggunakan kendaraan atau benda apapun dengan kecepatan cahaya tanpa perlindungan anti G-force, maka sudah barang tentu kita tidak bakalan bertahan hidup. Anti G-force alami yang ada di Bumi kita ini yaitu atmosfer yang juga ikut bergerak mengikuti "pergerakan dan gravitasi" bumi sehingga menstabilkan situasi dan kondisi tubuh kita di atas permukaan bumi. Sedangkan benda-benda langit yang ada di galaksi Bima Sakti kita, kestabilan situasi (posisi) dan kondisi nya terhadap Bima Sakti yang juga menerobos alam semesta, secara konstan juga mengikuti arah pergerakan dan gravitasi benda-benda yang ada di sekitarnya dan terutama terhadap black hole kita, Sagittarius A*.

Kira-kira seperti itulah menjelaskan secara logika kenapa kita dan benda-benda langit lain yang terletak pada galaksi Bima Sakti tetap stabil pada posisinya walaupun arah pergerakannya mengikuti oleh benda-benda langit lain yang gravitasinya lebih kuat dan bergerak sangat cepat.

Dan sebagai tambahan, ada komentar-komentar kaskuser di thread ane sebelumnya bikin ngakak;


Spoiler for Komentar agan AnggaArthaPutra:


Spoiler for Komentar agan bayuxf:


Spoiler for Komentar agan ik54n54:


Spoiler for Komentar agan akunoobkak:


Spoiler for Komentar agan fro.gprince:


Spoiler for Komentar agan salrots:


Spoiler for Komentar agan SawalHisoka:


Spoiler for Komentar agan vulanen2:


Spoiler for Komentar agan zelfrizk:


Spoiler for Komentar agan okkydookky:


Terimakasih sudah berkomentar yah gan, mayan gan buat hiburan. emoticon-Ngakak emoticon-Wakaka emoticon-Leh Uga


Demikianlah pembahasan kali ini agan dan sista yang budiman, semoga bermanfaat.
emoticon-Jempol

Tulisan ini adalah karya pemikiran TS sendiri ditambah beberapa referensi yang mendukung.


Referensi:
Spoiler for Sumber Referensi:

kalau kecepatannya udah "stabil" sih gak akan merasakan, lain hal nya kalau dari diam trus gerak langsung kencang emoticon-Cool
Quote:

Kalau kecepatan melambat dan ngebut tiba-tiba kayak mobil ngerem dan ngegas juga terasa gan. emoticon-Jempol
KASKUS Ads
image-url-apps
gak terasa sih
Quote:

Emang ga kerasa gan, karna uda ada anti G-force alami. emoticon-Jempol
Menurut Galileo, Hukum Fisika yang bekerja pada objek yang bergerak dengan kecepatan konstan 100% tidak berbeda (sama/persis/identik/idem) dengan Hukum Fisika pada objek yang diam, tanpa kecuali.

Buktinya adalah ketika kita naik pesawat.

Mungkin jika kita diam-diam dimasukkan ke dalam pesawat saat kita tidur, dan setelah itu pesawat diterbangkan, jika seluruh jendela ditutup tirai, kita tak akan sadar bahwa kita sedang terbang dengan kecepatan 900+ km/jam di angkasa (selama tdak ada guncangan dari angin di luar pesawat) dan kita mungkin mengira kita sedang berada di dalam pesawat yang masih sedang parkir di bandara.

Karena bumi bergerak cenderung konstan (tidak mengalami akselerasi atau deselerasi), maka apa yang kita rasakan sama 100% seperti ketika kita diam.

image-url-apps
Kayak hukum Newton pertama gak sih? Ato kedua? Lupa dah
emoticon-Hammer2
image-url-apps
masukan dikit... setau ane tubuh manusia gak ada efek negatif kalo dari kecepatan. adanya dari "percepatan"
Quote:

Itu salah satu contoh kasus nya gan. Lebih jelasnya ada di hukum Newto 1, 2, dan 3.
Quote:

Yah semua hukum Newton ada kaitannya gan dengan gimana kita bisa stabil ga roboh dengan mengikuti pergerakan bumi jutaan km per jam.
Quote:

Faktanya masih banyak juga orang yang belum tau bedain kecepatan dengan percepatan gan. emoticon-Leh Uga
image-url-apps
hmmmm minyak
ya tanpa ilmu Fisika yg tinggi pun, ane rasa ini masih bisa dinalar. kan ada perbedaan ukuran signifikan antara manusia dan planet bumi. sama seperti ketika kita jalan atau lari-larian di dlm kereta yg melaju kencang. bahkan kalo kita main bola bekel di lantai kereta. ketika kita lempar bola bekel itu ke atas, dia tidak terlempar ke belakang kan? begitu juga dengan lalat yg terbang di dlm mobil yg melaju kencang. kenapa lalat tsb bisa terbang kesana kemari seolah-olah mobilnya diam dan tidak terlempar ke kaca belakang mobil? jadi apa mau manusia harapkan dari kecepatan rotasi dan revolusi bumi dan galaksi bima sakti?

mungkin pada ketinggian tertentu dari objek yg bergerak, baru terasa pengaruh gerakannya. misal ketika roket pembawa satelit diluncurkan, maka pada ketinggian tertentu akan terasa gaya ke arah timur akibat rotasi bumi (sehingga wajar kalau badan antariksa meluncurkan roket ke arah timur supaya dapat percepatan dari rotasi bumi).
Quote:

emoticon-Jempol
Quote:


Singkatnya hukum Newton dah gan biar ga kepanjangan kle. emoticon-Leh Uga
Mahyong, kaga pusing tuh pala kecepatan 2,1 juta kilometer per jam gan? emoticon-Hammer2
Quote:


sotoy bet dah
image-url-apps
Mungkin karna kita ada di dalam 'kendaraan' yang namanya bumi yang geraknya jg konstan ya gan. 2,1 juta km/jam jadi gak terasa, melambat atau lebih cepet sedikit aja pasti berabe seluruh dunia.

Kayak naik pesawat. Kalo udah terbang + kecepatan stabil kita gak terasa walaupun itu ratusan km/jam
Quote:


Nah, itu tuh gan yang dinamakan hukum Newton,, emoticon-Wakaka
image-url-apps
Quote:


Mantab. Thanks info nya gan
Quote:


Yoyoi emoticon-Jempol
Quote:


Yoi, itu sebabnya kecepatan itu besaran relatif.

A bergerak ke kanan dgn kecepatan 100.000 km/jam menjauhi B yang diam, sama artinya dengan B bergerak ke kiri kecepatan 100.000 km/jam menjauhi A yang diam. Tanpa kecuali, tanpa tapi.


Kalau misal si A mengalami pusing karena pergerakan sedangkan si B tidak pusing, tentu kecepatan bukan relatif lagi dong. Bisa ditentukan secara absolut bahwa si A yang bergerak, dan si B diam.

Tapi si A dan si B sama-sama merasakan hal yang sama, tidak ada bedanya. Yang dirasakan objek yang bergerak dengan kecepatan konstan sama dengan yang dirasakan objek yang sedang diam. Jadi tidak bisa ditentukan secara absolut mana objek yang sedang bergerak dan mana objek yang sedang diam.




Hal ini mungkin tidak sesuai dengan pengalaman dan intuisi beberapa dari kita sehari2. Di permukaan bumi yang terbuka, objek yang bergerak dengan kecepatan 1000 km/jam mungkin mengalami hembusan angin kencang. Jadi kita biasa menganggap objek yang bergerak relatif terhadap permukaan bumi, adalah objek yang sedang bergerak karena menerima hembusan angin, sedangkan objek yang diam relatif terhadap permukaan bumi, adalah objek yang sedang diam karena tidak menerima hembusan angin.

Tapi di dalam pesawat yang udaranya sama-sama bergerak dengan kecepatan yang sama dengan pesawat, kita menyadari bahwa tidak ada perbedaan rasa ketika duduk di dalam pesawat yang sedang bergerak dengan kecepatan 900 km/jam relatif terhadap permukaan bumi, dengan rasa ketika duduk2 di rumah yang diam relatif terhadap permukaan bumi.
image-url-apps
Kan tubuh manusia cuma bisa merasakan percepatan bukan kecepatan