alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kasus BLBI, Kwik Kian Gie: Keputusan Megawati Berakibat Fatal
4 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b3ececdc2cb17596d8b4568/kasus-blbi-kwik-kian-gie-keputusan-megawati-berakibat-fatal

Kasus BLBI, Kwik Kian Gie: Keputusan Megawati Berakibat Fatal



TEMPO.CO, Jakarta - Kwik Kian Gie menyinggung nama Megawati Sukarnoputri dalam sidang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia atau kasus BLBI. Mantan Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) ini mengatakan Instruksi Presiden (Inpres) nomor 8 Tahun 2002 yang diteken Megawati ketika menjadi presiden berakibat fatal.

Inpres ini, kata Kwik, menjadi dasar terbitnya Surat Keterangan Lunas (SKL).  “SKL sangat berbahaya dan akan menimbulkan persoalan di kemudian hari. Akan mengakibatkan kerugian negara yang sangat besar,"
kata Kwik Kian Gie saat bersaksi dalam sidang perkara korupsi BLBI di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 5 Juli 2018. Kwik bersaksi untuk terdakwa eks Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung.

Baca: Syafruddin Arsyad Temenggung Persoalkan Peran BI dalam Kasus BLBI.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Syafruddin telah merugikan negara Rp 4,58 triliun lewat penerbitan SKL. KPK menganggap surat lunas ini menguntungkan pemegang saham pengendali Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI), Sjamsul Nursalim.

SKL diterbitkan oleh BPPN berdasarkan Inpres R&D yang diteken Megawati pada 30 Desember 2002. Surat tersebut memberi jaminan pembebasan dari segala tuntutan hukum kepada para konglomerat yang dianggap telah melunasi utang BLBI.

Berdasarkan inpres tersebut, para debitor penerima BLBI dianggap sudah menuntaskan utangnya walaupun hanya membayar 30 persen dari jumlah kewajiban pemegang saham dalam bentuk uang tunai dan 70 persen dibayar dengan sertifikat bukti hak kepada BPPN. Berpijak pada bukti itulah para debitor yang kasusnya dalam penyidikan Kejaksaan Agung akan mendapatkan surat perintah penghentian perkara.


Simak: Jaksa Sebut Kasus BLBI dengan Terdakwa Syafruddin Arsyad Temenggung Merupakan Perkara Korupsi.

Pada saat pembahasan Inpres tersebut, Kwik menjabat Kepala Bappenas dan mantan pejabat Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK). Kwik mengatakan bolak-balik menentang kebijakan Megawati yang ingin menerbitkan Inpres soal BLBI. "Dua kali saya menggagalkan rencana itu, tapi dalam rapat ketiga saya kalah," kata Kwik Kian Gie.

Menurut Kwik, ada tiga kali rapat membahas rencana terbitnya Inpres yang berujung pada SKL. Kwik kemudian meminta jaksa membacakan keterangannya sesuai dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). [/B]Menurut BAP yang kemudian dibacakan jaksa, rapat pertama dilakukan di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Rapat itu berlangsung pada 2002.[/B]

Jaksa kasus BLBI menyebutkan dalam rapat itu hadir Menteri Koordinator Perekonomian Dorojatun Kuntjoro Jakti, Menteri Keuangan Boediono, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Laksamana Sukardi dan Jaksa Agung MA Rahman. Dalam rapat itu dibahas rencana menerbitkan SKL untuk para obligor yang dianggap kooperatif.

Baca juga: Yusril Sebut Pengadilan Tipikor Tidak Berwenang Adili Kasus BLBI

Kwik mengatakan dalam BAP-nya, Kooperatif yang dimaksud dalam rapat tersebut adalah pengusaha yang mau diajak bicara dan bertemu. Kwik menolak proposal tersebut. Menurut dia, obligor yang berhak mendapat SKL adalah mereka yang telah melunasi utangnya. "Untuk saya yang dinamakan kooperatif belum tentu menyelesaikan masalah, karena obligor bisa pura-pura kooperatif, tetapi de facto tidak pernah membayar."

Selain itu, Kwik Kian Gie berargumen pertemuan di Teuku Umar bukan rapat kabinet yang sah karena tak ada undangan tertulis dan tidak dilakukan di Istana Negara. "Megawati selaku presiden kemudian membatalkan kesepakatan di Teuku Umar tersebut," kata jaksa kasus BLBI membacakan BAP.

Jaksa menyatakan rapat kedua kemudian berlangsung di Istana Negara. Rapat itu kembali dihadiri pejabat yang datang pada saat rapat di Teuku Umar. Kwik Kian Gie kembali menolak usulan penerbitan SKL dalam rapat itu. "Presiden kembali tidak mengambil sikap," kata jaksa.

Jaksa penunutut umum KPK dalam sidang kasus BLBI menuturkan untuk ketiga kalinya rapat pembahasan penerbitan SKL BLBI kembali berlangsung di Istana Negara. Dalam rapat ketiga itu, Kwik lagi-lagi menolak usulan penerbitan SKL BLBI. Namun, dalam pertemuan ketiga ini Kwik mengaku keok. Megawati akhirnya menyepakati mengeluarkan SKL untuk para obligor yang dianggap kooperatif. “Seperti total football, semua menteri menghantam saya,” kata Kwik.


https://nasional.tempo.co/read/1103925/kasus-blbi-kwik-kian-gie-keputusan-megawati-berakibat-fatal

Hutang Trilyunan ehhh definisi kooperatif kalo diundang mau hadiremoticon-Big Grin
Hayoooo...berani kagak usut ituemoticon-Big Grin
Udah biarin saja, ntar yg punya pancasila marah atau dibliangin ke bapak nyaemoticon-Big Grin
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 2
gw akui prof kian gie ini memang sllu teguh pada pendiriannya

memang perekonomian yg dipegang beliau belum menunjukkan peningkatan yg signifikan

banyak yg cemooh beliau sampai sekarang pula, krn kinerja pas msuk kabinet

ya lumrah lah pas waktu itu
sekali lagi jokowi membuktiken serta mendukung penuh kinerja kpk tanpa melindungi meski terduga dari partainya berbeda sekali dgn susilo bambang yudoyono yg namanya baru saja disebut dalam mega korupsi namun beliau sudah kebakaran layaknya penjahat yg ketahuan aksinya emoticon-Smilie
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
seret memeg emoticon-Blue Guy Bata (L)
Panastak mewek dan berharap trit ini segera berlalu emoticon-Big Grin
mega bisa jadi gak ngerti bahwa keputusannya berakibat tiap tahun rakyat harus nanggung ratusan triliun lewat APBN

jaman mega memang nggak bagus, termasuk kwik. kebanyakan yang kritis diluar belum tentu didalam sewangi omongannya.
Quote:

memeg sopo mau di seret toh pun ??
gw setuju kalau KEBIJAKAN tidak perlu dikenakan sanksi pidana emoticon-Embarrassment
sama juga dengan century emoticon-Embarrassment
semua itu KEBIJAKAN

TAPI

penjuaklan TANKER PERTAMINA oleh laksamana sukardi, harus diusut,
begitu pula CANDI HAMBALANG,

2 KASUS DIATAS HARUS DIUSUT! emoticon-Toast
Salut buat KPK RI yang tetap memperhatikan dengan penuh kehati-hatian terhadap kasus-kasus besar seperti BLBI, Century, e-KTP, jangan sampai kasus-kasus besar tersebut tenggelam di dasar samudera.
Quote:


sudah mundur, jiwanya ga sesuai dgn karakter kobokan yg juara korup
Quote:


Kalo dibalik kebijakan ada suap atau tidak mengikuti ketentuan bisa diusut
Diubah oleh nohuman
Ada indikasi si pembuat kebijakan memperkaya diri atau golongan ga? emoticon-Embarrassment

Jika terjadi deviasi dalam pelaksanaan suatu kebijakan apakah itu menjadi kesalahan si pembuat kebijakan? emoticon-Embarrassment
Quote:


dari dulu berani nih orang ,

bahkan dulu pernah blak blakan klo temen temennya sebelum jadi DPR pada miskin ,
pas masuk DPR jadi pada tajir .

sayangnya PDI jarang orang yang seperti ini
Quote:


iya , kalau terbukti ada suap , memang harus seperti itu
Quote:


betul, kalau ada bukti "perselingkuhan" itu, WAJIB DIBANTAI emoticon-Embarrassment
karena OTOMATIS, kalau sampai terjadi yg demikian, KORUPSI BERJAMAAH Namanya emoticon-shakehand:
Saya sih tetap menganggap akar masalahnya bukan pada zaman Megawati, melainkan zaman Soeharto. Kenapa sampai perlu ada BLBI, itu kan karena kroni-kroni Soeharto memanfaatkan liberalisasi perbankan untuk bikin bank sendiri, bikin kredit fiktif, bikin ekonomi bubble, yang semuanya ambruk sesudah disenggol krisis.

Kalaulah Megawati ada salahnya dalam kasus ini, tetap saja yang lebih salah Soeharto dan kroni-kroninya yang bikin kacau perbankan dan ekonomi. Megawati cuma kebagian cuci piring (atau saya memandangnya, nyuruh orang-orang yang habis pesta cuci piring tapi sesudah mereka nyuci sedikit, dia perbolehkan mereka berhenti nyuci.)
masih panjang iki ceritanya kalo model begini emoticon-Leh Uga
Quote:


Pemberian SKL tp blom lunas juga ga perlu diusut Yus?emoticon-Big Grin
Quote:


ya iyalah HARUS DIUSUT emoticon-Big Grin
siapa tuh yg keluarin?
MEGANYET kah? emoticon-EEK!:
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di