alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Korban balita dan identitas palsu bom Pasuruan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b3ea6b51a997575668b458d/korban-balita-dan-identitas-palsu-bom-pasuruan

Korban balita dan identitas palsu bom Pasuruan

Korban balita dan identitas palsu bom Pasuruan
Petugas kepolisian berjaga di ledakan bom di kawasan Pogar, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (5/7/2018).
Bocah laki-laki berusia 3 tahun, U, menjadi korban ledakan bom yang diledakkan orang tuanya di rumah kontrakan mereka di Kelurahan Pogar, Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (5/7/2018) siang.

Serpihan ledakan dari bom berdaya ledak lemah itu merobek kulitnya di bagian wajah, pergelangan tangan kanan dan kiri, serta pada paha.

U langsung mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil, Pasuruan, meski kemudian mendapatkan rujukan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur.

Sang ibu, D, merujuk laporan KOMPAS.com, sempat mengunjungi putra keduanya itu di RSUD Bangil. Namun, kunjungan itu hanya berlangsung sangat singkat karena dirinya harus menjalani pemeriksaan oleh petugas kepolisian.

Sementara sang ayah, diyakini bernama Anwaradi, melarikan diri setelah petugas kepolisian mengepungnya.

Lansiran detikcom menyebut Anwaradi kabur dengan menggunakan sepeda motor. Meski berhasil melarikan diri, Anwaradi disebut mengalami luka di bagian dadanya akibat tembakan senapan angin dari salah satu warga di sekitar lokasi kejadian.

"Warga takut kalau dia kabur nanti mencelakai orang, makanya dikepung sambil menunggu polisi datang," kata Firman Andre, salah satu tetangga di situ.

Ledakan bom yang terjadi di rumah kontrakan Anwaradi berlangsung sebanyak tiga kali. Kabid Humas Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengatakan, ledakan pertama bermula sekitar pukul 11.00 WIB.

Saat itu, pemilik kontrakan, Saprani, langsung mengecek ke dalam rumah untuk memastikan sumber dari ledakan tersebut. Lantaran mencium bau mesiu, Saprani langsung lari keluar.

Setelah keluar, Saprani kembali mendengar ledakan kedua yang akhirnya membuat warga menjauh dari rumah.

Saprani bergegas menghubungi petugas kepolisian. Petugas tiba di lokasi kejadian pada sekitar pukul 11.35 WIB. Ketika itu, Anwaradi membawa sebuah ransel dan lari bersama istri dan putranya.

Polisi mengejar Anwaradi dan istrinya, namun ledakan kembali terjadi di sebuah lorong dekat rumah tersebut. Ledakan ketiga tersebutlah yang melukai U.
Identitas palsu
Pada awalnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Mohammad Iqbal mengatakan, Anwaradi adalah pria kelahiran Jakarta, 12 Juni 1968.

Pekerjaannya wiraswasta dan beralamat di Karang Tanjung RT. 06/RW. 07 Kelurahan Karang Tanjung, Kecamatan Serang, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Identitas tersebut diketahui setelah polisi menemukan kartu tanda pengenal (KTP) yang pinggirannya terbakar di lokasi kejadian.

Akan tetapi, setelah polisi melakukan pengecekan ke alamat yang dituju, petugas tidak menemukan satu pun petunjuk yang mengonfirmasi alamat tersebut.

Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutrianto mengatakan, nama desa yang tercantum dalam KTP tersebut ternyata tidak ditemukan. "Kami koordinasi dengan RT. 06/RW. 07 tidak ada, karena ternyata hanya ada sampai RW. 06 saja," sebut Indra dalam CNN Indonesia.

Indra menduga, identitas yang ditemukan itu adalah palsu. Meski begitu, Indra menyatakan akan tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut, khususnya apakah warga Kecamatan Karang Tanjung ada yang mengenali wajah pria yang hingga kini masih disebut bernama Anwaradi itu.

Selain mengecek alamat yang tertera pada KTP yang ditemukan, petugas Polda Jatim juga menggeledah rumah tersangka. Polisi mengatakan, kerusakan yang terjadi di dalam rumah tidak masif, hanya beberapa kaca jendela saja yang pecah.

Dalam penggeledahan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang menunjukkan adanya pengaruh paham radikalisme pada diri tersangka.

"Kami menyita beberapa buku yang berisi tentang jihad. Tapi kami masih belum menemukan masuk dalam jaringan yang mana karena proses penyelidikan masih terus dilakukan," tukas Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Machfud Arifin dalam merdeka.com.
Setelah Mako Brimob
Upaya kepolisian untuk memberangus jaringan terorisme pasca-kerusuhan di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, semakin gencar dilakukan.

Per 4 Juli 2018, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengklaim, sebanyak 138 terduga teroris telah dibekuk anggota pasukannya. Ada juga 17 teroris lainnya yang terpaksa ditembak mati di tempat karena melawan saat ditangkap.

Sayangnya, Tito tidak memperinci status dan proses hukum masing-masing terduga teroris berikut dengan jaringannya.

Jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD) belakangan ramai disebut sebagai dalang dalam aksi terorisme yang terjadi di beberapa kota seperti Surabaya, Blitar, hingga Riau.

Polisi hingga saat ini masih memburu Kholid Abu Bakar, sosok yang diyakini sebagai guru yang membentuk paham radikal kepada pelaku pengeboman tiga gereja di Surabaya, awal Mei 2018.
Korban balita dan identitas palsu bom Pasuruan


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...u-bom-pasuruan

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Korban balita dan identitas palsu bom Pasuruan Dua hari, pendaftaran caleg masih sepi

- Korban balita dan identitas palsu bom Pasuruan Susi beri tenggat 30 hari untuk penyerahan ikan predator

- Korban balita dan identitas palsu bom Pasuruan Jakarta impor 10 ribu ton bawang putih

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di