alexa-tracking

Sistem Zonasi di PPDB 2018 dan Keluhan dari Siswa Berprestasi

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b3e286b902cfee4298b4571/sistem-zonasi-di-ppdb-2018-dan-keluhan-dari-siswa-berprestasi
Sistem Zonasi di PPDB 2018 dan Keluhan dari Siswa Berprestasi
Sistem Zonasi di PPDB 2018 dan Keluhan dari Siswa Berprestasi

Sistem Zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 dikeluhkan orang tua siswa berprestasi. Sistem tersebut hanya mengakses 5% untuk siswa berprestasi, sedangkan kualitas sekolah tidak merata, khususnya sekolah di wilayah pinggiran.

"Saya mempersiapkan jalur prestasi bagi anak saya karena yakin berada di luar zonasi (sekolah yang diharapkan). Namun ternyata masuk zonanya (5,5 kilometer). Otomatis jalur prestasi gugur. Saya ya tidak mau, karena pasti kalah dengan anak yang jaraknya dekat sekolahan," Kata Iwan Lipo, salah satu wali murid asal Sokaraja, Banyumas, Rabu (4/7/2018).

Wali murid lainnya asal Kalibagor, Banyumas, Markus (53), memaparkan anaknya yang NEM rata-rata cukup tinggi tidak bisa masuk sekolah favorit. Sedangkan kualitas sekolah pingiran dan sekolah di kota tidak merata.


"Zonasi menjadi masalah. Anak saya tidak mau sekolah terdekat, maunya sekolah di Purwokerto," jelasnya. 

Baca juga: Zonasi SD/SMP di Solo, Anak Pinggiran Dapat Sekolahan Pinggiran

Humas Panitia Penerimaan Siswa SMP Negeri 2 Purwokerto, Agus Widodo, mengakui banyak orangtua dan siswa dari luar zona yang mencoba mendaftar. Namun mereka harus menunggu kuota 90 persen zonasi terpenuhi.

Penerapkan sistem zonasi dilakukan berdasarkan google map, agar tidak ada yang berupaya mencurangi jarak rumah dari sekolah. Sedangkan metode yang dipakai bukan berdasarkan jalan yang dilalui namun berdasarkan radius maksimal 6 kilometer.

"Kalau tempat tinggalnya masih satu zona, 6 km maksimal, ya prestasi tidak dihitung. Berarti harus bersaing dengan jarak di titik koordinat SMP dengan rumah," ujarnya.

Baca juga: Catat! Ini Janji Pemprov Jateng Jika Menemukan 'Penipuan' SKTM

Dia mengakui banyak keluhan dari orang tua yang anaknya berprestasi, karena anaknya tidak dapat masuk sekolah sebagai pilihan pertama. Pihaknya memang mengutamakan 90 persen kuota zonasi terpenuhi dengan persaingan jarak.

"Pokoknya yang penting yang jaraknya 6 kilometer maksimal diambil dulu. Walaupun punya prestasi di area ini, tidak bisa masuk jalur prestasi. Ini penyebaran anak berprestasi, mungkin tujuannya di sekolah terdekat," jelasnya. 

sumur

gw beberapa hari ini klo buka sosmed suka kasian liat bocah" pada stres gara" PPDB skrg. mendikbud skrg memang suka bikin siswa stress. entah maunya apa emoticon-Traveller
rezim dagelan emoticon-Traveller
image-url-apps
Sebenarnya tujuannya bagus biar sekolah negri itu merata siswa prestasinya
KASKUS Ads
image-url-apps
Quote:


sayang guru yang berprestasinya gak merata jadi sama aja boong emoticon-Traveller
image-url-apps
Quote:


betul banget, kalo siswa berprestasi dlm satu kota/propinsi ngumpul di satu sekolah, kagak bagus jadinya.
image-url-apps
Maksudnya apa ya zonasi ini. Biar rata gitu. Primitif banget memang sistem pendidikan dinegara kita. Menuntut semuanya harus sama rata. Padahal kemampuan anak beda, begitupun dengan kebutuhannya.
Semua anak harus bisa ini itu. Ngimpii banget dengan sistem pendidikan seperti ini kita mau jadi negara maju
image-url-apps
Tay kucring lah... gw sebagai orang tua yg anaknya pintar di atas rata" sangat terganggu dgn hal zonasi ini, nilai zonasi 95 karena di kelurahan gw nga ada smp nya, padahal smp terdekatnya cuma 1km dari rumah gw karena beda kelurahan doang dan kecamatan hiks. Masih bingung mau ke sekolah negeri terdekat tapi susah, ya walau masih dapet di sekolah pilihan kedua nya tapi agak jauh lah sueee
Quote:


Senasib gan, di kelurahan ane gak ada smp..gak adil ini mah
×