alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
UAS: Agama dan Politik tak Bisa Dipisahkan
3 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b3df74c9e740448798b4569/uas-agama-dan-politik-tak-bisa-dipisahkan

UAS: Agama dan Politik tak Bisa Dipisahkan

UAS: Agama dan Politik tak Bisa Dipisahkan
USTAZ Abdul Somad (UAS) memberi tausiah pada tablig akbar di Lapangan Paya Kareung, Bireuen, Rabu (4/7).


* Tabligh Akbar di Paya Kareung
BIREUEN - Ustaz Abdul Somad (UAS) menjadi penceramah pada tabligh akbar di Lapangan Paya Kareung, Bireuen, Rabu (4/7). Dalam ceramah yang berlangsung selama satu jam itu, UAS menyampaikan pentingnya kepemimpinan dan politik Islam. “Kalau orang Islam tidak peduli pada politik , maka akan dipimpin oleh politisi yang tidak peduli kepada Islam. Agama dan politik merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan,” tegas Ustaz Abdul Somad.

Dikatakan ustaz jebolan Maroko ini, berbicara politik memang tak dapat dipisahkan dari islam. Karena itu, umat Islam tidak hanya memperhatikan ibadah semata, seperti shalat, puasa, zakat, dan haji saja, namun juga harus melek politik .

“Oleh sebab itu, umat Islam harus memberikan suaranya dalam memilih dan menentukan pemimpin, jangan golput, itu hukumnya haram. Pemimpin yang dipilih juga mempunyai kriteria salah satunya peduli agama dan memperjuangkan Islam,” sebutnya di hadapan ribuan masyarakat yang hadir di Lapangan Paya Kareung.

Sistem politik di Indonesia saat ini, papar UAS, dalam memilih pemimpin adalah demokrasi, dengan cara memberikan hak suara. “One man one vote (satu orang, satu suara). Karenanya, janganlah sampai salah pilih, nantinya pada 2019, lebih kurang 9 bulan lagi, kita akan memilih calon anggota DPR kabupaten/kota, provinsi, pusat, DPD, serta presiden. Maka harus menentukan pilihan yang tepat. Perhatikan calon dan dengar sepak terjangnya, lalu Shalat Istikharah,” jelas dosen di salah satu perguruan tinggi di Pekanbaru, Riau itu.

Panitia Tabligh Akbar, H Ruslan M Daud mengucapkan terima kasih kepada Ustaz Abdul Somad yang telah hadir pada acara tersebut di tengah-tengah kesibukannya. “Semoga saja, berpolitik yang islami seperti diuraikan UAS bisa terwujud di Bireuen,” harapnya. (c38)



http://aceh.tribunnews.com/2018/07/0...isa-dipisahkan



Diubah oleh kabar.kabur
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Makanya ONTA berantem terus.
Ledukan tadi efek agama politik..kalah ..
kalap.. teros meletup emoticon-Traveller
Jgn salahkan ketika korupsi lalu org akan menyebut agama anu
Diubah oleh rajamomon
Minum kopi starbuck tad emoticon-Ngacir
Quote:

UAS: Agama dan Politik tak Bisa Dipisahkan
lah kan emang bukan agama; tapi idiologi politik emoticon-Big Grin



Diubah oleh zaruduy
Quote:


sebenarnya ini ada haditsnya bray emoticon-Big Grin
Quote:


klo penyakitnya sangean, bs sembuh ga tuh?
Ketika agama kedudukanya diatas politik maka akan tercipta politikus yang takut akan Tuhan karena semuanya akan dipertanggung jawabkan kelak

Tapi ketika agama kedudukanya dibawah politik maka agama hanya jadi kendaraan untuk berkuasa dan mendapatkan jabatan
Quote:


tapi ane ngeri...
ya uda
setelah jadi politikus dan korupsi
jangan salahkan orang lain sebut AGAMANYA

emoticon-Traveller
Quote:


ente harus belajar banyak ttg agama ini bray .. supaya hilang semua kengerian ente
berganti dengan rasa kasihan emoticon-Big Grin
Golput haram? Kalo coblos semua gambar paslonnya gimana? emoticon-Big Grin

Btw dalam Islam emang dianjurkan buat memilih pemimpin yg baik jadi emang bener ga bisa dipisahin, tapi bukan berarti bisa seenaknya dijadiin senjata politik praktis buat meng-kafir-kan individu/kelompok yg pemikirannya ga sejalan emoticon-Mad

Politik itu bukan milik satu agama doang emoticon-Mad
Emang gak bisa dipisahkan soalnya politik tanpa didasari agama bakalan muncul masalah misalnya seperti kasus korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, penyalahgunaan hukum, dan sebagainya.

Tapi yang yang paling jadi masalah itu adalah POLITIKUS YANG MENGGUNAKAN AGAMA HANYA SEBAGAI KEDOK SAJA emoticon-Leh Uga
Alumni 212 itu contoh suatu kaum yang menggunakan agama sebagai kedok padahal isinya gak jauh dari kaum munafik emoticon-Leh Uga
Quote:


ane mau bikin percobaan... apakah hewan itu sendiri meminum air seninya atau lebih memilih air putih
"Agama dan Politik tak Bisa Dipisahkan"
Agama mana dulu? Agama yg mau conquer & rule the world itu yah?
wih sugoi
agama dan politik tak dapat dipisah
seperti nasbung dan nastak dong
gak ada kalian gak rame
Dgn agama warga jd tdk cerdas kritis pke akal sehat sehingga korupsi bisa langgeng menyengsarakan hidup warga tiada pembangunan hny bisa delusi surga krn neraka tercipta didunia akibat korupsi sok suci. Rela jd terorist demi mendapatkan delusi kenikmatan surga.
golput haram? tapi katanya demokrasi haram, hmmm
Diubah oleh Riz2T

Rewel

Ane heran & gagal faham sbg penyandang salah satu negara muslim terbesar di dunia yg pemeluk agama Islam ini bebas melaksanakan ibadah mrk & di jamin negara MASIH saja merasa terzalimin . Semua mantan presiden pun sampai sekarang muslim . Pejabat pun muslim . Pergi hajji atau umrah jgn di tanya lagi kebebasan melaksanakan nya sampai jadi tempat buron & rapat politik ( poros katanya ) . Bangun masjid dimana2 dari yg resmi sampai yg liar . Toa pun bersaut2an sampai spt bising di pasar , jgn coba2 melarang2 bisa di demo 100 jilid . Untuk urusan agama Islam negara ini sudah memberikan yg terbaik atau malah berlebihan sampai ngelunjak . Jadi kurang dimana sampai selalu merasa tertindas / di zalimin / minoritas ??? Percayalah muslim di sini tidak tahu apa arti hidup sbg minoritas JADI stop berkeluh kesah 24/7 seolah2 tertindas di negeri sendiri . Suatu sikap negative yg hanya menhasilkan individu/ generasi pemalas & manja .

Lebih enak & masuk akal memilih pemimpin yg sesuai ahli nya . Percuma nt faham agama TAPI nt bukan ahli nya . Kan tdk mungkin milih ustad Somad jadi menteri keuangan ?? Bukan ahli nya . Kan tdk mungkin milih ustad Somad sbg analisis Suriah ? Bisa2 yg di dengar hanya seputar sunni vs syiah belaka ?

Jadi lebih baik memilih calon pemimpin fokus dgn keahlian nya dahulu . Di dalam negara seorang atheis yg ahli dlm bidang nya lebih bermanfaat daripada ulama yg tdk ahli nya ( andai tdk ada ahli nya yg beragama ) .

Diubah oleh zonda3
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di