alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / IDNTimes /
Indonesia Kekurangan Insinyur Profesional
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b3d70e31cbfaa3d748b456a/indonesia-kekurangan-insinyur-profesional

Indonesia Kekurangan Insinyur Profesional

Indonesia Kekurangan Insinyur Profesional

Jakarta, IDN Times - Pengembangan teknologi di Indonesia tertinggal jauh dibandingkan negara lain. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas mengatakan, hal tersebut karena Indonesia kekurangan insinyur profesional.

"Kebutuhan sarjana teknik berkualitas sangat dibutuhkan apalagi ada liberalisasi sektor jasa. Salah satu profesi yang terbuka di Komunitas Ekonomi ASEAN," ujarnya di Kampus ITB, Bandung, Rabu (4/7) dikutip dari Antara.

Ia mengatakan, banyak lulusan teknik atau insinyur yang kemudian tidak menekuni bidangnya dan memilih bekerja di sektor lain.

 


1. Ada 750 ribu lulusan teknik di seluruh Indonesia tetapi tak seluruhnya bekerja di bidangnya
Indonesia Kekurangan Insinyur Profesional
Dalam catatannya, terdapat sekitar 750.000 lulusan teknik di seluruh Indonesia dan hanya 9.000 orang yang fokus dalam profesi insinyurnya. "Maksud bekerja dalam profesi insinyur maksudnya, karena insinyur bukan sekadar gelar akademik tapi sarjana, tapi ada profesinya," kata dia.

Menurutnya, ada beberapa faktor yang membuat lulusan teknik tidak fokus terhadap profesinya, yakni seseorang yang kuliah di jurusan teknik hanya mengejar titel.

"Mereka mungkin dapat gelar dari ITB, jadi setelah lulus dia ingin bekerja apa saja," ujarnya.


2. Iklim perguruan tinggi kurang mendorong mahasiswa berkarier sebagai insinyur
Indonesia Kekurangan Insinyur Profesional
Selain itu, katanya, iklim perguruan tinggi yang dinilai kurang dalam mewadahi atau menciptakan minat mahasiswanya untuk terus berkarier sebagai insinyur.

"Atau mungkin dari pemerintah juga kita kurang memperhatikan penghargaan yang cukup untuk profesi insinyur, baik dalam lapangan kerjanya maupun skema remunerasi. Jadi ini hal-hal yang harus diperbaiki kalau kita ingin punya insinyur lebih banyak," ungkapnya.


3. Perguruan tinggi agar fokus terhadap teknik
Indonesia Kekurangan Insinyur Profesional
Untuk itu, ia mendorong agar perguruan tinggi-perguruan tinggi di Indonesia, khususnya yang fokus terhadap teknik, terus melahirkan lulusan yang unggul dan berkualitas.

Ia optimistis dengan banyaknya insinyur yang tetap bekerja sesuai bidangnya akan membuat Indonesia menjadi negara maju pada 2045.

"Tidak lagi semata mata China atau India, sudah saatnya Indonesia menjadi negara ketiga yang terdepan dalam teknologi informatika," jelas Bambang. Semua negara maju di dunia memiliki industri berbasis manufaktur yang didukung subsektor jasa.

Untuk bisa sukses mengelola dan memajukan industri berbasis manufaktur, riset dan pengembangan memegang porsi menentukan, dan pengawaknya adalah para insinyur.

Baca juga: UNAIR Terima Mahasiswa Baru Berusia 15 Tahun

 


Sumber : https://www.idntimes.comnews/indones...mpaign=network

---



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di