alexa-tracking

Penulisan Kata “Di” yang Bikin Saya Sakit Mata

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b3d4709a09a39bc0d8b4571/penulisan-kata-di-yang-bikin-saya-sakit-mata
icon-hot-thread
Penulisan Kata “Di” yang Bikin Saya Sakit Mata
Penulisan Kata “Di” yang Bikin Saya Sakit Mata

Bulan Juni lalu, saya dipercaya menjadi juri Lomba Menulis Cerpen di kalangan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, dalam rangka Pekan Olahraga dan Seni (Porseni).

Ada 15 judul cerpen yang ditulis oleh peserta dari berbagai Fakultas dan Jurusan yang ada di lingkungan ULM tersebut.

Sesuai kriteria penilaian yang ditetapkan oleh Panitia, saya melakukan penilaian dan penjurian. Mulai dari memeriksa kesesuaian naskah dengan aturan penulisan yang ditetapkan, keselarasan antara tema, judul dan isi, dan terakhir adalah menilai keutuhan cerita, kesegaran ungkapan dan orisinalitas karya.

Secara umum, semua karya mereka sudah bagus, meski status mereka masih sebagai penulis pemula. Apalagi cerpen itu harus ditulis di tempat secara spontan, dalam waktu maksimal 6 jam. Saya sendiri rasanya belum tentu mampu melakukan hal seperti itu.

Hanya saja, ada hal yang menurut saya begitu sepele, namun sangat mengganggu mata saya ketika membaca setiap karya mereka, yaitu penulisan kata “di”.

Tampaknya mereka semua tidak bisa membedakan antara “di” sebagai kata depan (kata tempat), dan “di” sebagai kata kerja pasif. Atau barangkali mereka tidak mengetahui aturan penulisan kata tersebut.

Secara teori, “di” sebagai kata depan/tempat, harus ditulis terpisah, misalnya “di Jakarta, di bawah”. Tapi kalau “di” sebagai kalimat pasif, maka harus ditulis serangkai, misalnya “dibawa, dimakan, diserahkan”. Kata “di” pada contoh tersebut bukan kata tempat, melainkan bentuk pasif dari kata “membawa, memakan, menyerahkan”.

Cara membedakannya, jika “di” diikuti oleh kata benda/tempat, maka “di” itu adalah kata depan, sehingga harus ditulis terpisah. Tapi jika diikuti oleh kata kerja, maka itu adalah kalimat pasif yang harus ditulis serangkai.

Dari semua naskah, tidak ada satupun yang betul secara keseluruhan dalam penulis kata “di” tersebut. Bahkan banyak yang tertukar antara yang seharusnya terpisah, tapi ditulis serangkai, dan sebaliknya.

Dalam hati saya bertanya-tanya, “Ini mahasiswa, sudah belajar Bahasa Indonesia sejak Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi, tidak kurang dari 12 tahun, tapi kok untuk hal sepele seperti itu masih saja tidak mengetahui?”

Mungkin Gan Sis menganggap saya terlalu perfeksionis dan idealis, sehingga hal sekecil itu aja dipersoalkan. Bukan itu masalahnya, Bro Sis! Yang saya nilai itu adalah karya sastra. Sastra adalah bagian dari bahasa. Karena itu, bahasa dan tata cara penulisan juga menjadi bagian dari aspek penilaian.

Akhirnya, ada 6 karya finalis yang harus saya seleksi lagi sebagai pemenang 1, 2 dan 3. Karena saya sudah telanjur “sakit maka”, maka juaranya saya tetapkan berdasarkan naskah yang paling sedikit keliru dalam menuliskan kata “di” tersebut.(*)
***
Maaf, ya! Keputusan juri tak bisa diganggu gugat. emoticon-Big Grin

Quote:
image-url-apps
Reservasi
image-url-apps
Quote:


Saya juga baru tahu, mungkin dulu pernah diajarkan kali? Tapi saya lagi gak masuk kali emoticon-Hammer

Nice info gan emoticon-Jempol
KASKUS Ads
ane mejeng di pejwan dlu ya breeee emoticon-Cool
image-url-apps
Diamankan gan
image-url-apps
Quote:


Yup, waktu itu rasanya lagi bolos di kantin sekolah. emoticon-Big Grin wkkk

Quote:

Quote:


Yoi, silakan mampir di p1, tq udah berkunjung. emoticon-shakehand
image-url-apps
Nais info Gan..
Meski ane tahu tentang penempatan kata "di" ini, tp ane blm tau alasan pasti knp harus di pisah dan di gandeng..
Alasan aktif dan pasif kurang bisa memuaskan ane..
image-url-apps
nice info gan,gw memang sering salah dalam penempatan di emoticon-Shakehand2
image-url-apps
harap maklum gan, mahasiswa emang tempatnya salah dan dosa..
image-url-apps
Quote:


kata dengan kata berikutnya dipisah spasi.
awalan dengan kata dasarnya disambung.
Banyak pula yang ga bisa bedakan antara kita dan kami
Apalagi kalo lo tiap hari tontonannya acara tv alay gratisan..
sewaktu saya berada dirumah nenek, nenek cerita kalau didesa ini banyak ayam yang di curi maling
warga didesa itu sudah lapor ke polisi, di bantu sama perangkat warga setempat

emoticon-Cool
image-url-apps
Yah dr pada nulis cerpen pake bahasa alay emoticon-Big Grin
image-url-apps
Quote:


Kalau kata senshei gw gini gan:

di + selain kata kerja --> 2 kata
(di berdiri sendiri sebagai awalan, kata berikutnya juga berdiri sendiri) jadi penulisannya terpisah

di+kata kerja-->satu kata (kata kerja pasif).
"di" + kata kerja akan menyatu menjadi satu bentuk kata kerja pasif.
Jumlah suku katanya otomatis bertambah 1:

makan--> 1 kata (kata kerja aktif, 2 suku kata)

dimakan--> 1kata ( kata kerja pasif dengan 3 suku kata)

di depan--> 2 kata.
image-url-apps
Quote:


Iya Gan itu kan penjelasan scr teoritisnya..
Maksud ane, knp harus di pisah dan knp harus nggak di pisah ..
Toh kalau di baca kan sama aja..
Knp harus ribet?
Knp nggak di pisah aja semuanya?

Itu maksud ane..
image-url-apps
keren jadi juri emoticon-Belo
emang bikin gregetan sih bre, bagi yang paham emoticon-Big Grin
image-url-apps
di kalo dipisah berarti menunjuk sesuatu, kalo kata kerja disambung

simpel2 aja bre emoticon-Big Grin
image-url-apps
dimengerti
sambil ngopi kuliahnya juragan
image-url-apps
nice inpoh, jd inget jaman dulu masih dapet mapel bahasa indonesia

Penulisan Kata “Di” yang Bikin Saya Sakit Mata
×