alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Indonesia Makin Mesra dengan Bank Dunia
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b3c8664a09a3915078b4568/indonesia-makin-mesra-dengan-bank-dunia

Indonesia Makin Mesra dengan Bank Dunia

Indonesia Makin Mesra dengan Bank Dunia














Koran Sulindo – Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim diterima Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/7), kurang-lebih pukul 09.00 WIB. Jokowi langsung mengajak Jim Yong berbincang santai di beranda. Keduanya rencananya akan mengunjungi Desa Tangkil di Kabupaten Bogor. Tujuannya: meninjau Pos Pelayanan Keluarga Berencana Kesehatan Terpadu (Posyandu) dan mengunjungi salah satu tempat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).


Hubungan Indonesia dan Bank Dunia memang semakin mesra. Dalam keadaan ekonomi yang pas-pasan, Indonesia bahkan dengan senang hati akan menjamu dan menjadi tuan rumah Annual Meeting IMF-World Bank yang akan berlangsung di Bali pada Oktober 2018 nanti.

Sebaliknya, Bank Dunia juga bermurah hati untuk memberikan pinjaman. Dalam Juni 2018 lalu saja ada setidaknya komitmen dari Bank Dunia untuk memberikan utang ke Indonesia.

Pada 2 Juni lalu, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Rodrigo Chaves mengatakan, lembaganya menyetujui permohonan pinjaman US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,2 Triliun (kurs Rp 14.000) untuk Indonesia. Pinjaman itu untuk meningkatkan prasarana dan pelayanan dasar yang relevan dengan pariwisata, memperkuat hubungan ekonomi lokal dengan kepariwisataan, dan menarik investasi swasta di Indonesia.

“Kalau direncanakan dan dikelola dengan baik, pariwisata dapat menghasilkan lapangan kerja yang besar dan melipatgandakan pendapatan bagi Indonesia. Infrastruktur dasar yang lebih baik dan belanja oleh para pengunjung dapat menghasilkan efek ekonomi yang signifikan di daerah-daerah yang memiliki keterbatasan untuk pemerataan kemakmuran,” tutur Chaves melalui pernyataan tertulisnya, sebagaimana diberitakan Antara, 2 Juni 2018.

Lebih lanjut ia menungkapkan, bantuan pendanaan dapat mendukung alokasi anggaran dari APBN untuk pembangunan infrastruktur terpadu di kawasan pariwisata nasional. Investasi proyek pariwisata ini akan dimulai pada tiga tujuan utama: Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat; segitiga Borobudur-Yogyakarta-Prambanan di Jawa, dan; Danau Toba di Sumatera Utara.

Lalu, pada 16 Juni 2018,  Chaves kembali menginformasikan, Bank Dunia memberikan pinjaman lagi ke Indonesia sebesar US$ 150 juta atau sekitar Rp 2,1 triliun. Utang ini untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pemerintah Indonesia, yakni Program Indonesia Sehat.

“Kesehatan penting agar Indonesia dapat memenuhi berbagai tujuan, dengan warganya sehat dan makmur, memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi pada pertumbuhan dan perkembangan negara yang luar biasa,” tutur Chaves.

Chaves kembali memberikan informasi pada 23 Juni 2018 bahwa lembaganya memberikan pinjaman lagi ke Indonesia, total sebesar US$ 650 juta atau sekitar Rp 9,1 triliun (kurs Rp 14.102). Pinjaman tersebut ditujukan untuk memperbaiki nutrisi bagi jutaan anak dan sistem irigasi modern bagi ratusan ribu petani di Indonesia.
Pinjaman tersebut untuk dua sektor. Pinjaman pertama senilai US$ 400 juta atau sekitar Rp 5,6 triliun untuk Program Investing in Nutrition and Early Years, yang akan turut mengurangi stunting atau masalah kekurangan gizi pada anak, dengan meningkatkan akses layanan utama, seperti kesehatan, gizi, hingga pendidikan dan sanitasi bagi ibu hamil dan anak usia di bawah dua tahun. Pinjaman kedua tercatat sebesar US$ 250 juta atau Rp 3,5 triliun untuk mendanai Proyek Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation, yang memberi manfaat bagi sekitar 887.000 keluarga petani melalui sistem irigasi yang lebih andal dan tahan iklim.

Bank Dunia, lanjut Chaves, menyambut baik investasi penting dari pemerintah Indonesia untuk infrastruktur dan modal manusia. Karena, kedua hal itu dinilai sangat penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kemiskinan. “Kalau negara melakukan investasi pada dua prioritas ini sekarang, masa depan Indonesia akan lebih menjanjikan,” tutur Chaves dalam keterangan resminya, 23 Juni lalu. [RAF]
























































BACA SUMBER : https://koransulindo.com/indonesia-m...an-bank-dunia/
kalo harga bakso di pengkolan masih spuluhrebu, trus, apa ngaruhnya?
kalo gw liat diberitanya, uang utangnya sih bisa balik jadi duit lagi. WB kayak invest di indo lah

tapi banyak amir ya
Timor Leste dirangkul kalo kaga yang masuk RRC anehnya yang mulia Ostrali cuci tangan...emoticon-Ngakak (S)
ayo ayo ditambah lagi utangnya. masih aman kan buat lagi? emoticon-Imlek
kenapa bisa semakin mesrah ???
mungkin ada yg bisa jawab
emoticon-Ngakak (S)

soalnya ane g berani jawab.
emoticon-Takut
Diubah oleh leonard21
Gali lobang tutup lobang teros emoticon-Ngakak
dulu sih ada yang mau bebas dari wb & imf emoticon-Big Grin
ya slow dkit, lu tau dong sape mantan bank donia emoticon-Leh Uga
Indonesia Makin Mesra dengan Bank Dunia
Org mo ngutang mah pasti senyum n baik banget, loe baru ketok pintu, udah ada gorengan sama teh manis.. coba loe tagih..
nasbung ga akan ngerti pinjaman buat invest
otak mereka ga bakal nyampe

emoticon-Traveller
jadi ingat pernyataan gagah diawal memerintah bahwa bank dunia sudah tidak dibutuhkan



emoticon-Cape d...


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di