alexa-tracking

Tekanan kurs terburuk untuk Indonesia dan India

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b3c759d54c07a9c0f8b4574/tekanan-kurs-terburuk-untuk-indonesia-dan-india
Tekanan kurs terburuk untuk Indonesia dan India
Tekanan kurs terburuk untuk Indonesia dan India
Petugas jasa penukaran valuta asing memeriksa lembaran mata uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Senin (2/7/2018).
The Development Bank of Singapore (DBS Group) menilai, gesekan perdagangan dan ketegangan geopolitik telah mendorong volatilitas negara berkembang. Indonesia dan India dinilai berada di bawah tekanan paling akut di Asia. Oleh sebab itu, kebijakan pengetatan moneter diyakini terus berlanjut.

Dalam sepekan terakhir, volatilitas di negara-negara Asia telah meningkat secara signifikan, didorong oleh sejumlah sentimen negatif baik dari internal maupun eksternal.

Mengutip data perdagangan Reuters, pada pembukaan perdagangan Rabu (4/7/2018) sesi pagi, nilai tukar Rupiah melemah hingga melewati angka Rp14.300 per dolar AS atau turun lebih dari 5 persen sejak awal tahun (year to date).

Sementara, Rupee India melemah melewati 69 per dolar ke rekor terendah pada hari Rabu (4/7/2018), atau turun hingga 7,4 persen sepanjang tahun.

Menurut Ekonom DBS Group Research Radhika Rao, Indonesia dan India tengah menghadapi masalah yang sama di tengah melemahnya minat investor terhadap portofolio investasi negara-negara berkembang.

"Investor jelas sensitif terhadap ekonomi yang menghadapi defisit kembar, yang menggarisbawahi perlunya dukungan pembiayaan yang memadai," ujar Rao dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (4/7/2018).

Kedua negara tersebut, lanjutnya, sangat bergantung kepada investasi asing langsung.

Namun, pada saat risiko yang diterima investor cenderung menguat, mereka menjadi sensitif terhadap ekonomi yang menghadapi defisit.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Indonesia mengalami defisit perdagangan sebesar 2,83 miliar dolar sejak Januari hingga Mei.

Oleh sebab itu, lanjut Rao, perlu didukung dengan kebijakan dan pembiayaan yang memadai dari Pemerintah.

Para pembuat kebijakan juga sedang menghadapi kekhawatiran atas impossible trinity klasik yang merupakan inti dari pengaruh arah kebijakan moneter pada mata uang masing-masing, dan aliran portofolio/modal.

Selain itu, bank sentral diperkirakan akan menjadi sensitif terhadap arus modal ke luar dan stabilitas keuangan.

"Bank Indonesia telah menekankan pada kebutuhan mempertahankan volatilitas pasar, terutama mendukung mata uang," ujar Rao.

Kecenderungan pengetatan kebijakan diyakini terus berlanjut, bahkan Rao memperkirakan kenaikan suku bunga acuan BI sebesar 25-50 basis poin bisa terjadi lagi pada sisa tahun 2018.

Sementara untuk India, Reserve Bank of India memulai dengan kenaikan 25 basis poin pada Juni, dengan mempertahankan sikap netral. India pun diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga acuan sampai Agustus.
Kontrol impor barang modal
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah akan selektif dalam mengimpor barang demi mengurangi defisit transaksi berjalan. Langkah ini dibutuhkan demi mengantisipasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS yang kian merosot.

"Saat yang sama, kami mulai meneliti kebutuhan impor, apakah itu memang betul-betul yang dibutuhkan untuk perekonomian Indonesia dan secara selektif akan meneliti siapa-siapa yang membutuhkan, apakah itu dalam bentuk bahan baku ataupun bahan modal," jelas Sri Mulyani seperti diberitakan CNN Indonesia.

Sri Mulyani menambahkan, seleksi barang impor tersebut bisa memulihkan defisit transaksi berjalan secara drastis. Namun, jika nantinya impor barang modal dan bahan baku diseleksi hal itu bisa menghambat investasi dan kemudian bisa menghambat pertumbuhan ekonomi.

Data BPS menunjukkan total impor sepanjang Januari hingga Mei 2018 sudah mencapai 17,64 miliar dolar. Dari jumlah tersebut, 74,53 persen berupa bahan baku, 16,25 persen adalah barang modal, dan 9,22 persen terdiri dari barang konsumsi

Langka antisipatif juga ditempuh bank sentral guna menyehatkan kembali rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan salah satu instrumen yang dilakukan BI dalam menstabilkan Rupiah adalah intervensi pasar uang menggunakan cadangan devisa.

BI akan menerapkan intervensi ganda di pasar valas dan Surat Berharga Negara (SBN) untuk membendung keluarnya modal asing yang bisa membuat nilai Rupiah terus turun.

"Pelemahan Rupiah yang sekarang ini masih terkendali, secara tahun berjalan juga terkendali sehingga tidak perlu panik," ujarnya dilansir dari Antaranews, Rabu (4/7).

Dia yakin kenaikan suku bunga acuan BI masih akan ampuh untuk menarik kembali modal asing, termasuk ke pasar SBN dan membuat imbal hasi instrumen keuangan domestik menjadi kompetitif.
Tekanan kurs terburuk untuk Indonesia dan India


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...esia-dan-india

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Tekanan kurs terburuk untuk Indonesia dan India Kronologi dan penyebab kandasnya Lestari Maju

- Tekanan kurs terburuk untuk Indonesia dan India Menunggu adegan berlatar ladang luas penari langit

- Tekanan kurs terburuk untuk Indonesia dan India Nasib Najib Razak setelah ditangkap lembaga antirasuah Malaysia