alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Sebagai capres petahana, posisi Jokowi belum aman
3 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b3c5b1792523351348b4568/sebagai-capres-petahana-posisi-jokowi-belum-aman

Sebagai capres petahana, posisi Jokowi belum aman

Sebagai calon presiden petahana, Joko Widodo atau Jokowi dinilai belum aman. Bahkan, Jokowi belum tentu bisa terpilih kembali menjadi presiden di 2019. Kesimpulan itu berdasarkan hasil survei yang menunjukkan elektabilitas Jokowi masih di bawah 50 persen. Jokowi akan berada pada posisi aman jika elektabilitasnya mencapai 70 persen.

"Jokowi tingkat elektabilitasnya masih di bawah 50 persen dan belum aman. Aman itu minimal capai 70 persen. Dulu SBY pada periode kedua elektabilitasnya capai 65 persen. Jokowi sendiri sesungguhnya berdasarkan survei belum aman. Oleh karena itu sangat ditentukan wakilnya," kata pengamat Politik Univeritas Pelita Harapan, Emrus Sihombing di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (3/7).

Di satu sisi, Jokowi akan kesulitan memilih cawapres. Variabel pertama yang harus dipenuhi dalam menentukan cawapresnya elektabilitas tinggi. Dan terpenting adalah disetujui parpol pengusung. Parpol berebut posisi cawapres untuk persiapan Pilpres 2023. Sebab, jika terpilih di 2019, maka Cawapres Jokowi ini besar kemungkinan akan melenggang di karpet merah sebagai capres pada 2024.

"Akhir-akhirnya bisa saja wakilnya non partai atas kesepakatan bersama," ujarnya.

Jika cawapres berasal dari partai yang sama yaitu PDIP, maka parpol pengusung yang lain bisa keluar dari koalisi dan membentuk poros baru.

Emrus juga mengomentari wacana duet JK-AHY. Menurutnya jika itu terwujud, maka bisa menjadi alternatif. JK pernah menjabat Wapres 2004-2009, tokoh nasional, memiliki kredibilitas dan tokoh berpengaruh di Partai Golkar.

"Kalau dipasangkan dengan AHY akan jadi lawan ketat Jokowi dengan pasangannya," katanya.

https://www.merdeka.com/politik/seba...elum-aman.html


beginilah akhir sebuah drama politik emoticon-Malu

jakowi elektabilitas mepet popularitas makin seret dan akhirnya terkepret emoticon-Malu


jokowi dan PDIP stres memikirkan siapa capres dan siapapun capresnya ibarat simalakama emoticon-Malu maju kena mundur kena emoticon-Malu

koalisi pecah berkeping keping emoticon-Malu ibarat pepatah politik itu seni dan angin emoticon-Malu


2019 PDIP tumbang jokowi pulang sayonara emoticon-I Love Indonesia
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Elektabilitas yang mangkrak emoticon-Hansip
2019 adalah akhir nastak dan cebongers, dari api kembali ke api emoticon-Malu

2019 adalah akhir dari nastak dan cebongers dan sejarah mencatat bahwa dulu pernah ada mereka dalam bagian perpolitikan bangsa ini emoticon-Malu

Aman gak aman, biarkan Tuhan yang berkehendak. emoticon-Salaman
Iya ini aja...terserah anda. Yg bentukan nanti pas pilpres.

Asal siapa pun yg ikut pilpres jangan mengklaim menang sebelum sah sampe sujud sukur segala terus diputuskan kalah langsung bawa bukti 5 kontener yg sudah di Zip jadi selembar kertas ke MK buat lucu lucuan
pentahana itu apa si bree? non parte? emoticon-Ngakak
colilah sebelum coli itu dilarang emoticon-Ngakak
Belum aman gimana sih...

Kan semua parpol pendukung jokowi menang banyak di pilkada 2018, meskipun calon yang didukung dan diusung rata-rata juga bukan kader partainya.

Elektabilitas jokowi juga masih tinggi kan meskipun nggak nyampai 60 persen.

Prestasi jokowi selama hampir 4 tahun berkuasa, juga luar biasa meroket kan.

emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
Quote:


Jaman Pak Beye nastak dan nasbung satu genk tuh
Calon dari partai Allah

Sebagai capres petahana, posisi Jokowi belum aman
Hanya bsa berharap dgn koalisi ttp solid, klo pecah tamatlah sudah
Quote:


"Suatu transformasi enggak cukup hanya lima tahun, ketika periodisasi maksimal 10 tahun. Saya rasa sangat fair kita beri kesempatan Beliau untuk kembali melanjutkan," ucap TGB.

Menurut dia, kendati Jokowi kalah telak di NTB saat Pilpres 2014 lalu, Provinsi NTB justru menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian besar dari Jokowi.

Salah satu bukti adalah diresmikannya Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Lombok, yang digadang sebagai The Next Nusa Dua.

"Saat bertemu Beliau pertama kali, saya katakan ke Pak Jokowi, saya dulu Ketua Pemenangan Prabowo di NTB, Pak. Tapi Beliau katakan, sudah lupakanlah..," kata TGB.

TGB sendiri mengaku menjadi Tim Pemenangan Prabowo di Pilpres 2019 karena diminta oleh seseorang yang menurutnya dia hormati. Karena itu, dia tidak bisa menolak permintaan tersebut.

"Bayangkan saya menjadi Ketua Tim Pemenangan, tapi tidak pernah sekalipun bertemu dengan Pak Prabowo," ucap TGB.


Menurut dia, Jokowi sangat objektif dan menganggap seluruh daerah di Indonesia mempunyai hak sama mendapatkan pembangunan.

"Beliau berusaha objektif dan melihat potensi di segala sudut daerah di Indonesia untuk bisa beliau fasilitasi. Beliau orang yang sangat concern bekerja," ucap dia.


https://www.liputan6.com/news/read/3...esiden-5-tahun


emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga




Diubah oleh nuhujehuki
kalo merasa Jokowi bakal tumbang, saingan yg lebih bersih gimana? emoticon-Big Grin

gk perlu fitnah, ancam mayat, dsb emoticon-Big Grin
Sebagai capres petahana, posisi Jokowi belum aman
Quote:


gw prediksi akal-akalnya seperti itu buat minimalisir protes partai koalisi, nanti setelah terpilih baru diminta bergabung ke partai dan akhirnya presiden & wakilnya sama-sama orang PDIP emoticon-Leh Uga
Lebih ga aman lg oposan dan koalisi partai tuhan, sebab calonnya aja masih ga jelas dan masih pada gontok2an, pada saling klaim pulak satu sama laen emoticon-Leh Uga
Quote:


Yang mau ente utarakan apa? emoticon-Nohope
Quote:



"Suatu transformasi enggak cukup hanya lima tahun, ketika periodisasi maksimal 10 tahun. Saya rasa sangat fair kita beri kesempatan Beliau untuk kembali melanjutkan," ucap TGB.

Menurut dia, kendati Jokowi kalah telak di NTB saat Pilpres 2014 lalu, Provinsi NTB justru menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian besar dari Jokowi.

Salah satu bukti adalah diresmikannya Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Lombok, yang digadang sebagai The Next Nusa Dua.

"Saat bertemu Beliau pertama kali, saya katakan ke Pak Jokowi, saya dulu Ketua Pemenangan Prabowo di NTB, Pak. Tapi Beliau katakan, sudah lupakanlah..," kata TGB.

TGB sendiri mengaku menjadi Tim Pemenangan Prabowo di Pilpres 2019 karena diminta oleh seseorang yang menurutnya dia hormati. Karena itu, dia tidak bisa menolak permintaan tersebut.

"Bayangkan saya menjadi Ketua Tim Pemenangan, tapi tidak pernah sekalipun bertemu dengan Pak Prabowo," ucap TGB.


Menurut dia, Jokowi sangat objektif dan menganggap seluruh daerah di Indonesia mempunyai hak sama mendapatkan pembangunan.

"Beliau berusaha objektif dan melihat potensi di segala sudut daerah di Indonesia untuk bisa beliau fasilitasi. Beliau orang yang sangat concern bekerja," ucap dia.


https://www.liputan6.com/news/read/3...esiden-5-tahun


emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga




Quote:


Haduh emoticon-Amazed
Nentuin wakil aja masih kebingungan kok padahal stok dikoalisi banyak, puan pun siap sedia emoticon-Ngakak
Diubah oleh lucy...pinder
iya aja udah emoticon-Leh Uga
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di