alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Kelompok Bisnis Eropa Kritik Kebijakan Perdagangan Tiongkok
3 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b3c44dbd44f9f63288b456a/kelompok-bisnis-eropa-kritik-kebijakan-perdagangan-tiongkok

Kelompok Bisnis Eropa Kritik Kebijakan Perdagangan Tiongkok

BEIJING – Waktu hampir habis bagi Beijing untuk memenuhi janji reformasinya jika berharap untuk mempertahankan pertumbuhan yang stabil, sebuah kelompok bisnis Eropa mengatakan pada tanggal 20 Juni, menyatakan bahwa akar dari ketegangan perdagangan AS-Tiongkok dimulai di Tiongkok.

Terlepas dari janji rezim Tiongkok yang berulang-ulang untuk lebih membuka ekonominya, 46 persen responden dalam survei bisnis tahunan dalam Kamar Dagang Uni Eropa di Tiongkok mengatakan mereka berpikir jumlah hambatan regulasi yang mereka hadapi di Tiongkok akan meningkat selama lima tahun ke depan.

Presiden Kamar Dagang Eropa, Mats Harborn, mengatakan pada sebuah briefing tentang survei kelompok tersebut bahwa tahun 2018 harus menjadi tahun saat Beijing menyampaikan janji-janjinya, dan bahwa ia harus membuat komitmen serius untuk meredakan ketegangan-ketegangan perdagangan.

“Kita percaya juga waktu telah habis bagi Tiongkok untuk melanjutkan proses-proses reformasi,” kata Harborn.

Data aktivitas lunak untuk Mei menunjukkan bahwa ekonomi Tiongkok mulai dingin di bawah beratnya tindakan keras multi-tahun terhadap peminjaman berisiko yang mendorong biaya-biaya pinjaman untuk perusahaan-perusahaan dan konsumen.

Presiden AS Donald Trump pertama kali mengumumkan tarif pada $50 miliar atas impor-impor Tiongkok pada bulan Maret untuk menghukum pencurian kekayaan intelektual strategis oleh rezim Tiongkok, termasuk dalam menekan perusahaan-perusahaan asing di Tiongkok untuk mentransfer teknologi eksklusif mereka kepada para mitra kerja sama mereka dalam pertukaran demi akses pasar.

Dalam survei Kamar Dagang Uni Eropa 2018 tersebut, 19 persen responden mengatakan mereka merasa dipaksa untuk mentransfer teknologi mereka.

Trump telah mengancam akan menjatuhkan 10 persen tarif atas tambahan $200 miliar impor Tiongkok jika Beijing membalas terhadap tarifnya yang bernilai $50 miliar.

“Ayolah jangan salah bahwa akar masalah dari masalah ini dimulai di sini di Tiongkok,” kata Harborn, mengacu pada kebijakan-kebijakan industri Tiongkok bahwa bisnis-bisnis asing telah lama mencelanya sebagai diskriminatif. Harborn menambahkan bahwa kamar dagang tidak mendukung penggunaan tarif untuk menyelesaikan sengketa semacam itu.

Akses pasar timbal balik tetap menjadi perhatian khusus, menurut survei, dengan 100 persen perusahaan di bidang teknologi informasi dan telekomunikasi melaporkan bahwa perusahaan-perusahaan Tiongkok menikmati akses yang lebih baik di Eropa daripada perusahaan-perusahaan Eropa di Tiongkok.

Sebanyak 62 persen perusahaan di semua industri mengatakan mereka memiliki akses pasar yang kurang menguntungkan di Tiongkok daripada para pesaing Tiongkok mereka di Eropa.

Pemimpin Tiongkok Xi Jinping telah berulang kali berjanji untuk memperluas akses pasar bagi para investor asing dan memangkas pembatasan kepemilikan asing di industri tertentu, meskipun demikian telah membuat langkah-langkah konkret kecil untuk melakukannya.

Negara-negara Barat, yang berbagi keprihatinan Washington tentang pelanggaran-pelanggaran perdagangan Tiongkok, telah mendesak para pejabat Tiongkok untuk mencocokkan ucapan anti-proteksionis mereka dengan tindakan.

Kelompok-kelompok bisnis asing mengatakan perubahan itu terlalu sedikit, terlalu lambat.

Namun survei kamar dagang tersebut juga menunjukkan perusahaan-perusahaan Eropa semakin melihat pesaing-pesaing Tiongkok mereka sebagai penantang bisnis mereka.

Sebanyak 61persen responden mengatakan perusahaan domestik Tiongkok sudah sama atau lebih inovatif daripada perusahaan Eropa karena berbagai alasan, termasuk peningkatan pengeluaran R & D dan akuisisi yang ditargetkan untuk perusahaan-perusahaan teknologi tinggi asing. (ran)

http://m.erabaru.net/2018/06/21/kelo...ngan-tiongkok/
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Jadi dimana dulu yang mulai?
termasuk sentimen anti-china ga enih? kalo fans mereka di dunia maya macam drunkard semua ga perlu isu perdagangan buat menaikkan sentimen anti-china sebenrny lol. control your crazy people wahai bangsa han.
ayan kemana ya? kok tumben beberapa hari ini ga nongol emoticon-Bingung
Nih cinak emang bajingan...

Meniru produk luar lalu dijual sendiri, tetapi produk luar yang ditiru dibanned dinegara cinak biar ga bisa jualan produknya di cinak

Udah banyak ini contohnya...
Alibaba vs Amazon
Baidu vs Google
Weabo vs Facebook
Dll...

Nih cinak sudah licik dari jaman 3 kerajaan

Hobinya nge wek bikin anak dan berak sembarangan seperti arab banksat
Diubah oleh senwret7
Quote:



Nah... Dah mulai sadar kan skarang.
China belum tentu lebih baik dari barat. Cuman segelintir orang aja yang membuat seolah2 china lebih baik dari kaum barat. Di kaskus ada kok yang mati2 junjung china sampe rela buat akun cloningan lebih dari 5 account. Coba aja dicek


Kelompok Bisnis Eropa Kritik Kebijakan Perdagangan Tiongkok
Quote:


Belum cair duit dari junjungannya makanya belum nongol2
😎 rupanya majikan tukang ngeboong juga "...not opened up and reformed as quickly as it promised in its rhetoric."
Quote:


Setuju gan, Arab sama China itu patut di waspadai.
Tapi tetap yang paling parah itu Onta baik yang ekspor ideologinya berhasil menyingkirkan budaya Indonesia asli.
Kalah dagang dalam bisnis, sekarang pada koar2 menghina ... dasar pecundang.emoticon-Ngakak (S)

Era baru.net (media sesat milik falun gong) ini ,...dulunya sempat dibanned kem info indo ,...

Bisa dilihat disitusnya , dia ada kolom tersendiri utk berita : all about Tiongkok (yg sgt tdk cover both side , sisi minus dan jelek nya doang yg diangkat).

Kelompok Bisnis Eropa Kritik Kebijakan Perdagangan Tiongkok

Kelompok Bisnis Eropa Kritik Kebijakan Perdagangan TiongkokKelompok Bisnis Eropa Kritik Kebijakan Perdagangan Tiongkok
Nah lohh


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di