alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Yayasan Daarunnajaat Maza bantah pecat guru karena pilih Kang Emil
4 stars - based on 8 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b3a48f6a2c06e56738b4567/yayasan-daarunnajaat-maza-bantah-pecat-guru-karena-pilih-kang-emil

Yayasan Daarunnajaat Maza bantah pecat guru karena pilih Kang Emil

Yayasan Daarunnajaat Maza bantah pecat guru karena pilih Kang Emil

Merdeka.com - Ketua Yayasan Daarunnajaat Maza, Gunawan Subianto membantah kabar yang menyebut ada pemecetan seorang guru kelas 3 SDIT Darul Maza, Robiatul Adawiyah karena perbedaan pilihan saat Pilgub Jabar. Menurut dia, pemecatan yang dinyatakan oleh seorang pengurus yayasan adalah ungkapan pribadi. Bukan atas nama yayasan.

"Bukan mewakili dari yayasan, kami juga baru tahu setelah viral di media sosial," kata Gunawan usai memberikan keterangan kepada Dinas Pendidikan, Kota Bekasi, Selasa (2/6).

Gunawan menegaskan, ada mekanisme dan pertimbangan dalam proses pemberhentian pegawai yayasan. Ini juga harus disertai dengan surat keputusan resmi yang keluarkan oleh yayasan. Masalah Robiatul, kata dia, yayasan tidak mengeluarkan surat pemberhentian.


Robiatul menganggap pernyataan dari Fachrudin, yang merupakan pengurus Yayasan Daarunnajaat Maza, bukan sebuah pemecatan. Apalagi hanya melalui grup WhatsApp. Ini dilatarbelakangi bahwa Robia dianggap tidak sejalan dengan visi dan misi yayasan karena memilih Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jawa Barat.

"Tidak ada intruksi khusus dari yayasan mengenai Pilkada, kami tidak terlibat politik praktis. Yayasan bergerak di bidang sosial kemanusiaan, dan keagamaan," kata dia.

Pihak yayasan akan melakukan evaluasi terhadap Fachrudin, orang yang menyatakan memberhentikan Robia di grup WhatsApp. Evaluasi bisa dilakukan melalui teguran dan lainnya sesuai dengan peraturan di yayasan.

Khusus Robia, yayasan telah menawarkan agar tetap bertahan menjadi tenaga pendidik. Sebab, yayasan kekurangan guru. Robia dianggap sebagai tenaga potensial.

"Tapi beliau (Robia) tidak berkeinginan lagi, jadi ada mekanismenya, jika kontraknya habis maka tak diperpanjang, tapi jika masih diminta mengajukan berhenti," jelasnya.

Sumber:
https://m.merdeka.com/peristiwa/yayasan-daarunnajaat-maza-bantah-pecat-guru-karena-pilih-kang-emil.html

#savefuckrudin emoticon-norose
Halaman 1 dari 3
Kader pskITmana suaranya emoticon-Ngakak

Mana ada hubungannya yayasan sosial keagamaan dengan parpol apalagi ini yayasan mempunyai sdit yang tugasnya murni memberi pendidikan yang layak
Toh kedua belah pihak sudah berdamai dan selesai
PK Silit memang suram.

Menjijikkan.
Langsung nyungsep itu SD! emoticon-DP
Mana ada maling ngaku .. bisa penuh sesak penjara
subianto emoticon-Ngakak
Gila ya...gara2 politik bisa gini.
Pdhl kalopun jagoannya menang, tuh si fachrudin dapat apa ? Tetap aja udah bikin rusak suasana kerja

Bahkan di lingkungan terdidikpun masih banyak orang tolol...
memalukan
MARI GERAKKAN MEMBENCI PKS
(Tulisan seorang Katolik)

Daniel Heryanto, seorang katolik taat, selama kurun waktu 2008-2013 Daniel melakukan observasi terkait Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan huru-hara yang menimpanya. Daniel melakukan observasi PKS di ranah Jawa untuk sebuah media internasional. Dia telisik struktur PKS mulai dari DPP, 5 DPW, 18 DPD (Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, dan DIY), 84 DPC, dan 406 DPRa.

Dia juga menelisik karakter orang-orang PKS. Cara yang dilakukannya untuk mengetahui karakter orang-orang PKS adalah melihat dan mengamati kegiatan-kegiatan yang dilakukan PKS, mengadakan diskusi (obrolan) dengan pengurus PKS, para kader, serta masyarakat yang bersinggungan langsung dengan orang-orang PKS, termasuk Militer dan Kepolisian.

KESIMPULAN yang didapat oleh Daniel: “Partai ini unik, warna Islamnya enggak abangan, tapi nasionalismenya melampaui partai-partai nasionalis. Cerdas, iya. Sopan, iya. Modern, iya. Sosialis (peduli sosial), iya. Terbuka (gaul dengan pihak-pihak yang beragam), iya.!

Malah gue kaget, suatu waktu pas main ke DPP-nya (selagi masih di Mampang), gue ketemu sama ketua Walubi, terus dia bilang ‘Kami sering diskusi kebangsaan di sini bareng yang lain, dari Ormas Islam, DGI, dan budayawan’, karena penasaran, akhirnya gue masukin ke daftar ceklis. Gue harus ngadain kunjungan ke daerah lain juga. Ternyata meeeen, dengan skala yang beragam , komunikasi antar unsur dan komunitas masyarakat terjadi juga di wilayah-wilayah lain se Jawa. Hal inilah yang sering menjadi bahan kecemburuan beberapa pihak terhadap PKS, baik Ormas Islam maupun non Islam.”

Daniel menambahkan, “Dari hasil observasi gue, hal-hal negatif seperti radikal, garis keras, kaki tangan Timur Tengah, partai korup, itu cuma ‘stempel’. Maksudnya, partai ini dicap seperti itu, tapi tidak demikian dengan fakta di lapangan. Masyarakat yang mengatakan bahwa partai ini jelek ternyata mendapat sumbernya dari televisi dan koran. Waktu gue tanya ’apakah orang-orang PKS di daerah sini begitu?’ dan ternyata 100% menjawab ‘Ya, enggak sih’.

Tentang kasus kuota impor sapi yang belum lama menimpa PKS. Daniel punya cerita sendiri. Bahkan dia diceritain sama media-media luar, “Gue kaget banget dengernya, Men. Jadi,temen-temen bule gue bilang kalau kasus sapi merupakan threatment untuk mencegah PKS menang pemilu 2014. Ada kajian dari luar afiliasi yang menyatakan bahwa PKS akan menang di 2014 jika tidak ‘dioprek’.

Kesimpulannya ‘OPREK PKS’ Pengoprekan ini melibatkan segitiga intelejen (*sensor). 20an nama pentolan PKS masuk daftar incaran, termasuk Aripinto dan Lutfi Hasan Ishaq (LHI). Kasus Aripinto yang beritanya buka-buka situs porno ketika sidang paripurna DPR, ternyata hanya jebakan semata. Wartawan yang menangkap aktivitas Aripinto membuka situs porno sudah datang ke PKS untuk minta maaf. Ia mengaku dipesan untuk mengirimkan situs porno ke email aleg PKS tersebut.”

Sedangkan kasus yang menimpa mantan Presiden PKS, LHI, dimulai dari kebijakan Menteri Pertanian, Siswono. Kebijakan Siswono ini terkait dengan pengurangan impor 6 jenis buah-buahan, 4 jenis sayuran, dan 3 jenis tanaman hias. Kebijakan ini bertujuan melakukan pemberdayaan dan memberikan kesempatan kepada para petani lokal dalam memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Kebijakan ini membawa kerugian bagi tiga negara. Selain ‘merugikan’ tiga negara adikuasa, kebijakan tersebut juga membuat cukong-cukong importir Indonesia berang. Mengapa? Karena dampak kebijakan menteri pertanian asal PKS membuat ratusan ribu ton produk mereka tidak dibeli oleh Indonesia. Akibatnya, devisa ekspor mereka ke Indonesia berkurang dan pengangguran bertambah.

Guna menanggulangi masalah ini, ada pihak yang menekan pihak istana agar mengubah kebijakan pertaniannya dengan ancaman akan mengemplang pajak keluarga istana (berita ini di harian The Jakarta Post).

Akan tetapi, LHI lepas tangan. Menurut LHI, “Menteri itu pembantu presiden, bukan bawahan saya”. Alih-alih mengubah kebijakan pertanian, Siswono membuat lagi kebijakan pengurangan kuota impor daging sapi dengan alasan meningkatkan serapan produk lokal dan taraf hidup petani. Kebijakan baru ini membuat pihak-pihak tertentu semakin berang. Faktor inilah yang membuat PKS disikat.

Menurut teman-teman bulenya Daniel, kasus ini sudah ada dalam skenario. “Makanya, walaupun engga terbukti ada peningkatan kuota impor sapi karena Siswono menolak dasar pemikiran yang dipakai oleh pengusaha untuk menambah kuota impor sapi dari 500 ribu ton menjadi 550 ribu ton, LHI tetap divonis melakukan korupsi impor sapi dengan hukuman fantastis.

Logikanya kalau kuotanya engga naik, apanya yang dikorupsi? Kalau kata professor hukum pidana, berdasarkan fakta-fakta persidangan, harusnya LHI divonis melakukan upaya tindak korupsi dan paling tinggi divonis 1 tahun penjara. Hal ini dikarenakan negara tidak ada mengalami kerugian sama sekali.”
Daniel juga menambahkan bahwa madia TV mainstream memang punya kepentingan menjeggal PKS karena pemimpin-pemimpinnya maju dalam Pilpers 2014



Dedicate to;
Turn Back Hoax
Hoax membangun
Agitator
Provokator
This is the recommended menu for all of you..

Nyomot dari TL ceu Hera Wati Suryanegara
Tulisan keren dari Ruby Kay..

Membongkar jeroan Seword

Baiklah, saya akan kupas jeroan Seword yang dimiliki oleh Alifurahman, seorang cebong ortodoks. Ini orang memang terkenal sebagai dedengkot cebong garis keras, sudah bolak balik masuk istana merdeka. Maka jangan heran kalau portal setan yang suka menyebar berita hoax ini tetap eksis, lha wong pemiliknya dekat dengan penguasa.

Bagaimana mereka bekerja dan segala tetek bengek lainnya? Portal berita hoax yang getol menyerang entitas partai, ormas dan ulama Islam itu memang hingga kini makin berjaya dikalangan cebong, sebagai salah satu sumber rujukan pendukung Jokowi untuk memperoleh informasi, selain Mak Lambe Turah dan KataKita tentunya. Ada juga Baboo yang di inisiasi oleh Denny Siregar. Saya belum pernah mengaksesnya, namun diperkirakan sama saja isinya dengan Seword, sebagai media untuk menyalurkan visi rezim Jokowi untuk menyebarkan "hoax yang membangun". Hehehe...

Setahun yang lalu, saya yang masih terkontaminasi virus cebong mencoba untuk jadi kontributor Seword. Beberapa tulisan saya kirim ke admin via email. Tak kunjung dapat balasan. Maklum, tulisan yang dikirim lebih banyak membahas tema sosial dan humaniora. Jadi mikir sejenak, "kok gak direspon ya sama adminnya?" Oh, l see. Dugaan saya admin memprioritaskan tulisan-tulisan politik yang membela Ahok dan Jokowi. Memang setahun yang lalu suhu politik di Jakarta sedang panas-panasnya. Dan Seword jadi salah satu media yang getol membela Ahok dan kebijakan Jokowi.

Dari kesimpulan itu, maka saya buat satu tulisan yang memuja habis penguasa, tentu disertai dengan kata-kata yang menyerang pihak lawan. Dan tak lama kemudian, admin membalas email, mengirimkan pemberitahuan bahwa saya diterima jadi salah satu kontributor Seword. Dikirimkan pula link untuk melakukan registrasi, disertai username dan password untuk login ke halaman wordpress. Yup, Seword memakai wordpress sebagai media kontributor untuk mem-publish tulisan. Admin tak lupa meminta foto KTP dan nomor telepon untuk proses verifikasi dan dimasukkan kedalam grup kontributor Seword.

Sebuah grup di aplikasi Telegram berisi para penulis Seword, jumlahnya ratusan. Namun yang aktif menulis hanya sekitar puluhan orang. Grup selalu ramai siang dan malam. Berbagai isu terkini dilontarkan member untuk kemudian 'digoreng' menjadi sebuah tulisan agitatif yang membela penguasa serta memojokkan pihak lawan. Maka mulailah saya memperkenalkan diri kepada member lawas, lalu mulai menulis dengan isu seputar politik.

Pada awalnya, admin getol mengawal tiap tulisan yang saya buat. Proses editing berjalan dengan baik. Saya diminta admin untuk menyertakan link berita dari portal media mainstream sebagai alibi untuk memperkuat opini. Saya taat mengikuti instruksi. Hasilnya, not bad. Beberapa tulisan saya ramai dipelototi pembaca. Komentar pujian didapatkan, dengan beberapa pesan agar kedepannya tulisan saya bisa lebih menggigit dan menyerang PKS, HTI, FPI, Habib Rizieq Shihab, Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan tentu saja menjelek-jelekkan Prabowo Subianto.

Awalnya enjoy, lama-kelamaan kok berasa ada yang salah dengan portal setan ini. Tak ada lagi pengawasan yang ketat dari admin. Proses editing diabaikan, malah tiap kontributor bisa secara langsung mem-publish tulisan walau belum dicek redaksionalnya oleh admin.

Nah, disini mulai tampak keculasan dan kesalahan berpikir deduktif. Kontributor tak lagi melandasi tulisan dengan alibi yang kuat. Boro-boro menyertakan link berita untuk memperkuat opini, penulis Seword malah semakin membabi buta membuat tulisan hanya didasarkan atas kebencian semata. Isu-isu yang digulirkan di grup Telegram, langsung disambar begitu saja. Merangkai kata hanya sebatas imajinasi tanpa disertai dengan fakta. Maka makin banyaklah tulisan sampah yang hanya bertujuan menjatuhkan pihak lawan.

Dari awal bergabung sebagai kontributor Seword, niat saya sudah bulat. Menjadikan media ini sebagai sarana untuk menyalurkan hobi menulis, bukan sebagai mata pencaharian utama. Namun ternyata banyak juga kontributor yang menjadikan Seword sebagai periuk nasi mereka. Beberapa kontributor bisa mem-publish tulisan belasan kali dalam sehari. Mereka tak lagi mengedepankan kualitas, tapi hanya mementingkan kuantitas. Tulisan yang menggiring opini publik untuk semakin membenci Habib Rizieq dan FPI sangat digemari oleh pembaca Seword. Walaupun argumentasi tulisan tadi lemah dan tak miliki bukti, namun viewer dipastikan akan membludak.

Dengan semakin banyaknya pengunjung yang membaca tulisan, si kontributor akan terima bayaran yang semakin tinggi, karena Seword memang memberi honor berdasar jumlah viewer per tulisan. Hitung saja kalau per viewer Rp10 kalikan dengan 5.000 pembaca sudah menghasilkan Rp50.000. Itu cuma 1 tulisan, kalau kontributor bisa membuat 10 tulisan per hari, berarti Rp500.000 masuk dalam kantong penulis dalam sehari.

Membuat tulisan agitatif tanpa dilandasi dengan bukti itu mudah sekali. Hanya menyebar kebencian apa susahnya sih?! Makanya saya selalu menekankan, jika membuat tulisan sertakanlah dengan bukti, paling tidak sertakan link atau capture berita dari portal media mainstream agar tak dianggap sebagai hoax. Inilah yang membedakan ummat Islam dengan cebong yang acapkali mempercayai informasi dari portal berita setan begitu saja. Ditelan mentah-mentah tanpa nalar dan logika.

Seword, KataKita, Mak Lambe Turah dan banyak lagi portal berita hoax lainnya, seharusnya sudah dibredel dari dulu. Banyak sekali bukti yang bisa menjadi dasar hukum untuk melakukan pembekuan permanen. Dari penjelasan saya tadi juga bisa disimpulkan, bahwa tulisan yang dipublish oleh Seword tak melewati prosedur jurnalistik yang baik dan benar. Tak ada proses editing, tak ada pengawasan oleh admin. Penulis hanya diberikan satu pesan utama dari pemiliknya, serang dan hancurkan musuh dengan tulisan yang menjelek-jelekkan pihak lawan. Fakta dan bukti itu urusan belakangan, yang penting tiap hari Seword bisa memproduksi tulisan agitatif. Dari itulah, pengunjung membludak, pendapatan dari iklan pun didapat.

Kontributor Seword tak pernah dibekali dengan ilmu dan pemahaman akan kaidah jurnalistik. Rekrutmennya saja hanya sebatas membuat tulisan yang memuja penguasa. Tak ada tes tertulis, tak ada interview, tak ada tes pengetahuan umum, bahasa inggris, psikotes dan hal lain yang umum dilakukan oleh perusahaan media massa. Celakanya, dijaman sekarang banyak orang yang melandasi pemahaman kepada portal berita 'gak jelas'. Jawa Pos yang kantornya menjulang tinggi di jalan Ahmad Yani Surabaya pun kalah pamor dengan Seword yang kantornya saja tak jelas dimana. Si admin Seword hanya seorang wanita usia 30-an yang ngakunya tinggal dikost-kostan dekat kampus Undip Semarang.

Dengan penjelasan saya ini, pembaca bisa tahu kualitas bacaan para cebong pemuja Jokowi. Yup, mereka peroleh informasi sesat dari portal berita hoax yang sekedar memperbanyak kuantitas tulisan untuk semakin meningkatkan frekuensi pengunjung situs. Bagi saya yang sudah pernah berkecimpung didalamnya, Seword tak ada bedanya dengan situs video porno atau judi online. Mencari pemasukan dari iklan yang tayang dengan cara menjual berita palsu lagi menipu, ditulis oleh orang-orang yang tak paham metode dan kaidah jurnalistik. (BZH)

emoticon-Leh Uga
jangan cuci tangan

#savepakrudin
mana akun temonoid yg bilang si guru gak sesuai visi misi yayasan? emoticon-Big Grin
Quote:


KNTL
Quote:


Dongeng rasa beneran
kelabakan setelah wa kesebar
Quote:


Dongeng pembawa malapetaka:dor
Quote:


usaha ngeles yg terlambat ya gan.... emoticon-Hammer2
cow protocol mulai dijalankan sodara2

kalo fakrudin kagak dipecat berarti emang bener gara2 masalah pildacil emoticon-Embarrassment
Gunawan subianto

Hmmm siapa nya bowo alpenlibe nih
Mending guru yg d pecat kasih tugas ngajar s sekolah lain aja..
Kalau balik d tempat lama malah kasihan..
Ada beban mental nanti
Quote:


Dongeng rasa fakta yg membuat nastak kejang2 mencret

emoticon-Ultah
yayasan asu
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di