alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Bisnis /
FLUKTUASI HARGA PERTAMAX WAJAR, EMPAT TAHUN LALU PERNAH MENCAPAI RP 12.000
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b3a28ad5a5163496d8b4570/fluktuasi-harga-pertamax-wajar-empat-tahun-lalu-pernah-mencapai-rp-12000

FLUKTUASI HARGA PERTAMAX WAJAR, EMPAT TAHUN LALU PERNAH MENCAPAI RP 12.000

FLUKTUASI HARGA PERTAMAX WAJAR, EMPAT TAHUN LALU PERNAH MENCAPAI RP 12.000
GEMURUH dari Pilkada serentak 2018 baru saja reda. Dinamika politik berupa kontestasi pimpinan dari sebanyak 171 daerah dari sebagian wilayah di tanah air itu secara umum berlangsung aman dan lancar. Hasil dari pilkada 2018 ini sudah diketahui, walau belum secara resmi diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), namun bagaimanapun masyarakat sudah mengetahuinya dari hasil hitung-cepat (quick-count) berbagai lembaga survei hanya beberapa jam setelah pencoblosan dilakukan. Penyelenggaraan pilkada serentak 2018 sudah sesuai harapan, sebagaimana keinginan kita semua, tak terkecuali juga pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Belakangan ini ada beberapa hal yang setidaknya memang menjadi perhatian dan sorotan dari pimpinan DPR sebagai representasi dari rakyat. Sebelum gelaran pilkada pada 27 Juni itu, masalah kenaikan tarif tol juga menjadi pembicaraan di masyarakat, yang tentunya juga menjadi perhatian dan sorotan DPR. Terkini, pimpinan DPR juga mau tidak mau turut menyoroti kebijakan pemerintah terkait kenaikan dari harga Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya Pertamax series dan Dex series. 
 
Pertamina sejak Minggu (1/7/2018) melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi, khusunya harga Pertamax Series, dan Dex Series. Sementara Premium, Solar, dan Pertalite tidak mengalami kenaikan. Namun, untuk daerah Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Gorontalo harga Pertamax diturunkan. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong penggunaan BBM berkualitas dan disesuaikan dengan daya beli masyarakat Sebagai contoh di Maluku dan Papua, harga Pertamax diturunkan menjadi Rp 9.700/liter. Sedangkan di Jakarta mengalami kenaikan.

Di Jakarta, harga Pertamax naik Rp 600 dari Rp 8.900 menjadi Rp 9.500. Sementara harga Pertamax Turbo naik menjadi Rp 10.700 pada 1 Juli 2018, dari sebelumnya Rp 10.100. Lalu harga Dexlite naik menjadi Rp 9.000 per liter, naik Rp 900 dari sebelumnya yang berada di angka Rp 8.100 per liter.Kemudian, Pertamina Dex naik dari Rp 10.000 menjadi Rp 10.500 (naik Rp 500). Untuk Pertamax Racing, harga tidak mengalami kenaikan dan tetap di angka Rp 42.000.

Kita percaya bahwa penyesuaian harga BBM yang dilakukan oleh otoritas perminyakan pelat merah yang kemudian disetujui oleh pemerintah ini diputuskan dengan berbagai pertimbangan. Intsrumen penyesuian pun mungkin relevan, terutama adalah kenaikan harga minyak dunia. Apalagi, sebelumnya Pertamina telah melakukan beberapa kali penyesuaian harga BBM non-subsidi yang juga disebabkan oleh kenaikan harga minyak dunia.

Pada Januari 2018, ada kenaikan Rp 150 hingga Rp 200, misalnya di DKI Jakarta harga Pertamax dari sebelumnya Rp 8.400 menjadi Rp 8.600, Pertamax Turbo dari Rp 9.350 menjadi Rp 9.600. Kenaikan harga BBM juga disebabkan ketersediaan bahan baku, yang notabene adalah harga minyak dunia. Pada Februari 2018, di DKI Jakarta Pertalite naik ke angka Rp 7.600, Pertamax Rp 8.900, Pertamax Turbo Rp 10.100. Terakhir, pada Maret 2018, Pertalite menjadi Rp 7.800.

Mempertimbangkan fluktuasi harga minyak dunia itu, kenaikan harga BBM non-subsidi yang diberlakukan sejak 1 Juli 2018 ini oleh karenanya harus dianggap wajar-wajar saja. Pasalnya, Pertamina dan pemerintah sudah berulangkali melakukan penyesuaian harga tersebut, termasuk juga penurunan harga. Jika sekarang ini orang-orang mengatakan Pertamax melonjak menjadi RP 9.500 (naik Rp 600), tentunya perlu diingatkan bahwa pada empat tahun lampau pun sudah terjadi penyesuaian harga berupa kenaikan yang signifikan. Pada tahun 2014, harga Pertamax pernah mencapai Rp 12.000. 

Oleh karena itu pula, menyikapi kenaikan harga BBM non-subsidi berupa pertamax series dan Dex series itu, mestinya hal itu tidak menjadi sentimen nasional. Apalagi sampai menimbulkan gejolak di masyarakat pada pada akhirnya bisa berpengaruh pada kondisi politik pasca pilda serentak. Kenaikan harga BBM jenis pertamax itu, seperti mengemuka dalam pandangan bamsoet, diyakini tidak akan menimbulkan keresahan di masyarakat. Apalagi, pertamax merupakan konsumsi untuk masyarakat menengah ke atas. Sehingga, kenaikan harga pertamax tidak langsung mengganggu perekonomian masyarakat luas.

Pertamax memang identik dengan konsumsi menengah ke atas. Dengan demikian, kenaikan harga BBM non-subsidi berupa pertamax dan dex adalah wajar. Penyesuaian adalah corporate action yang penting. Sebab, pertamax bukan bahan bakar yang dibutuhkan masyarakat luas, sehingga penyesuaian harga pertamax tidak mengganggu langsung perekonomian rakyat. Yang penting, kenaikan itu tidak tidak terlalu tinggi. Harus diwaspadai konsekuensi dari kenaikan harga pertamax yang terlalu tinggi. Yakni, kemungkinan adanya kelangkaan dari premium yang lebih dicari oleh masyarakat.*

FLUKTUASI HARGA PERTAMAX WAJAR, EMPAT TAHUN LALU PERNAH MENCAPAI RP 12.000FLUKTUASI HARGA PERTAMAX WAJAR, EMPAT TAHUN LALU PERNAH MENCAPAI RP 12.000
Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di