alexa-tracking

Masa depan Meksiko di tangan populis sayap kiri

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b3a0adde052271e268b456c/masa-depan-meksiko-di-tangan-populis-sayap-kiri
Masa depan Meksiko di tangan populis sayap kiri
Masa depan Meksiko di tangan populis sayap kiri
Andres Lopez Obrador menyapa pendukungnya setelah hasil penghitungan cepat Pemilihan Presiden Meksiko diumumkan, di Hotel Hilton, Kota Meksiko, Minggu (1/7/2018).
Banyak harapan yang disematkan warga Meksiko kepada Andres Manuel Lopez Obrador. Kekacauan ekonomi akibat pemerintahan korup yang berujung migrasi besar-besaran penduduk ke Amerika Serikat (AS) adalah salah satunya.

Harapan tersebut yang kemudian mendorong kemenangan mutlak pria yang lebih dikenal dengan panggilan AMLO—merujuk pada singkatan nama lengkapnya--dalam Pemilihan Presiden Meksiko, Minggu (1/7/2018).

Penghitungan cepat yang dilakukan pasca-pemungutan suara menempatkan AMLO di posisi pertama dengan perolehan 53,6 persen suara. Jauh mengalahkan dua rival utamanya yang masing-masing hanya memperoleh kurang dari separuh suara AMLO.

Dalam konteks politik kemarin, AMLO bertarung melawan empat kandidat. Ricardo Anaya dari Partai Aksi Nasional (PAN) dengan 22,9 persen suara; Joss Antonio Meade dari Partai Revolusioner Institutional (PRI) dengan 15,1 persen suara; serta dua calon independen, Jaime Rodriguez Heliodoro Calderon (5,7 persen) dan Margarita Zavala Gomez del Campo (0,1 persen).

Selain kursi presidenan, koalisi partai yang mendukung AMLO; Gerakan Regenerasi Nasional (Morena), Partai Perwakilan Sosial (ES) dan Partai Pekerja (PT); juga berhasil merebut suara mayoritas di Kongres.

CNN menggambarkan pemilihan umum kemarin sebagai pelampiasan dari kekesalan warga Meksiko yang selama ini dikelabui penguasanya.

Kontes politik tahun ini bukan yang pertama bagi AMLO. Sudah 12 tahun politisi sayap kiri ini mencari panggung demi menjadi orang paling berkuasa di negara terbesar kedua Amerika Latin ini. Dua kali kontes kepresidenan dalam rentang waktu itu juga dicobanya.

Meski dua kali gagal, percobaan ketiganya mencatatkan kesuksesan yang luar biasa. AMLO menjadi salah satu kontestan politik dengan persentase tertinggi sepanjang sejarah Meksiko.

“Aku tidak akan mengecewakan kalian. Aku tidak akan berkhianat dari rakyat. Aku akan memimpin dengan jujur dan adil,” ucap AMLO saat menyapa pendukungnya di lobi Hotel Hilton, Meksiko, Minggu malam.

AMLO juga berjanji akan mendengarkan aspirasi dari semua lapisan masyarakat, tak peduli kelas sosial, jenis kelamin, dan pandangan politiknya. “Tapi kita akan memberikan prioritas kepada mereka yang terlupakan,” sambungnya dalam The Guardian.
Pejuang politik kontroversial
Kalah dalam konteks politik tak hanya dialami AMLO dalam pemilihan presiden. Lahir pada 1953 di tengah keluarga sederhana di Tabasco, AMLO memulai kariernya sebagai pegawai di biro Kementerian Dalam Negeri.

Kariernya di politik dimulai dari tanah kelahirannya sendiri. Pada 1994, AMLO gagal memperoleh suara terbanyak untuk posisi gubernur di Tabasco. Itu adalah kekalahan keduanya.

Kekalahan itu tak membuat semangatnya kendur. Memanfaatkan pesimistis warga pada PRI, partai penguasa Meksiko, pada tahun yang sama dengan kekalahannya, AMLO memelopori unjuk rasa antipemerintahan di ibu kota Meksiko.

Sejak saat itu, AMLO semakin lantang menyuarakan kebobrokan pemerintah Meksiko. “Berbicara di depan sepuluh orang atau di lapangan Zocalo yang penuh dengan orang, semangatnya tetap sama,” tutur salah satu kaki tangannya, Polimnia Romana Sierra, dalam Reuters.

Citranya berhasil terbentuk. Tahun 2000, AMLO terpilih sebagai Mayor Meksiko. Posisi itu pun yang menjadi batu loncatannya untuk maju ke jenjang yang lebih tinggi.

Pada 2006, AMLO mencoba peruntungan pertamanya. Dirinya gagal. Saat itu dia menuding hasil pemilihan umum dimanipulasi.

Enam tahun kemudian, AMLO kembali mencoba. Masih dengan jalur independen. Nasib juga tak berpihak padanya. Suaranya hanya berbeda lima persen dari pemenang pemilu saat itu, Pena Nieto, dari PRI.

2015, AMLO mendirikan Partai Gerakan Regenerasi Nasional (MORENA). Berbagai skandal korupsi dan merosotnya ekonomi yang membelenggu PRI memberi keuntungan pada citra MORENA.

Meski begitu, Al-Jazeera menyebut kemenangan AMLO kali ini juga didukung dari perjuangan sang istri, Beatriz Gutierrez, seorang feminis yang berhasil merebut perhatian pemilih perempuan di Meksiko.
Membenahi hubungan dengan AS
Ucapan selamat membanjiri AMLO usai kemenangannya—versi penghitungan cepat—diumumkan.

Salah satu yang tak luput mengucapkan selamat adalah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam akun Twitternya, @realDonaldTrump. Sejak menjabat, Trump menjadi salah satu sosok yang paling banyak berurusan dengan Meksiko, lewat kebijakannya membangun tembok besar anti-imigran.
Congratulations to Andres Manuel Lopez Obrador on becoming the next President of Mexico. I look very much forward to working with him. There is much to be done that will benefit both the United States and Mexico!
— Donald J. Trump (@realDonaldTrump) July 2, 2018
Trump berujar dirinya tak sabar untuk segera bertemu dengan AMLO dan membahas masalah-masalah penting dua negara.

Dalam pidatonya di hadapan pendukungnya, AMLO juga berujar hal yang serupa. Ia mengaku akan berupaya menjalin hubungan baru dengan AS yang berlandaskan pada kepentingan warganya yang telah berkontribusi sebagai pekerja imigran di negara itu.

“Urusan imigrasi harus diselesaikan bukan karena pilihan, melainkan kebutuhan. Warga Meksiko bebas bekerja dan bahagia di tempat lahirnya, bersama keluarganya, bersama haknya, dan bersama kultur budayanya,” tegas AMLO.

Trump memang semakin keras dengan para imigran asal Meksiko. Bukan hanya ancaman membangun tembok pembatas, Trump juga tak segan mengeluarkan kebijakan pemisahan anggota keluarga di perbatasan Meksiko-AS.

Kebijakan itu baru ditandatangani Trump pada 20 Juni 2018. Prosedur itu diberi julukan “kebijakan tanpa toleransi”.

Dalam kebijakan itu, semua imigran yang tiba di wilyaha AS secara ilegal harus diserahkan untuk diadili dan ditahan oleh otoritas federal. Anak-anak yang dibawa serta oleh imigran akan diserahkan ke Departemen Kesehatan AS atau dibawa ke rumah-rumah yatim piatu.

The New York Times mencatat, sudah lebih dari 2.000 anak imigran yang dipisahkan dari keluarga mereka.

Kebijakan itu pun memancing amarah dari warga AS. Ribuan pengunjuk rasa kembali membanjiri lapangan Lafayette, yang berada tepat di sisi kiri Gedung Putih, Washington AS.

“Kami peduli, jaga kesatuan keluarga,” begitu bunyi salah satu slogan yang diteriakkan pengunjuk rasa dalam aksi bertajuk “Families Belong Together”.

Belakangan, Trump berjanji pemisahan itu hanya akan berlangsung selama 20 hari atau lebih, setelah semua proses penegakan hukum rampung.
Masa depan Meksiko di tangan populis sayap kiri


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...lis-sayap-kiri

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Masa depan Meksiko di tangan populis sayap kiri KPU anggap sah aturan larang koruptor nyaleg

- Masa depan Meksiko di tangan populis sayap kiri Sektor Aneka Industri memerah, biang pelemahan IHSG hari ini

- Masa depan Meksiko di tangan populis sayap kiri Tarif angkutan dan makanan jadi penyebab inflasi Juni 2018

×