alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Jokowi Resmikan 'Kebun Angin' Raksasa RI Siang Nanti
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b39e29ade2cf2f3718b4570/jokowi-resmikan-kebun-angin-raksasa-ri-siang-nanti

Jokowi Resmikan 'Kebun Angin' Raksasa RI Siang Nanti

Jokowi Resmikan 'Kebun Angin' Raksasa RI Siang Nanti


Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikan Pembangkit listrik bertenaga bayu (PLTB) di Sidrap, Sulawesi Selatan, siang nanti.

Dijadwalkan juga hadir Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir, Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri BUMN Rini Soemarno di acara tersebut. Peresmian rencananya dilakukan pukul 14.00 WITA.

Kebun angin Sidrap berkapasitas 75 MW ini resmi masuk ke sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan pada April 2018.

Pemerintah membangun pembangkit listrik angin ini untuk meningkatkan porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) mencapai 23% dari total bauran energi nasional pada 2025.

Saat ini sebanyak 30 Wind Turbin Generator (WTG) yang terpasang pada PLTB Sidrap telah menghasilkan energi listrik untuk Sistem Sulawesi Bagian Selatan. Pembangkit yang berlokasi di Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan ini menggunakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekitar 40% dan menyerap sekitar 1150 tenaga kerja.

Di lahan seluas 100 hektar, telah terpasang 30 turbin yang memiliki ketinggian 80 meter dan baling-baling sepanjang 57 meter. Daerah ini kini menjadi salah satu wisata untuk masyarakat di Sulawesi Selatan yang berjarak sekitar 150 km dari Kota Makassar.

Selain PLTB Sidrap, kelistrikan di Sulawesi Bagian Selatan juga akan dipasok oleh PLTB Tolo, Jeneponto milik Independent Power Producer (IPP) berkapasitas besar yakni 72 MW di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Groundbreaking pembangkit ini juga akan dilaksanakan esok oleh Presiden Jokowi.

"Pembangunan pembangkit ini relatif cepat sehingga infrastruktur lain juga harus dipercepat, seperti transmisi dan gardu induk (GI)," kata Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali saat berkunjung ke PLTB Tolo, Jeneponto (1/7/18).

Baca juga: Proyek 'Kebun Angin' di Jenoponto Segera Rampung

PLTB ini memiliki 20 turbin dengan kapasitas masing-masing mencapai 3,6 MW. Proses pengangkutan material turbin dari Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar ke lokasi site melalui medan yang cukup sulit dikarenakan panjangnya truk khusus pengangkut kincir PLTB. Bilah kincir berukuran 64 meter dengan lebar 5 meter, sedangkan tinggi tiangnya mencapai 185 meter.

Secara teknologi, PLTB Tolo, Jeneponto memiliki kemampuan yang sama dengan PLTB Sidrap. Namun energi listrik yang dihasilkan per turbin lebih besar dibanding PLTB Sidrap karena perbedaan kondisi angin di masing-masing lokasi.





https://m.detik.com/finance/energi/d...ri-siang-nanti




luar biasa gan 😍🌹😎

Diubah oleh stratovarius666
Urutan Terlama
Jokowi Resmikan 'Kebun Angin' Raksasa RI Siang Nanti
Diubah oleh stratovarius666
Jokowi Resmikan 'Kebun Angin' Raksasa RI Siang Nanti
bagusnya memang pembangkit listrik model beginian yang dibanyakin
renewable energy dan menjangkau pelosok

proyek ini sepertinya satu2nya proyek energi yang (menurut gw) paling joss di jaman jokowi

jangan bikin di jawa terus.. sudah over suplai di jawa


yang di era sebelumnya sudah ada dirintis
Jokowi Resmikan 'Kebun Angin' Raksasa RI Siang Nanti
Diubah oleh tukangkredit
Masuk angin
Quote:


klo gitu zonkey & fuckri bs dijadiin sumber tenaga dong. mereka kan isinya angin doang
asyik tinggal resmiin

di buatnya kpn bodo amat yg penting resmiin cekrak cekrek emoticon-Ultah
Big Bang + 1967 + 32 + 10 tahun penuh kesia-siaan... emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:


Salah satu proyek yang bisa membuat DI masuk penjara alhamdulillah dilanjutkan oleh pemerintah
Quote:


Iya gan, disuruh ngoceh terus aja.
Ntr dapet energi listrik emoticon-Salaman
proyeknya DI kan?
Lanjutkan














emoticon-Traveller





TS jangan lupa cindul emoticon-Hansip
Quote:


bukan lah..
itu kan yg mobil listrik

Nasib Ahli Mobil Listrik di Era Dahlan Iskan, Dibui dan Dibuang
https://finance.detik.com/energi/d-3564665/nasib-ahli-mobil-listrik-di-era-dahlan-iskan-dibui-dan-dibuang

Jakarta - Sebuah mobil listrik berwarna putih mirip Alphard diboyong Kejaksaan Agung dari kompleks perumahan dosen Universitas Gajah Mada (UGM) di Bulaksumur, Yogyakarta, pada 4 Agustus 2015.

Mobil listrik bernomor plat B 2422 XTW itu disita sebagai barang bukti dalam kasus pengadaan mobil listrik dalam acara APEC 2013. Mobil listrik tersebut adalah salah satu mobil yang dikirim Dahlan Iskan ke universitas-universitas untuk pembelajaran.

Gara-gara mobil listrik jadi terjeblos ke penjara. Itulah nasib naas yang menimpa Dasep Ahmadi, salah satu insinyur mobil listrik Dahlan Iskan. Nama Dasep berkibar ketika Dahlan mulai mendorong pengembangan mobil listrik pada tahun 2012.

Mobil listrik kecil berwarna hijau terang yang dibawa Dahlan mengaspal pada 16 Juli 2012 adalah hasil karyanya. Setelah pergantian rezim pada 2014, peruntungan Dasep berubah.

Proyek mobil listrik Dahlan tak dilanjutkan oleh pemerintahan baru, hilang bak ditelan bumi. Bukan hanya dihentikan, Dahlan dan para pembuat mobil listriknya dituding berbuat kriminal.

Kasus mobil listrik yang menjerat Dahlan dan Dasep berawal dari kesepakatan tiga BUMN untuk membiayai pengadaan 16 mobil listrik senilai kira-kira Rp 32 miliar. Saat itu PT Sarimas Ahmadi Pratama ditunjuk sebagai pihak swasta yang dianggap kompeten untuk mengerjakan pengadaan tersebut.

Tiga BUMN yang dimaksud adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI), Perusahaan Gas Negara (PGN), dan PT Pertamina. Belasan mobil listrik tersebut rencananya akan digunakan saat konferensi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Nusa Dua, Bali, Oktober 2013.

Dianggap tak memenuhi kualifikasi untuk digunakan peserta forum APEC, mobil-mobil listrik yang telah diproduksi selanjutnya diserahkan kepada beberapa universitas untuk dijadikan bahan penelitian.

Dasep yang menjabat sebagai Direktur PT Sarimas Ahmadi Pratama kemudian ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan merugikan keuangan negara. Dasep kemudian divonis 7 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan pada Maret 2016 oleh Pengadilan Tipikor.

Bukan hanya Dasep saja yang bernasib sial. Ricky Elson, ahli mobil listrik yang dipanggil pulang Dahlan dari Jepang juga demikian. Ricky, anak muda jenius asal Padang yang berhasil mematenkan 14 penemuan di bidang motor listrik di Negeri Sakura, pada 2014 sempat dikabarkan ingin kembali ke Jepang.

Di Indonesia, Ricky yang pulang karena berniat membangun mobil listrik nasional malah tak mendapat dukungan dari pemerintah.

Akhirnya Ricky memang mengurungkan niatnya kembali ke Jepang dan tetap tinggal di Indonesia. Saat ini dia tengah aktif mendidik dan membagi ilmu kepada anak-anak muda untuk mengembangkan mobil listrik dan teknologi listrik dari sumber energi terbarukan.

Saat dihubungi detikFinance, Ricky mengaku enggan bicara lagi soal mobil listrik. "Mohon maaf, saya enggak bisa memberi komentar apapun terkait mobil listrik," ujarnya melalui pesan singkat, Selasa (17/7/2017).

Sekarang tiba-tiba wacana pengembangan mobil listrik muncul lagi. Kali ini Menteri ESDM Ignasius Jonan yang mendorongnya lewat sebuah surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sama seperti Dahlan, Jonan memandang sudah saatnya Indonesia mengembangkan mobil listrik agar tak ketinggalan dari negara-negara lain.

Apakah ahli-ahli mobil listrik era Dahlan Iskan akan kembali dilibatkan lagi?

Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, tidak menutup kemungkinan tersebut. Ia mengatakan, Indonesia sudah punya banyak orang-orang pintar yang ahli dalam pembuatan mobil listrik. Potensi-potensi yang ada harus dimaksimalkan.

"Orang Indonesia itu yang pintar banyak sekali kok, cuma kita enggak kasih kesempatan, sayang sekali," kata Luhut.

Tapi kalau serius mau mengembangkan mobil listrik, negara jangan membui dan membuang para peneliti mobil listrik. Kasus yang menimpa Dasep membuat pembuat mobil listrik lainnya khawatir bernasib serupa.

"Kalau pure peneliti, agak pusing karena peneliti hanya berkaitan engineering atau science, bukan dikaitkan masalah hukum. Kita jadi agak hati-hati. Jadi ada keengganan untuk mengembangkan mobil listrik. Takut kalau mungkin seperti itu (bernasib seperti Dasep)," kata Ketua Tim Mobil Listrik Institut Teknologi Bandung (ITB), Agus Purwadi. (mca/ang)
Diubah oleh tukangkredit
Rakyat bayar listrik bukan negara ke swasta ya
Quote:


Ini juga, karena ini tenaga angin kalau tidak ada angin tidak bisa menghasilkan listrik tetapi PLN tetap harus bayar ke pembangkit ini. Disini resikonya tetapi proyek ini lanjut.
Kita harus berani ambil resiko untuk hal seperti ini
Quote:


apa loe berani bilang seperti itu ke anies nyuk???
Manataps
mantabs


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di