alexa-tracking

Uang muka KPR dibebaskan, tapi pahami dulu syaratnya

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b39cb96dbd7707a668b457f/uang-muka-kpr-dibebaskan-tapi-pahami-dulu-syaratnya
Uang muka KPR dibebaskan, tapi pahami dulu syaratnya
Uang muka KPR dibebaskan, tapi pahami dulu syaratnya
Foto ilustrasi, Buruh mengerjakan pembangunan perumahan bersubsidi di Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Selasa (1/8/2018).
Bank Indonesia (BI) secara resmi telah mengumumkan pelonggaran aturan loan to value (LTV) pembelian rumah. BI akan membebaskan aturan pembayaran uang muka (down payment/DP) mulai 1 Agustus nanti.

Dengan demikian, besaran uang muka akan diserahkan ke kebijakan masing-masing bank. Hal ini diharapkan bisa mendongkrak sektor properti yang lesu.

Sebelum revisi peraturan LTV ini, BI mengatur besaran kredit pembelian rumah tahap pertama yang luasnya di atas 70 meter persegi adalah 85 persen dari total harga rumah. Jadi peraturan itu menetapkan kreditur atau pembeli rumah harus bisa membayar sebesar 15 persen.

Setelah pelonggaran LTV ini, BI meniadakan atau menghapus syarat besaran LTV yang diberikan bank kepada nasabah untuk rumah pertama. Sedangkan, untuk pembelian rumah kedua dan ketiga tetap diterapkan ketentuan DP sebesar 10-20 persen--kecuali untuk tipe rumah berukuran 21 meter persegi (m2).

Selain itu, BI juga melonggarkan jumlah fasilitas kredit atau pembiayaan melalui mekanisme inden. Pelonggaran ini dimungkinkan hingga maksimal lima fasilitas kredit, tanpa melihat urutan.

Dengan ketentuan itu, maka pencairan kredit dimungkinkan sejak rumah pertama kali akan dibangun. Begitu akad kredit terbit, pencairan kredit diberikan maksimum 30 persen.

Lalu, setelah fondasi rumah selesai dibangun, maksimum pencairan menjadi 50 persen dari plafon kredit. Kemudian setelah tutup atap selesai, pencairan maksimum mencapai 90 persen dari plafon. Adapun pencairan kumulatif baru terjadi pada saat penandatanganan serah terima akte jual beli dan cover note.

Namun, kebijakan KPR bebas uang muka tersebut tidak berlaku untuk program kredit/pembiayaan dalam rangka pelaksanaan program pemerintah pusat atau pemerintah daerah--termasuk program Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Kendati demikian, BI mengingatkan tidak semua bank bisa memanfaatkan relaksasi LTV untuk rumah tahap pertama ini.

Bank penyalur KPR yang bisa menikmati kelonggaran LTV ini adalah bank yang sehat dengan rasio kredit bermasalah dari total kredit kurang dari 5 persen secara net (bersih). Selain itu, rasio kredit bermasalah untuk sektor properti dari bank itu juga harus kurang dari lima persen.

"Untuk rumah pertama, kami tidak mengatur besarnya rasio LTV. Tentu saja masing-masing bank yang mengatur sesuai praktik manajemen risiko yang ada. Kami tegaskan, bahwa ada beberapa persyaratan prudensial yang menyertai realisasi LTV ini," kata Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto dikutip dari Antaranews, Senin (2/7/2018).

Mengutip data Statistik Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), saat ini terdapat lima bank umum yang memiliki pangsa pasar besar dalam menyalurkan KPR. Mereka adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Bank CIMB Niaga Tbk. Lima bank tersebut rata-rata memiliki rasio NPL net di bawah 5 persen.

Meski diberikan kebebasan uang muka oleh bank sentral, tidak berarti bank akan menerapkan sepenuhnya.

BTN misalnya. Bank spesialis kredit perumahan tersebut dipastikan tetap akan menerapkan uang muka sebagai syarat yang mengikat. Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, alasan BTN tidak menerapkan KPR tanpa DP karena sudah memiliki program rumah murah dengan uang muka sebesar 1 persen.

"Sehingga nggak nol nol banget, masa mau kredit nol persen, kesannya itu tanggung jawabnya kurang mengikat gitu lho," ujar Maryono dilansir detikFinance, Senin (2/7).
Tidak bahayakan ekonomi
Meski membebaskan aturan uang muka, Gubernur BI Perry Warjiyo meyakini pelonggaran ini tidak akan membahayakan perekonomian, seperti kenaikan rasio kredit macet dan kenaikan harga properti yang cukup drastis.

Pasalnya, kata Perry, saat ini kelompok masyarakat yang dapat menikmati LTV adalah masyarakat dengan kelompok usia 36 tahun hingga 40 tahun. Kelompok masyarakat itu, kata Perry, masih memiliki daya beli dan kemampuan membayar yang tinggi.

"Debt Service Ratio atau kemampuan membayar utang kembali untuk kelompok muda menengah mencapai 13 persen - 14 persen," katanya.
Uang muka KPR dibebaskan, tapi pahami dulu syaratnya


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...dulu-syaratnya

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Uang muka KPR dibebaskan, tapi pahami dulu syaratnya Kenaikan Pertamax masih di bawah harga pasar

- Uang muka KPR dibebaskan, tapi pahami dulu syaratnya Calon kepala daerah tersangka korupsi terpilih tetap akan dilantik

- Uang muka KPR dibebaskan, tapi pahami dulu syaratnya 9 Provinsi gelar pemungutan ulang, Papua tunggu kondusif

php kagak nih ??
×