alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / IDNTimes /
Pengungsi Syiah, 6 Tahun Menggantung Asa
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b39c21c32e2e66c758b456f/pengungsi-syiah-6-tahun-menggantung-asa

Pengungsi Syiah, 6 Tahun Menggantung Asa

Pengungsi Syiah, 6 Tahun Menggantung Asa

Ibnu Ghoir (60) masih ingat betul kejadian di tanggal 26 Agustus 2012 lalu. Tak jelas siapa yang mengomando, ratusan orang tak dikenal menyerang rumah milik warga Syiah, termasuk miliknya. 

Suasana saat itu, kata dia, begitu mencekam. Terjadi pelemparan batu, pembakaran, hingga perkelahian. "Katanya Islam, tapi kelakukannya terhadap sesama saudara masak kayak gitu?" kata Ibnu, kepada IDN Times, Rabu, (27/6).

Kejadian yang terjadi membuat kampung halamannya di Desa Karang Gayam dan Blu’uran, Sampang rata dengan tanah. Terusir, mereka pun kini tinggal di pengungsian Rusun Jemundo, Sidoarjo. "Khawatir mas, takutnya tanah kami malah digunakan orang lain," kata pengungsi lain, Abdul Jalil (42).


1. Bukan konflik agama 
Pengungsi Syiah, 6 Tahun Menggantung Asa
Koordinator pengungsi Syiah, Tajul Muluk menceritakan bagaimana mereka mengalami perlakuan tak manusiawi. "Kami diseret, ditarik. Bahkan, ada yang sedang salat dipaksa berhenti," ucap Tajul. 

Ia juga meyakini bahwa apa yang terjadi di Sampang sebenarnya bukan konflik agama.

"Bukan Sunni, itu hanyalah sekumpulan orang anti Syiah saja," katanya. Isu agama, kata dia, dimanfaatkan oleh kelompok tertentu sebagai kedok untuk mengadu domba. Sebenarnya, apa yang terjadi pada penganut Syiah Sampang pada 2012 hanya puncaknya saja. Intimidasi, kata dia, sudah mereka rasakan sejak tahun 2004.


2. Minim bantuan, Kartu Pintar pun tak dapat
Pengungsi Syiah, 6 Tahun Menggantung Asa
Sempat ditampung di Gelanggang Olahraga Sampang, para pengungsi kini telah menghuni tempat pengungsian Rusun Jemundo hampir sewindu. Selain kondisi rusun, mereka juga mengeluhkan bantuan dari pemerintah . Dana bantuan Rp 700 ribu per bulan dinilai terlalu sedikit untuk hidup di Sidoarjo.

Selain kebutuhan hidup, mereka juga harus menanggung biaya pendidikan anak-anak. Di sisi lain, program kartu Pintar presiden yang digadang mampu membantu biaya pendidikan keluarga tak mampu pun belum mereka dapatkan. "Gak ada bantuan apa-apa, bahkan tidak ada pihak pemerintah yang ke sini," ucap Tajul Muluk. 


3. Keluhkan minimnya fasilitas rusun
Pengungsi Syiah, 6 Tahun Menggantung Asa
Hal lain yang dikeluhkan oleh para pengungsi adalah kondisi rusun. "Atap bocor, saluran air tersumbat, kami selalu memperbaikinya sendiri" tutur Khoirul (24). Bagaimanapun, kata dia, Sampang lebih nyaman daripada rusun tersebut. Rusun Jemundo sendiri saat ini menampung 81 kepala keluarga dengan total sekitar 300 orang.

Pengungsi Syiah, 6 Tahun Menggantung Asa
Layaknya sebuah apartemen, mereka mendapatkan ruangan yang berisikan dapur dan kamar mandi di dalamnya. Namun, jangan membayangkan tempatnya akan terasa nyaman. Ruangan tersebut cukup pengap dan sesak.

Pengungsi Syiah, 6 Tahun Menggantung Asa
Parahnya lagi, beberapa di antara mereka harus tinggal di ruangan sekecil itu dengan 13 orang di dalamnya. Bahkan beberapa harus tidur di lorong Rusun. "Gak muat kamarnya, terpaksa beberapa dari kami harus menggelar tikar di luar."

Pengungsi Syiah, 6 Tahun Menggantung Asa
Berbeda dengan Tajul dan pengungsi dewasa lainnya, beberapa anak-anak pengungsi tampak ceria. Bagi mereka kebahagiaan terbesar saat ini adalah bisa bermain dengan teman sebaya. "Senang di sini, banyak teman mainnya," begitu jawab.

Di sisi lain, Tajul terus memberikan pengarahan kepada anak-anak yang mulai beranjak dewasa. Baginya itu sangat penting, agar mereka dapat bertahan dan menerima keadaan.


4. Pesta demokrasi hanyalah formalitas bagi mereka
Pengungsi Syiah, 6 Tahun Menggantung Asa
Enam tahun bertahan di Rusun, mereka pun merasakan beberapa kali pergantian pemimpin. Meskipun begitu, tidak ada satupun perubahan yang mereka rasakan. Mereka tetap hidup mandiri bermodalkan Rp 700 ribu per bulan, "enak di Sampang mau apa saja gampang, bisa tani, gak kayak di sini," ucap Abdul.

Pengungsi Syiah, 6 Tahun Menggantung Asa
Bahkan, mereka menyebut bahwa momen Pilkada 2018 tidak memiliki pengaruh apapun. "Lha mereka hanya menebar senyuman, tanpa ada aksinya sama sekali," kata munir (60).


5. Meskipun pesimistis, mereka tetap berharap dapat kembali ke Sampang
Pengungsi Syiah, 6 Tahun Menggantung Asa
Segala keluhan tak membuat mereka ciut asa. Para pengungsi Syiah tetap berharap suatu hari nanti dapat kembali ke kampung halamannya di Sampang. Sayangnya, harapan tersebut nampaknya masih jauh panggang dari api. Mereka menyebut tak ada satupun pasangan calon gubernur yang singgah dan melihat kondisi mereka.

Quote:


Sumber : https://www.idntimes.com/news/indone...mpaign=network

---

Baca Juga :

- Pengungsi Syiah, 6 Tahun Menggantung Asa Bagi Pengungsi Syiah Sampang, Pilkada Hanya Formalitas

- Pengungsi Syiah, 6 Tahun Menggantung Asa Pengungsi Syiah Bisa Memilih, TPS Dijaga Polres Sampang & Sidoarjo

- Pengungsi Syiah, 6 Tahun Menggantung Asa Pengungsi Syiah Sampang Dipastikan Mencoblos di Tempat Pengungsian

Urutan Terlama
Assalamu'alaikum.. Sebelumnya mohon maaf jika pesan dari saya ini dinilai mengganggu dan kurang berkenan. Tujuan saya mau membongkar salah satu tipuan besar dajjal di dunia ini, khususnya utk umat islam. Saya dulu anti syiah dan ikut menyebar berita negatif ttg syiah. Namun setelah saya telusuri dan pelajari langsung dari sumber syiahnya sendiri dlm bbrp tahun lamanya, terutama yg berkaitan dgn masalah2 yg biasanya dipersoalkan publik, maka kini saya tahu bahwa ternyata syiah selama ini disesatkan-kafirkan dgn fitnah dan dusta, mulai dari kitab2nya dipalsukan, pihak anti syiah juga dgn berani mengarang kitab sendiri yang isinya negatif tapi menyandarkan penulisnya ke para ulama syiah, berita2nya, baik berupa artikel, foto dan video, spt konflik suriah, penindasan sunni di negeri syiah iran, syiah bikin ka'bah sendiri utk berhaji, jenazah khomeini dihinakan, dll. Kemudian juga meluruskan persoalan yg slalu di ulang2 oleh banyak media berkedok islam ttg cara syahadat & adzannya syiah, cara shalatnya syiah, nikah mut'ah, caci-maki para sahabat & istri nabi SAW, Menuhankan Ali, tahrif al-Qur'an, taqiyah, dll. Semuanya telah saya rangkum pada tulisan saya yg berjudul: “Tabayyun kpd syiah: saya dari anti syiah menjadi simpatisan syiah” yang dapat anda baca di:
Sumber Web => https://simpatisansyiah.wordpress.com (di web ini hanya trdpt 1 artikel tsb saja agar fokus utk tabayyun)
Sumber PDF => https://simpatisansyiah.files.wordpr...pada-syiah.pdf

Jika anda mengaku sebagai mukmin yg baik, adil dan objektif, yg memegang teguh din/agama ini seumpama menggenggam panasnya bara api, maka tidak ada salahnya anda mau mempelajari hasil pembelajaran saya tsb. Terlebih sgt fatal jika anda sampai mengkafirkan syiah, tp ternyata terbukti diakhirat kelak mereka masih muslim, maka kekafiran itu bisa jadi akan berbalik kpd sipenuduh berdasarkan HR Bukhari & Muslim. Jadi pelajarilah, demi kebaikan anda di akhirat kelak. Semoga bermanfaat. Terima Kasih. Wassalamu'alaikum.. emoticon-Smilie

Dari Tabayyun Dari Kitab Syiah Bhw Syiah Bukan Islam

Quote:


BEBERAPA KRITERIA AJARAN SESAT SYIAH MENURUT KITAB SYIAH YANG BERBEDA DENGAN ISLAM...


1. Syiah mengkafirkan sahabat nabi

كان الناس أهل ردة بعد النبي (صلى الله عليه وآله) سنة إلا ثلاثة فقلت: ومن الثلاثة؟ فقال: المقداد بن الأسود وأبو ذر الغفاري، وسلمان الفارسي،

بحار الأنوار - العلامة المجلسي - ج ٢٢ - الصفحة ٣٥١

“Bahwasanya manusia Murtad sepeninggal Nabi (Shallallahu ‘alaihi wa aalihi) selama satu tahun, kecuali tiga orang.” Aku bertanya, “Siapakah ketiga orang tersebut?” Lalu ia menjawab, “Al-Miqdad bin al-Aswad dan Abu Dzar al-Ghifariy serta Salman al-Farisiy.

[Bihar al-Anwar 22/351, al-Majlisiy Syiah Rafidhah]

[shiaonlinelibrary.com/الكتب/1453_بحار-الأنوار-العلامة-المجلسي-ج-٢٢/الصفحة_0?pageno=351#top]


كان الناس أهل ردة بعد النبي (صلى الله عليه وآله) إلا ثلاثة فقلت: ومن الثلاثة؟ فقال: المقداد بن الأسود وأبو ذر الغفاري و سلمان الفارسي

الكافي - الشيخ الكليني - ج ٨ - الصفحة ٢٤٥

“Bahwasanya manusia Murtad sepeninggal Nabi (Shallallahu ‘alaihi wa aalihi), kecuali tiga orang.” Aku bertanya, “Siapakah ketiga orang tersebut?” Lalu ia menjawab, “Al-Miqdad bin al-Aswad dan Abu Dzar al-Ghifariy serta Salman al-Farisiy.

[Al-Kaafiy 8/245, al-Kulainiy Syiah Rafidhah]

[shiaonlinelibrary.com/الكتب/1129_الكافي-الشيخ-الكليني-ج-٨/الصفحة_0?pageno=245#top]

كنت معه عليه السلام في بعض خلواته فقلت: إن لي عليك حقا ألا تخبرني عن هذين الرجلين: عن أبي بكر وعمر؟ فقال: كافران كافر من أحبهما

بحار الأنوار - العلامة المجلسي - ج ٦٩ - الصفحة ١٣٧

بحار الأنوار - العلامة المجلسي - ج ٦٩ - الصفحة ١٣٨

Aku pernah bersamanya ‘alaihi Salam pada sebagian waktu menyendirinya dengan bertanya, “Sesungguhnya aku memiliki hak yang harus engkau tunaikan, maka khabarkanlah kepadaku mengenai 2 orang ini, yakni mengenai Abu Bakar dan ‘Umar?” Lantas ia menjawab, “Mereka berdua adalah orang kafir dan kafir juga orang yang mencintai mereka berdua.”

[Bihar al-Anwar 69/137-138, al-Majlisi Syiah Rafidhah]

[shiaonlinelibrary.com/الكتب/1500_بحار-الأنوار-العلامة-المجلسي-ج-٦٩/الصفحة_0?pageno=137#top]

[shiaonlinelibrary.com/الكتب/1500_بحار-الأنوار-العلامة-المجلسي-ج-٦٩/الصفحة_139#top]




2. Syiah menuduh kaum muslimin sebagai nashibi atau pembenci ahli bait nabi

وغني عن التعريف بأن مذهب النواصب هو مذهب أهل السنة والجماعة

الشيعة هم أهل السنة - الدكتور محمد التيجاني - الصفحة ١٦١

Dan cukuplah yang dimaksud dari definisi madzhab Nawashib adalah madzhab Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

[Asy-Syiah hum Ahlus Sunnah 161, Muhammad at-Tijaniy Syiah Rafidhah]

[shiaonlinelibrary.com/الكتب/4587_الشيعة-هم-أهل-السنة-الدكتور-محمد-التيجاني/الصفحة_159]




3. Syiah mengkafirkan kaum muslimin sbg nawashib shg halal darahnya dan hartanya.

إنهم كفار أنجاس بإجماع علماء الشيعة الإمامية, وإنهم شرّ من اليهود والنصارى, وإن من علامات الناصبي تقديم غير علي عليه في الإمامة

الأنوار النعمانية/ 206,207

Sesungguhnya mereka (Nashibi) adalah Kafir Najis dengan kesepakatan (ijma’) para Ulama Syiah Imamiyyah, dan sesungguhnya mereka adalah lebih buruk dari Yahudi dan Nashrani, dan sesungguhnya ciri-ciri dari Nashibi adalahmendahulukan selain ‘Aliy ‘alaihi dalamImamah.

[Al-Anwar an-Nu’maniyyah 206-207, Ni’matullah al-Jazairiy Syiah Rafidhah]

[www.shiaweb.org/books/llah_llhaq_2/pa19.html]


قلت لأبي عبد الله عليه السلام: ما تقول في قتل الناصب؟ قال: حلال الدم أتقي عليك فان قدرت أن تقلب عليه حائطا أو تغرقه في ماء لكي لا يشهد به عليك فافعل, قلت: فما ترى في ماله؟ قال توه ما قدرت عليه

بحار الأنوار - العلامة المجلسي - ج ٢٧ - الصفحة ٢٣١

Aku bertanya kepada Abu ‘Abdillah ‘alaihi Salam, “Bagaimana pendapatmu mengenaimembunuh Nashibi?” ia menjawab, “Halal darahnya serta berhati-hatilah, jika engkau mampu merubuhkan tembok ke atas mereka atau menenggelamkan ke dalam air sehingga tidak ada yang menyaksikan pembunuhanmu maka lakukanlah. Aku bertanya, “Lalubagaimana dengan hartanya?” ia menjawab, “Habiskanlah jika engkau mampu.”

[Bihar al-Anwar 27/231, al-Majlisi Syiah Rafidhah]

[shiaonlinelibrary.com/الكتب/1458_بحار-الأنوار-العلامة-المجلسي-ج-٢٧/الصفحة_233]


خذ مال الناصب حيث وجدت وابعث إلينا بالخمس

بحار الأنوار - العلامة المجلسي - ج ٩٣ - الصفحة ١٩٤

Rampaslah harta Nashibi di mana pun kalian temukan dan kirimkanlah kepada kami seperlimanya (khumus 20%).

[Bihar al-Anwar 93/194, al-Majlisi Syiah Rafidhah]

[shiaonlinelibrary.com/الكتب/1524_بحار-الأنوار-العلامة-المجلسي-ج-٩٣/الصفحة_196]


ليس الناصب من نصب لنا أهل البيت, لأنك لا تجد رجلا يقول: أنا أبغض محمدا وآل محمد, ولكن الناصب من نصب لكم وهو يعلم أنكم تتولونا وتتبرؤون من عدونا وأنكم من شيعتنا

بحار الأنوار - العلامة المجلسي - ج ٢٩ - الصفحة مقدمة المحقق ٣٩

Nashibi bukanlah orang yang memusuhi kamiAhlul Bait, dikarenakan engkau tidak akan menemukan seseorang yang berkata, “Aku membenci Muhammad dan keluarga Muhammad.” Namun Nashibi adalah orang yang memusuhi kalian dan ia mengetahui bahwasanya kalian berwilayah kepada kami dan berlepas diri dari musuh-musuh kami dan sesungguhnya kalian adalah Syiah kami.

[Bihar al-Anwar 29/39, al-Majlisi Syiah Rafidhah]

[shiaonlinelibrary.com/الكتب/1460_بحار-الأنوار-العلامة-المجلسي-ج-٢٩/الصفحة_35]



4. Syiah menyakiti nabi sbg manusia yang gagal

يقول الخميني بهذا الشأن: (لقد جاء الأنبياء جميعا من أجل إرساء قواعد العدالة في العالم، لكنهم لم ينجحوا, حتى محمد خاتم الأنبياء, الذي جاء لإصلاح البشرية, وتنفيذ العدالة وتربية البشر, لم ينجح في ذلك, وإن الشخص الذي سينجح في ذلك ويرسي قواعد العدالة في جميع أنحاء العالم في جميع مراتب إنسانية الإنسان وتقويم الانحرافات هو المهدي المنتظر)

الانتصار - العاملي - ج ٤ - الصفحة ١٦٦

Al-Khumainiy (Khomeini) berkata dalam urusan ini, “Sungguh para Nabi seluruhnya datang untuk menancapkan asas keadilan di dunia. Namun mereka (para Nabi) tidak berhasil (gagal), bahkan Muhammad (sekalipun) penutup para Nabi yang datang untuk memperbaiki umat manusia, yang mengimplementasikan keadilan dan mentarbiyah umat manusia tidak berhasil (juga). Dan orang yang berhasil dalam menancapkan asas keadilan di seluruh dunia dan mengatur hak-hak manusia serta meluruskan berbagai penyimpangan adalah al-Mahdi al-Muntadzhar.”

[Al-Intishar 4/166, al-‘Amiliy Syiah Rafidhah]

[shiaonlinelibrary.com/الكتب/4186_الانتصار-العاملي-ج-٤/الصفحة_159]



5. Syiah mengakui bhw Al Quran tdk asli krn sdh di takhrif sahabat nabi. Menurut syiah Al Quran yg asli akan dibawah Imam Al Mahdi.

Al Qaim al-Masih ad-Dajjal Imam Mahdi al-Muntazhar Syiah Rafidhah sang Imam Zaman akan mengeluarkan al-Qur’an yang ditulis oleh Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu dan mengamalkan hukum-hukumnya serta melempar al-Qur’an yang ada sekarang ini ke langit.


ويقول المحدث الشيعي نعمة الله الجزائري في كتابه الأنوار النعمانية:

(إن الأئمة أمروا شيعتهم بقراءة هذا الموجود من القرآن في الصلاة وغيرها والعمل بأحكامه حتى يظهر مولانا صاحب الزمان, فيرتفع هذا القرآن من بين أيدي الناس إلى السماء ويخرج القرآن الذي ألفه أمير المؤمنين, ويعمل بأحكامه).

الانتصار - العاملي - ج ٣ - الصفحة ٣٢٧

Dan telah berkata al-Muhaddits Syiah, yaitu Ni’matullah al-Jazairiy di dalam kitabnya al-Anwar an-Nu’maniyyah:

(Sesungguhnya para Imam memerintahkan Syiahnya untuk membaca al-Qur’an yang ada sekarang ini di dalam shalat dan selainnya, danmengamalkan hukum-hukumnya hingga munculnya Maulana Shahib az-Zaman (Mahdi). Kemudian ia akan mengangkat al-Qur’an (yang ada sekarang) ini dari tangan manusia ke langit dan mengeluarkan al-Qur’an yang ditulis oleh Amirul Mukminin, dan mengamalkan hukum-hukumnya).

[al-Intishar 3/327, al-Amiliy Syiah Rafidhah]

[shiaonlinelibrary.com/الكتب/4185_الانتصار-العاملي-ج-٣/الصفحة_315]



6. Rukun Islam dan Rukun Iman Agama Syiah Rafidhah al-Majusi berbeda dengan Rukun islam dan iman agama Islam


عن أبي جعفر (عليه السلام): قال: بني الاسلام على خمس: على الصلاة والزكاة والصوم والحج والولاية ولم يناد بشئ كما نودي بالولاية.

الكافي - الشيخ الكليني - ج ٢ - الصفحة ١٨

Dari Abu Ja’far ‘alaihi Salam, dia mengatakan, “Islam dibangun atas limaperkara, yaitu : shalat, zakat, puasa, haji, dan wilayah. Dan tidaklah diserukan dengan sangat keras sebagaimana penyeruannya terhadap wilayah.”

[al-Kaafi 2/18, al-Kulainy Syiah Rafidhah al-Majusi]

[shiaonlinelibrary.com/الكتب/1123_الكافي-الشيخ-الكليني-ج-٢/الصفحة_18]


أصول الدين خمسة: التوحيد والعدل والنبوة والإمامة والمعاد

من المبدأ إلى المعاد في حوار بين طالبين - الشيخ المنتظري - الصفحة ١٨٥

“Ushuluddin (pokok-pokok agama) ada lima perkara, yaitu : Tauhid, Adil,Nubuwwah, Imamah, Ma’ad (Kiamat).”

[Min al-Mabda' ila al-Ma'ad 185, al-Muntadzari Syiah Rafidhah al-Majusi]

[shiaonlinelibrary.com/الكتب/4433_من-المبدأ-إلى-المعاد-في-حوار-بين-طالبين-الشيخ-المنتظري/الصفحة_181]



7. Syiah merusak pernikahan yang sah dg Perzinahan berkedok nikah mutah...

كم تحل من المتعة؟ قال: فقال: هن بمنزلة الإماء

الكافي - الشيخ الكليني - ج ٥ - الصفحة ٤٥١

“Berapa banyakkah (Wanita Syiah) yang dibolehkan untuk dimut’ah?” Beliau (Abu ‘Abdillah) menjawab, “Mereka (Wanita Syiah Mut’ah) kedudukannya seperti Budak Wanita.”

[Al-Kaafiy 5/451, al-Kulainiy Pendeta Syiah Rafidhah]



سألت أبا عبد الله (عليه السلام) عن المتعة فقال: الق عبد الملك بن جريج فسله عنها فإن عنده منها علما فلقيته فأملى علي منها شيئا كثيرا في استحلالها فكان فيما روى لي ابن جريج قال: ليس فيها وقت ولا عدد إنما هي بمنزلة الإماء يتزوج منهن كم شاء

الكافي - الشيخ الكليني - ج ٥ - الصفحة ٤٥١

Aku bertanya kepada Abu ‘Abdillah (‘alaihi Salam) mengenai Mut’ah, ia berkata, “Temuilah ‘Abdul Malik bin Juraij, kemudian tanyalah kepadanya mengenainya (Mut’ah). Karena ia memiliki ilmu tentangnya (Mut’ah).”

Maka aku pun menemuinya, kemudian ia menjelaskan segala sesuatunya tentang kehalalannya (Mut’ah). Dan apa yang diriwayatkan kepadaku dari Ibnu Juraij adalah, “Ia (Mut’ah) tidak memiliki waktu (kapan saja bisa) dan jumlah (sebanyak apa pun bisa), sesungguhnya ia (Mut’ah) kedudukannya seperti Budak Wanita yang ia (Laki-Laki Pemut’ah) mengawini mereka (Wanita Syiah Mut’ah) berapa pun yang ia (Laki-Laki Pemut’ah) inginkan.

[Al-Kaafiy 5/451, al-Kulainiy Syiah Rafidhah]

[shiaonlinelibrary.com/الكتب/1126_الكافي-الشيخ-الكليني-ج-٥/الصفحة_451]


جعلت فداك الرجل يتزوج المتعة وينقضي شرطها ثم يتزوجها رجل آخر حتى بانت منه ثم يتزوجها الأول حتى بانت منه ثلاثا وتزوجت ثلاثة أزواج يحل للأول أن يتزوجها؟ قال: نعم كم شاء ليس هذه مثل الحرة هذه مستأجرة وهي بمنزلة الإماء

الكافي - الشيخ الكليني - ج ٥ - الصفحة ٤٦٠

“Aku menjadi tebusanmu, ada seseorang laki-laki yang melakukan kimpoi Mut’ah dan kontraknya (Wanita Syiah Mut’ah) telah berakhir, kemudian laki-laki lainnya mengawininya (Wanita Syiah Mut’ah) hingga berpisah (kontrak berakhir) dengannya, kemudian orang yang pertama mengawininya (Wanita Syiah Mut’ah) kembali hingga berpisah (kontrak berakhir) dengannya, yaitu 3 kali (Mut’ah), sehingga ia (Wanita Syiah Mut’ah) mengawini 3 orang suami. Apakah diperbolehkan bagi orang yang pertama untuk mengawininya (Wanita Syiah Mut’ah)?”

Ia menjawab, “Boleh, sebanyak yang ia (Laki-Laki Syiah Pemut’ah) inginkan, karena ia (Wanita Syiah Mut’ah) bukanlah seorang Wanita Merdeka, namun ia (Wanita Syiah Mut’ah) adalah seorang Wanita Sewaan (Bayaran), dan ia (Wanita Syiah Mut’ah) kedudukannya seperti Budak Wanita.”

[Al-Kaafiy 5/460, al-Kulainiy Syiah Rafidhah]

[shiaonlinelibrary.com/الكتب/1126_الكافي-الشيخ-الكليني-ج-٥/الصفحة_460#top]

Wallahu alam bishowab


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di