alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Kenaikan Pertamax masih di bawah harga pasar
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b39bab55c7798ab698b4579/kenaikan-pertamax-masih-di-bawah-harga-pasar

Kenaikan Pertamax masih di bawah harga pasar

Kenaikan Pertamax masih di bawah harga pasar
Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) pada kendaraan warga di SPBU Rest Area KM 429 Tol Semarang-Solo, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/6/2018).
Mulai 1 Juli 2018, harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang dijual PT Pertamina (Persero) naik. Rentang kenaikan beragam, mulai dari Rp500 hingga Rp900 untuk produk seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite.

Tarif kenaikan tak berlaku sama di tiap provinsi. Untuk konsumen di Pulau Jawa, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, sebagian Sumatra seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, akan membayar Rp9.500 untuk satu liter Pertamax.

Sementara di provinsi selain Maluku dan Papua, harga Pertamax yang berlaku adalah Rp9.700 per liter. Untuk dua provinsi yang disebut terakhir, harga Pertamax justru diturunkan Pertamina dari Rp11.050 menjadi Rp9.700.

Vice President Corporate Communication, Adiatma Sardjito dalam Liputan6.com menjelaskan, penurunan harga di Papua dan Maluku dilakukan lantaran daya beli di sana tergolong rendah, sehingga berpengaruh pada konsumsinya.

“Dengan turunnya harga, semoga bisa meningkatkan konsumsi,” sebut Adiatma.

Langkah Pertamina untuk menaikkan harga BBM nonsubsidinya cenderung terlambat jika dibanding dengan tiga pemain swasta lainnya. Shell Indonesia, Total Oil Indonesia, AKR Corporindo sudah lebih dulu mengambil langkah serupa sejak akhir Mei 2018.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi yang dijual Pertamina juga tidak lebih mahal dari tiga perusahaan swasta itu.

Shell Indonesia misalnya. Untuk di Jakarta, perusahaan minyak dan gas yang bermarkas di Belanda itu mematok harga jual Super (beroktan 92, setara Pertamax) sebesar Rp9.600 per liter, sementara V-power (95) sebesar Rp10.850 per liter, dan Diesel Rp10.750 per liter.

Harga yang sama juga berlaku untuk penjualan Total Indonesia di Jakarta dan sekitarnya. Harga Performance (92) per liter dijual dengan harga Rp9.600, kemudian Performance (95) seharga Rp10.600 per liter, dan Performance Diesel sebesar Rp10.800 per liter.

Kendati begitu, kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamina dan tiga rivalnya itu tidak ada yang melebihi aturan margin maksimal 10 persen yang ditetapkan pemerintah.

Alasan harga minyak dunia yang terus melejit masih melatari keputusan Pertamina untuk menaikkan BBM nonsubsidinya. Namun, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menegaskan kenaikan Pertamax juga mempertimbangkan kemampuan daya beli masyarakat.

“Pada dasarnya Pertamax ini adalah premium padat yang dimanfaatkan oleh kendaraan-kendaraan yang bisa dibilang angkutan mewah, ya. Jadi kita lihat ini seharusnya yang memanfaatkan Pertamax mampulah untuk membeli,” sebut Rini dalam merdeka.com, Minggu (1/7/2018).

Harga minyak mentah dunia tercatat naik pada perdagangan, Senin (2/7/2018). Menyisir data Reuters, harga minyak Brent Crude dibuka pada level US $78,55 per barel, atau naik 1,09 persen dibanding perdagangan pada hari sebelumnya.

Naiknya harga tersebut menyusul rencana Arab Saudi yang akan menaikkan produksi minyaknya menjadi 2 juta barel per hari (bph) atas negosiasi yang dilakukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Meski ada pasokan dari Arab Saudi, sejumlah pengamat tetap tak yakin kebijakan tersebut mampu menstabilkan harga minyak dunia yang masih tegang sejak sidang Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) di Wina, Austria, 22 Juni 2018.

Saat itu, OPEC sepakat untuk melakukan peningkatan produksi minyaknya hingga 1 juta barel per hari (bph), menyusul sanksi pemangkasan minyak Iran akibat perjanjian nuklir yang dibatalkan dengan AS.

“Harga minyak sepertinya masih akan berfluktuatif dalam beberapa bulan ke depan. Hal ini dikarenakan dua hal; kekhawatiran atas kelebihan pasokan dan semakin berkurangnya cadangan minyak,” sebut Giovanni Staunovo, analis di UBS, dalam Reuters.

Di sisi lain, sebagai negara pengimpor, harga minyak dunia yang belum stabil tetap memberi tekanan bagi devisa Indonesia. Apalagi, Pertamina tidak diizinkan untuk menaikkan harga BBM subsidinya hingga 2019.
Swasta tak perlu minta izin menteri
Terkait dengan perubahan harga BBM nonsubsidi, mulai 22 Juni 2018, badan usaha sudah tidak perlu lagi mengajukan izin kenaikan/penurunan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 34 tahun 2018 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM, yang merevisi aturan sebelumnya, Permen 21 tahun 2018.

Dalam revisi tersebut, badan usaha hanya wajib melaporkan kepada Menteri ESDM tentang harga jual eceran BBM nonsubsidi.

Menteri ESDM juga tidak lagi perlu memberikan persetujuan terhadap harga BBM nonsubsidi yang mengacu pada situasi perekonomian, kemampuan daya beli masyarakat, ekonomi riil, dan sosial masyarakat.

Aturan tentang evaluasi perubahan harga BBM nonsubsidi yang dijual di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Stasiun Bahan Bakar Nelayan (SPBN) setiap enam bulan sekali juga dihapus.

Meski begitu, di aturan baru ini Menteri ESDM memiliki kewenangan untuk mengintervensi harga jual eceran yang tidak sesuai dengan aturan yang ada, salah satunya batas margin kenaikan maksimal sebesar 10 persen.
Kenaikan Pertamax masih di bawah harga pasar


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ah-harga-pasar

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Kenaikan Pertamax masih di bawah harga pasar Calon kepala daerah tersangka korupsi terpilih tetap akan dilantik

- Kenaikan Pertamax masih di bawah harga pasar 9 Provinsi gelar pemungutan ulang, Papua tunggu kondusif

- Kenaikan Pertamax masih di bawah harga pasar Fakta dan kronologi dugaan manipulasi suara di Makassar

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di