alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Kenalan dengan Oobah Butler (The Fake Restaurant)
5 stars - based on 6 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b3993be529a452c3e8b4567/kenalan-dengan-oobah-butler-the-fake-restaurant

Pria ini bikin restoran palsu dan LARIS di Tripadvisor!

Kenalan dengan Oobah Butler (The Fake Restaurant)


Agan tentunya pernah dong ya baca-baca review di internet tentang suatu tempat entah itu restoran/hotel/tempat wisata, dll. Pernah ga kepikiran apakah review-review tersebut palsu atau ngga? Klo berita aja ada hoax, review juga ada lho. Dan inilah Oobah Butler yang sempat membuat geger warga London dan juga warga net dengan fake restaurantnya. 




Siapa Oobah Butler?

Kenalan dengan Oobah Butler (The Fake Restaurant)


Oobah adalah seorang penulis lepas yang sering berkontribusi di VICE, The Guardian, dll. Dalam kesehariannya Oobah tinggal di London Selatan. Rumahnya yang kecil dan sederhana sering dia sebut sebagai "shed" (gubuk/pondok). Oobah menjadi terkenal setelah dia publish cerita dia tentang bagaimana menjadikan The Shed sebagai restoran top rated di London Selatan. TS disini akan menceritakan lengkap kisahkanya menjadikan The Shed restoran No.1 tersebut.



"The Shed" Restoran paling di cari di London Selatan

Kenalan dengan Oobah Butler (The Fake Restaurant)

Pemilih restoran dapat membayar Oobah 10 pound (sekitar 180-190 ribu) untuk sebuah review positive mengenai restoran milik mereka meski Oobah tidak datang atau mencicipi sama sekali makanan yang ada. Tentunya review-review positive tersebut mampu mendulang popularitas restoran tersebut. Meski tidak semua review-review yang ada palsu lho ya -> TS juga penulis review di Tripadvisor Manusia tentunya tendensinya sebagai follower akan tertarik dan akan memilih untuk datang dan mencoba di restoran dengan review yang positive tersebut. Hal inilah yang memunculkan ide pada Oobah, jika dia membuat sebuah restoran yang tidak pernah ada namun reviewnya positive, apakah yang akan terjadi?

Oobah menjadikan rumahnya menjadi sebuah restoran di Dulwich, London Selatan dengan kategori "Appointment Only. Berbekal sebuah telepon, sebuah website dan beberapa foto, Oobah mendirikan sebuah restoran palsu dengan nama "The Shed”. Oobah memulai misi nya di April 2017.

Spoiler for Rumah Oobah siap menjadi The Shed:


Perlengkapan pertama yang dipersiapkan adalah sebuah Handphone (10pound saja cukup), biasa buat terima bookingan gan. Bagaimana dengan alamat? Oobah hanya perlu mencantumkan nama jalan, tidak dengan nomor yang pasti. Dan untuk restoran ini Oobah mencantumkan juga bahwa restoran ini hanya terima Appointment saja. (Njirrr kayak fine dining resto neh sudah) XD.

Di dunia maya, Oobah juga harus exists. Maka itu dia beli domain. Agar terkesan menarik Oobah membuat menu-menu sesuai dengan keadaan suasana hati (Lust, Love, Comfort, Happy) – Eeeeee seperti apa ya makanan Lust? Hehehe

Spoiler for Menu:


Tentunya websitenya dipercantik dengan foto-foto makanan dong. Untuk foto-fotonya agar terkesan orisinil Oobah tidak menyomot foto dari internet tapi bikin sendiri. Apakah Oobah masak beneran? Tentu tidak, dibantu barang-barang, perkakas, dan apa saja yang bisa digunakan untuk terlihat seperti makanan maka Oobah sukses membuat beberapa foto. Apakah terlihat lezat gaes???

Spoiler for Foto makanannya:


Spoiler for Penampakan asli makanannya:


Selanjutnya Oobah mendaftarkan restorannya di Tripadvisor dan berhasil masuk daftar di 5 May 2017. Ranking The Shed saat itu masih ke 18,149 pewwhhhh ada segitu banyak restoran gan. Untuk menaikan rangking tentunya perlu review-review dari banyak orang. Agar review tersebut terkesan orisinil, teman-teman Oobah turut membantu menulis review positive tentang The Shed. Seminggu pertama restoran Oobah naik rangking ke daerah 10,000.

Bagaimana jika ada yang beneran mau booking? Oobah sengaja mengatakan bahwa restorannya fully-booked sampai 6 minggu kedepan, 4 bulan kedepan, ada acara besar, perayaan, dll. Wah, yang mendengarnya tentunya bakal makin pengen dong ya makan disitu XD. Edan ini resto, fully booked mulu!

Telepon berdering, pesan dan email juga masuk silih berganti tanda orang-orang tertarik untuk mencoba makan di The Shed. Tidak hanya orang-orang biasa yang menghubungi namun juga artis-artis, orang ternama, perusahaan bahkan sampai ada council mengajak kerja sama dengan Oobah untuk memindahkan restorannya ke daerah mereka (agar popularitas daerah meningkat). Namun tidak ada yang tahu letak persis lokasi The Shed yang sesungguhnya. Sangking suksesnya, beberapa orang bahwa berjalan-jalan ke kawasan Dulwich untuk melihat-lihat dimana restoran tersebut. Orang-orang luar London bahkan luar negeri pun juga penasaran neh ama The Shed. Menjelang musim dingin restoran Oobah sudah mendapat rangking ke 30.

Namun suatu hari Oobah mendapat pertanyaan dari TripAdvisor menanyakan informasi lebih jelas tentang restoran Oobah. Terdapat sekitar 89,000 klik tentang orang-orang hendak ke The Shed dan ingin tahu lebih lanjut. Ga heran, 1 November 2017, The Shed telah menjadi restoran no.1 paling dicari di London Selatan! Sebuah restoran yang tak pernah ada, di sebuah kota yang terpandang dan berada di sebuah website yang orang-orang banyak percaya, restoran tersebut dapat menjadi no.1…

Namun keadaan semakin tidak dapat terurus dan Oobah akhirnya berniat untuk membuka jati diri The Shed yang sesungguhnya. Sebuah realita palsu yang akan menjadi sebuah realita yang sesungguhnya. Dibantu teman-temannya, Oobah menyiapkan rumahnya dalam 4 hari menjadi The Shed yang sesungguhnya. Bagaimana makanannya? Untuk hal ini Oobah di bantu makanan mudah dibuat dari Supermarket – ready meals.

Spoiler for Perbelanjaan menjelang menjamu tamu-tamu The Shed:


Untuk malam yang sesungguhnya ini tidak semua tamu adalah tamu beneran. Teman-teman Oobah juga turut menjadi tamu, ada juga yang menjadi DJ, chef dan waiter. Intinya suasana nya harus sesuai yang dideskripsikan di review-review deh. Salah satu tamu mereka adalah pasangan dari California. Wow jauh-jauh dari Amrik mau makan di The Shed gan. Agar lokasi The Shed tetap rahasia, Tamu-tamu dipasang penutup mata dari kain.

Spoiler for Tamu-tamu ditutup matanya untuk dapat masuk ke The Shed:


Setibanya di The Shed, tamu-tamu duduk. Suasana romantis, hangat dan comfy terjalin. Bagaimana komentar-komentar yang beneran makan disana? Ada yang tanda Tanya tapi ada juga yang pengen balik lagi kesana gan hahahaha.

Spoiler for Suasana makan malam di The Shed:


Yuk kita intip sedikit review The Shed di TripAdvisor yang sudah di arsipkan oleh Oobah.
 


Spoiler for Review positive The Shed yang sudah diarsipkan :


Untuk kronologis lengkap dan videonya kunjungi VICE nya Oobah disini gan:

https://www.vice.com/en_uk/article/434gqw/i-made-my-shed-the-top-rated-restaurant-on-tripadvisor


Berikut video nya gan dapat ditonton juga...

&feature=youtu.be


Denim jalanan ke Paris Fashion Week


Kenalan dengan Oobah Butler (The Fake Restaurant)

Selain restoran, Oobah juga pernah mencoba membawa sebuah brand pakaian dan menjadi desainer palsu. Ide yang cukup gila namun nyatanya Oobah berhasil lho bahkan sampai ke Paris Fashion Week. Untuk yang satu ini Oobah memilih salah satu denim jalanan dengan brand Peviani. Nama yang kurang menarik ya, apalagi logonya (mosyo oloh, tak ada nilai estetika). Oobah menambahkan 'Georgi' di depan Peviani menjadi Georgio Peviani, inilah nama desainer palsu milik Oobah. 


Dengan sebuah website, kartu nama, beberapa foto, Oobah sukses menghidupkan Georgia Peviani. Perjuangan Oobah terhitung lumayan mulus dan berhasil memperkenalkan diri di kalangan penikmat industri fashion. 


Kenalan dengan Oobah Butler (The Fake Restaurant)


Tidak selama The Shed, Oobah menjadi Georgio Peviani sebentar saja. 


Spoiler for Memperkenalkan brand Georgio Peviani:


Spoiler for Nge-blend dengan orang-orang di fashion industry:



Spoiler for Georgio Peviani dengan Alexa Chung:



Oobah akhirnya mengunjui Georgio Peviani yang sebenarnya. Denim tersebut dibuat oleh Adam di tahun 90an. Oobah menceritakan kisahnya berhasil menuju ke Paris Fashion Week, lalu bagaimana reaksi Adam? Terpingkal-pingkal tentunya!


Spoiler for The real Georgio Peviani:



Untuk kisah lengkapnya bisa disimak di VICE nya Oobah disini gan:

https://www.vice.com/en_uk/article/59d8v5/i-bullshitted-my-way-to-the-top-of-paris-fashion-week


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Gimana gan kisah si Oobah ini? Cukup menarik kan untuk dilihat. 


emoticon-Toast


Diubah oleh nonnai
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 7
mantap idenya
pertamax
bisa jd GM marketing ni doi diprusahaan2.
Quote:


emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk
ane pernah nih baca si oobah ini, cara pemasarannya jago. pengen belajar ane hahaha
emoticon-Ngakak
kirain sejenis fake kayak yg onoh emoticon-Leh Uga
hmmm, ane pengen belajar ma dia bro
Quote:


sama gan emoticon-Malu (S)
Pinter marketing nie orang emoticon-Wow
ane kira fake taxi emoticon-Leh Uga
Mantap nih orang, T.O.P
wahh walo begitu jg nyata jurus pemasarannya work sih
lulusan bidang marketing apa ya
hahaha
Fake resto bisa aje

Selama agan punya banyak teman yg bisa disuruh nulis review positif

emoticon-Bingung
Dapat disimpulkan ni orang marketing nya ajib emoticon-Matabelo
emoticon-Leh Uga...Kren..
Yah kirain mau diceritain lengkap disini emoticon-Cape d... (S)
mekiwan
Top Banget ini orang.....emoticon-Ngakak
Sepi nih...
ah elah ceritainnya nanggung2 emoticon-Cape d...
Halaman 1 dari 7


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di