alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Harga BBM Naik saat Nilai Tukar Rupiah Melemah
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b39671fd44f9fa9358b4567/harga-bbm-naik-saat-nilai-tukar-rupiah-melemah

Harga BBM Naik saat Nilai Tukar Rupiah Melemah

Harga BBM Naik saat Nilai Tukar Rupiah Melemah


jpnn.com, JAKARTA - Harga BBM jenis Pertamax Series dan Dex Series mengalami kenaikan, mulai berlaku di SPBU seluruh Indonesia sejak 1 Juli 2018.

Harga BBM Pertamax naik Rp 600 per liter dari Rp 8.900 per liter menjadi Rp 9.500 per liter. Sementara harga Dexlite naik dari Rp 8.100 menjadi Rp 9.000 per liter.

Pengamat Energi Komaidi Notonegoro mengungkapkan bahwa kenaikan harga BBM kali ini tidak mengejutkan, karena harga minyak mentah dunia memang sudah terpantau naik dalam beberapa bulan terakhir.

”Harga minyak dunia naik, harga hariannya sudah menyentuh USD 75 per barel,” ujar Komaidi saat dihubungi Jawa Pos, Minggu (1/7).

Ditambah lagi saat ini Indonesia sedang dilanda pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar, sehingga tren pergerakan harga minyak masih mungkin untuk bergerak naik. ”Ada pengaruh antara harga BBM dan nilai tukar. Bahkan jika harga minyak dunia stabil tapi nilai tukar kita melemah, juga ada potensi kenaikan BBM,” bebernya.

Kenaikan harga Pertamax yang mencapai Rp 600 per liter, lanjut Komaidi, dari sisi konsumen memang cukup tinggi. Apalagi, sejak Januari 2018, harga Pertamax tidak pernah naik sampai Rp 500 per liter.

”Tapi kalau dari sisi penjual, melihat kenaikan harga minyak yang juga signifikan, itu wajar. Karena dari sisi produsen harga bahan baku naik,” urai Komaidi.

Sementara untuk harga Pertalite tidak ada perubahan atau tetap, yaitu Rp 7800 per liter. Menurut Komaidi, harga Pertalite tetap karena diduga masih ada intervensi dari pemerintah.

Tujuannya agar konsumen tidak bermigrasi ke Premium. ”Jika harga Pertalite ikut dinaikkan orang yang memakai Pertalite dikhawatirkan berkurang,” ujarnya.

Komaidi menambahkan tidak ada margin yang istimewa yang diperoleh produsen. Apalagi, asumsi harga minyak berdasarkan APBN masih berkisar di harga USD 48 per barel. Mengenai kemungkinan konsumen untuk beralih dari Pertamax ke jenis BBM yang lebih murah seperti Pertalite atau Premium, Komaidi menyebutkan ada kemungkinan meskipun kecil.

”Jika pun beralih mungkin ke Pertalite, karena saat ini masyarakat yang mampu sudah ada di porsi yang sadar akan kualitas BBM, dan sadar ada yang lebih membutuhkan BBM Non-Subsidi,” tegas Komaidi.

Pihak Pertamina sendiri menjelaskan bahwa pasokan Premium tetap akan disalurkan ke 571 SPBU yang saat lebaran lalu mendapat tugas untuk mendistribusikan Premium. ”Tetap ada, karena itu sesuai dengan peraturan pemerintah,” beber Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito.

Di lain pihak, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Inas N Zubir menambahkan bahwa masyarakat perlu memahami penyesuaian harga BBM yang dilakukan oleh Pertamina. ”Kita semua mengetahui bahwa produksi minyak bumi Indonesia tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, bahkan harus diimpor dari bangsa lain,” ujar Inas.

Menurut Inas, sebagai regulator negara memang tetap harus mengatur harga BBM melalui regulasi, akan tetapi di sisi lain badan usaha milik negara berhak menjalankan usaha-nya untuk mengejar keuntungan melalui BBK maupun produk hasil kilang selain BBM.

”Jadi mengikuti harga pasar tidak bertentangan dengan konstitusi selama produk tersebut bukan merupakan cabang produksi yang penting bagi hajat hidup orang banyak,” pungkasnya. (agf)
Quote:


ada yang blg ndak apa dolar naek emoticon-Leh Uga
koplak lu emoticon-Blue Guy Bata (L)
Diubah oleh: karikai04
Halaman 1 dari 2
#2019GantiBBM
Quote:


pake avtur yah gan emoticon-Leh Uga
Quote:


Tinja gan emoticon-Leh Uga
Quote:


meleduk tuh motor pake aftur haha emoticon-Ngakak
Quote:


bangke, bau kali gan emoticon-Leh Uga
Quote:


#2019GantiMotor emoticon-Jempol

emoticon-Leh Uga
Quote:


#2019gantioli jgn lupa emoticon-Ngakak
sah jangan dipilih !
Pake sampah plastik disuling gan, beli alat sulingnya di toko musik, yg made in sumedang krn terbuat dari bambu pilihan suaranya merdu2emoticon-Hansip
Quote:


wkwkwkwkkwkwkwkwk emoticon-Ngakak
emoticon-Blue Guy Bata (L)
nastak bilang dolar naik kagak ngaruh emoticon-Blue Guy Bata (L)
Ngga apa² dollar naik
Bakso masih 10rb semangkok
Bakso curut emoticon-Busa
inovasi kek 1 liter bisa buat 1000 KM emoticon-Blue Guy Bata (L)
sah Indonesia bubar !
Tenang, masi aman kata congor srimul

udah dicoba sampe 20rb.
tukang demo pada kemana nih...???


Oh iya, kan lagi berkuasa jadi lupa pada demo sama buku putihnya...emoticon-Malu
Kebanyakan pengguna BBM ini pertalite, jadinya kalau yang dinaikkan diluar pertalite masih aman pemerintah, coba kalau berani naikkan pertalit 2000, dijamin langsung demo berjilid-jilid. Naikinnya pinter gans, satu persatu dinaikin, kalau dulu kan langsung barengan
Jangan panik bray
Dia sibuk kerja
#2019TetapJokowi. emoticon-EEK!
USD naik maka Crude Oil naik..emoticon-Hammer
Gue nggak heran kalo minyak nype 80$/barrel (WTI) / 92$/barrel Brent..emoticon-Hammer
Quote:

ane malah kepikiran.mulai sekarang meding pake premium bukan pertamax atau pertalite.
biar rejim ini gak sombong emoticon-Big Grin
bubarkan petral, hemat 250 milyar perhari harsunya bisa buat mensubsidi premium 2.500 per liter sebanyak 100.000 kiloliter perhari. jauh diatas konsumsi premium yang hanya 28.000 kiloliter perhari
Diubah oleh cuman.numpang
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di