alexa-tracking

DNDL ( My Life )

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b3818091854f7a8168b4567/dndl--my-life
DNDL ( My Life )
Panggil aja saya Rendy...
yah, itu nama samaran yang selalu saya gunakan jika saya ingin merahasiakan nama asli saya,
saya Pria 28 tahun
belum menikah
anak ke 4 dari 7 bersaudara

Saya hanya ingin menuliskan kisah hidup saya yang mungkin penuh drama atau bahkan pertanyaan yang saya sendiri masih mencari jawabannya, tulisan ini akan terus berlanjut hingga saya rasa saya sudah menemukan jawaban dari " pertanyaan " yang sepertinya saya juga tidak tahu pasti pertanyaan apakah yang sedang saya tanyakan, Ini akan panjang dan berlanjut, banyak hal tak terduga atau bahkan sedikit bertema misteri, tapi apapun itu akan saya tuliskan disini untuk sekedar melepaskan sedikit muatan memori agar tak hilang termakan waktu, sekali lagi meskipun ini tulisan hidup saya, ini akan jauh lebih dalam dari kisah saya sendiri, apapun yang saya lihat, dengar, dan rasakan akan saya coba tuangkan sepaham mungkin.

Saya terlahir di keluarga biasa - biasa saja, Ayah saya seorang Satpam Perusahaan dan Ibu saya seorang Pembantu rumah tangga ( Sekarang pensiunan dan Bercerai ).
Saya memiliki 2 Abang ( 1 Almarhum kembaran saya ), 1 Kakak , 2 Adik laki2 ( Kembar ), dan 1 Adik perempuan.

Keluarga saya dahulu adalah keluarga yang Harmonis, meskipun dibumbui dengan tegas dan kerasnya ayah saya mendidik anak - anaknya, tetap saja ini Harmonis, suka cita selalu terasa dalam keseharian keluarga tercinta ini.

Pertengahan 2006...
Tahun ini adalah tahun pertama saya sebagai murid salah satu Sekolah negeri di salah satu Kabupaten di Aceh, yah.. saya tinggal di aceh, di daerah yang dulu masih terbelakang dan termasuk daerah rawan meskipun pada kenyataannya daerah tempat saya tinggal tergolong aman  dari upaya - upaya pemberontakan dan intimidasi dari gerakan separatis pada saat itu.
Tidak banyak kenangan di tahun ini, paling hanya kebandelan saya dan adik kembar saya yang semakin merepotkan kedua orang tua saya, tapi... di tahun inilah saya tau sejarah keluarga saya, yah.. meskipun saya lahir di Aceh, pada kenyataannya saya bersuku jawa karena Ayah saya adalah seorang perantau dari pulau jawa, dan hebatnya ia menikah dengan ibu saya yang lahir di Aceh tapi bersuku Jawa.

KISAH AYAH


Ayah mulai bercerita tentang dirinya, tentang ayahnya, ibunya, saudara - saudarinya, dan bagaimana Ia hidup serta tentang leluhurnya...

Sedikit tentang ayah saya, beliau adalah penggemar sejati Alm. Presiden Soekarno, ia anak tertua dari 4 bersaudara, sikapnya tegas, didikannya pada anak - anaknya keras ala militer, namun hatinya lembut dan memberikan rasa aman yang 'wah' dihati saya serta anak - anaknya yang lain, tertutup dan penuh misteri..., yah.. misteri.
Beliau diam dalam bergaul, jarang keluar rumah, jika keluar rumah hanya diwaktu mencari nafkah dan keperluan penting lainnya, selalu punya kisah horor setiap ia pulang bekerja shift malam sebagai satpam Perusahaan, Tidak takut pada setiap orang dan bahkan tidak takut sedikitpun dengan yang namanya hantu, jin, dll. Karena ia penuh misteri yang akhirnya saya ketahui meskipun hingga saat ini belum semuanya ia ceritakan.

Ayah bercerita...

Dimulai dari Kakek, kakek adalah orang yang dihormati, disegani, bahkan ditakuti...
Beliau seorang pintar dalam hal magis di daerahnya sekitaran Jawa Tengah, perawakannya memakai baju, celana, serta peci hitam. Beliau hanya makan segenggam nasi putih tiap hari, rumahnya dipenuhi pusaka - pusaka ( saat ini diturunkan ke cucunya di Purwokerto ).

Pernah ayah saya bercerita bahwa saat Kakek berjalan santai sembari menuntun sepeda ontel kesayangannya ada salah satu penduduk kampung yang bertanya dijalan perihal hartanya yang hilang karena kemalingan, Kakek tertegun, melihat sekitar, memetik dedaunan, ia lihat dan berujar "  oalah.. coba lihat di ujung sawah dekat kali, cuma diumpetin, sudah tenang saja ". selang beberapa hari salah satu penduduk yang bertanya tersebut bertamu kerumah dan mengucapkan terima kasih.

Ayah saya sangat mengagumi dan menghormati kakek , bahkan sampai detik ini ayah saya diusianya yang sekitaran 75 - 80 tahun atau mungkin lebih jauh ( saya tak tau pasti umur ayah saya, karena ayah saya memanipulasi umur di-KTP nya dahulu agar diterima kerja, istilahnya dimudain gitu mungkin, ditambah ia bisa sedikit bahasa jepang  ) yang sudah sangat tua sering berceloteh ketika saya pulang kampung dan menghabiskan waktu bersamanya. " kakek sering dateng lewat mimpi manggilin bapak.. bapak gak mau karena bapak belum mau ninggalin kamu - kamu semua .." ujarnya.
Ucapannya itu membuat saya sedih dan tak habis pikir, bagimana bisa kakek yang sudah tiada hadir dimimpi, manggilin, lalu misalnya ayah mau ikut dan bla..bla..bla entahlah, saya belum siap akan itu, saya menyayangimu ayah...

Akhirnya tentang ilmunya...

Meskipun ayah memiliki latar belakang Kakek yang 'wah', namun pada kenyataannya ayah tak sejalan dengan kakek, entah apa sebabnya ayah tak pernah bercerita hingga ayah harus pergi meninggalkan rumah dan memijakkan kakinya di pulau Sumatra.
Ayah bilang saat itu adalah masa dimana bibit pemberontakan bergema diseluruh nusantara, keamanan adalah hal yang sulit didapatkan apalagi ketenangan. Alasan - alasan itulah yang membuat ayah saya mempelajari ilmu kebathinan disertai rasa keingintahuannya terhadap sisi lain sosok kakek yang menjadi panutannya.
Ia mempelajari ilmunya di daerah Deli Tua Sumut, begitu yang beliau ceritakan kepada saya.., ia mempelajarinya tidak sendirian, ia bersama 6 orang lainnya yang juga sama - sama berasal dari Pulau Jawa.
Ayah bercerita sebenarnya banyak ilmu kebathinan yang bisa dipelajari pada saat itu, akan tetapi ayah hanya mengambil yang bersifat untuk keamanan karena pada saat itu gejolak perpecahan terjadi dimana - mana, mulai dari isu PKI sampai Separatis, sekarang ini sih ayah sering bercanda menyesal kenapa ia dahulu gak mempelajari yang bisa menyembuhkan atau membantu orang sekitar, banyak pahal lah istilahnya ia berujar ringan.

Ayah dan Misterinya...

Singkat cerita ayah dan 6 orang seperguruannya selesai dalam mempelajari ilmunya, mereka masing - masing memakai cincin besi putih dengan permukaan datar didepannya sebagai tanda pengenal mereka karena mereka akan berpisah menjalani cerita masing - masing.

Ayah pernah mengakui kesalahannya kepada saya saat rasa keingintahuannya memenuhi kepalanya, tentang apa yang ia pelajari dan bagaimana efeknya. Beliau pernah sengaja menonton orkes hingga larut malam menunggu keadaan rusuh, pada saat kerusuhan antar penonton benar - benar terjadi, ia mencari salah seorang yang berdiri agak jauh dari perhatian kerumunan, ia baca rapalan yang ia pelajari dan " BAAMPP!", hanya sekali pukul seseorang tadi langsung terpental , biru lebam terlihat dibekas pukulannya, seseorang tersebut pun kejang - kejang bermuntahan buih bercampur darah, sontak ayah panik terkejut dengan apa yang dilakukannya dan memutuskan untuk berlari.

terus terang ayah menangis bercerita tentang itu, karena pada saat itu ia terus bercerita tentang kekhilafannya serta dosa - dosanya dahulu sembari memberi saya wejangan untuk tidak meniru apa yang dilakukannya dahulu, karena terus terang Ayah mengajarkan "hal" itu kepada semua anak laki -lakinya termasuk saya. Saya pribadi bersumpah tidak akan menggunakannya kecuali itu menyangkut nyawa saya, Ayah mengajarkan "hal" itu kepada anak- anaknya juga tidak sembarangan, ada tahap dimana Abang, saya, serta adik saya akan dipanggil oleh ayah untuk mempelajarinya, itu akan saya ceritakan nanti.

 sedikit bunyi rapalannya yang ayah pakai di atas seperti ini " sejatine ingsun allah yo sejati ingsun nabi muhammad wesi pula sani . . bla ..bla..bla". kalau agan pembaca tahu kelanjutannya bisa jadi kita saling terhubung melalui masa lalu ayah kita emoticon-shakehand.

Saya lebih terkejut ketika ayah memberi tahu sebuah buku tulisannya, buku itu tebalnya sekitar 1'5 cm, isinya adala segala semua yang ayah pelajari dari yang baik sampai yang terburuk, meskipun tulisan latinnya sangat sulit dibaca sekilas, tapi saya benar - benar terkejut dengan apa yang saya baca di buku itu, sangat lengkap dari segi melindungi diri dan menyerang musuh, hanya paham mengobati saja yang tidak ada.

Ayah juga menangisi masa lalunya yang membuat orang lain kehilangan nyawa, yah.. salah satu ajian atau apalah yang ia robek dan ia bakar dari buku catatannya agar ia simpan sampai sendiri mati, ia tak ingin anak - anaknya mengetahui bagaimana proses dan pahamnya. Ayah bercerita ia terpaksa menyerang dengan fatal karena ini menyangkut nyawanya pada saat itu, istilahnya ayah diserang duluan, ia hanya ingin membalikkan serangan tersebut, tapi tak menyangka akan sefatal itu.

Tapi saat ini ayah sedang menikmati masa tuanya dengan tak sempurna, di usianya yang setinggi ini ia sendirian dirumahnya, saya dan anak - anak lainnya berada jauh terpisah kota dengannya, Ibu saya memang berada tak jauh dari ayah, tapi mereka sudah bercerai bertahun silam..., sesekali Ibu terkadang mengirimi Ayah makanan, dan puji Allah ayah mau memakannya, sungguh orang tua yang memberi inspirasi bagi saya, dan juga alhamdulillah salah satu adik kembar saya sudah menikah dan dekat dengan ayah, ia dan istrinya setiap hari bergantian menjenguk ayak, merawat ayah. ( maafkan aku ayah.. tunggu sebentar lagi ayah...).

Lebaran kemarin adalah salah satu hari terbaik buat saya, meskipun hanya 3 hari dirumah, saya habiskan banyak waktu dengan ayah, nonton bola bersama, minum kopi kesukaannya bersama, rawat ayam peliharaannya bersama, tidur bersama, sungguh moment yang saya syukuri.
Tapi sesuatu yang indah selalu memiliki sisi berlawanan, karena pada saat itu juga saya melihat ayah sudah semakin termakan usia, sorot matanya memudar, rambut putihnya hampir habis, tubuhnya semakin lemah berkeriput, sungguh saya bersedih jika harus pergi meninggalkannya lagi, dengan mudahnya ayah berkata " udah jangan pikirin bapak, bapak baek aja disini kok, yang penting kamu baek2 aja disana yah..".
Ya allah, kata - kata itu yabg melepasku pergi meninggalkannya, pelukan serta senyum palsunya sudah tak bisa membohongi mata saya, tunggu ayah..... tunggu.. sebentar lagi ayah.. doakan aku ayah....

PAUSE DULU YAH GAN....MEWEK


NEXT KISAH ABANG LAKI - LAKI


( kisah paling kelam dikeluarga saya.. )##


×