alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Membangun LRT Tak Sederhana Seperti Kritikan Fahri Hamzah
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b376ff862088154178b4567/membangun-lrt-tak-sederhana-seperti-kritikan-fahri-hamzah

Membangun LRT Tak Sederhana Seperti Kritikan Fahri Hamzah

Membangun LRT Tak Sederhana Seperti Kritikan Fahri Hamzah

tirto.id - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mempertanyakan soal tinggi tiang penyangga proyek kereta ringan atau light rail transit (LRT). Ia menganggap tingginya tiang berbanding lurus dengan adanya potensi penggelembungan dana proyek . Kritikan ini ia maksudkan untuk proyek LRT yang dikerjakan di DKI Jakarta dan Palembang.

"Ada analisis kalau itu tidak diperlukan, di situlah terjadi tambahan biaya," katanya.

Menurut politikus dari Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) ini, LRT seharusnya dibangun di atas tanah. Alasannya agar biaya yang dikeluarkan dapat ditekan agar tak terlampau mahal. Ia juga mengusulkan agar anggaran LTR diaudit.

Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi, wadah organisasi penyelenggara jasa konstruksi Indonesia, dalam artikelnya pada tahun 2016 lalu menyebutkan LRT bisa dibangun dengan ketinggian sembilan sampai 12 meter dari atas permukaan tanah.

Bukan tanpa alasan kenapa dibuat setinggi itu. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa LRT yang dibuat di atas tanah langsung tak bakal maksimal karena bakal terjadi banyak persinggungan dengan jalan—seperti yang terjadi pada KRL Jabodetabek.

"Kalau bersinggungan maka kereta api tidak maksimal karena terjadi kemacetan," katanya.

Sementara itu, Ahli Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Iswandi Imran mengatakan LRT mau tidak mau memang harus dibangun dengan struktur layang alias elevated. Alasannya, Jakarta atau Palembang adalah kota yang "sudah jadi" dengan kondisi jalan yang padat. Konstruksi LRT di tanah justru bisa membuat biaya bengkak atau memperumit proses konstruksi karena harus "membongkar" banyak infrastruktur lain.

"Kalau dibuat di atas tanah tidak mungkin," ucap Iswandi kepada Tirto, Kamis (28/6/2018).

Dalam sejarahnya, ketika dibangun pada 1880-an, LRT memang dibangun menempel di tanah. Tidak ada pemisah antara jalan untuk LRT dengan, misalnya, mobil pribadi. Namun, dalam catatan American Public Transportation Association (PDF), "di kota-kota besar, dimana jalan-jalan utama menjadi padat, kereta di pasang di struktur yang ada di atas jalanan." Kota New York dan Chicago memulai proyek LRT pada awal 1870an.

Ia mencontohkan dengan kasus Stasiun Gambir. Dulu stasiun yang melayani perjalanan antarkota-antarprovinsi menempel pada tanah. "Jalur kereta dinaikkan supaya tidak ada hambatan dan menghindari persimpangan sebidang."

Riset dari RMIT University Center for Urban Research menguatkan pernyataan Iswandi. Ditemukan bahwa selain dapat meningkatkan keselamatan dan mengurangi kemacetan karena tak melintasi persimpangan, LRT di antaranya juga dapat: meningkatkan pembangunan ekonomi di sekitar stasiun, menciptakan taman linier dan jalan-jalan sepi yang terhubung untuk pejalan kaki dan pengendara sepeda, meningkatkan peluang untuk mereorganisasi trayek bus, serta yang tak kalah penting meningkatkan pengalaman penumpang ketika dalam perjalanan.

"Manfaat ini jauh melampaui tujuan utama pemerintah," tulis riset itu.

Meski begitu, sebetulnya tak semua LRT meski melayang di atas tanah. Proyek Shenyang Tram di Kota Shenyang, Cina, yang panjangnya 70an kilometer itu, membelah kota lewat rel yang dipasang menempel di tanah. Begitu pula di banyak negara lain. Meski memang konsekuensinya: LTR menghambat lalu lintas kendaraan lain. Artinya jauh dari tujuan transportasi massal sebagai bagian dari solusi kemacetan kota.

Membangun LRT Tak Sederhana Seperti Kritikan Fahri Hamzah

Dia menuturkan, pembangunan LRT tidak bisa dipukul rata. Sebab, faktor geografis juga berpengaruh. Bukan hanya itu, faktor politik juga turut berkontribusi pada pembangunan LRT.

Misalnya saja China, sistem politik di sana membuatnya tidak mengalami kendala soal pembebasan lahan. Di Indonesia, pembebasan lahan mahal sehingga turut berkontribusi pada biaya konstruksi.

"Yang itu tidak ada di negara-negara maju, apalagi China, China kan komunis ke dalamnya komunis penuh kalau negara perlu bangun LRT bangun saja, pembebasan lahan nggak mikir. Kita itu masalahnya di situ ada biaya-biaya yang non teknis seperti komponen bebasin lahan, keamanan, bangun depo dan sebagainya tapi harus dikeluarkan dan dimasukkan komponen kontruksi," jelasnya.

https://tirto.id/membangun-lrt-tak-s...ri-hamzah-cNbX

Congor fuckri ga mutu
Diubah oleh dybala.mask
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 2
Periksa Fakta
Memeriksa Klaim Prabowo Soal Biaya LRT Termahal

Hasil Studi
Untuk memahami konteks pernyataan “indeks termahal LRT di dunia 1 kilometer adalah 8 juta dolar” kami melakukan penelusuran dari beberapa informasi dari studi literatur.

Pertama, dari International Union of Railways (UIC). UIC sendiri adalah badan internasional sebagai wadah industri transportasi kereta api secara profesional.

Linus Grob dan Nick Craven membuat makalah penelitian ringkas berjudul “Analysis of Regional Differences in Global Rail Projects by Cost, Length and Project Stage” yang terbit pada 20 Oktober 2017. Mereka berdua mengolah dan menganalisis 1.499 proyek kereta api di seluruh dunia. Sumber datanya adalah data mentah infrastruktur IRJ Pro Database yang dikelola oleh International Railway Journal (IRJ). Data disebut menggunakan informasi konstan hingga Juli 2017.

Dengan memperhatikan tabel berjudul “Light Rail projects by region and implementation status” di halaman 10 makalah tersebut, dapat dilihat informasi perbandingan “cost per km in m$” dari proyek light rail di seluruh dunia. Tabel yang dilihat adalah “Track under construction & commissioning”.

Dari tabel itu, bisa dilihat harga rata-rata proyek light rail per kilometernya di atas puluhan juta dolar AS. (Catatan: kedua peneliti memberi catatan bahwa dari data mentah yang ada, hanya 808 proyek yang diketahui data biayanya)

Secara umum, harga paling rendah muncul dari regional Amerika Selatan dengan nilai $18,5 juta per km. Besaran harga tertingginya muncul dari regional Amerika Utara dengan nilai $99,7 juta per km. Sementara itu, untuk regional Asia, ditemukan informasi bahwa harga rata-rata proyek light rail per kilometernya adalah $69,7 juta.

Perlu diperhatikan, tabel juga menginformasikan besaran nilai untuk kategori low/mid income countries. Misalnya, untuk regional Asia, disebut rata-rata per kilometernya mencapai rata-rata $73,5 juta atau lebih tinggi dari rata-rata secara umum di Asia—tanpa mempertimbangkan kategori pendapatan negara. Yang jelas, dalam laporan tersebut tidak ditemukan informasi bahwa rata-rata proyek light rail (atau LRT) per kilometernya paling mahal adalah 8 juta dolar AS.

Kedua, laporan Institute for Transportation & Development Policy (ITDP) soal Bus Rapid Transit (BRT)—bus umum cepat (seperti sistem Transjakarta untuk Indonesia). Laporan dari ITDP itu menarik karena menampilkan studi perbandingan cost (biaya) dari berbagai proyek moda transportasi. Perbandingan memuat soal moda Bus Rapid Transit (BRT); Light-Rail Transit (LRT), dan Heavy Rail Transit (HRT). Laporan juga memuat informasi perbedaan biaya antara negara berpenghasilan tinggi dan rendah.

Dengan memperhatikan Tabel 2.1 pada laporan itu, disebutkan bahwa harga rata-rata LRT per kilometer di negara berpendapatan rendah mencapai $25,3 juta, sementara untuk negeri berpendapatan tinggi mencapai $37,4 juta.

Perlu dicatat, laporan mengambil data 19 proyek pembangunan LRT di seluruh dunia, dengan asumsi rate dolar konstan pada 2013.

Melihat informasi per proyek LRT dari Tabel 2.3 pada laporan itu, dapat diketahui bahwa harga LRT per kilometer terendah adalah di Cina. Proyek Shenyang Tram di kota Shenyang dengan panjang 60 km itu mencatat harga per 1 km-nya sebesar $12,9 juta.

Berdasarkan laporan itu juga tidak ditemukan informasi biaya paling mahal LRT di dunia adalah 8 juta dolar per kilometer.

https://tirto.id/memeriksa-klaim-prabowo-soal-biaya-lrt-termahal-cMQr
Si fuckri ini bukannya sodara ts ya???emoticon-Ngakak
yg enteng itu bacotnya FH
masukan tanpa memaksa,hemat n kokoh,kalaupun sukanya boros yaudah
Bukan kritik itu, asal nyrocos
lah ngemeng doang diladenin.


jangan remehkan kedongokan. klo dia berkuasa, yang pintar harus ngeladenin.
Membangun LRT Tak Sederhana Seperti Kritikan Fahri Hamzah

bagus dong emoticon-Ngakak
Quote:


ha ha ha, FH mah asal jeplak doang, kalo dibangun dibawah sejajar sama jalan nanti dia konplai, proyek LRT bikin macet doang pemborosan,harusnya bangunnya diatas
udah dijawab ama yg lebih kompetenemoticon-Ngakak
udah tau kalo dia tuh asbun, ketawain aja
makanya kasih tuh dana proyeknya biar diem bacotnya emoticon-Leh Uga
Ah politikus mah cuma bisa ngasih target emoticon-Busa

Kalau pemerintah merasa terganggu dengan pernyataan fahri, silahkan saja laporkan fahri ke pihak yang berwajib tapi nyatanya pemerintah sampai saat ini fine fine saja sama pernyataan tersebut
Orang goblok diladenin
Ane si ga kritik atau anti..

Hanya saja kalo biaya sangat besar mendingan heavy rail kaya MRT sekalian

emoticon-Mewek
lagian wartawan demen bgt sih wawancara yg ada malah muncul kontroversi ga jelas dr si fh ini.
emang mereka naik transportasi umum? paling naik mobil dinas mewah
itu pesawat ngapain terbang tinggi2 sampe 30.000 kaki, buang2 bbm aja.
Diatas pohon sedikit kan bisa. Klo ada gunung tinggal belok aja emoticon-Mad
yg keluar dari mulut/ketikan fh ini laku bak gorengan yah emoticon-Big Grin
Ya elah. Omongan tukang lawak didenger. emoticon-Leh Uga
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di