alexa-tracking

Peta Pilpres Di Jabar Berubah, Lumbung Suara Prabowo Terancam Direbut Jokowi

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b3761a014088d60528b4569/peta-pilpres-di-jabar-berubah-lumbung-suara-prabowo-terancam-direbut-jokowi
Peta Pilpres Di Jabar Berubah, Lumbung Suara Prabowo Terancam Direbut Jokowi
RMOL. Kemenangan Ridwan Kamil dan UU Ruzhanul Ulum (Rindu) membuat peta politik di Jawa Barat berubah.

Bahkan, kemenangan dalam Pilgub Jabar 2018 itu membuat lumbung suara Prabowo Subianto terancam direbut oleh petahana Joko Widodo di Pilpres 2019 mendatang.

"Pernyataan Ridwan Kamil yang akan mendukung Jokowi memberi sinyal perubahan peta pilpres di Jabar," kata Direktur Indo Survey & Strategy, Karyono Wibowo kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (28/6).

Dalam Pilpres 2014 lalu, Jokowi kalah telak di Jabar oleh Prabowo. Saat itu, Pasangan Prabowo-Hatta unggul dengan perolehan suara 14.167.381 atau 59,78 persen. Sementara itu, pasangan Jokowi-JK mendapat suara 9.530.315 atau 40,22 persen.

"Meskipun pengaruh kemenangan RK tidak secara otomatis linear dengan kemenangan Jokowi di Jabar pada pilpres nanti, tetapi kemenangan RK akan memperkuat dukungan Jokowi di provinsi paling padat pemilih tersebut," urai Karyono.

Kemenangan Jokowi makin menguat karena pasangan Rindu didukung oleh sejumlah partai koalisi Jokowi. Mulai dari NasDem, Hanura hingga PPP.

"Kekuasaan di Jabar kini telah beralih dari kekuatan pendukung Prabowo ke kekuatan pendukung Jokowi. Sebenarnya indikatornya sudah terlihat sebelum kemenangan RK di pilgub Jabar. Hasil survei Indo Survei & Strategy (ISS) pada Mei 2018 menunjukkan elektabilitas Jokowi sudah merangkak naik melampaui Prabowo dan kandidat lain," jelasnya.

Karyono menambahkan, ada 13 nama kandidat yang disurvei oleh ISS di wilayah Jawa Barat. Joko Widodo berada di posisi paling atas dengan 37 persen, Prabowo Subianto 31.3 persen, Agus Harimurti 2.7 persen, Anies Baswedan 2.2 persen, Gatot Nurmantyo 1.8 persen, Ridwan Kamil 1, 6 persen.

Kemudian Ahmad Heryawan 1, 3 persen, Rizieq Shihab 0, 9 persen, Sri Mulyani 0, 6 persen, TGB Zainul Majdi 0, 5 persen, Muhaimin Iskandar 0.2 persen, Romahurmuzy 0,1 persen, Undecided 18, 9 persen.

http://politik.rmol.co/read/2018/06/...irebut-Jokowi-

Ditambah strategi memecah suara oleh Golkar lewat duo dedi,
Jabar yg biasanya lumbung suara Pks-Grindra-Demokrat jadi keok sama Nasdem, PPP, Hanura..

Di Jateng yg lumbung suara PDIP pun perolehan suara Sudirman said diyakini itu 50% kontribusi nya PKB lewat Nahdiyin NU.

Hasil Pilkada Perkuat Koalisi Jokowi, Peringatan Bagi Prabowo

Hasil Pilkada 2018 sudah terlihat berdasarkan hasil quick count beberapa lembaga survei. Meski hasil resmi KPU belum keluar, namun sudah bisa dipastikan beberapa calon daerah akan menjabat selama 5 tahun ke depan.
Menanggapi hasil pilkada ini, pengamat politik Ray Rangkuti mengatakan pertarungan di Pilpres 2019 masih akan sama seperti pertarungan Pilpres 2014, yaitu antara Jokowi dan Prabowo Subianto. Menurutnya, sangat sulit untuk membentuk poros baru jika melihat hasil pilkada saat ini.
"Kalau melihat hasil ini, sekarang masih tetap pertarungan dua kubu yaitu Jokowi dan Prabowo," kata Ray dalam diskusi 'Membaca Hasil Pilkada 2018, dan Meneropong Peta Pilpres 2019' di Para Syndicate, Jakarta Selatan, Jumat (29/6).
Ray menilai hasil pilkada masih menguntungkan untuk kubu Jokowi. Menurutnya, meski PDIP mengalami kekalahan yang cukup telak, namun hasil memuaskan ditorehkan partai koalisi Jokowi yang lain karena meraih kemenangan.
"Koalisi Jokowi di atas angin, makin solid. Kalau pun ada kasat kusut, itu hanya di bagian parpol pengusung yang akan memperebutkan posisi wakil presiden. Walaupun sebenarnya saya yakin Jokowi itu sudah menyimpan calon wapresnya," tuturnya.
Sementara itu, situasi berbeda berada di kubu Prabowo. Menurut Ray, hasil pilkada kali ini membuat langkah Prabowo untuk bisa maju 2019 dipertanyakan.
"Sulit. Jangankan mencari wapres. Untuk maju jadi capres saja berat dan terancam apakah bisa lanjut atau tidak. Ini semua tergantung dengan kemampuan mobilisasi dari parpol untuk melakukan koalisi. Jika koalisi terus seperti ini, paling banter nanti hanya mencapai 30 persen," ujarnya.
Meski demikian, Ray meyakini Prabowo masih berpeluang untuk maju di 2019 menatang. Menurutnya, figur Prabowo dinilai masih mampu untuk menarik simpati masyarakat.
"Jadi intinya adalah kekuatan figur partai. Baik Jokowi maupun Prabowo masih merupakan sosok figur berpengaruh di masyarakat," pungkas Ray.
Sebagaimana diketahui, partai koalisi Jokowi mendapatkan hasil memuaskan di Pilkada Serentak 2018. PDIP menang di Jawa Tengah, Bali, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara dan Papua. Sementara Partai Golkar meraih kemenangan di Sumatera Utara, Lampung, Jawa Timur, Kalimantan Barat, NTT, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.
PPP meraih kemenangan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, Maluku, dan Maluku Utara. Partai Hanura menang di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, NTT, dan Maluku.
Partai NasDem meraih kemenangan di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, NTT, Sulawesi Tenggara, dan Maluku. PKB menang di Lampung, Jawa Barat, Bali, dan Maluku.
Sementara itu, koalisi Prabowo juga tercatat meraih kemenangan di sejumlah daerah. Seperti Partai Gerindra yang meraih kemenangan di Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Maluku.
PKS menang di Sumatera Utara, Riau, Kalimantan Timur, NTB, dan Sulawesi Selatan. Sementara PAN meraih kemenangan di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Riau, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Maluku.
https://kumparan.com/@kumparannews/hasil-pilkada-perkuat-koalisi-jokowi-peringatan-bagi-prabowo-27431110790535477?ref=body&type=mbcjugal
image-url-apps
takdir alloh, pks dan gerindra nyungsep di jabar emoticon-Ultah
image-url-apps
bukannya prabowo presiden jabar yah emoticon-Betty (S)
KASKUS Ads
image-url-apps
Yang penting lumbung suara Amien Rais Aman.
PRabowO - aMIN rAis untuk #gantipresiden
PROMINA
emoticon-Ultah
image-url-apps
nastaik jgn trlalu coli

kemaren yg di liat itu bukan partainya tpi figure nya

di antara semua pasangan cagub jabar memang emil yg unggul

di kira rakyat indonesia mo ketipu lgi sama kowi

skrg kubu nastaik lgi ketar2 ketir sebab pencitraan.yg dlu jdi andelan 2014 yg katanya kowi beli baju n.celana.murah,yg katanya satrio piningit eh kenyatan hanya ilusi alias cuma imajinasi ja


pemilih kowi nti.juga bisa beralih ke poros laen

apalagi.nti lebi dri 2 pasangan capres

makin kelojotan.kubu nastaik


coming soon.2019 indonesia punya presiden.baru yg amanah n.mencintai.negaranya
image-url-apps
intinya itu, warga banyak yang takut dapat gubenur seperti jakarta emoticon-Big Grin
Udah bagus dapet 28 persen, ya 11-12 lah sama jarot dapet 43an% sama2 pemula gitu loh cyiin!
image-url-apps
Jik akeh le lembur, bayaran ora cair mergo kalah emoticon-Big Grin
suaranya kepecah ke demul, klo dari awal mereka kompak dukung demul pasti demul yg menang emoticon-Traveller
image-url-apps
astajim.emoticon-Kagets

Peta Pilpres Di Jabar Berubah, Lumbung Suara Prabowo Terancam Direbut Jokowi
image-url-apps
Quote:


Peta Pilpres Di Jabar Berubah, Lumbung Suara Prabowo Terancam Direbut Jokowi
Quote:


Kemungkinan orang bingung sama nama beken pasangan calon Sudrajat-Ahmad Syaikhu kok disingkat Asyik, harusnya SU-SYAKH
image-url-apps
Quote:


Peta Pilpres Di Jabar Berubah, Lumbung Suara Prabowo Terancam Direbut Jokowi
image-url-apps
Quote:


image-url-apps
Quote:


Lah bukannya aher - amin (HERAN) emoticon-Cape d...
image-url-apps
jokowi 2 periode
image-url-apps
Kofifah capres alternatif wkwkwkemoticon-I Love Indonesia
image-url-apps
mabes bakalan rapat besaremoticon-Ngakak
image-url-apps
Peta Pilpres Di Jabar Berubah, Lumbung Suara Prabowo Terancam Direbut Jokowi
image-url-apps
Quote:


#gajadinaikemoticon-Ngakak
×