alexa-tracking

Konferensi Internasional: Tak Ada Kaitan Islam dengan Radikalisme

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b375d2edbd770f9648b4588/konferensi-internasional-tak-ada-kaitan-islam-dengan-radikalisme
Konferensi Internasional: Tak Ada Kaitan Islam dengan Radikalisme
BAGDAD, NNC - Konferensi Internasional Moderasi dan Islam Wasathiyah sedang berlangsung selama dua hari, 26-27 Juni 2018 di Irak. Delegasi dari Australia Dr Salim Salwan sebagai Sekjen Darul Fatwa Australia menegaskan bahwa tidak ada kaitan antara Islam dengan radikalisme dan ekstremisme. Salim juga mengajak peserta konferensi terus mengembangkan Islam moderat yang menjunjung tinggi toleransi.

"Tidak ada kaitan antara Islam dengan radikalisme dan ekstremisme. Menurutnya Islam tidak mengenal pemahaman seperti itu," kata Salim, seperti dalam keterangan tertulis yang NNC terima Rabu (27/6/2018).

Untuk diketahui, Delegasi Indonesia yang menghadiri konferensi terdiri dari tujuh orang, yaitu: Muchlis M Hanafi (Ketua Delegasi, mewakili Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin), Muhyiddin Junaidi (MUI), Ikhwanul Kiram Masyhuri (Alumni Al Azhar), Saiful Mustafa (UIN Maliki Malang/NU), Fathir H Hambali (Alumni Syam), Auliya Khasanofa (Muhammadiyah/UMT), dan Thobib Al-Asyhar (Kemenag). (Thobib)

Delegasi Al-Azhar Mesir, Shaikh Dr Hamid Abu Thalib juga menyambut baik gelaran konferensi ini. Menurutnya, semangat yang diusung sesuai prinsip Al-Azhar yang selalu memegang teguh prinsip moderat dan Islam rahmatan lil ‘alamin. Menurutnya, moderat merupakan karakter yang tidak mungkin dipisahkan dari Islam.

Thalib menambahkan, kontribusi konkrit Al-Azhar dalam mengembangkan Islam moderat adalah memberi beasiswa kepada generasi muda dari puluhan negara. Al-Azhar juga mengirim ratusan ulama ke hampir seluruh negara-negara di dunia untuk menyebarkan moderasi Islam. Al-Azhar juga mengadakan pelatihan bagi imam-imam masjid dan para khatib.

Wakil Delegasi Pelestina Dr Khamis Mahmud Salim juga menggarisbawahi pentingnya memegang teguh pesan bahwa Nabi Muhammad diutus sebagai rahmat bagi semesta. Juga tentang dakwah dengan hikmah dan bermartabat. Khamis Mahmud juga berharap dukungan dari seluruh kaum muslimin, khususnya persatuan dari negara-negara Arab untuk melindungi Masjidil Aqsha.

Indonesia sendiri mengajak negara-negara Islam bergerak bersama dalam promosi moderasi agama, salah satunya dengan menutup akses pemikiran radikal. Ajakan ini disampaikan oleh Muchlis, pasalnya kesalahpahaman terhadap konsep dasar keislaman menjadi salah satu faktor munculnya ekstremisme dan terorisme. Ideologi dan pemikiran garis keras ini menyebar dalam berbagai literatur dan media, baik cetak maupun elektronik.

"Untuk itu, negara-negara Islam harus merapatkan barisan dan bergandengan tangan untuk meng-counter ideologi tersebut dengan cara serupa dan membentengi generasi muda agar tidak terjerumus ke dalam kubangan pemikiran radikal," kata Muchlis.

sumber

Setelah dibahas dalam Konfrensi Internasional Moderasi dan Islam Wasathiyah maka diambil kesimpulan bahwa
Tak Ada Kaitan Islam dengan Radikalisme

emoticon-Cool
gini saja

emoticon-Big Grin
image-url-apps
astajim yg boneng nih bray emoticon-Kagets
KASKUS Ads
image-url-apps
Alat doktrinnya pk apa?

Ga ada sama sekali ya?

Oh oke...
image-url-apps
menurut ilmu cocokmologi ada
emoticon-Big Grin
image-url-apps
warbiasya
image-url-apps
segerakan repisi kitab bre
Quote:


memang tidak ada
yg berkaitan dengan radikalisme adalah HTI cs
image-url-apps
Setuju
Semua teroris yang mati bunuh diri teriak password Haleluya, hail Buddha dll ..

Itu bukti teror Tidak ada kaitannya dengan islam



image-url-apps
Yakin? emoticon-Big Grin
image-url-apps
selama denial terus-terusan kayak gini, teroris akan selalu ada dan tumbuh subur.
apa susah nya sih, akuin, ya itu teroris2 emang islam, kita perbaiki sama2.
image-url-apps
ah yg boneng Konferensi Internasional: Tak Ada Kaitan Islam dengan Radikalisme
Konferensi Internasional: Tak Ada Kaitan Islam dengan Radikalisme
image-url-apps
Yang berhak ngklaim mana agama teroris cuma nastak doang bray,
Yang lain kagak boleh,
emoticon-Stick Out Tongue
mantap, biarkan islamophobia indonesia semakin terguncang emoticon-Traveller
image-url-apps
Quote:


Nah ane setuju emoticon-Shakehand2
image-url-apps
Denial as always. Tapi kalo ntr ada yg bom teriak password, rame2 bikin hashtag #islamnotterorrist #terroristhasnoreligion

emoticon-Traveller
sangkal terus
image-url-apps
Kata yg kerap kali diucapkan dan diserukan oleh pelaku teroris di banyak kasus pada saat melakukan aksinya, adalah :
a. Halleluyah
b. Amitabha
c. Allahu Akbar
d. Om Swastiastu
image-url-apps
emang betul gan.

radikalisme dan terorisme bukan islam. Islam yg gw tahu itu baik buat sesama dan membuat jadi taqwa pada Tuhan nya, bukan malah jadi kayak kaum farisi kerjaan nya menjudge dan menghakimi orang.
×