alexa-tracking

[hanya sebuah Cerpen] Sajak Seorang Pahlawan

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b373e5ddad7709c258b456c/hanya-sebuah-cerpen-sajak-seorang-pahlawan
[hanya sebuah Cerpen] Sajak Seorang Pahlawan
image-url-apps
[hanya sebuah Cerpen] Sajak Seorang Pahlawan

Aisha-ku yang tersayang. duduklah dan biarkan Petani tua ini menceritakan sebuah sajak...
sebuah sajak agung yang telah lama dinyanyikan oleh para Pujangga yang termasyhur...
sebuah sajak agung yang mungkin takkan pernah engkau lupakan nak...


"Pada Zaman Dahulu kala"
"setelah para Dewa Agung dikalahkan dan diasingkan ke Dunia..."
"ketika Dunia jatuh ke dalam tangan sang Kegelapan..."
"ketika Perang, Prahara, dan Penderitaan masih bergelora..."
"ketika tabuhan Genderang dan tiupan Sangkala Azeroth sang Penyiksa Dunia masih terdengar...

"Isak tangis, kubangan darah, tumpukan mayat..."
"Perbudakan, pembunuhan, permerkosaan..."
"Kegilaan, wabah, dan penyakit..."
"dan Sang Dunia hanya bisa menangis dan pasrah dengan itu..."

"lalu munculah Sang Pahlawan..."
"dari Tanah tak dikenal, dari Rahim seorang yang tak dikenal..."
"dia yang tumbuh dan diasuh oleh sepasang Manusia Serigala..."
"dan dia yang sudah lama menyadari apa yang terjadi pada Dunia ini..."

"dan hal yang tragis seketika terjadi..."
"membuatnya menjadi seorang Pejuang..."
"dengan seorang Manusia Serigala yang menganggapnya saudara..."
"mereka pun bertekad untuk membebaskan Dunia ini..."
"Dari sang Kegelapan..."

"dia dan Remus, sang Manusia Serigala Penghancur sekaligus Saudaranya pun pergi..."
"untuk memulai suatu pertualangan yang kelak akan sangat dikenal..."
"dan untuk membinasakan sang Kegelapan..."
"dan mereka berpetualang dari Tanah Yellmina hingga sudut tergelap Tartarus..."

"banyak Monster mengerikan yang mereka Bantai..."
"banyak Musuh tangguh yang mereka tumpas..."
"banyak Bangsa yang terselamatkan dan terbebaskan..."

"mereka yang sangat Kuat dan Tangguh..."
"sehingga Zointuth sang Penguasa Tartarus mati tersiksa..."
"sehinga Midas sang Raja Serakah tewas dibunuh..."
"sehingga Sauron sang Penyihir Hitam bermata satu mati Terpenggal...
"sehingga Epimetheus sang Naga Bencana mati secara menyedihkan..."
"sehingga Mastodon sang Gladiator penguasa Benteng Colloseum tercabik-cabik..."
"sehingga Kraken sang Monster penguasa lautan mati tenggelam...
"bahkan Tiga Belas perintah Iblis bukan apa-apa bagi mereka berdua..."

"kemudian nama mereka menjadi sangat Termasyhur..."
"mereka menjadi sangat dihormati dan dipuja...

"sehingga Para Raja segala bangsa dengan tulus berlutut dengan hormat..."
"sehingga Para tetua Naga mau mematuhi segala perintah mereka..."
"sehingga Tiga Ratus Pahlawan mau menjadi sekutu mereka..."

"dan tibalah Hari itu..."
"hari dimana semua bangsa berkumpul di medan Perang..."
"hari dimana mereka semua akan berjuang..."
"dimana semua hal yang mereka miliki dipertaruhkan..."
"hari dimana Tekad, Keberanian, dan Semangat melebur demi satu tujuan..."
"Kekalahan dan Kehancuran sang Kegelapan..."

"mereka berdua, Pahlawan itu dan Remus berada pada barisan terdepan..."
"dengan Barisan Para Raja segala Banaga, Para tetua Naga, dan Tiga Ratus Pahlawan berada di belakang mereka..."
"dan Mereka semua siap untuk bertempur..."
"demi masa depan semua hal yang mereka miliki..."

"dan Petempuran itu dimulai..."
"dentingan pedang beradu, anak panah berterbangan, kobaran Api mengganas, tombak dan kapak berkerja mencari mangsa, serta mantera-mantera sihir dirapalkan..."
"cipratan darah, sobekan daging, goresan Zirah dan Perisai pelindung, dan teriakan amarah dan kesakitan..."

"dia, sang Pahlawan itu bertarung dengan sang kegelapan..."
"mereka dengan senjata masing-masing bertarung dengan ganas dan membabi buta..."
"dan pada akhirnya dengan Pedangnya, dia berhasil mengalahkannya dan membinasakannya..."
"namun nahas, dia terluka parah dan sekarat..."
"dan Mantera penyembuh terampuh takkan bisa menyelamatkannya..."

"dan mereka Menang.."
"sorak-sorai kemenangan Gembira terdengar..."
"dunia akhirnya telah bebas..."
"dan mereka sangat berterimakasih pada Pahlawan itu..."

"sang Pahlawan itu..."
"sejak awal dia tidak menginginkan apa-apa..."
"dia tidak menginginkan Harta, Takhta, dan Wanita..."
"dia hanya menginginkan suatu dunia yang Bahagia, Indah dan Damai..."
"tak kurang dan tak lebih dari itu..."

"dengan sisa kekuatan yang dimilikinya..."
"didalam dekapan Remus, sang manusia Serigala sekaligus saudara yang sangat disayanginya..."
"dihadapan semua Bangsa yang berjuang..."
"dihadapan para Raja segala Bangsa, Para tetua Naga, dan tiga ratus Pahlawan yang menghormatinya..."
"dengan suara yang serak dan air mata yang mengalir dia berkata untuk terakhir kalinya..."

"Ingat dan Kenanglah aku, teman-temanku, semoga kalian Bahagia..."

"kemudian dia tertidur dengan tenang dalam dekapan Remus..."
"untuk selama-lamanya..."


Baiklah Aisha-ku tersayang, apakah kamu ingin mendengarnya untuk sekali lagi?
tentu saja kakek.
image-url-apps
emoticon-Mewek emoticon-Mewek
image-url-apps
emoticon-Rate 5 Star