alexa-tracking

Ditinggalkan Umat Islam, PDIP Kedodoran di Jawa

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b36f43ad89b093c098b4567/ditinggalkan-umat-islam-pdip-kedodoran-di-jawa
Ditinggalkan Umat Islam, PDIP Kedodoran di Jawa
Ditinggalkan Umat Islam, PDIP Kedodoran di Jawa

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tumbang di 11 provinsi dalam ajang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018. Berbagai kalangan menilai, kekalahan demi kekalahan yang dialami PDIP akibat berbagai faktor. Hal ini semakin menunjukkan umat Islam partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu mulai ditinggalkan umat Islam. Selain itu kekalahan PDIP ini akan berpengaruh terhadap kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

"Ya betul umat mulai sadar, sudah meninggalkan PDIP," kata Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Anton Tabah Digdoyo kepada Harian Terbit, Kamis (28/6/2018).

Menurut Anton, PDIP sudah ditinggalkan umat Islam karena partai berlambang kepala banteng tersebut dicurigai telah mendukung dan pro penista agama. Padahal UU jelas melarang adanya pihak yang mendukung penista agama.

"Orang yang pro penista agama bahkan mudah terima faham-faham yang kontra Pancasila seperti LGBT, komunisme, liberal, sekuler dan lainnya yang sangat bertentangan dengan agama," tegasnya.

Anton menuturkan, bangsa Indonesia telah bulat sikap Pancasila yang 18 Agustus 1945 sesuai preambul UUD 45 seperti Pancasila yang selalu kita baca, kita pelajari sampai sekarang dimana sila pertama adalah Ke-Tuhanan Yang Maha Esa yang tegas menolak taham atheis, komunis, liberalis, sekuleris," tandas mantan Jendral Polri tersebut.



Ditinggalkan Umat Islam, PDIP Kedodoran di Jawa

Faktor Agama

Terpisah, pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Zaki Mubarak mengatakan, di daerah yang sentimen Islamnya kuat maka bisa jadi ada Ahok efek, yang membuat pemilih muslim tidak mau mendukung calon yang diiusung PDIP.

Zaki menegaskan, faktor agama masih menjadi pilihan bagi seseorang untuk menjadi kepala daerah. Apalagi jika isu yang diangkat soal penodaan agama. Karena di Amerika Serikat pun yang sangat liberal dan maju, agama masih menjadi faktor penting dalam electoral atau pemilihan. Oleh karena itu di Indonesia jika ingin survive harus peka terhadap agama.

“Jadi parpol di Indonesia, termasuk PDIP, untuk bisa survival dalam electoral (pilkada, pilpres dan pileg) harus memiliki sensitivitas terkait isu-isu keagamaan,” tegasnya.



Ditinggalkan Umat Islam, PDIP Kedodoran di Jawa

Kekalahan

Direktur Eksekutif Center Budget Analysis (CBA) chok Sky Khadafi menilai, kekalahan kali ini dalam merupakan keberlanjutan dari kekalahan-kekalahan sebelumnya yang telah dialami PDIP dalam ajang Pilkada. Setelah sebelumnya, lanjut Uchok, PDIP mengalami kekalahan di 44 daerah yang mengikuti pilkada serentak pada 2017 lalu.

Ia mengatakan, kekalahan yang dialami PDIP, tak semata karena adanya faktor 'Ahok Effect' semata. Namun, kata dia, terdapat banyak faktor lainnya.

"Bukan hanya persoalan lalu terkait Ahok Effect yang menjadi beban Politik PDIP dalam konteks banyak kalah calon kepala daerahnya yang diusung oleh PDIP. Kekalahan tersebut bisa juga karena salah satu faktornya karena ngototnya PDIP," katanya di Jakarta, Rabu (27/6/2018).

Selain itu, lanjut dia, faktor kekalahan tersebut yang dominan adalah faktor presiden Jokowi atau 'Jokowi Effect' yang dinilai sebagai petugas partai PDIP gagal meraih simpati publik dengan berbagai kebijakannya saat ini.

"Selama ini, kenaikan harga daging, cabai, bahan pokok lainnya, bahkan nilai dollar, tidak ditangani dengan cepat. Tapi ada kesan, kenaikan harga ini dibiarkan saja, diserahkan ke mekanisme pasar, dan mencekik rakyat miskin," ungkap dia.

Di Pilkada 2018, tiga provinsi lain di Jawa memilih pemimpin barunya. Tiga daerah itu adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Berdasarkan hasil quick count, PDIP kalah di dua daerah dan hanya merasakan kemenangan di Jateng.

Pasangan yang diusung PDIP di Pilgub Jabar adalah Tb Hasanuddin-Anton Charliyan. Quick count berbagai lembaga menunjukkan pasangan itu ada di urutan buncit. Di Pilgub Jatim, PDIP mengusung Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno. Berdasarkan hasil quick count, pasangan tersebut kalah oleh Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.

Kemenangan hanya dirasakan PDIP di Pilgub Jateng. Ganjar Pranowo-Taj Yasin mengalahkan Sudirman Said-Ida Fauziah di quick countberbagai lembaga survei.

Berdasarkan hitung cepat atau quick count Pilkada 2018 sejumlah lembaga survei, calon gubernur yang diusung PDIP kalah di 11 provinsi dari 15 provinsi. Sementara itu, tidak ada lembaga survei yang menggelar quick count di Maluku Utara dan Papua.

Dari 15 provinsi yang memiliki hasil quick count, PDIP hanya menang di empat daerah yaitu Pilgub Jawa Tengah, Bali, Sulawesi Selatan dan Maluku. Sedangkan pasangan calon yang diusung PDIP kalah di sejumlah provinsi di antaranya, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, dan Lampung.

Berikut adalah daftar pasangan calon gubernur usungan PDIP yang keok dalam Pilkada 2018 versi quick count:

1. Sumatera Utara: Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus

2. Riau: Andi Rachman-Suyatno

3. Sumatera Selatan: Dodi Alex Noerdin-Giri kiemas

4. Lampung: Herman Hasanusi-Sutono

5. Jawa Barat: TB Hasanudin-Anton Charliyan

6. Jawa Timur: Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno

7. NTB: Ahyar Abduh-Mori Hanafi

8. NTT: Marianus Sae-Emiliana Nomleni

9. Kalimantan Barat: Karolin Margret Natasa-Suryadman Gidot

10. Kalimantan Timur: Rusmadi Wongso-Safaruddin

11. Sulawesi Tenggara: Asrun-Hugua


Ditinggalkan Umat Islam, PDIP Kedodoran di Jawa

Dalih

Sementara itu, PDIP punya analisa terkait kekalahan tersebut. Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari, mengungkapkan, PDIP sedang mengawal tentang data manual.

"Nah kalau data manual itu lambat sekali. Jadi kalau versi quick count memang seperti itu ya (kalah di 11 pilgub), tadi aku lihat juga di analisa beberapa media," kata Eva di Jakarta, Rabu (27/6/2018).

Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan merupakan 5 dari 11 provinsi yang tak dimenangkan PDIP. Menurut Eva, faktor ketokohan calon yang diusung hingga popularitas menjadi penyebabnya.

"Mungkin karena ketokohan yang nggak pas, strategi kampanye yang nggak pas, tapi ini by case ya," ucapnya.

Sementara, Sektretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya tak pesimistis melihat hasil quick count beberapa lembaga survei yang menempatkan dua pasang calon gubernur dan wakil gubernur usungannya keok di Jawa. PDIP ingin menunggu hasil resmi pemilihan kepala daerah ini dari Komisi Pemilihan Umum.

Menurut Hasto, indikasi menang dan kalah dalam demokrasi adalah hal biasa. "Tetapi, rekapitulasi sesungguhnya tetap berdasarkan perhitungan KPU," kata Hasto di kantor DPP PDIP Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat pada Rabu, (27/6/2018).


Ditinggalkan Umat Islam, PDIP Kedodoran di Jawa

===================

Pemilih PDIP di 2019 tinggal tersisa suara minoritas nastaik kebabisukian...emoticon-Games

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Ditinggalkan Umat Islam, PDIP Kedodoran di Jawa

Nelson Caya Purnama... emoticon-Leh Uga
Ah masa? fiksi bukan nih?
image-url-apps
Ditinggalkan Umat Islam, PDIP Kedodoran di Jawa
KASKUS Ads
image-url-apps
Wkwkwk nasbung selalu maksain...
Yah gmna lagi tidak nasbung klo ndak goblog....lah yg menang di jawa smua orangnya spa bro??wowo???
Wowo yg kedodoran dongokk.. emoticon-Blue Guy Bata (L)
image-url-apps
Pilkada 2017, pdip mengikuti 4 pilgub dan dari 4 pilgub calon yang diusung pdip mengalami kekalahan dari 7 pilgub yang diikuti. Nggak tau juga kekalahan di 4 pilgub ( Bangka Belitung, Jakarta, Banten, Gorontalo ) di pilkada 2017 benar2 dievaluasi apa tidak oleh pdip sendiri. emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
image-url-apps
Quote:

Kalahnya 70% lebih...

pks , gerindra dan pan semakin terlihat kasar berjualan agama islam
umat semakin cerdas bray
image-url-apps
Takut dipecat kek bu guru SDIT, bre emoticon-Ngakak
"Ya betul umat mulai sadar, sudah meninggalkan PDIP," kata Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Anton Tabah Digdoyo kepada Harian Terbit, Kamis (28/6/2018).

Menurut Anton, PDIP sudah ditinggalkan umat Islam karena partai berlambang kepala banteng tersebut dicurigai telah mendukung dan pro penista agama. Padahal UU jelas melarang adanya pihak yang mendukung penista agama.


wohh benar benar nista. emoticon-Mad (S)

Kaum bencong gembira emoticon-Ultah

Ditinggalkan Umat Islam, PDIP Kedodoran di Jawa
edit lupa quote yang bersangkutan emoticon-Big Grin
image-url-apps
Quote:


Kalau kalah di jawa berarti gerombolan ini juga semakin menjauh dari umat Dan Allah ?
Quote:


buat TS saran gw hati2 buat ginian
sudah byk yg dilaporkan PDIP karena sering banget fitnah buat benturin PDIP dan islam

lu mungkin hanya bayaran
dan menjual nurani demi duit yg ga seberapa

tapi hati2 aja
daripada demi duit yang ga seberapa di bui

emoticon-Angkat Beer


Ditinggalkan Umat Islam, PDIP Kedodoran di Jawa
Bawa2 umat lagi emoticon-Big Grin

masa bodo sih sama PDIP

tapi Right Wing Indo emoticon-Najis emoticon-Najis emoticon-Najis emoticon-Najis emoticon-Najis
image-url-apps
yo ndak papa namanya prediksi, pokok kl hasil gak sesuai kenyataan jgn kelojotan

Quote:


Beda kasus, kl gerombolan ntuh kalah berarti dicurangi ... Logika kepala batu mereka kan gitu ... Tuh di jateng yg kalah sampe sekarang masih merengek
lagi2 postingan kaum yg suka benturkan sesama atas dasar agama.......

terserah masing2 deh klo merasa masih beneran beragama......emoticon-Smilie









emoticon-I Love Indonesia (S) emoticon-I Love Indonesia (S)
image-url-apps
PADA TERMAKAN FOTO EDITAN ITU.
Quote:


Bener nih.....hati2 deh.
Malah ada yang modal emosi dan nafsu doang (bukan bayaran) berani nyebarin fitnah kemana2.
Ingat...yang bisa dituntut itu bukan hanya pencipta fitnah, penyebar fitnah pun bisa dituntut.
Meskipun nantinya mungkin ente bisa bebas dari tuntutan, kebayang kan ribetnya idup lu selama proses tuntutan berjalan ?
Belum lagi seluruh keluarga jadi korban malu, cuma gara2 1 orang saudara yang terlalu bodoh.

Ane juga nggak suka partai....mau PDIP, PKS, PAN, Gerindra, Golkar, dll...buat ane sama aja.
Ane lebih memilih figur yang dicalonkan.

image-url-apps
lucu juga kalo menganggap dirinya yang Islam sendiri
image-url-apps
astajim itu gara2 banyak ummat yg belum kaffah emoticon-Kagets

Ditinggalkan Umat Islam, PDIP Kedodoran di Jawa

Ditinggalkan Umat Islam, PDIP Kedodoran di Jawa