alexa-tracking

Siti Aisyah dan nego perlindungan TKI di Malaysia

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b36d86e925233e16a8b456a/siti-aisyah-dan-nego-perlindungan-tki-di-malaysia
Siti Aisyah dan nego perlindungan TKI di Malaysia
Siti Aisyah dan nego perlindungan TKI di Malaysia
Siti Aisyah dikawal saat menuju ruang sidang di Pengadilan Tinggi Shah Alam, Malaysia, 28 Juni 2018.
Dalam sidang lanjutan, Kamis (28/6/2018), posisi Siti Aisyah makin terpojok. Jaksa Wan Shaharuddin Wan Ladin dari Pengadilan Tinggi Malaysia menuding perempuan asal Serang, Banten, itu sebagai pembunuh yang sangat terlatih.

“Pembunuhan dengan cara seperti ini hanya bisa kita lihat di film-film James Bond, dan dua perempuan itu tidak begitu saja dipilih sebagai kambing hitamnya,” sebut Wan Shaharuddin, merujuk pada Siti Aisyah dan Doan Thi Huong, terdakwa asal Vietnam dalam kasus yang sama.

Wan Shaharuddin meyakini, sebelum melancarkan aksinya, dua perempuan ini telah mempelajari dengan baik siapa Kim Jong-nam, saudara tiri dari Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

Dengan berat Kim yang nyaris mencapai 100 kilogram dan tinggi 1,7 meter, maka akan sulit bagi kedua wanita ini untuk mengusapkan racun tepat ke wajah korban tanpa perlawanan.

Patut dicurigai, lanjut Wan Shaharuddin dalam Associated Press, kedua terdakwa ini sudah mempersiapkan kekuatan tubuhnya untuk bisa mencapai wajah dan mata Kim.

Kedua terdakwa juga diduga mengetahui rute terbaik bagi racun syaraf VX untuk masuk ke dalam tubuh. Pasalnya, setelah melakukan aksinya, kedua terdakwa disebut langsung mencuci tangan mereka untuk menghindari terkontaminasi racun.

“Mereka harus agresif agar Kim tidak memiliki jeda waktu untuk bereaksi…Mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan, dan mereka berhasil,” tegas Wan Shaharuddin.

Merujuk rekaman kamera pengawas di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, paras wajah kedua terdakwa saat itu juga tidak menunjukkan dalam keadaan terpaksa, pun tertawa—menyasar pada alibi kelakar yang dipakai keduanya selama ini.

“Jika itu hanya kelakar, mengapa Anda turut mengusapkan racun itu ke mata korban? Padahal racun itu sudah mengenai wajahnya? Ada unsur keagresifan di sini,” tukas Wan Shaharuddin, mengutip The Guardian.

Pengacara Aisyah, Gooi Soon Seng, membalas tudingan jaksa dengan menekankan dalam rekaman yang beredar tidak terlihat kliennya dengan pasti mengusapkan racun ke wajah korban.

“Bukti Aisyah mencuci tangannya juga tidak ada. Dia tidak memiliki gejala seperti keracunan racun VX dan tidak ada jejak racun itu di jarinya, seperti yang terjadi pada terdakwa Huong,” ujar Gooi dalam TIME.

Gooi juga mempertanyakan keberadaan empat aktor utama skenario pembunuhan ini yang saat ini berstatus melarikan diri. “Bagiku, motifnya sangat jelas…satu-satunya kemungkinan yang paling jelas dari kejadian ini adalah pembunuhan politik,” sambungnya.

Hari ini, Jumat (29/6/2018), adalah waktu terakhir bagi pengacara dan jaksa untuk mengumpulkan pembelaan bagi Aisyah dan Doan. Setelah ini, majelis hakim akan membuat pertimbangan apakah dua terdakwa tidak bersalah atau tidak.

Hasil pertimbangan majelis hakim rencananya akan dibacakan pada 16 Agustus 2018. Keduanya akan dibebaskan jika disimpulkan tidak bersalah. Sebaliknya, jika kedua terdakwa memiliki indikasi terlibat dalam pembunuhan, maka keduanya akan diberikan waktu untuk menyusun pembelaan pribadinya.

Proses pengajuan pembelaan akan memakan waktu beberapa bulan. Setelah itu, majelis hakim akan menentukan apakah kedua terdakwa akan menerima vonis maksimalnya, yakni hukuman mati, atau vonis kurungan penjara untuk periode waktu tertentu.
Berembuk dengan Mahathir Siti Aisyah dan nego perlindungan TKI di Malaysia
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kedua kiri) memberikan penghormatan kepada bendera negara saat upacara penyambutan tamu negara di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6/2018).
Kunjungan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, ke Istana Bogor, Jumat (29/6/2018) pagi, dimanfaatkan Presiden Joko “Jokowi” Widodo untuk membahas beragam masalah, salah satunya perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.

Jokowi tidak memaparkan dengan detail poin-poin terkait TKI yang dibahas oleh keduanya dalam pertemuan siang tadi. Presiden juga tidak menyinggung apakah masalah Siti Aisyah masuk dalam topik pembicaraan mereka.

"Begitu banyak TKI di Malaysia, jadi kita bicarakan bagaimana perlindungannya yang lebih baik, bersama PM Tun Mahathir Muhammad," ucap Jokowi, mengutip BBC Indonesia.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi LP mengatakan, dalam pertemuan itu Jokowi meminta Pemerintah Malaysia untuk memperbarui nota kesepahaman TKI yang habis sejak dua tahun lalu itu.

Dari keterangan Retno, Mahathir menyambut permintaan itu dengan memberikan jaminan pembangunan sekolah untuk anak-anak TKI di Semenanjung Malaysia. Selain itu, Mahathir tidak merespons lebih detail lagi perkara perlindungan TKI.

Sehari sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Nasir mengatakan, bukan tidak mungkin keduanya bakal membahas tentang Siti Aisyah.

"Tentunya yang akan dibahas Presiden Jokowi lebih kepada aspek politiknya, soal komitmen Malaysia untuk memproses kasus ini sesuai hukum yang berlaku di sana," kata Arrmanatha, dalam CNN Indonesia.

Mengacu data Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), sampai April 2018, Malaysia masih menjadi negara tujuan utama buruh migran Indonesia.

Pada periode Januari hingga April 2018, jumlah buruh migran yang berada di Malaysia mencapai sekitar 32 ribu orang. Setelahnya baru disusul Hong Kong dengan 21 ribu TKI, dan Taiwan dengan 18 ribu TKI.
Siti Aisyah dan nego perlindungan TKI di Malaysia


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ki-di-malaysia

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Siti Aisyah dan nego perlindungan TKI di Malaysia Gaet investor kecil, Bursa akan turunkan satuan lot saham

- Siti Aisyah dan nego perlindungan TKI di Malaysia Bawang, Fredrich Yunadi, Erdogan di tengah Pilkada dan Pilpres

- Siti Aisyah dan nego perlindungan TKI di Malaysia Dua pilihan pengangkatan KM Sinar Bangun

×