alexa-tracking

TRADISI "Mulih Dilik"

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b366d5ddcd7705e7c8b4567/tradisi-quotmulih-dilikquot
TRADISI "Mulih Dilik"
[OPINI] : Tradisi ‘’Mulih Dilik’’
Mudik siapa yang tidak kenal dengan kata yang satu ini. Terutama bagi mereka yang berada nun jauh di perantauan. Setelah lama berpisah dari orang tua dan sanak saudara lainnya mudik adalah salah satu pengobat rindu, pertemuan jiwa dan raga yang penuh emosional antara anak dan kedua orang tua dan saudara lainnya, diyakini bukan hanya sekedar pertemuan biasa. Kerinduan akan udara tanah kelahiran yang khas dan makanan tradisional asal kota lah juga yang menyebabkan keinginan kuat untuk segara kembali ke tanah kelahiran.
Istilah ‘Mudik’ sendiri merupakan kata kerja dari kata ‘’Udik’’ yang berarti desa. Namun, oleh banyak masyarakat jawa, kata ‘Mudik’ juga diidentikan dengan singkatan kata ‘’Mulih Dilik’’ yang bermakna pulang sebentar. Jadi, secara umum, mudik diartikan sebagai kegiatan sejenak kembali ke kampung halaman saat musim lebaran.
Menjelang idul fitri 1439 H, menurut Ketua Posko Mudik Lebaran Kemenhub, Junaidi, diprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H-2 Lebaran, Rabu 13 Juni. Puncak arus mudik juga diprediksi menjadi dua tahap. ‘’Untuk tahun ini memang liburannya panjang sehingga bisa terbagi-bagi. Puncaknya tadi kan ada di hari Sabtu dan hari Minggu, kemudian ini H-3 dan H-2 ini diprediksi akan menjadi peak season juga,’’ kata Junaidi, Selasa (12/6/2018).
Pada H-2 Lebaran, Junaidi memprediksi bahwa kemacetan akan terjadi kemungkinan di Jalan Tol Cawang hingga Cikampek. ‘’Untuk ruas jalan darat, seperti biasa, kalau kemacetan itu di Tol Cikampek, dari Cawang sampai Cikampek pada jam-jam tertentu bisa terjadi kemacetan, tapi sudah diantisipasi dengan melakukan rekayasa baik, nanti melalui Cipali maupun Pantura dan jalur tengah. Secara umum untuk angkutan darat ini sudah cukup baik dan lebih lancar dari tahun lalu,’’ ucap Junaidi.
Mudik yang sudah menjadi tradisi bagi masyarakat indonesia ini sebenarnya harus terus kita pelihara dan lestarikan agar kelak anak dan cucu kita masih bisa merasakan antusiasnya dari hampir seluruh masyarakat indonesia untuk mudik. Mudik juga tidak hanya sebagai momen untuk melepaskan rindu tapi juga sebagai wadah merenda kembali tali silahturahmi yang sempat terputus dengan saudara dan orang sekampung. Semoga mudik kita kali ini lebih termuliakan dan bermanfaat bagi kita semua. Mari raih hari kemenangan di hari akhir Ramadhan ini dengan menjadi ‘’umat’’ Allah yang lebih baik lagi dari sebelumnya.
Dikirim oleh: Devy Ayu Novianti (Mahasiswa Ilmu Komunikasi / Universitas Muhammadiyah Sidoarjo)

TRADISI "Mulih Dilik"