alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Menggenjot investasi Indonesia di Timor Leste
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b34b834a09a395e4c8b456c/menggenjot-investasi-indonesia-di-timor-leste

Menggenjot investasi Indonesia di Timor Leste

Menggenjot investasi Indonesia di Timor Leste
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Presiden Timor Leste Francisco Guterres Lu Olo menyampaikan keterangan pers bersama saat kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/6/2018).
Iringan musik tradisional asal Jawa Barat, Rampak Gendang, menyambut kedatangan Presiden Timor Leste, Francisco “Lu Olo” Guterres, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/6/2018).

Guterres tiba sekitar pukul 10.05 WIB, menggunakan setelan jas hitam lengkap dengan dasi merah dan ditemani sang istri, Cidalia Lopes Nobre Mouzinho, yang mengenakan kebaya merah senada dengan kain tenus khas Timor yang dikenakannya.

Eks-gerilyawan Timor Leste itu disambut langsung oleh Presiden Joko “Jokowi” Widodo yang mengenakan setelan jas biru berikut dasi merah berikut Ibu Negara Iriana Jokowi dengan kebaya biru terangnya.

Ini adalah kunjungan pertama Guterres ke Indonesia setelah berhasil memenangkan pemilihan presiden tahun lalu dengan satu putaran saja.

Sejumlah agenda kerja sama di bidang ekonomi, politik, energi, pariwisata, informasi, hingga sosial budaya diboyong Guterres dalam pertemuan perdananya dengan Jokowi.

Jokowi pun merespons agenda Guterres dengan menyepakati sejumlah perjanjian di bidang konektivitas, promosi, dan perlindungan investasi.

Beberapa kerja sama konektivitas yang dibahas antara lain penyelesaian pembangunan jembatan Motaain yang akan menghubungkan Motaain, Belu, Nusa Tenggara Timur dengan Batugade, Timor Leste.

Pembahasan tentang pembangunan jembatan pertabasan ini dimulai saat pertemuan Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Timor Leste, Aurelio Guterres, dengan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, awal tahun ini.

Saat itu Retno mengatakan, pembangunan jembatan hanya tinggal menunggu persetujuan saja dari pemerintah Timor Leste. Retno pun berharap persetujuan itu sudah didapatkan pada Februari 2018, sehingga pembangunan bisa segera mulai pada bulan selanjutnya.

Targetnya, pembangunan itu akan selesai dalam waktu delapan bulan. “Jembataan ini adalah jalur penghubung paling penting bagi masyarakat dua negara,” sebut Retno dalam laporan Metrotvnews.com, 31 Januari 2018.

Selain membangun jembatan, Jokowi juga menjanjikan penambahan frekuensi penerbangan dari Kupang, NTT menuju Dili, Timor Leste.

Terkait hal ini, salah satu maskapai dalam negeri, Lion Air, mengaku masih sulit untuk merealisasikan rute penerbangan internasional yang menghubungkan Kupang dengan Dili.

Manajer Area Lion Air Group NTT, Rinus T Zebua dalam ANTARA menjelaskan, persoalan ini disebabkan kuota frekuensi penerbangan yang sangat terbatas pada jalur ini.

“Ada kesepakatan antarpemerintah berkaitan dengan kuota frekuensi maskapai Indonesia yang masuk ke Timor Leste yang sudah habis,” sebut Rinus, Selasa (26/6/2018).

Rute penerbangan langsung Kupang-Dili sebelumnya dilayani oleh maskapai milik pemerintah Timor Leste, Air Timor, dengan menggunakan pesawat Trans Nusa jenis ATR72-600 berkapasitas 70 kursi dengan jadwal tiga kali dalam seminggu.

Lantaran kondisi pasar yang sepi, maskapai ini memutuskan untuk menghentikan sementara operasionalnya sejak April 2018. Padahal, rute penerbangan ini baru saja dibuka pada 15 Desember 2017.

Maskapai yang sekarang ini melayani penerbangan dari Kupang menuju Dili, dan sebaliknya, hanyalah NAM Air--dikelola Sriwijaya Air--dan juga Garuda Indonesia.

Sementara itu, demi mendukung perlindungan investasi Indoensia dan Timor Leste, keduanya menyepakati perjanjian penghindaran pengenaan pajak berganda (P3B) atau yang lebih dikenal dengan istilah tax treaty.

Belum jelas poin-poin apa yang akan disepakati dua negara berkaitan dengan tax treaty ini.

Serupa dengan aturan pajak konvensional di internasional, Timor Leste juga memberlakukan ketentuan khusus penghindaran pajak berganda yang turut mengatur hal-hal seperti residensi, keuntungan bisnis, dividen, bunga, dan royalti yang termasuk dalam JPDA (Joint Petroleum Development Area).

Hubungan dagang Indonesia dan Timor Leste selama 2013 hingga 2017 tak mengalami perubahan yang signifikan.

Data Kementerian Perdagangan yang diolah Lokadata Beritagar.id menunjukkan, ekspor nonmigas ke Timor Leste berhasil menembus US $200 juta sejak 2013. Namun, peningkatan tiap tahunnya sangat tipis.

Begitu juga dengan ekspor migasnya, Jika dilihat dari periode waktu yang sama, maka kinerja ekspor migas ke Timor terbilang turun.

Tahun 2013 mencatatkan waktu tertinggi pencapaian ekspor migas, dengan total nilai perdagangan sebesar US $13,34 juta. Setelahnya, nilai perdagangan itu cenderung turun, meski tidak drastis.

Dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS), ada sepuluh komoditas nonmigas yang diekspor Timor Leste pada 2017.

Ekspor terbanyak ditempati tembakau olahan, dengan nilai perdagangan mencapai US $18,68 juta atau mencapai18,6 persen dari total pengiriman ke negara ini.

Menyusul selanjutnya adalah minuman nonalkohol dengan nilai mencapai US $16,73 juta (16,7 persen), dan material konstruksi dengan nilai perdagangan US $16,26 juta (16,2 persen).
Menggenjot investasi Indonesia di Timor Leste


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...di-timor-leste

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Menggenjot investasi Indonesia di Timor Leste 10 Sektor seret pelemahan IHSG

- Menggenjot investasi Indonesia di Timor Leste Setelah MK kandaskan peluang Kalla jadi cawapres lagi

- Menggenjot investasi Indonesia di Timor Leste Agenda pertemuan yang dinantikan Trump dan Putin

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di