alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Politik di Era Digital
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b349647902cfe46018b456b/politik-di-era-digital

Buzzer Politik di Era Digital

Buzzer politik? apa itu buzzer politik? atau sering mendengar istilah buzzer politik? Nah di era digital, kampanye politik tidak cukup hanya mengandalkan kampanye konvensional dengan tatap muka. Kampanye melalui media sosial (medsos) juga memiliki pengaruh signifikan terhadap pasangan calon. Lebih-lebih menjelang kontestasi pemilihan kepala daerah dan pemilihan Presiden.

Kampanye melalui medsos tidak hanya dilakukan elite politik nasional. Di sejumlah daerah, aktivitas politik melalui media sosial jadi cara ampuh untuk meningkatkan popularitas. Menguatkan citra dan karakter hingga menarik simpati warganet. Juga, untuk menangkal serangan konten negatif dari pihak lawan.


Buzzer politik bisa disebut sebagai orang yang bertugas memanfaatkan ruang publik dunia maya untuk menyebarluaskan informasi dan mengampanyekan orang atau kelompok atas dasar kepentingan politik.
Cara kerja buzzer politik selaalu ada di balik layar. Identitas mereka dirahasiakan. Pelaku buzzer politik sangat berisiko berhadapan dengan hukum. Sebab, aktivitasnya menjurus pada konten-konten yang menyerang atau merugikan orang lain, ketimbang menyajikan isu-isu positif. Para buzzer biasanya menggunakan banyak akun atau akun baru guna melindungi privasi.

Twitter, Facebook, Instagram adalah Jenis medsos yang paling sering digunakan buzzer politik. Twitter biasanya bertugas untuk menjadikan konten yang dimau menjadi trending topik, group-group pro atau yang kontra menjadi sasaran para buzzer politik untuk menyebarkan konten melalui facebook. Instagram berfungsi untuk menyebarkan foto atau mim. Tetapi masih banyak lagi alat untuk para buzzer politik bekerja. Seperti, BBM dan Whatshapp.

Meski bekerja di balik layar, kinerja para buzzer tidak boleh sembarangan. Mereka total bekerja 24 jam. Satu tim buzzer terdiri dari beberapa orang. Tergantung kemampuan finansial paslon. Idealnya, terdiri lima sampai sepuluh orang. Kemudian dipecah menjadi tiga kelompok.

Kelompok pertama person in charge (PIC) dan PIC support. Bertugas menyusun strategi dan implementasi medsos serta merancang desain sosialisasi sesuai target sasaran, hingga mengukur efektivitas pesan. Kelompok kedua adalah content writer. Bertugas menulis naskah untuk diposting di website, akun medsos, hingga pesan broadcast di instant messenger seperti BBM dan WhatsApp.Ketiga adalah admin yang bertugas mengawasi isu-isu dan mempertajam isu tersebut.

Kinerja buzzer memiliki beban kerja cukup berat. Biasanya meminta bayaran relatif mahal. Tergantung kesepakatan dan kekuatan finansial pemesan. Paling murah, MF biasanya Rp 500 ribu–Rp 700 ribu per hari. Belum termasuk target bulanan apabila target tercapai.


Untuk Anda yang tertarik menggunakan buzzer untuk aktivitas politik dapat menghubungi kami via email marketing@cmarcomm.com
 
Diubah oleh: purwosoe
Urutan Terlama
emoticon-Betty
emoticon-Sundul Gan (S) emoticon-Sundul Gan (S)
media perpolitikan makin berkembang saja
Quote:


Betul gan makin hari makin ada aja cara yg oke untuk berpolitik
emoticon-Sundul


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di