alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Peluang besar rencana Pertamina mendistribusikan elpiji 3 kg non subsidi
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b3470acd44f9fa4278b4569/peluang-besar-rencana-pertamina-mendistribusikan-elpiji-3-kg-non-subsidi

Peluang besar rencana Pertamina mendistribusikan elpiji 3 kg non subsidi

Peluang besar rencana Pertamina mendistribusikan elpiji 3 kg non subsidi

JAKARTA (INDOPETRO)- PT Pertamina (Persero) berencana mendistribusikan elpiji 3 kg non subsidi yang akan mulai dijual per 1 Juli 2018. Keinginan itu diungkapkan oleh Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) Pertamina Nicke Widyawati. Apalagi BUMN energi ini telah mengantongi izin niaga dari pemerintah. Sedang harga jual elpiji tersebut dipatok Rp39 ribu per tabung.

Kontan saja rencana Pertamina ini mendapat reaksi keras dari Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina (eSPeKaPe). Ketua Umum eSPeKaPe Binsar Effendi Hutabarat meminta agar rencana tersebut ditunda karena bersamaan dengan tahun politik, yang mengesankan adanya kenaikan harga elpiji 3 kg.

Menurut Binsar Effendi Hutabarat upaya pendistribusian tertutup sebagai jurus untuk menghapus kesalahan penggunaan elpiji 3 kg dipastikan belum bisa terealisasi, mengingat pendataan oleh Kementerian Sosial masih sulit dilakukan.

Dia juga menyatakan masyarakat juga akan sulit ditertibkan, sebaiknya beli elpiji 3 kg non subsidi bagi yang mampu meskipun warna tabung dibedakan antara warna melon untuk subsidi dengan warna pink dan dinamakan bright gas untuk non subsidi. Termasuk perbedaan harga yang warna melon Rp 20 ribu dan yang pink sekitar Rp 39 ribu, beda Rp 19 ribu pertabung.

“Coba turun ke lapangan, penjualan elpiji 3 kg subsidi itu sama saat dulu dijualnya minyak tanah (kerosin) ke masyarakat, pakai gerobak dorong. Bagaimana untuk menjualkan yang non subsidi sekalipun warnanya beda, tidak semudah seperti yang diterangkan oleh Plt Dirut Pertamina Nicke Widyawati di Kementerian BUMN pada 22 Juni lalu,” ujar Binsar Effendi dalam keterangannya kepada pers, Selasa (26/6/2018) di Jakarta.

Sekalipun berdasarkan kajian permintaan pasar yang sebetulnya memerlukan elpiji 3 kg tapi mereka tidak perlu subsidi maka Pertamina perlu mempersiapkan, karena yang mengkonsumsi elpiji 3 kg subsidi yang layak sesuai kriteria sekitar 3,5 juta metrik ton. Menurut Binsar Effendi sepanjang tidak menabrak aturan APBN 2018 yang menetapkan kuota elpiji subsidi 6,45 juta ton metrik atau naik dari posisi tahun 2017 yang tercatat 6,19 juta metrik ton.

“Kenapa Pertamina hanya untuk kepentingan penertiban malah mengambil opsi memproduk elpiji 3 kg non subsidi yang pastinya akan punya dampak kegaduhan dan rentan dijadikan spekulasi di tingkat eceran akan dipaksakan didistribusi,” kata Ketua Umum eSPeKaPe merasa tidak mengerti jalan pemikiran Nicke.

Pada saat masih gunakan UU APBN 2017 hanya mengamanatkan harga elpiji untuk subsidi bisa mengalami kenaikan Rp 1000 per kg. “Jika mengikuti amanat seperti itu, kesan masyarakat ada kenaikan harga elpiji 3 kg sebesar Rp 19 ribu per tabung mungkin bisa dimaklumi jika ada kenaikan untuk elpiji 3 kg hanya Rp 3 ribu saja,” tutur Binsar Effendi sebagai solusi agar beban keuangan negara untuk subsidi elpiji 3 kg bertambah berat.

“Meskipun harga keekonomian elpiji sudah mencatat Rp 13 ribu perkg sehingga harus ada kenaikan harga elpiji 3 kg sebesar Rp 39 ribu pertabung, sebaiknya baik Plt Dirut Pertamina maupun Deputi bidang Usaha Pertambangan Kementerian BUMN, janganlah diksi penertiban kemudian memunculkan distribusi elpiji 3 kg non subsidi yang mau tidak mau sulit dikerjakan di lapangan dan kesan masyarakat ada kenaikan elpiji yang hampir 100 persen akan membuat blunder pemerintahan Presiden Jokowi yang sedang giat-giatnya mengadministrasikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tandas Binsar Effendi.

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Peluang besar gas melon hilang di pasaran emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak

Pengawasan gak jelas, Oknum pedagang oplos dr tabung gas melon ke tabung gas non subsidi emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak


Ini baru namanya buka lapangan kerja, mantap pak dhe emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
alibi nyabut subsidi rakyat mirip pertalite

setelah yg enih ada, ntar gas melon ngilang macam premium emoticon-Big Grin
Masih ada peluang.
Alasan langka seperti premium emoticon-Big Grin
ngga urus, gw mah pake bright gas 12 kg, stok melimpah, ngga ada cerita hilang dari pasaran

emoticon-Ultah
Siap2 warung makan rames harganya pada naik semua emoticon-Big Grin
janganlah diksi penertiban kemudian memunculkan distribusi elpiji 3 kg non subsidi yang mau tidak mau sulit dikerjakan di lapangan dan kesan masyarakat ada kenaikan elpiji yang hampir 100 persen akan membuat blunder pemerintahan Presiden Jokowi yang sedang giat-giatnya mengadministrasikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tandas Binsar Effendi.

prettt..keadilan sosial bagi PNS....rezim copas...sama aja lah....ee
yg non subsidi keunggulannya apa nih?

cuma lebih mahal doang?

emoticon-Leh Uga
Quote:


Kenapa cowok kgak boleh make cangcut gan emoticon-Bingung
Quote:


kagak tau gan...

emoticon-Leh Uga
Quote:


Cari tau gan emoticon-Genit
Gara2 ngiat cangcut tadi pagi ngaceng bae ibi guah gan bawaannya emoticon-Malu
Mao nyium2 cangcut emoticon-Malu (S)
Asli tolol klo bener direalisasikan
Ini beda kasus ama pertalite
Klo Pertalite, selain kualitasnya beda juga ada perbedaan fisiknya dengan Premium.
Jadi masyarakat bisa bedain mana Pertalite mana premium
Lah ini kan gas😁
Gak ada perbedaan fisik dan kualitas antara gas subsidi dan non subsidi
Yang ada klo toh dibikin stok nya, bakal rame orang oplos gas ke tabung non subsidi buat menambah keuntungan
Diubah oleh cosebel
Quote:


yg non subsidi ntar bau nya pake parfum prancis emoticon-Ngakak
Gpp sih gw setuju aja

Kaya di rmh gw perlu gas 3 kg buat water heater. Kan malas kalo pake 12 kg. Tapi beli 3 kg juga tengsin krn subsidian... Bagus lah kalo ada 3 kg ga subsidi


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di