alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Sembilan ruas tol Trans Jawa akan diresmikan hingga akhir 2018
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b3417e51ee5df46108b4576/sembilan-ruas-tol-trans-jawa-akan-diresmikan-hingga-akhir-2018

Sembilan ruas tol Trans Jawa akan diresmikan hingga akhir 2018

Sembilan ruas tol Trans Jawa akan diresmikan hingga akhir 2018
Presiden Joko Widodo memberi sambutan saat peresmian Jalan Tol Gempol-Pasuruan Seksi II di gerbang tol Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (22/6).
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan jalan tol Trans Jawa dari Merak-Banyuwangi sepanjang 1.150 kilometer rampung pada akhir 2019. Ada 9 ruas tol Trans Jawa akan beroperasi secara bertahap mulai Juli hingga Desember 2018.

Saat ini sepanjang 920 kilometer sudah tersambung dari Merak-Pasuruan, 607 kilometer sudah operasional dan sisanya 313 ditargetkan rampung akhir 2018.

Dari sembilan ruas tol itu, jalan tol Pejagan-Pemalang sepanjang 43 kilometer dan Solo-Sragen sepanjang 36 kilometer segera diresmikan dalam waktu dekat. "Saat ini progresnya sudah 100 persen dan siap diresmikan bulan Juli 2018," Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dilansir laman Sekretariat Kabinet.

Pada September 2018, ruas tol yang akan beroperasi adalah Tol Sragen-Ngawi (51 km) dan Tol Porong-Gempol (6 km). Pada Oktober 2018 akan beroperasi Tol Salatiga-Kartosuro (32 km).

Selanjutnya pada November 2018 akan beroperasi Tol Pemalang-Batang (33 km) dan Tol Batang-Semarang (74 km). Pada Desember 2018 akan beroperasi Jalan Tol Wilangan-Kertosono (37 km) dan Tol Pasuruan-Grati-Probolinggo.

Basuki mengatakan Jalan Tol Trans Jawa dibutuhkan guna meningkatkan konektivitas di Pulau Jawa yang memiliki kontribusi lebih dari 50 persen bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Akses jalan tol, kata Basuki, dapat menurunkan biaya logistik sehingga meningkatkan daya saing Indonesia.

Basuki menambahkan, ketersediaan jalan tol diarahkan untuk lebih mendorong perkembangan potensi ekonomi lokal di sepanjang koridor tol. Salah satunya dengan menyediakan lot-lot bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tempat istirahat (rest area).

Pemerintah menggunakan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU), swasta maupun BUMN dalam pembangunan jalan tol yang membutuhkan investasi padat modal dan jangka panjang sehingga mengurangi beban belanja APBN.

Untuk ruas tol yang layak secara ekonomi dan finansial akan dibiayai penuh dari investasi badan usaha. Sementara dukungan pemerintah diberikan pada ruas tol yang telah layak secara ekonomi namun secara finansial masih kurang.

"Melalui skema KPBU, pemerintah bertujuan mengatasi ketimpangan pendanaan (financial gap) infrastruktur terutama jalan tol guna percepatan penyelesaiannya sehingga memberi manfaat yang nyata bagi negara," kata Basuki. "Dengan demikian dana APBN dapat difokuskan bagi pembangunan infrastruktur yang membutuhkan direct government investment."

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meresmikan ruas tol Gempol-Pasuruan pada Jumat (22/6/2018). Jalan tol sepanjang 20,5 kilometer itu merupakan bagian dari proyek Trans Jawa. Jalan tol dengan biaya investasi 4,03 triliun ini diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi khususnya di Provinsi Jawa Timur.

"Jalan Tol dari Merak hingga Pasuruan secara umum sudah bisa dilalui meskipun ada yang masih fungsional. Tetapi kita harapkan akhir tahun 2018 sudah rampung dan beroperasi. Kemudian dilanjutkan hingga Banyuwangi, tahun 2019 Insyaallah selesai," kata Jokowi.

Selama masa jabatannya, Jokowi berambisi pembangunan jalan tol melewati 1.000 kilometer dalam waktu 5 tahun.

Indonesia baru memiliki jalan tol mulai 1978, era Presiden Soeharto, yaitu jalan tol Jagorawi yang menghubungkan Jakarta, Bogor dan Ciawi sepanjang 59 kilometer.

Pembangunan jalan tol Jagorawi dimulai sejak 1975. Ketika itu, Pemerintah mendanai proyek jalan tol dengan pinjaman luar negeri melalui PT. Jasa Marga (persero) Tbk. sebagai satu-satunya BUMN yang mengelola jalan tol.

Mulai 1987, pemerintah mulai melibatkan swasta dalam pembangunan jalan tol dengan sistem [URL="http://www.sjdih.depkeu.go.id/fulltext/1995/248~KMK.04~1995Kep.HTM"]Build, Operate, and Transfer (BOT) atau perjanjian bangun, guna, serah[/URL]. Hingga 1997, jalan tol telah membentang sepanjang 553 kilometer.

Dari total panjang tersebut 418 kilometer jalan tol dioperasikan oleh PT Jasa Marga dan 135 kilometer sisanya dioperasikan oleh swasta.

Pada periode 1995 hingga 1997 pemerintah mengupayakan percepatan pembangunan jalan tol melalui tender 19 ruas jalan tol sepanjang 762 kilometer. Namun upaya itu terhenti akibat krisis moneter.

Presiden Soeharto lengser pada 1998 digantikan BJ Habibie dan setahun kemudian Abdurrahman Wahid (1999-2001). Pembangunan jalan tol di Indonesia selama krisis moneter itu mengalami stagnansi. Selama periode 1997-2001, jalan tol yang terbangun hanya 13,30 kilometer.

Pemerintah mengeluarkan Keputusan Presiden No. 15/2002 tentang penerusan proyek-proyek infrastruktur. Pemerintah melakukan evaluasi dan penerusan terhadap pengusahaan proyek jalan tol yang tertunda. Pada tahun 2001- 2004, era Presiden Megawati Soekarnoputri, terbangun 4 ruas jalan dengan panjang total 41,80 kilometer.

Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan yang mengamanatkan pembentukan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sebagai pengganti peran regulator yang selama ini dipegang oleh PT Jasa Marga. Pada 29 Juni 2005 Badan Pengatur Jalan Tol sebagai regulator jalan tol di Indonesia resmi terbentuk.

Proses pembangunan jalan tol kembali memasuki fase percepatan mulai tahun 2005. Proyek 19 ruas jalan tol yang sempat tertunda pada 1997 kembali dilanjutkan. Ketika era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2014), pembangunan jalan tol mencapai 212 kilometer.

Setelah memasuki era Jokowi pada 2014, pembangunan jalan tol kian mengebut. Setahun Jokowi menjabat, jalan tol tambahan telah beroperasi sepanjang 176 kilometer.

Pada 2018, total panjang jalan tol yang dioperasikan diharapkan mencapai 728,94 kilometer dan pada 2019 sepanjang 564,43 kilometer.

Jika semua target tersebut dapat dicapai sesuai jadwal, maka pada Desember 2019, total panjang jalan tol yang beroperasi dari 2014-2019 adalah 1.854,5 kilometer.
Sembilan ruas tol Trans Jawa akan diresmikan hingga akhir 2018


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...gga-akhir-2018

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Sembilan ruas tol Trans Jawa akan diresmikan hingga akhir 2018 Setelah pemilihan ya sudahlah...

- Sembilan ruas tol Trans Jawa akan diresmikan hingga akhir 2018 Mengadukan pelanggaran dengan Tembang Lawas sampai Gowaslu

- Sembilan ruas tol Trans Jawa akan diresmikan hingga akhir 2018 8 Sektor seret pelemahan IHSG

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di