alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kisah Pilu Atlet DKI, dari Uang Saku Telat sampai Diusir
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b227db9902cfecb5d8b4567/kisah-pilu-atlet-dki-dari-uang-saku-telat-sampai-diusir

Kisah Pilu Atlet DKI, dari Uang Saku Telat sampai Diusir

TEMPO.CO, Jakarta - Masalah terhambatnya uang saku atlet dan pelatih peserta Pelatda DKI Jakarta berbuntut panjang. Akibat masalah keuangan itu, banyak atlet yang tak bisa berkonsentrasi berlatih demi mewakili Provinsi DKI Jakarta pada Pekan Olahraga Nasional (PON) berikutnya di Jayapura, Papua mendatang.

Salah satu atlet yang mengalami nasib nahas ini adalah atlet Tarung Drajat DKI Jakarta, Aming. Karena tak mendapat uang saku dari pemerintah provinsi DKI Jakarta, dia harus diusir dari kontrakannya akibat tak mampu membayar uang sewa. Menurut Aming, uang saku yang seharusnya dibayarkan pemerintah DKI tiap bulan, sudah mandeg sejak enam bulan lalu atau sejak awal tahun ini.

BACA JUGA: Seluruh Atlet Tarung Derajat DKI Belum Dapat Uang Saku

Padahal uang itu sangat dibutuhkan atlet berusia 29 tahun itu, untuk menghidupi istri dan kedua anaknya. "Sejak dua minggu lalu saya sudah diusir dari kontrakan, saya harus pulang kampung ke Bogor," kata Aming saat dihubungi Tempo, Rabu, 13 Juni 2018. Aming merupakan atlet yang mengandalkan sepenuhnya hidup dari olahraga. Uang saku yang tak kunjung cair membuatnya harus banting setir menjadi pekerja serabutan di bisnis percetakan.

Besaran uang saku tiap atlet Pelatda adalah sebesar Rp 3.550.000 per bulan, untuk pelatih Rp 4.460.000 per bulan, dan asisten pelatih Rp 4.360.000 per bulan. Saat ini Pelatda Tarung Drajat DKI Jakarta memiliki 11 Atlet yang terdiri dari 9 putra dan 2 putri, 1 pelatih dan 1 asisten pelatih. Semuanya disiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020.

Menurut Sekretaris Umum Tarung Drajat DKI Jakarta Donni Mahendro, tak hanya Aming, tapi seluruh tim belum mendapatkan uang saku sejak enam bulan lalu. "Waktu tahun lalu juga kayak gini. Mendekati lebaran, anak-anak malah belum dapat (uang saku). Sehabis lebaran baru mereka dapat dengan sistem dirapel (dibayarkan sekaligus)," kata Donni.

Aming sendiri mengaku masih berusaha berlatih, meski dengan kondisi pas-pasan. "Kalau saya sih tetap semangat (berlatih) meski agak kecewa. Karena di usia segini (29 tahun), ini kesempatan terakhir saya di PON 2020. Saya ingin kejar berprestasi saja karena saya merasa punya hutang ke DKI," katanya.

BACA JUGA: Uang Saku Atlet DKI Jakarta Tertunda, Konflik Ini Penyebabnya

Aming pun berharap segera mendapat kepastian terkait dana uang saku ini. "Saya rencananya tinggal dulu di kampung, kemudian saya berangkat ke Jakarta lagi sambil kerja. Rencananya kan ada Kejurnas Piala Presiden nanti Oktober," kata Aming.

Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta belum dapat dihubungi terkait masalah keterlambatan uang saku ini. Konfirmasi dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang diusahakan.

BACA JUGA: Atlet DKI Jakarta Diharapkan Raih Prestasi Tingkat Dunia

https://sport.tempo.co/read/1098032/...-sampai-diusir

Miris..APBD malah dihamburkan menggaji 70 anggota TGUPP sampai 20Milyar setahun
emoticon-Frown
Diubah oleh: dybala.mask
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 3
Pilih lah yg seagama dan satu suku tanpa melihat prestasi


emoticon-Angel
Kisah Pilu Atlet DKI, dari Uang Saku Telat sampai Diusir
Quote:


Kisah Pilu Atlet DKI, dari Uang Saku Telat sampai Diusir

Tahun lalu kan masih jamannya ahok dong
Sekarang mah udah beda dong kan sekarang gubernurnya anies
Semoga dki bisa jadi juara umum di pon jayapura nanti
Ginih kalo anggaran kudu liwat 74 tim tgupp sampe keatlit minus malah emoticon-Traveller
udah untung dikasi surga baru ga di bayar mewek, umat 212 marah nanti gubernurnya dituduh ga pro atlet
Yep, dukungan tim wan Abud buat atlet musti dipertanyakan, tapi jangan lupa kalo udah dari dulu emang banyak atlet yg justru dianaktiriin walopun terbukti berprestasi di level internasional (¯口¯)

Pemerintah/politikus lebih suka musatin perhatian mereka ke PSSI walopun minim prestasi (internasional), krn :
sepak bola = olahraga paling populer = ikut andil dalam mendukung "langsung" timnas = diliput media = kampanye = dikenal masyarakat emoticon-Big Grin

Jadi inget waktu 2010 ada politisi yg undang timnas buat makan makan dirumahnya emoticon-Ngakak (S)
karena adu manusia haram hukumnya
taik sama pemprov
haha emoticon-Traveller
anies sandi emoticon-Ultah
cuma satu kasus aja kok digede gedein
Quote:


Mas baca berita dulu. Itu hutang dari awal taon alias 6 bulan.

Bisa baca tapi kaga tahu artinya sama dengan bodoh
Kisah Pilu Atlet DKI, dari Uang Saku Telat sampai Diusir
Quote:


emoticon-DP DP anyingg emoticon-Blue Guy Bata (L)
DKI lagiii.... haduhhh
Yang penting keberpihakan

Kali ini pastinya ga berpihak ke atlet,

emoticon-Hammer2
Quote:



Iya gan paham ana, kalau pun pemda belum bayar ya ga usah bersungut sungut dong, kan pemda juga banyak urusan apalagi menjelang hari raya seperti ini

Bagi ana atlet yang bener itu atlet yang membela negaranya atau daerahnya tanpa pamrih dan mempunyai semangat yang pantang menyerah, masa atlet belum dibayar 6 bulan saja ngeluh, sabarlah toh juga nanti dibayar kok
ud dpt gaberner pribumi santun seiman protes aja loe
ud bagus mewakili provinsi jkt 58
drpd gua tendang balek ke kandang provinsi nasbung
emoticon-Ngakak
jadi atlet emang gak menjanjikan, apalagi cuma sekelas pon
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di